The Birth Of Blood Witch

The Birth Of Blood Witch
kapanpun kau mau anthoni


__ADS_3

3 bulan sudah berlalu, arra yang sedang liburan musim semi hanya menghabiskan waktunya bekerja satu hari penuh, sebenarnya miss.sofi berat menerima arra bekerja penuh waktu karna menambah pengeluarannya, tapi setelah arra memohon dengan muka memelas, dia akhirnya menerima kemauan arra.


selain pengeluaran yang naik sebenarnya juga miss sofi takut jika hal ini diketahui pemerintah, karna pada dasarnya pemerintah prancis melarang anak yang dibawah 21 tahun bekerja penuh waktu.


hari ini adalah hari terakhir arra kerja panuh waktu karna besok dia mulai kuliah.


"arra besok kau sudah masuk kuliah bukan?" tanya miss.sofi ketika berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang dari minimarket.


"iya miss.sofi, terimakasih sudah mengijinkan saya bekerja paruh waktu, maaf karna saya membuat miss.soffi dapat terkena masalah"


"sudahlah arra, toh tidak ada yang tau juga, sebenarnya saya salut dengan kamu, walaupun karna terpaksa keadaan, tapi jarang ada gadis yang mau bekerja keras seperti kamu, bahkan si ernest hanya menghabiskan waktu liburannya dikamar untuk main game"


ernest akhirnya bisa membeli perlatan game itu setelah merengek pada miss.sofi, memang tidak pernah lagi datang ke minimarket, padahal liburan musim semi sebelumnya, dia selalu ada di minimarket untuk bantu bantu, arra yang tidak tau harus bicara apa hanya tersenyum canggung.


"maaf arra, tidak seharusnya saya berbicara masalah pribadi saya dengan kamu," miss.sofi yang tersadar ketika dia menceritakan tentang anaknya jadi salah tingkah, dia tau bahwa hidul arra sudah penuh masalah, dia seharusnya tidak menambah beban pikiran gadis muda yang ada disampingnya itu.


"tidak apa apa miss.soffi."


"merci arra" jawabnya sambil tersenyum,


"nah sudah sampai, turun dan istirahatlah, kau pasti lelah sudah bekerja seharian," tepat miss.sofi selesai bicara mereka sudah sampai.


arra segera bergerak turun dari mobil dan berterimakasih pada miss sofi, arra hendak langsung berbalik badan dan berjalan ke apartemennya untuk beristirahat, memang badanya sudah sangat lelah, tapi baru dua langkah dia berjalan miss.soffi memanggilnya.


"tunggu arra, kemari sebentar"


arra mendekat ke miss.sofi dengan heran, biasanya miss.sofi tidak penah seperti ini,


"ada apa miss.sofi?"


arra dapat melihat miss.sofi mengambil sesuatu di dalam tas tangannya "ini ambillah, ini tidak banyak tapi bisa kau buat pegangan"


"uang apa ini miss.sofi"


"itung itung ini bonus kamu, selama tiga bulan ini kau bekerja dengan baik, terimalah"


"maaf miss.sofi, tolong jangan seperti ini, saya sudah senang anda mau mebiarkan saya bekerja penuh waktu wal..... "


"sudahlah terima saja, tapi jangan bilang dengan yang lain, ok" miss sofi langsung memotong ucapan arra.


mau tak mau arra menerima uang itu karna miss.sofi menyodorkan uang itu ke mukannya, arra hanya mematung ketika melihat nominal uang yang ada ditanganya.


"miss sofi apa anda tidak salah, ini jumlah yang banyak"


"sudahlah arra, terima saja, kau ini crewet sekali, jadikan itu untuk membuatmu makin rajin bekerja" jawab miss.sofi sambil tersenyum, tidak mau mendengar arra menolak uang itu lagi, miss.soffi langsung tancap gas untuk pulang kerumahnya.


arra hanya berdiri mematung, dia sebenarnya heran kenapa miss.sofi begitu baik dengannya, walaupun hanya digaji setengah dari orang lain, tetapi miss.soffi masih mau menerima dia bekerja di minimarketnya, dia juga mengijinkan dirinya kerja penuh waktu, sekarang miss.soffi bahkan memberinya bonus sebesar 500 euro, tapi dia tersenyum juga, dia berterimakasih dalam hati pada miss.sofi.


