The Birth Of Blood Witch

The Birth Of Blood Witch
hari yang lebih baik


__ADS_3

"gilbert, aku meminta temanku untuk ke prancis untuk menjaga arra, tolong pertemukan arra dengannya,"


"baiklah, diamana temanmu sekarang,"


"dia sudah berada di kota lilie sekarang, nanti aku kirim alamatnya,"


"baiklah, ya sudah aku akan menjemput arra sekarang, ada lagi yang ingin kau samapaikan padaku,"


"tidak ada, terimakasih untuk semuanya gilbert, aku tidak tau bagaimana membalas semua kebaikanmu,"


"jika kau ingin membalas kebaikanku, pulanglah dan menikahlah denganku,"


"gilbert kau tau aku tidak bisa, umur kita terpaut jauh, lebih baik kau lupakan aku, dan cari wanita lain, lebih baik kau dengan temanku saja,"


"apa semua yang aku lakukan selama ini tidak bisa meluluhkan hatimu,"


"lupakan aku gilbert, lebih baik kau dengan temanku saja, dia lebih pantas denganmu,"


"kau tidak punya hak untuk mengatur aku suka dengan siapa, bahkan aku juga tidak mampu melakukanya,"


"aku selalu berharap kau mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku diluar sana gilbert, dan kau bahagia dengannya,"


"bulsh.t....."


"gil....."


"jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, aku akan matikan telfonya,"


"tidak ada, maaf selalu merepotkanmu,"


"hmmm"


"tuut"


mr.gilbert mematikan telfonnya, "seharusnya memang aku tak pernah menyimpan rasa denganmu" gumam mr.gilbert pelan sambil tersenyum pahit, setelah menghela nafas berat barulah mr.gilbert pergi dari kediamannya


******


"kau suka kamarnya arra," evelin segara menemui arra setelah menutup telfonnya.


arra yang sedang duduk di tepi ranjang sedikit terkejut melihat evelin yang sudah berada didepan pintu."sejak kapan anda berdiri di situ miss.evelin."


"barusan, kenapa kau malah melamun, kau tidak suka kamarnya? kau bisa dekor sendiri nanti sesuai kemauanmu, dan sudah kukatakan, tidak usah bersikap formal denganku, dan cukup panggil aku evelin,"


"emmm,,,,, bukannya aku tidak suka, hanya aku rasa ini terlalu bagus untukku,"


evelin kemudian duduk disamping arra, "tidak masalah arra, nikmati waktumu disini, aku harap kau betah tinggal disini," katanya dengan tersenyum lembut.


"terimakasih evelin" kata arra dengan menundukkan kepalanya.


"berhentilah mengatakan terimakasih arra, itu kamarmandi" evelin menunjuk sebuah pintu yang berada dikamar itu, "dan itu ada komputer yang bisa kau gunakan untuk keperluanmu kuliah," evelin menunjuk komputer di dekat pintu kamar mandi, dan itu juga ada lemari untuk pakaianmu," evelin juga menunjuk sebuah lemari baju disamping tempat tidur.


arra hanya tersenyum melihat evelin yang terus bicara menunjukkan apa apa saja yang ada di ruangan itu untuk dia gunakan.


"hehehe maaf kalo aku terlalu banyak bicaran,," kata evelin malu ketika sadar arra melihatnya dengan diam, "kau pasti lelah bukan, istirahatlah dulu, aku akan cari makanan, aku lapar hehehe, kau mau makan apa arra?"


"terserah kamu saja evelin,"


"baiklah kalau begitu, aku pergi sebentar"


evelin kemudian pergi untuk membeli makanan sementara arra merapikan barang, "aku tidak pernah bermimpi bertemu orang seperti evelin, dulu aku hanya bisa bermimpi bisa tinggal di tempat seperti ini," kata arra sambil tersenyum.

__ADS_1


setelah membereskan barangnya yang tidak seberapa, arra memutuskan untuk keluar dari kamarnya untuk melihat lihat bagian rumah ini, ada ruang tamu, ruang bersantai, ruang makan, dan dapur. juga masih ada satu kamar yang masih kosong di samping ruang santai.


ketika arra sedang melihat lihat dapur, terdengar evelin telah kembali dan berteriak memanggil namanya.


