
Alex [witch of undead lvl : 45]
Alicia [witch of dark mage lvl : 51]
Azazel [witch of dark mage lvl : 38]
Dua minggu telah berlalu setelah pertemuan antara azazel dengan alex dan alicia, selama dua minggu itu juga mereka bertiga terus menjelajahi [Mount of skeleton].
Walau harus terhenti karna azazel harus memutuskan sambungan dan melakukan kegiatan di dunia nyata, dan juga beristirahat untuk mengisi ulang poin hp dan mana yang terkuras karna bertarung.
Walupun hanya skeleton elit, tapi poin hp mereka tetap turun karna mau bagaimanapun witch bukanlah job untuk bertarung secara langsung.
Jenis skeleton yang azazel, alex dan alicia hadapi juga bukan lagi skeleton biasa, semua skeleton terdiri dari skeleton elite dari jenis skeleton warior yang menggunakan pedang, tombak dan golok, skeleton arcer pengguna panah dan senjata rahasia beracun yang membuat hp mereka terus turun.
Walaupun skeleton elit, yang hanya memiliki level 10 sampai 30, dan mereka memiliki level jauh diatasnya, poin hp mereka tetap turun karna mau bagaimanapun witch bukanlah job yang cocok untuk bertarung secara langsung.
"Hey Alex, perasaanku saja atau memang Alicia memandangku dengan lebih sinis akhir akhir ini." tanya Azazel ke Alek waktu mereka sedang beristirahat, dan alicia sedang pergi mencari makanan.
"Biarkan saja, dia memang seperti itu, tidak perlu dipikirkan" jawab alex sambil tersenyum.
"Apa karna aku hanya menjadi beban saja untuk kalian?"
"Bukan seperti itu, kau sudah sangat membantu akhir akhir ini," kata alex masih dengan mempertahankan seyumannya."
"Lalu apa alasannya dia memandangku seperti itu?"
"Yaaah mungkin karna kau mahluk pendatang, kedua orang tua Alicia tewas di medan pertempuran, tidak seperti dirimu atau makluk pendatang yang lain, kalian bisa hidup lagi setelah mati, tidak seperti kami penduduk asli,"
"Sudahlah tidak perlu dibahas, itu orangnya datang," kata alek memberi kode dengan mulutnya ke arah alicia datang dengan membawa beberapa buah.
Azazel segera menutup mulutnya dan menelan kembali pertanyaan yang sudah tersangkut di tenggorokan.
Alicia melemparkan buah ke alex dan azazel kemudian duduk tidak jauh dari mereka, allex dan azazel segera memakan buah ditangan mereka dengan lahap sementara alicia hanya menatap mereka berdua dengan dingin.
"Kalian para bayi sudah kenyang bukan?" kata alicia dengan gaya yang merendahkan setelah Alex dan Azazel selesai makan.
"Kenapa kau selalu bersikap seperti itu Alicia? apa kau tidak bisa bicara dengan lebih sopan?"
"Apa yang salah, kalian memang seperti bayi, kapan waktu makan aku yang harus mencari sementara kalian tinggal membuka mulut, dan kususnya untuk kau Alex, kau bahkan mencari makanan saja tidak bisa, kerjamu hanya menyusahkanku saja, tidak sekalian kau minta aku menyuapimu? hmmm? sungguh laki laki idi.t tak berguna!!!" kata Alicia dengan nada tinggi.
"kau memang ditugaskan ayah untuk menjagaku, jadi tidak usah banyak perotes, nikmati saja hidupmu yang sebatang kara dan tidak usah banyak mengeluh, toh siapa yang bakal peduli," kata Alex dengan senyum sinis.
"Kau!!!! cih, sudah cepatlah berdiri lalu kembali ke desa, muak aku mengurus laki laki tidak berguna sepertimu!!" katanya dengan ketus dan menunjuk wajah alex yang masih duduk di samping Azazel.
"kembalilah sendiri, aku akan naik walau tanpamu, bagaimana denganmu Azazel?"
"Emmm aku akan ikut naik jikau kau naik, mungkin akan ada hal bagus di puncak gunung," kata Azazel seraya berdiri.
"yeeeah, ayo kita naik, jangan banyak bicara lagi," Alex segera berdiri dan melangkah pergi dengan langkah kaki mantap.
"kau serius dengan ini?" Alicia segera menahan bahu kanan Alex ketika ingin melewatinya, "kau sadar kita berbeda dengannya bukan?"
"Berhentilah peduli, urus saja hidupmu sendiri, mulai sekarang kau tidak usah menjagaku lagi, aku tidak butuh orang sepertimu disisiku," Alex menepis tangan Alicia kemudian melangkah pergi diikuti Azazel.
Tanpa Alex sadari, kata katanya membuat Alicia mematung, Alicia membalikkan badan dan mengikuti Alex, tapi baru dia ingin melangkah mendekat, Alex sudah mengangkat tangan kanannya kesamping telinga dengan posisi tangan terbuka dan meneriakkan sebuah skill.
"Rise undead!!"
