
ditengah pemakaman luas terdapat sepasang penyihir muda sedang bertarung dengan skumpulan skeleton, terdiri dari 4 skeleton elite, dan puluhan skeleton biasa, terlihat penyihir laki laki dengan semangat melemparkan sekumpulan fire ball ke arah skeleton elite dan skeleton biasa.
"boommmm!!!! hahahaha, kembalilah ke neraka"
"ciiiih sialan, bisa kau tertawa dengan kondisi seperti ini?" kata penyihir wanita dengan ketus.
"jangan terus terusan mengeluh, bukankah ini menyenangkan?"
"menyenangkan kepalamu!!! apa kau masih bisa bicara seperti itu setelah kau kehilangan satu tangan atau kaki?" kata penyihir wanita dengan kesal.
"mulutmu itu terlalu pedas untuk wajahmu yang manis."
"pletakkkk!!!" suara tongkat sihir menghantam kepala.
"kau gila!!! kenapa kau memukulku?"
"kau harap apa?!! kau berharap aku akan tergoda dengan kata kata manismu yang berbisa itu, hemmm?!"
"dasar perempuan sialan!!"
"....."
"sudahlah jangan terus mengomel, lebih baik kita segera masuk ke [mount of skeleton]," kata penyihir laki laki seraya menunjuk gunung yang ada didepan mereka.
"dasar bodoh, kau ingin mati!!! pergilah saja sendiri!!"
"ayolah alicia, jangan jadi pengecut, kalau kita ingin jadi kuat, kita harus menantang bahaya."
"masuk saja sendiri!!! aku tidak mau mati konyol?"
"dasar pecundang, ya sudah sana pulang, tidur," kata penyihir laki laki dengan kesal, "aku akan ajak dia saja," katanya sambil menunjuk penyihir yang jaraknya sangat jauh.
penyihir wanita menyipitkan matanya kearah yang ditunjuk penyihir laki laki untuk memfokuskan pandangannya, namun tetap saja jarak pandangnya sangat terbatas.
"kau memepermainkanku, apa yang kau tunjuk?" kata penyihir wanita sambil menaikkan sebelah alis, merasa dia dipermainkan penyihir laki laki.
"penglihatanmu saja yang buruk, tidak usah memandangku seperti itu," kata penyihir laki laki seraya pergi meninggalkan penyihir wanita.
"heyy tunggu, aku ikut"
penyihir laki laki tidak menjawab, bahkan menoleh pun tidak, penyihir wanita segera mengikuti rekannya.
setelah berjalan 2 jam dengan hati hati, karna tidak ingin membangkitkan skeleton yang akan menghambat perjalanan mereka. akhirnya sepasang penyihir itu sudah berada cukup dekat dengan seorang penyihir yang sedang memungut item drop hasil pertarungannya.
"hayy"
kata penyihir laki laki dengan tersenyum pada penyihir wanita setelah tepat didepannya.
"emmm kenapa kau melihatku seperti itu?" katanya lagi dengan tersenyum canggung karna penyihir wanita didepannya hanya menatapnya dengan dingin.
"apa yang kau inginkan dariku?"
"jangan dingin seperti itu, maaf sebelumnya, kenalkan aku alek, dan ini temanku alicia, kami tidak berniat buruk" katanya lagi seraya mengenalkan alicia.
"apa yang kalian mau dariku?"
"emmm bagaimana jika kita melakukan party bersama, aku akan membantu menaikkan levelmu, tenang saja aku punya level tinggi, jadi kau tidak perlu khawatir." kata alex dengan senyum bangga.
"aku tidak tertarik, aku ingin kembali ke pusat desa, perutku sudah minta diisi," kata penyihir wanita dengan dingin.
"emmm daripada kau kembali ke pusat desa dan membeli makanan, bagaimana jika aku beri kau makanan, tapi sebagai gantinya, kau harus menemaniku naik ke [mount of skeleton]," kata alex dengan tersenyum.
penyihir wanita tampak berfikir sejenak sebelum mengangguk pelan, alex segera mengeluarkan makanan dan minuman, kemudian melemparkan ke penyihir wanita didepannya.
"siapa namamu?" setelah makanan habis alex menanyakan nama penyihir didepannya.
"azazel" kata penyihir.
"baiklah, terima invite party dariku" alex segera mengundang azazel ke partinya.
alex [witch of undead lvl : 40]
alicia [witch of dark mage lvl : 48]
azazel [witch of dark mage lvl : 28]
alicia yang melihat level azazel segera menarik tangan alex menjauh.
