
"bersiap siaplah untuk kuliah arra, nanti biar aku saja yang melanjutkan bersih bersih."
"tapi evelin......."
arra yang pagi ini sedang menyapu lantai dapur dikagetkan dengan suara evelin dari belakangnya, dia melihat evelin sudah berpakaian rapi dengan setelan jasnya.
"tidak ada tapi tapi arra, cepatlah siap siap, aku tidak ingin lagi mendengar alasanmu" evelin menggerakkan tangannya memberi tanda arra untuk pergi bersiap siap.
"tap........"
"apalagi arra, bukankah kau tidak mau kuliah karna orang orang selalu menghina penampilanmu, sekarang siapa yang akan menghinamu lagi heeem?" evelin mengangkat alisnya ke arrah arra yang ingin kembali menjawab pertanya'annya.
"emmm baiklah, tapi aku ingin bertanya, apa kau yang meminta miss.sofi memecatku,"
"iya memang aku yang memintanya, apa ada masalah?"
"kenapa?" tanya arra heran.
"kau tidak perlu lagi bekerja, semua kebutuhanmu biar aku yang tanggung, kau nikmati saja apa yang ada, dan jangan banyak protes."
"emmm baiklah, terimakasih untuk semuanya evelin, suatu saat aku akan membalas kebaikanmu"
'ya sudah cepatlah, aku akan menunggumu," kata evelin lagi.
arra kemudian bergegas kemarnya untuk bersiap siap.
******
"chentia kemana, apa dia tidak datang lagi hari ini, apa dia tidak takut nilainya tidak akan keluar," chalisa yang baru datang menanyakan dimana chentia yang tidak terlihat ke anete yang sedang mengobrol dengan selena dan david di kantin.
langsung saja pertanyaannya dijawab dengan gelengan kepala oleh ketiganya,
memang selama sebulan terakhir chentia lebih aktif dalam bermain second world dari pada mereka.
"kau juga tumben datang sendiri, anthoni kemana? biasanya dia selalu menempel denganmu."
"hehehehe, dia bilang dia datang telat hari ini, dia bilang ada urusan keluarga." jawab chalisa cengengesan.
"owh kirain mah putus wxwxwxwx," kata david tertawa.
"enak saja, enggak lah, sembarangan kalo ngomong," kata chalisa jutek.
chalisa kemudian duduk disamping anete, dan tanpa permisi langsung mengambil kentang goreng dari tangan anete tanpa permisi.
"chalISA!!!!!! sini'in engGGAK!!!" kata anete dengan marah dan tangan terulur ingin mengambil makanannya kembali dari tangan chalisa.
chalisa segera membelakangi anete dan memakan kentang goreng anete dengan cepat.
"chalissssaaaaaaaa, sini'in lah," anete memelas ke chalisa tapi sama sekali tidak ditanggapi.
__ADS_1
sementara selena dan david hanya melihat tingkah mereka berdua dengan tertawa cekiki'kan.
"sudahlah anete biarkan saja kenapa si" akhirnya selena angkat bicara karna tidak tahan dengan tingkah kedua temannya sambil mengusap air matanya yang keluar karna tertawa.
"tu dengerin selena, pelit banget sama temen, orang pelit tu susah dapet pacar tauk," jawab chalisa sambil terus memakan kentang goreng anete tanpa rasa bersalah.
"haaaaah, apa hubungangannya chaliiisa?" tanya anete dengan nada rendah tapi penuh emosi.
"la buktinya kamu masih jomblo ahahahahahahahaha," chalisa tertawa terbahak bahak setelah mengatakan itu ke anete.
"chalIIISSAAAAAAA!!!!!" anete yang terbakar emosi langsung mencekik chalisa, "mati saja kau, mati, mati, mati" kata anete penuh emosi, apalagi bukan hanya selena yang menertawakannya, tapi juga meja meja yang disebelah mereka.
