The Birth Of Blood Witch

The Birth Of Blood Witch
tidak semudah yang dibayangkan


__ADS_3

hari telah berganti, seperti biasa arra berangkat kuliah seperti biasa, tidak seperti hari hari lalunya yang selalu diganggu selena dan yang lainya, beberapa hari ini mereka sudah tidak berani lagi mengganggunya dikarnakan ancaman pengeluaran mereka dari kampus jika berbuat kembali berbuat onar.


sudah seminggu berlalu, jadi besok arra telah memasuki liburan musim semi, selama semingu jugalah arra selalu mendengar semua orang membicarakan sebuah game yang baru baru ini menjadi tren dikalangan teman temannya.


"game game game dan game, apa mereka kehilangan pikiran mereka" gerutu arra yang kupingnya mulai memanas karna semua orang disekelilingnya terus membicarakan game yang sama.


arra yang saat itu telah menyelesaikan kelasnya, sedang duduk dikelas untuk menunggu kelas selanjutnya, jika orang lain mereka akan pergi kekantin ataupun keluar untuk nongkrong, hanya arra yang akan duduk menunggu dengan bod.hnya selama 2 jam, karna memang dia tidak mempunyai satupun teman, atau mungkin bahkan orang tidak ada yang mengenal namanya, mau pergi kekantin juga dia tidak mau menghabiskan uangnya, walaupun biaya makan dikantin bisa dikatakan murah karna hanya 2 euro, hanya saja uang itu sangat berarti untuk dirinya, belum lagi tatapan serta kata kata hujatan dari orang orang.


namun hari ini berbeda, biasanya ketika kelas sudah selesai semua orang akan keluar dari kelas, hari ini ada 4 orang gadis sedang duduk sambil mengobrol, dari nada bicaranya ada salah satu gadis yang sedang meluapkan emosinya.


gadis itu tidak lain adalah selena dan teman temannya, arra yang tak mau peduli memutuskan untuk tidur dengan meletak'kan tasnya di atas meja untuk dijadikan bantal.


******


*selena pov*


beberapa hari ini selena selalu emosi, setelah pertemuanya yang terakhir kali dengan si david pacarnya, dia tak bisa menemuinya lagi, karna memang selama seminggu terakhir, david tidak pernah ngampus, ditelfon juga tidak bisa, david hanya menelfonnya ketika sudah jam 10 malam, itupun tidak lama karna dia akan beralasan mengantuk.


"dia pasti sedang sibuk bermain game sial.n dengan dua bajing.n itu," selena terus saja menggrutu dalam hatinya," hari ini bahkan tidak ada satupun kata kata dosen yang masuk ke dalam pikirannya.


"ayo ngantin, lapar perut dengar dosen ngoceh ngoceh dari tadi" chalisa mengajak selena dan yang lain untuk kekantin.


"kalian pergilah, aku lagi gak mood" jawab selena ketus.


"kau kenapa? diet?" tanya chalisa heran.


"iya kau diet selena? untuk apalagi, badanmu sudah bagus kok? apa kau takut david bakal meninggalkanmu?" chentia juga bertanya dengan heran, biasanya selena tidak menolak jika diajak kekantin.


"sudahlah jangan banyak nanya, pergilah kekantin, aku lagi benar benar gak mood" selena memijit keningnya yang sakit karna penuh dengan david.


"kau kenapa selena? kau bisa cerita dengan kami masalahmu" tanya anete yang dari tadi hanya diam.

__ADS_1


"david tidak ada kabar beberapa hari ini, bahkan juga dikampus juga tidak ada" jawab selena lesu.


"oooh!!, kemana dia, apa dia sakit? tanya anete lagi.


"dia tidak sakit, dia sibuk main game dengan dan anthoni dan marco, dan dia sama sekali tidak mengabariku" jawab selena dengan lesu.


"owh apa game yang lagi buming itu kan, second world kalau tidak salah namanya"


"mana aku tau annet" jawab selena singkat masih dengan memijat keningnya.


"ayolah ngantin, apa kalian tidak lapar haaa?" chalisa yang tidak tahan karna lapar merengek pada mereka dengan memasang wajah memelas.


"iya ayo ngantin aku juga lapar" imbuh chentia, dia langsung menarik selena untuk berdiri, "nanti kau curhat saja di kantin, lagipula apa matamu tudak sakit melihat penyihir itu disini, ayolah"


selena melihat kearah depan dipojok kanan, memang dia melihat arra yang sedang tidur disana, "ya sudahlah, ayo ngantin" karna tidak mau melihat arra lebih lama akhirnya dia pergi juga kekantin mengikuti teman temannya.


********


"ahirnya mereka pergi juga," arra ahirnya bisa bernafas lega, dia takut kalau dia diganggu lagi oleh mereka, sepertinya ancaman mereka akan dikeluarkan dari kampus jika mengganggunya cukup manjur.