__ADS_1
"kau yakin dengan ini, kau ingin mengajak pemula naik ke [mount of skeleton]" tanya alicia dengan alis kanan terangkat.
"sudahlah jangan cerewet, aku hanya butuh skill [slow] darinya, sisanya akan aku urus, jika kau tidak mau ikut, aku tidak akan memaksa juga, jadi berhentilah mengomel."
"jangan bodoh, dia akan menjadi bebanmu saja."
"biarlah setidaknya dia bukan pecundang sepertimu, pulang saja sana, tidak usah mengganggu," kata alex seraya menjauh ke arah azazel.
"kau sudah siap azazel," tanyanya ke azazel yang hanya diam menunggu ketika dia berbicara dengan alicia.
azazel hanya mengangguk pelan tanda dia sudah siap.
"ya sudah ayo pergi."
"dia tidak ikut" tunjuk azazel ke alicia yang hanya diam.
"dia tidak ikut, cuma kita berdua saja," kata alex singkat, "kenapa kau masih diam disitu, bukankah kau mau pulang?" katanya lagi seraya melihat kearah alicia yang hanya diam.
"aku akan ikut, aku akan dimarah habis habisan oleh ayahmu jika kau kenapa kenapa nanti" kata alicia lesu.
"cih kenapa tidak dari tadi," kata alex seraya tersenyum sinis.
akhirnya tiga penyihir dalam satu party itu pergi menuju ke [mount of skeleton] untuk menaikkan level.
******
dua jam berlalu, [mount of skeleton]
"fire ball fire ball fire ball booom,,,booom,,,booom, ahahahaha!!! mundurlah azazel, kau sudah hampir mati tadi ahahahaha!!!"
terdengar ledakan dari belakang azazel, ketika dia melihat ke arah ledakan, terlihat tulang belulang skeleton warior berhamburan dan alek yang tengah berdiri tertawa seolah tak terjadi apa apa.
"terimakasih alex, aku harus mundur, aku kehabisan mana, haah haah haaah" azazel berkata dengan terengah engah.
"hahahaha mundurlah, biar aku dan alicia yang urus sisanya," kata alex dengan tersenyum.
azazel mundur cukup jauh dari pertempuran agar tidak terkena serangan nyasar, dan duduk dibawah pohon mati yang sudah tak memiliki satu daunpun, untuk mengambil nafas serta mengisi mana serta mengatur nafasnya.
'hehehehe untung ada mereka, aku bisa naik level terus dengan aman' batin azazel dengan tersenyum, karna jobnya sebagai witch, senyuman yang seharusnya menawan malah terlihat menyeramkan.
dari perjalanan singkat mereka dia bisa tau bahwa alek dan alicia adalah mahluk asli dunia ini, dengan kata lain adalah para npc.
dari hubungan mereka juga azazel tau jika mereka berdua adalah teman sejak kecil, alex sendiri adalah putra dari seorang prince of witch didesa, ayahnya adalah seorang pemimpin desa dengan job witch of dark mage sementara ibunya adalah seorang witch of undead, membuatnya memiliki kemampuan pembangkitan undead serta kemampuan sihir kegelapan yang hebat.
sedangkan alicia adalah anak yang diurus oleh ayah alex sejak umur 5 tahun, karna orang tuanya tewas di medan pertempuran, hal itulah yang membuatnya menuruti kemauan alex yang semaunya sendiri karna hutang budi pada ayahnya.
keduanya adalah penyihir muda paling berbakat di desa [one hundred million tombs] tapi jika hanya dibandingkan dari sisi bakat jelas alicia lebih berbakat, karna alicia tidak menerima uluran tangan dari siapapun, semua skill yang dia punya adalah hasil dari jerih payahnya sendiri, sementara alex yang seorang anak dari pemimpin desa, membuatnya memiliki serentet skill pemberian ayahnya.
azazel berulang kali berdecak kagum melihat kekompakan mereka berdua, mereka berdua bisa dengan kompak saling bahu membahu agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
setelah sepuluh menit berlalu akhirnya pertempuran dua penyihir dan skumpulan skeleton warior berakhir dengan kemenangan.
"bagaimana kedaanmu pemula?" kata alicia dengan sinis.
"tidak bisakah kau bicara lebih lembut alicia, sampai mati tidak akan ada yang mau menikahimu jika kau terus bersikap seperti itu," kata alex dari belakang alicia.