Seluruh bagian tubuh Alek mengeluarkan kepulan asap hitam pekat, sedetik kemudian Alek mengetukkan tongkatnya ke tanah tiga kali dan mengenggam tangan kananya.
"Groaaaah!!!!"
Muncul 7 undead mengelilingi alek dan dengan satu pemikiran, ke 7 undead mengepung alicia, membuatnya tidak bisa kemana mana.
"Apa yang kau lakukan, kau gilaAAAAA!!!!" Alicia segera memaki Alek yang menurutnya bertindak kekanak kanakan.
"Pulanglah, kau tidak perlu mengikutiku," kata Alex dingin tanpa menoleh, "ayo Azazel" kata Alex ke azazel yang hanya diam saja.
Alex melangkahkan kaki untuk mendaki lebih tinggi ke [mount of skeleton], tanpa perduli dengan tatapan Alicia.
Azazel melihat kearah Alicia yang sedang dikepung 7 undead, tapi Alicia hanya melihat ke arah Alex yang melangkahkan kakinya menjauh, Azazel segera berhenti peduli dan pergi mengikuti Alex.
*******
__ADS_1
Seminggu kembali berlalu, Azazel dan Alex tetap melanjutkan pendakian mereka di [Mount of skeleton] bahkan mereka bertemu musuh baru yaitu skeleton mage.
"Azazel sekaraang!!!" Alex berseru lantang ke Azazel setelah ketuju undeadnya menyibukkan tiga skeleton warior, dua skeleton arcer, dan menahan dua skeleton mage dengan cara terus memepet.
Azazel segera mengerti dan mengeluarkan skillnya.
"Binding chainnn!!!!,"
[mana -100]
"Krtak!! krtak!! wuuush!!! wuuush!!!" dua rantai muncul dari dalam tanah dan masing masing langsung mengikat satu sketelon arcer.
Setelah dua skeleton arcer terantai, segera Alex mengarahkan para undeadnya untuk menahan skeleton yang tersisa.
"Dash, dash, dash," setelah para undead Alex meninggalkan dua skeleton arcer, Azazel segera memangkas jarak dengan dash, dan setelah tepat di depan skeleton arcer azazel mengarahkan tongkat berkepala gagaknya tepat di depan tengkorak kepala skeleton arcer.
"Fire ball!! fire ball!!"
"Boommm!! boooommm!!"
Tulang belulang dua skeleton arcer berhamburan ke segala arah, menjatuhkan dua batu roh.
'Sialan, kenapa tidak menjatuhkan equip' umpat Azazel dalam hati, tapi dia segera melihat ke arah Alex yang bertarung dengan lima skeleton tersisa.
"Aleeeex!!! awasss!!!"
"Boooommm!!!" sebuah bola hitam berukuran dua kali lipat dari milik azazel dengan telak menghantam bahu kanan Alex membuatnya terpental jauh.
"Arrggggh!! sial.n kau!!" maki Alex dengan keras.
Para skleton warior segera menedekati Alex yang sedang berlutut, Alex tidak tinggal diam dan memanggil undeadnya lagi.
"Rise undead!!" kumpalan asap hitam segera membentuk undead berdiri melindungi Alex.
"Dark magic, weapon magic" tidak hanya itu, Alex juga menggunakan skill lainya, memberi undeadnya senjata berupa belati berwarna hitam, dan langsung menyerang 3 skeleton warior mendekat.
Azazel berniat membantu Alex, tapi baru dua langkah dia mendekat, skeleton mage segera menghadangnya dan melemparkan dua fire ball ukuran besar kearahnya.
Untung baginya dapat melakukan dash kebelakang membuat fire ball hanya menghantam tanah.
[mana -30]
Azazel menggunakan skill slow yang membuat gerakan skeleton mage yang awalnya sudah lambat menjadi lebih lambat dan membuat menjadi lebih lemah.
"Fire ball!! fire ball!! fire ball!!....."
Dan pertempuran berlanjut dengan azazel menghujani skeleton mage dengan fire ball, dan terus melakukan dash untuk menjaga jarak, azazel terus mengumpat dalam hati karna skeleton mage tidak mati mati, padahal setaunya mage adalah job dengan poin hp tipis, seperti wirtch, tapi setelah dihantam fire ball berkali kali, poin hp skeleton magic hanya berkurang seperempat.
"Azazel berikan aku satu, kau urus satunya" Tak berselang lama Alex membantu dengan pasukan undeadnya.
Pertempuran terus berlanjut, tapi lima menit berselang azazel kembali berseru, Alex tarik mundur undeadmu!!!" Alex merasa Bingung tapi tetap menarik mundur undeadnya.
Setelah undead alex mundur, Azazel segera memulai rencananya.
"slow"
[mana -30]
Gerakan skeleteon mage langsung menjadi lambat.
"Binding chain!!"
[mana -100]
Dua rantai dari dalam tanah kembali muncul dan mengikat 2 skeleton mage yang sudah melemah.
"Double attack" kata Azazel dengan berkata pelan sperti berbisik.