"hah sudahlah setidaknya dengan begini aku punya simpanan yang lumayan, aku akan bekerja lebih baik lagi mulai sekarang," arra langsung berjalan ke dalam apartemennya untuk beristirahat.

__ADS_1


*******


keesokan harinya arra kembali kuliah setelah liburan panjang, arra saat ini sedang duduk di taman belakang kampus untuk memakan bekalnya, karna dia kesiangandan tidak sempat sarapan, dia memutuskan membeli makanan cepat saji menjadi sarapannya.


"untung miss.sofi memberi bonus, jadi aku bisa membeli makanan seperti ini"


setelah selesai memakan sarapanya, dia kemudian bangkit untuk masuk kekelasnya, tidak lupa dia membuang sampah bungkus makannya ke tong sampah.


ketika dia memasuki kelasnya, terlihat selena dan teman temannya sedang mengobrol, ada juga 3 pria yang ikut mengobrol dengan mereka, yang setau arra mereka bertiga adalah kakak tingkatnya.


"hoooooi kenapa penyihir itu datang sekarang ngerusak mood aja pagi pagi, sial.n emang"


baru selangkah arra masuk ke kelas dia sudah mendengar selena berbicara seperti itu, yang lain juga segera menimpali, arra tidak terlalu peduli, dia segera duduk di kursinya.


arra juga mendengar mendengar selena dan yang lain terus mengumpatnya, tapi 3 pria itu hanya diam saja.


"gak tau tu ngerusak pemandangan pagi pagi" selena yang sedang berdandan menghentikan aktifitasnya.


"biasa si penyihir selalu tidak peduli jika orang mebicarakannya, pura pura budek dia," chentia yang sedang ngombrol dengan salah satu pria menjadi kesal.


anete yang hanya diam mendengarkan ucapan ketiga temannya itu, sebenarnya dia juga kesal, tapi dia hanya diam saja karna tau dia tidak bisa melakukan apapun pada arra.


"kenapa kaliaan kesal dengan perempuan itu? biarkan saja dia" kata salah satu pria yang bergabung dengan selena.


"tutup saja mulutmu bangs.t, tidak usah banyak bicara." selena langsung menjawab si pria itu dengan kasar.


"brrrrREEENGS.K, kau berani bicara seperti itu," selena kemudian mengalihkan pandangannya ke pria di depannya," sayang lihat temanmu bicara kasar denganku" jawab selena dengan wajah cemberut.


"sudahlah selena, kau juga kenapa peduli dengan wanita itu, biarkan saja dia selama tidak mengganggu kita"


"kau lebih membela marco daripada aku david, dan kenapa kau juga membela si penyihir itu, kau suka dengannya?" selena bertanya dengan mengangkat alis kananya.


3 pria itu tidak lain adalah david, marco dan anthoni, sebenarnya mereka sedang membicarakan petualangan mereka di dalam game second world, karna selena dan yang lain sudah memainkan game itu.


"kau dengar itu jal.ng, david hanya menjadikanmu tempat sper.anya saja, jadi gak usah besar kepala" jawab marko dengan sinis.


"BRRRAAAK!!!!! kaaaAAAUUU!!!!!" selena menggebrak meja dengan keras dan menunjuk muka marco dengan jarinya dengan kesal, apalagi ketika dia melihat tatapan marco yang merendahkannya, rasanya dia mau meledak, ketika dia ingin mendekat ke marco untuk manamp.rnya, chentia menahannya.


"sudahlah selena, lihat make up jadi rusak, sini aku bagusin lagi, tidak usah pedulikan dia, kau tau sendiri mulutnya itu pedas kalu ngomong" chentia segera menahan selena untuk bertindak lebih jauh, karna mau bagaimanapun mereka adalah kakak tingkat mereka.


selena sebenarnya tidak mau mengalah, tapi ketika david meliriknya, mau tidak mau dia diam, "selena itu pacarku marco, jadi jaga bicaramu atau aku hapus senyum bodohmu dari wajahmu itu dengan tinjuku" david bicara dengan marco dengan tatapan tajam.


"ok" marco yang ditatap seperti itu hanya mengangkat bahu ringan.