"arrra!! aku sudah pulang, ayo makan siang dulu!!"


"aku disini evelin," arra segera keluar ke ruang tamu untuk menemui evelin, arra bisa melihat evelin berteriak ke arah tangga,


"owh kau sudah turun arra, aku kira kau masih membereskan barang barangmu?"


"sudah, lagipula barangku juga tidak banyak"


"yasudah ayo makan, ambilkan piring, dan minum di dapur ya, kita makan aja di depan tv"


"baiklah, tunggu sebentar," arra kemudian ke dapur sedangkan evelin menyusun makanan di karpet depan tv.


"kamu cari apa evelin?" arra kembali ke ruang bersantai membawa, piring dan air minum, dan mendapati evelin tengah bingung mencari sesuatu.


"remot tv, perasaan aku letak disini tadi," evelin terus mencari disela sela sofa, "ah ini dia, akhirnya ketemu juga, ayo makan arra" kata evelin seraya duduk dan menyalakan tv.


"emmm baiklah" arra kemudian ikut duduk, arra kemudian meletakkan makanan dipiring evelin serta dipiringnya sendiri, tidak lupa juga dengan air minumnya juga, sementara evelin masih memilih acara yang ingin dia tonton.


"nah kita tonton ini saja," setelah menggonta ganti chanel, akhirnya evelin memutuskan untuk menonton sebuah acara tentang game yang sedang jadi tren saat ini.


evelin mendapati piringnya sudah terisi makanan untuknya, "terimakasih arra, ayo makan, kau harus makan yang banyak, liat badanmu kurus sekali."


arra hanya mengangguk pelan.


"kau tidak memainkan game itu arra," disela sela makan evelin bertanya pada arra.


"tidak, untuk memainkan game itu kan butuh biaya yang besar, aku tidak punya uang sebanyak itu" kata arra dengan susah payah karna mulutnya masih penuh makanan.


"tenang saja, nanti aku akan belikan perlengkapan game itu untukmu."


"kenapa, bukannya menyenangkan berpetualang di negri fantasi"


"aku sudah bahagia kamu mengijinkanku tinggal denganmu, kamu tidak perlu menghabiskan banyak uang untukku, lagipula karna game itu hidupku jadi menderita"


"tidak perlu sungkan arra, nanti aku akan belikan alat itu untukmu, jangan menolak, lagipula jika bukan karna game itu kita tidak bertemu bukan."


"apa kamu juga memainkannya?"


"iya aku memainkannya juga, maka dari itu aku juga ingin kau merasakannya juga"


"emmm yasudah terserah kamu saja"


"emmm gitu dong, jangan banyak protes," kemudian mereka melanjutkan makan siang mereka.


setelah makan siang selesai, arra membersihkan piring meraka dan membuang bungkus makanan ke tempat sampah, setelah selesai dia menemui evelin yang sedang menonton tv sambil tiduran disofa.


"evelin nanti sore aku harus bekerja, karna jaraknya jauh dari sini, aku akan berangkat sekarang."


"tunggu sebentar arra, biar aku mengantarmu, sekalian aku mau belanja kebutuhan dapur,"


"baiklah, maaf merepotkanmu" arra kemudian ikut duduk menonton tv.


setelah hampir sejam arra menunggu, akhirnya evelin bangun dari rebahannya, sudah berkali kali arra ingin berangkat sendiri, tapi evelin meminta arra menunggu, evelin baru ingin bangut dari posisi rebahannya swtelah acara selesai.


"ayo berangkat, acaranya sudah selesai," evelin bangkit dan mematikan tv.


arra ikut bangkit dan mengikuti evelin dari belakang.

__ADS_1


setelah mengunci pintu evelin mengajak arra naik ke mobilnya "ayo masuk arra," kenapa kamu diam saja?" evelin yang sudah membuka pintu mobil bingung melihat arra yang hanya diam saja.


"aku tidak tau cara membukanya," arra hanya tersenyum malu karna dia tidak tau cara membuka pintu mobil evelin.