[ mana -30, next attack up 100%, next attack using mana up 100%]
Azazel terbang ke atas langit setelah cukup tinggi Azazel kembali mengeluarkan skillnya.
"Rain of fire!!!"
__ADS_1
[on double attack, mana -160]
muncul lingkaran seperti lingkaran teleportasi tepat dibelakang kepalanya, dengan ayunan tongkat dari belakang ke depan, terjadi hujan api, tapi hujan api sama sekali tidak mengenai tubuhnya, melainkan hujan api berkelok menghindari tubuh Azazel, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
"Wuuuush!! wuuush!! wuuuush!! wuuush!!........."
Ratusan butiran api jatuh dengan cepat menghujani dan menembus jubah skeleton mage, membuat tulang belulang hancur dan berserakan.
Azazel kembali turun, dia kemudian mendekati alex, dan alex hanya tersenyum kecut melihat azazel mendekatinya.
"Ayo kumpulkan drop, terus menjauh dari tempat ini," kata azazel dan dibalas anggukan oleh Alex.
Mereka kemudian berlomba untuk memungut equip ataupun batu roh yang dijatuhkan para skeleton.
"Boooooooom!!! booooom!!!"
Ditengah sedang asik memungut equip, Azazel dan Alex mendapt serangan kejutan, cukup dengan satu serangan, membuat Azazel kehilangan 70% poin HP, sedangkan Alex yang poin HPnya tinggal separuh, hanya menyisahkan garis tipis diujung bar hpnya, mereka berdua segera melihat asal serangan.
[Quen of skeleton], mereka berdua langsung pucat membaca nama skeleton yang menyerang nereka, dengan bar hp berwarna merah darah, di punggungnya ada sepasang tangan skeleton raksasa, lengkap dengan mahkota berbentuk tengkorak kepala berukuran kecil tersusun dengan artistik, serta jubah bewarna hitam khas ratu kerjaan.
Azazel segera mengeyampingkan rasa takut dan berdiri membelakangi Alex yang telah terkapar.
"Rise skeleton"
[mana -300]
kumpalan asap hitam muncul di hadapan Azazel dan segera membentuk skeleton warior di hadapan Azazel.
"wind magic, magic defend"
[mana -60]
Menaikkan defend mahluk panggilan
[skeleton warior] def +15 poin.
"Booooooooom"
Tangan skeleton raksasa Quen of skeleton memanjang dan menghantam azazel membuatnya terpental, membuatnya sekarat.
Tapi entah kekuatan dari mana, walau tangannya telah patah serta hidung dan mulut yang hancur dan mengeluarkan banyak darah, dia tetap berdiri dan melakukan dash untuk kembali berdiri di hadapan Alex untuk melindunginya.
[Quen of skeleton] memandang Azazel dengan heran, tapi dia tetap mengarahkan sebelah tangan besarnya ke azazel, tapi bukan menghantamnya, tangan itu hanya menggenggam Azazel, dengan sebelah tangan yang lain, dia mengangkat Alex yang sudah sekarat.
[Quen of skeleton] memendekkan tangan raksasanya membuat keduanya mendekat ke arahnya, [Quen of skeleton] melihat Azazel sebentar sebelum melakukan hal mengerikan ke Alex tepan di depan wajahnya.
[Quen of skeleton] membuka mulutnya di depan wajah alex, lalu yang terjadi berikutnya aura kegelapan keluar dari tubuh alex dan masuk kedalam mulutnya.
"Arrrghhhhh!!!"
Alex berteriak kesakitan semntara Azazel tidak tau harus berbuat apa.
Alex terus meronta beberapa saat, sebelum badanya tak bergerak lagi, tapi sang [Quen of skeleton] tetap menyerap aura gelap yang terus keluar dari tubuhnya.
"craaaang!!!"
Tiba tiba tangan raksasa [Quen of skeleton] yang menggenggam alex terputus dan sedetik kemudian alex menghilang.
[Quen of skeleton] kebingungan karna tangannya terpotong, dan Alex yang menghilang.
Sang [Queen of skeleton] melihat ke Azazel yang masih dalam genggaman tangannya, Azazel tidak tau apa arti tatapan itu, karna hanya terlihat tengkorak kepala.
Masih dengan menatap Azazel, [Quen of skeleton] mengeratkan genggaman tangan raksasanya, semakin lama semakin erat, erat erat, dan akhirnya menghancurkan tubuh Azazel, membuat hujan darah membasahi [Quen of skeleton] dengan isi perut terburai dan menyangkut di sela sela jarinya.
Pandangan Azazel menjadi gelap dan muncul notifikasi di pandangannya.
[You die..... See you in a week]
[losing three level...]
[lost the top ten status points]
[you'll go back to living in the one hundread milion tombs]
__ADS_1
____
maaf jika jalan cerita dan bahasa masih amburadul, ini novel pertama saya, mohon beri dukungan pencet dengan tombol like agar aku tetap semngat ya, dan jangan sungkan untuk memberi masukan dikolom komentar, thanks and enjoyπππππ