"emmmmm bebeb, love youuu" selena memeluk david dengan manja, tidak lupa dia melirik ke marco dan tersenyum kemenangan, dia bisa melihat marco bersikap biasa saja, tapi dia yakin marco sangat kesal.


"ya sudahlah, bagaimana jika kita membicarakn game second world saja, hari ini kita akan berburu monster lagi bukan"


tanya david mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"sepertinya aku tidak ikut hari ini, tugasku numpuk karna kemarin terlalu asik dengan game itu" chentia yang baru selesai mengoleskan lipstik di bibir selena angkat suara.


"oh gitu ya, beib kau juga tidak bisa bermain?" tanya david ke selena, selena hanya mengelengkan kepalanya pelan.


"anete kau bisa bermain bukan? kita tidak bisa bermain kalau kau yang jadi priest tidak ada," tanya david ke anete.


"aku juga tidak bisa david, tugasku juga banyak, mungkin setelah tugas untuk membuat proposal klas bisnis, aku bisa bermain, selena, aku, chentia dan chalisa sudah cari bahanya, tinggal ketik saja, aku hari ini dan chalisa mau ngetik bareng, iyakan chalisa?" anete melihat kearah chalisa tapi yang dia lihat membuat keningnya berkerut.


"wah wah sepertinya ada yang aku lewatkan, apa ada hal yang menarik belakangan ini chalisa?" tanya anete dengan tersenyum serta nada menggoda.


chalisa yang sedang asik mengobrol dengan anthoni segera sadar ketika ditanya seperti itu, apalagi dia ditatap oleh david, selena dan yang lain.


"hehehehe kami pacaran dua hari kemarin," jawab chalisa sambil tersenyum malu, dia bahkan reflek memeluk antony, sedangkan antony hanya senyam senyum.


"kau pacaran dengan chalisa anthoni, kau pasti bercanda bukan" tanya david ke antonhi


"emang kita pacaran, kenapa kau heran seperti itu?"


"ahahahahhaa, kau kan gay, kalau kau emang pacaran dengan chalisa, coba kau cium dia kalau berani"ejek david


antoni tidak menjawab tapi langsung mencium pipi chalisa.


"bukan seperti itu, yang seperti ini na" david langsung menangkup dagu selena dan mengecup bibir selena, membuat lipstik mahalnya yang baru dioleskan chentia terhapus begitu saja.


anthoni yang melihat mereka berdua hanya mematung, dia melihat chalisa tapi dia tidak melakukan apapun, ketika dia ingin melihat ke arah david, tiba tiba chalisa menangkap wajahnya kemudian mngecup bibirnya.


"kau pacarku sekarang, kenapa kau tidak mau menciumku, kau bisa melakukannya kapanpun kamu mau, yang kau butuhkan adalah memintannya" jawab selena dengan senyum genit.


"aaaaaaAAAAUUUUUUWWWWWWWW...UUUUK UUUKK..UK, HAHAHAHAHA!!!!"


david dan marco yang melihat anthoni salah tingkah kompak melolong dan tertawa bersama.


"kau harus banyak mengajarinya chalisa, dia belum pengalaman, lihat dia tersenyum dengan bodohnya hanya karna kau cium seperti itu, bagaimana jika kau kasih yang lain bisa gila dia ahahahahahahahaha!!!!"


david kemudian kembali tertawa diikuti marco.


selena dan dua temannya yang lain hanya bengong melihat mereka, mereka bahkan tidak menyangka chalisa bertindak seperti itu.


ketika david dan marco masih tertawa kencang, tiba tiba banyak mahasiwa memasuki kelas dan diikuti dosen dibelakang mereka.


"bukankan kalian bukan murid kelas ini" tanya si dosen dengan ketus, david dan yang lain langsung kabur dari sana.


melihat david dan dua temanya sudah pergi, dosen itu melihat ke murid muridnya' dia melihat arra yang duduk dimejanya.


"arra kau dipanggil kau dipanggil mr.franklin ke ruangannya" dosen itu mengatakan pesan dari mr.franklin ke padanya.


"baiklah mr.george"


arra bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kelas untuk menemui mr.franklin, dia bisa menyadari tatapan iba mr.george yang diberikan padanya, "masalah apalagi ini sial.n" umpat arra dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2