"cih,,, aku bicara yang sebenarnya, dia memang pemula, hanya jadi beban serta menyusahkan saja," kata alicia tak mau kalah.
"setiap anak butuh proses dari duduk, merangkak, berjalan dan berlari, apa kau terlahir langsung bisa berlari, hmmm?"
alicia berbalik menghadap alex "tau apa kau tentang proses k.parat?!! kau hanya berpangku tangan dan menangis pada ayahmu!!! dan sekarang kau bilang proses?!! omong kosong!!" kata alicia dengan nada tinggi
"kauuuu!!!!" balas alex dengan nada lebih tinggi.
alicia hanya menatap alex dengan dingin lalu berbalik badan, "pelajari skill itu dan jadilah lebih berguna," katanya seraya melemparkan dua buah skillbook ke tanah depan azazel duduk kemudian pergi.
alex hanya memendam amarahnya dalam dalam, kemudian ikut duduk di samping azazel.
azazel segera memungut dua buku didepannya dan membersihkan dari debu.
"maaf kau harus melihat kejadian ini, tidak perlu kau masukkan hati kata kata alicia tadi," kata alex dengan tersenyum canggung, dia tidak enak hati dengan azazel karna kata kata alicia.
"tidak masalah, apa yang dikatakannya memang benar, apa tidak apa apa aku mengambil dua skill book ini?"
"tidak masalah, dia juga sudah memberikannya, lagipula itu hanya skill untuk pemula."
azazel segera melihat kedua skillbook ditangannya.
__ADS_1
>[wind magic] beginer skillbook(magic class)
req
lvl 25
str 80+
dapat memberi dukungan sihir angin ke rekan satu tim ataupun mahluk panggilan dengan tambahan defend attack, ataupun movement speed sesuai keinginan pengguna skill, str +15 poin, agi +7 poin def +20 selama 20 menit.
[mana : 60]
cooldown
>[double attack] beginer skillbook(magic class)
req lvl :25
str 80+
memberikan efek serangan dua kali lipat bagi pengguna skill selama 10 menit.
attack power +100%
[mana : 30]
cooldown 30 menit
pelajari skill : ya/tidak
"ya" jawab azazel
"kau tahan tahan saja dengan alicia, dia sebenarnya orang baik, cuman mulutnya saja yang kasar," kata alex dengan tersenyum, "oh iya aku juga punya sesuatu untukmu, ambillah" kata alex seraya meneyerahkan 1 buah skillbook dan sebuah cincin.
"kau serius? apa tidak berlebihan jika kau memberikanku ini juga?" kata azazel dengan menatap pemberian alex.
"kau bicara apa, apa yang berlebihan, ini juga hasil pertarunganmu tadi."
"baiklah, terimakasih alex," kata azazel seraya menerima pemberian alex.
>[ring of mana] common(magic class)
cincin dari bahan material besi alumunium, mempunyai kemampuan menambah jumlah mana pemakainya.
mana + 500 poin
req level 30
[equip/no]
"equip"
[raise skeleton] beginner skillbook(witch class)
membangkitkan skeleton elite menggunakan sihir kegelapan, hanya bisa membangkitkan 1 skeleton elite dalam satu waktu, skeleton akan tetap bertahan selama satu jam, membutuhkan 50% mana dari jumlah mana pembangkitan awal.
req lvl 30
[mana : 300]
coldownd : 1 jam
pelajari :ya/tidak
"ya"
untung selama 2 jam ini dia sudah naik 3 level, jadi dirinya bisa langsung memakai semua skill yang di berikan alex.
azazel ingin tersenyum lebar karna pemberian alex, tapi belum sempat dia tersenyum alicia sudah kembali dan melemparkan buah yang berbentuk aneh ke arah azazel.
"cepat makan dan isi tenagamu, dan lanjutkan perjelajahan" kata alicia ketus.
azazel segera memakan buah ditangannya tanpa banyak bicara, walaupun dia juga seorang witch, tapi dia tetap saja takut dengan witch didepannya yang terus bicara ketus, membuatnya tampak lebih menyeramkan.
-------
maaf jika jalan cerita dan bahasa masih amburadul, ini novel pertama saya, mohon beri dukungan pencet dengan tombol like agar aku tetap semngat ya, dan jangan sungkan untuk memberi masukan dikolom komentar, thanks and enjoyπππππ
__ADS_1