"UHUK!! UHUK!! UHUK!! mati aku ooooKK" jawab chalisa dengan susah payah dan memeletkan lidahnya.
anete yang tidak tega dengan chalisa kemudian melepaskan tangannya, tapi setelah anete melepaskan cekikan tangannya di leher chalisa, chalisa masih saja tertawa terbahak bahak sampai memagangi perutnya, membuatnya kembali emosi.
"apa kalian ketAWA KETAWA!!!" sembur anete ke meja disebelahnya dengan kesal, tapi yang terjadi selena, david dan chalisa tertawa semakin kencang.
"sudahlah anete beli saja lagi," kata selena sambil mengusap air matanya.
"aku sudah tidak ada uang lagi, bulan ini orang tuaku tidak memberikanku uang jajan karna kemarin aku memakai kartu debit orang tuaku tanpa ijin," kata anete lesu.
"kau tidak diberi uang jajan bulan ini?" tawa chalisa langsung berhenti ketika melihat anete menundukan kepala, chalisa langsung mendekatkan wajahnya ke wajah anete, "kau serius?" tanya chalisa dengan memasang wajah serius dan peduli.
anete kemudian melihat ke wajah chalisa yang sudah dekat dengan wajahnya, "buat apa aku bohoHONG!!!" jawab anete ketus.
aha,,,ahaha, AHHHAHAHAHAHAHA!!!!!! kikikiki," chalisa sampai mengebrak gebrak meja melihat muka anete yang merah padam karna emosi.
anete hanya diam menahan emosi, karna bukan hanya david, selena dan meja disekitar mereka yang tertawa, tapi seluruh kantin juga ikut tertawa, karna memang suara chalisa yang mengatakan ****** tepat didepan mukanya dengan kencang, ditambah lagi chalisa yang menggebrak gebrak meja, membuat semua orang tertawa.
"jangan maraaaaaaah, maaf deh, nanti biar aku traktir ya, ok," chalisa yang sudah berhenti tertawa akhirnya membujuk anete supaya tidak marah dengan mentraktirnya, dan hanya dibalas dengan dengusan kesal oleh anete.
"ya sudah ayo masuk kekelas, hari ini guru kiler yang masuk," ajak chalisa kemudian, dan hanya dibalas anggukan oleh anete dan shelena, sementara david tidak bergeming.
"kamu tidak ada kelas beib," tanya shelena ke david.
"tidak, aku kosong hati ini, sejam lagi aku masuk kelas," jawab david singkat.
"ya sudah aku masuk kelas dulu ya, emmuaaach," kata selena dan tidak lupa mengecup bibir david sekilas, dan hanya dibalas anggukan oleh david.
shelena kemudian pergi kekelas bersama anete dan chalisa, tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke kelas mereka, tapi langkah mereka sejenak ketika melihat seseorang yang sedang memainkan handfondnya, tapi kemudian mereka kembali berjalan ke arah meja mereka.
"bukan kah itu arra, apa aku salah lihat," bisik chalisa ke anaete dan selena.
"dia memang arra, tapi kenapa dia bisa bergaya seperti itu, semua yang dipakai sepertinya semua barang mahal dan model terbaru, apa dia jadi pelac.r?" kata anete dengan heran.
"bicara apa kamu anete, mana ada yang mau sama dia," seloroh selena.
"ya mana aku tau" jawab anete.
__ADS_1
"ya sudahlah biarkan saja, tidak usah perdulikan dia, setidaknya dia tidak menyakitkan mata kita lagi," kata selena lagi.
tidak lama kemudian mr.gilbert masuk ke kelas mereka dan memulai kelasnya, pandangan mr.gilbert sempat terhenti sejenak ketika pandangannya jatuh ke arra, tapi dia melanjutkan klasnya seperti biasa tanpa ada masalah.