"ahahahaha aduh arra arra, bilang kek dari tadi, kirain kamu kenapa tadi," kata evelin sambil tertawa, dia kemudian memutari mobilnya untuk memberi tahu caranya pada arra, " dibalik lengkungan ini, ada tobmbol, kamu tekan dan angkat keatas"


"owh gitu to" kata ara sambil mangut mangut, "terus gimana aku masuknya"


"kamu turunin dulu pantatmu," arra kemudian duduk dengan kaki masih diluar, "nah baru angkat kakimu masukin kedalam"


"mobil makin mahal makin ribet ya" kata arra dengan tersenyum canggung yang dibalas dengan tawa evelin.


evelin kemudian memutari mobiln dan masuk dibalik kemudi, kemudian pergi untuk mengantar arra pergi untuk bekerja di tempat miss.sofi.


*****


"jam berapa kau pulang arra," tanya evelin dari dalam mobil.


"jam 9 malam aku pulang, kamu tidak perlu menjemputku, aku bisa naik kereta"


"aku akan menjemputmu nanti, ya sudah aku pergi," evelin kemudian pergi meninggalkan arra di dwpan minimarket miss.sofi.


"wooooooow siapa tadi arra, kereeeen banget mobilnya, kau tidak jadi simpanan om om kan, lagian kenapa hari ini tidak jadi kerumahku, ibuku bilang kamu tidak datang hari ini."


"emmm itu tadi evelin, soal aku tidak datang kerumahmu aku tinggal bersamanya sekarang, dia kenalan mr.gilbert," arra yang baru masuk ke minimarket langsung ditanyai patrice setelah dia izin dengan miss sofi.


"owh gitu ya, padahal aku berharap kau tinggal bersamaku," patrice nampak sedih karna arra tidak jadi tinggal di rumahnya.


"maaf patrice, aku hanya tidak mau merepotkanmu," kata arra dengan berslah.


"yasudah tidak apa apa arra, yang penting kamu sudah ada tempat tinggal, aku ikut senang untuk itu," patrice tersenyum, "tapi jangan lupa denganku karna kamu udah naik mobil yang keren itu hehehehe."


"kau bicara apa patrice, itukan bukan mobilmu, lagian mana mungkin aku lupa denganmu, kamu satu satunya teman yang kumiliki," arra tersenyum dan menggengam tangan patrice.


"tapi kalau aku yang naik mobil itu, aku akan melupakanmu ahahahahaha," patrice tertawa setelah mengatakan itu.


"sial.n kamu, nyesal aku bilang gitu sama kamu," jawab arra dengan cemberut membuat patrice semakin tertawa.


"miss.sofi tadi tidak tanya sama kamu," tanya patrice lagi.


"enggak, emang miss.sofi kamuuuuu,,,, hehehehe" kata arra dengan terkekeh, "ya sudah aku ganti baju dulu."


"ok, terus kamu bantu aku ya, nyusun ini" kata patrice sambil menunjuk makanan yang masih baru keluar dari gudang.


"ok" kata arra kemudian pergi ke ruang ganti.


arra kemudian larut dengan kerjaannya sampai malah hari tiba, tadi sebelum patrice pulang dia sudah bilang ke arra dia akan menjelaskan dengan ibunya perihal dia tidak jadi datang dan tinggal bersama mereka.


arra juga sudah menjelaskan ke miss.sofi jika ia tidak lagi tinggal di apartemen yang diberi pemerintah lagi, jadi dia tidak pulang bersama miss.sofi lagi karna arah berlawanan dengab tempat dia tinggal sekarang, miss.sofi juga menanyakan prihal evelin, arra juga menjelaskannya, miss.sofi hanya berpesan untuk berhati hati dan jangan mudah percaya pada evelin, karna mau bagaimanapun evelin adalah orang asing.


arra mendengarkan dengan baik pesan miss.sofi, sampai dia pulang arra hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja.


setelah arra menyerahkan kunci minimarket ke miss.sofi, arra kemudian menghampiri evelin yang sudah datang semenjak 10 menit yang lalu.


"sudah selesai arra?" tanya evelin ke arra dan hanya dibalas dwngan anggukan oleh arra, " ya sudah ayo pulang."


arra kemudian masuk kemobil kemudian pulang.


*****


NB :

__ADS_1


maaf jika jalan cerita masih amburadul dan masih banyak typo, jangan lupa like sama komennya, saya menunggu keritik dan saran dari para pembaca.


terimakasihπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š


__ADS_2