"game ini lagi ya, tidak kusangka game ini akan terkenal dengan cepat," bahkan 3 hari yang lalu patrice paul dan eric sudah membeli alat untuk bermain game itu, miss.sofi juga cerita ernest juga telah membelinya.


"haissst sudahlah, ingat arra kau berbeda dengan mereka, yang harus kau pikirkan bagaimana kau bisa makan besok"


walau dia bilang pada patrice kalau dia tak mau memainkan game itu, sebenarnya dalam hati, dia juga ingin seperti mereka, namun dia hanya bisa tersenyum pahit ketika mengingat bahwa stok makanannya sudah habis dan dia sama sekali sudah tak memegang uang, untunglah hari ini dia akan gajian dengan miss.sofi.


"huuuuuuuaaaAAAAAAAAAAH," arra membuang nafas dengan lebay, " hidup memang tak seindah cerita dongeng" imbuhnya lagi, yang dia lakukan selanjutnya hanya mengambil buku tulisnya dan kemuadian menggambar asal di halaman belakannya, hanya ini yang bisa menemani dirinya untuk membunuh waktu.


arra terus mencoret coret bukunya, tanpa terasa sudah hampir 3 jam dia melakukan itu, dia baru sadar ketika satu halamannya sudah penuh dengan gambar dan coretan coretan.


"apa dosen tidak masuk lagi hari ini, minggu lalu dia sudah tidak masuk, masa ia dia tidak masuk lagi, enak sekali jadi dosen seperti dia, sudahlah lebih baik aku pulang saja" arra yang melihat jam dinding sudah jam 2 siang, memutuskan untuk pulang dan bekerja di tempat miss sofi.

__ADS_1


*********


ketika arra sampai ke minimarket tempat ia bekerja, dia melihat miss.sofi sedang marah marah di telfon, jadi dia mengurungkan niatnya untuk mengatakan dia sudah datang, dia menunggu miss sofi selesai dengan telfonnya.


"kau sudah datang arra, maaf kau harus menunggu, mulailah bekerja," sekitar lima menit arra menunggu ahirnya miss.soffi menutup telfonya.


"baik miss.soffi" jawab arra singkat, dia bergegas ke bagian belakang untuk berganti baju, setelah itu dia langsung ke depan lagi untuk melayani para pembeli, dia juga melihat patrice sedang sibuk melayani orang.


waktu sudah agak sepi arra berbisik ke patrice untuk bertanya sambil berpura pura membereskan rak makanan yang berserakan


"hey patrice, kenapa miss.sofi marah marah," tanyanya dengan berbisik.


"aku tidak tau, dari awal dia datang dia sudah marah marah"


"oh ia bagaimana denganmu, kau menikmati gamenya?"


"ya aku menikmatinya, menyenagkan sekali didalam game itu, aku bisa berpetualang di dunia fantasi yang indah disana, eh kenapa kau tanya tanya, apa kau mau memainkannya?" tanya patrice heran


"tidak kok, kan aku cuma nanya, aku cma minta traktir hehehehe"


"kenapa kau minta traktir, biasanya juga tidak pernah?"


"kaukan sudah main game itu, pasti kau sudah menghasilkan uang dari sana, bolehlah bagi bagi rezeki sama temenmu ini hehehe" kata arra dengan terkekeh pelan


"haaaaAAAAAAh!!!! ternyata lebih susah dari yang kubayangkan ra, mungkin kau juga benar soal tidak mungkin juga kaya dari game"


"kenapa kau bilang gitu, bukannya kau yang bilang pasti mudah mendapatkan uang dari game itu?"


"tidak semudah itu, aku kemarin bermain selama 5 jam, aku cumq mendapatkan 3 koin emas, dan 40 perak, ya setara dengan 9 euro kalo tidak salah, mungkin hanya cukup untuk membayar biaya bulananya saja, mungkin aku akan menggunakannya sebagai hiburan saja, kurasa juga tidak buruk berpetualang di dunia fantasi, pelepas stres" kata patrice dengan senyum tipis


arra yang tidak tau harus berkata apa, hanya bisa melanjutkan pekerjaan mereka, tidak lama kemudian mereka digantikan paul dan eric sementara mereka dipanggil untuk gajian.

__ADS_1


setelah selesai proses gajian, mereka kembali bekerja, tidak banyak percakapan diantara arra dan patrice, mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing, melihat ekspresi miss.sofi yang buruk hari ini, membuat mereka tidak mau berbuat kesalahan, mereka hanya bicar basa basi ketika patrice pamit pulang, setelah itu arra hanya berkutat dengan pekerjaanya sampai malam tiba.


__ADS_2