*******
Le Potager des Demoiselles Côté Bistro lilie, france
evelin sedang duduk di sebuah bar dengan segelas anggurnya yang tinggal separuh gelas, sesekali dia akan menghisap rokok yang terselip manis disela sela sela jari tangan kirinya, aroma alkohol dan tembakau tercium kuat disini, tapi sama sekali tidak mengganggunya, dia bahkan merindukan suasana seperti ini, sesekali dia akan tersenyum menggoda pada lelaki ditak jauh darinya yang terus menatapnya.
setelah bekerja memang evelin tidak langsung pulang, dia mampir ke tempat ini untuk bertemu seseorang, dia sudah mengatur janji pada seseorang untuk bertemu jam 8 malam, tapi dia sudah menunggu disini selama dua jam, orang yang ditunggunya belum juga datang.
ketika dia ingin beranjak dari duduknya, dia melihat seseorang mendekat kearahnya, seseorang yang membuat pantatnya pegal karna menunggu.
"kenapa kau berdiri saja disitu, duduklah," katanya karna melihat orang itu hanya berdiri saja, "ingin memesan sesuatu?" katanya lagi setelah orang itu duduk.
"vo.ka" kata orang itu singkat.
"Hey, handsome, a bottle of vodka for my
friend here" kata evelin ke arrah bartender
setelah minuman datang, evelin dan orang itu hanya duduk sambil diam menikmati minumam mereka.
"terimakasih kau telah mengeluarkan arra dari pekerjaan di minimarket anda miss.sofi," kata evelin akhirnya setelah diam cukup lama.
seseorang yang diajak evelin bertemu tidak lain adalah miss.sofi, pemilik mini market sekaligus mantan bos arra, miss.sofi sempat kaget ketika wanita yang dikenalinya belakangan ini bernama evelin menemuinya ketika malam sebelum arra dipecat, yang lebih mengherankan bagi miss.sofi adalah ketika evelin memintanya untuk memecat arra.
setelah didesak miss.sofi akhirnya mau memecat arra tapi dengan sarat ketika miss.sofi melihat sendiri bahwa evelin memperlakukan arra dengan baik, tidak disangkaya, keesokan harinya arra datang ke minimarketnya dengan penampilan yang berubah drastis.
"kau mengajakku bertemu hanya ingin mengatakan itu?" kata miss.sofi heran, "jika hanya itu yang ingin kau bicarakan, lebih baik aku pulang," katanya lagi.
"tunggu sebentar, kenapa begitu buru buru, temani saya minum kali ini, dan ceritakan tentang arra, tentu miss.sofi tahu banyak hal bukan tentang arra?" tanya evelin sambil menyesap minumannya.
miss.sofi yang sudah berdiri kemudian duduk kembali, miss.sofi memandangi evelin yang tidak berhenti menghisap rokok dan minum anggurnya.
"kenapa kau begitu peduli dengannya, apa hubunganmu dengan arra sebenarnya," tanya miss.sofi singkat dengan padangan curiga.
"tidak ada hubungan apa apa, tapi aku tidak berniat jahat, aku hanya ingin membuat hidupnya lebih baik, itu saja,"
miss.sofi masih memandang evelin dengan curiga tapi dibalas evelin dengan tersenyum.
"jangan terlalu serius, saya tidak akan melakukan hal buruk padannya," kata evelin tetap tersenyum dan menghisap rokoknya.
miss.sofi kemudian menceritakan tentang arra, sebenarnya dia tidak ingin menceritakan semua yang dia tau tentang arra, tapi setelah gelas gelas yang berisi alkohol masuk ketubuhnya, dia tidak sadar tentang apa yang dikatakannya lagi, yang jelas malam ini dia mabuk berat.
****
maaf jika alur cerita amburadul, banyak typo, dan salah dalam menulis nama atau tempat, saya sebagai penulis pemula menunggu kritik dan saran di kolom komentar dari pembaca, terimakasih😊😊😊
__ADS_1