
"hooooooooooammmm,,,,"
arra terbangun dari tidurnya, dengan enggan dia bangkit dari ranjangnya, "perasaan aku hanya tertidur sebentar, cepat sekali malam berganti pagi, hoooAAAAMMMMMM,," gumamnya ketika melihat jam di sinding telah menunjuk'kan jam 6 pagi,,,
"lebih baik aku cepat mandi dan siap siap,,," dengan nyawa yang belum sepenuhnya kembali, arra dengan sempoyongan mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah 1 jam, arra telah selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian hari ini dia mengenakan kemeja kotak kotak biru yang sudah kekecilan, serta rok selutut yang warnanya sudah pudar, memang tak banyak pilihan baginya untuk berpakaian, dirinya bahkan terlalu miskin untuk makan dengan layak, apalagi berbelanja pakaian.
dia kemudian menuju ke kulkas untuk melihat apa kira kira yang bisa dimasak dan dijadikannya sarapan.
"aku sudah kehabisan bahan makanan, bagaimana iniiii? masih seminggu lagi aku mendapat kiriman uang dari pemerintah, uang yang kupegang juga hanya tinggal 17 euro lagi, bagaimana aku makan besok,,,,," arra hanya bisa tersenyum pahit, ketika hanya melihat dua buah telur dan 3 buah kentang yang hanya tersisa di dalam kulkasnya.
ahirnya dia memasak dua buah kentang dan satu telur untuk sarapannya. selesai sarapan arra berjalan ke ruangan depan lalu melihat lihat jurnalnya yang dia letak'kan di sebelah kanan tempat tidurnya tepat diatas lemari pakaiannya.
"hari ini aku ada kelas bahasa inggris dengan mr.gilbert dan kelas seni dengan mr.george, pertemuan kemarin mr.george bilang hari ini aku harus membawa sebuah kanvas, "baiklah mari kita lewati hari menyebalkan lainya," arra bergegas pergi dari apartemennya.
*****
arra berjalan memasuki are universitasnya dengan menenteng sebuah kantong yang berisi mantel hujannya, dia takut hari akan hujan lagi, karna langit tetap saja masih mendung, dia berjalan ke arah kiri bagunan dan menuju kebelakang bangunan seperti biasa, dia meletakkan kantong tersebut di tempat dimana dia biasa meletak'kan mantelnya, setelah itu dia bergegas menuju ke lokernya.
setelah berjalan sebentar arra langsung berbelok ke kanan menuju lokernya, setelah mengambil kunci di saku kemejanya arra langsung membuka lokernya, dia menggambil sebuah tas kain usangnya, dan mengambil buku serta alat tulis dan memasukkannya ke dalam tas, arra membalikkan badan berniat langsung pergi ke kelas, namun langkahnya terhenti, ketika melihat selena beserta tiga dayangnya berjalan ke arahnya.
"siAAAAAAALLL!!!!!! kenapa harus bertemu mereka siii, padahal aku sudah berangkat lebih pagi dari biasanya,,," kata arra dalam hati, arra berpikir selena dan yang lainya akan mencari masalah dengannya lagi, namun yang terjadi selena dan yang lain hanya melewatinya tanpa bicara apapun, walaupun heran arra lebih memilih tidak peduli, dia kemudian bergegas naik ke lantai dua, menuju ke kelas mr.gilbert.
"si jala.. itu pasti besar kepala sekerang,,"
"ia sudah pasti, bajin..n memang tua bangka itu"
"tanganku berasa gatal waktu melihat muka si jaLA.. ITU,,,,"
setelah arra keluar ruangan selena dan kawan kawan mengumpati dirinya karna sekarang mereka sama sekali tak bisa berbuat apa apa dengannya karna keputusan langsung mr.franklin untuk mereka ber'empat.
******
ruangan mr.gilbert
"bagaimana aku beralasan padanya soal itu, dia tidak mungkin mau menerimanya semua itu,,,,,,,"
"ia aku tau kau ingin dia menikmati hidupnya,,,,,,,"
__ADS_1
"dia tak akan mau mernerima barang pemberian orang lain tanpa alasan jelas apalagi senilai ribuan euro,,,,,"
mr.gilbert yang sudah siap siap untuk mengajar di kelas arra, langkahnya harus terhenti karna handphonenya berbunyi, dan kini dia sedang terlibat perdebatan dengan seseorang melalui telfon, dari suaranya sang penelfon adalah wanita.
"kau tak bisa terus berlari darinya, dia berhak tau dirimu, maaf aku tak bisa membantumu,,," akhirnya mr.gilbert menutup telfonnya.
*******
"ok guys, see you tomorow everyone,,,"
aKhirnya setelah 3 jam lamanya mr.gilbert mengakhiri klasnya, arra yang kepalanya mulai berasap pun akhirnya bisa bernafas lega, namun perasaan itu hanya bertahan sebentar karna mr. gilbert memintanya untuk tinggal sebentar.
"arra, kau tinggal dikelas sebentar ada yang ingin saya bicarakan, selain arra boleh keluar,"
semua murid langsung keluar, tak ada yang peduli sama sekali, arra bisa melihat selena dan kawan kawannya juga tidak perduli, padahal biasanya, mereka akan mulai bicara yang tidak tidak untuk merendahkannya.
setelah semua orang keluar, mr.gilbert meminta arra untuk mendekat ke mejanya.
"kau baik baik saja arra?" tanya mr.gilbert setelah arra berada didepan mejanya.
"yer sir", jawab arra singkat.
"ok langsung saja, kemarin saya dan mr.franklin telah berbicara dengan wakil dari selena, keputusan yang bisa kami ambil hanya memberi pringatan untuk mereka berempat, saya harap kau tau kami tidak bisa berbuat banyak pada mereka, jika memang mereka berempat sekali lagi berbuat sesuatu denganmu, mereka akan dikeluarkan dari universitas ini, jadi laporkan saja jika mereka melakukan sesuatu denganmu, kau mengerti?"
" ya sudah kau, boleh pergi" mr.gilbert hanya bisa berkata seperti itu, karna dia melihat perubahan ekspredi wajah arra, nampak ketidak puasan di wajahnya, hal ini wajar karna seharusnya mahasiswa disini akan dikeluarkan dari universitas ini, tapi selena, anete, chentia, dan chalisa yang sudah menganiaya dirinya hanya berkali kali, hanya diberikan peringatan, mungkin jika pusat tidak mengetahui, maka peringatanpun tak pernah ada untuk mereka berempat, mr.gilbert hanya bisa memandang arra pergi dengan tatapan iba.
*****
karna hari ini mr.george tak masuk, arra memutuskan untuk menuju ke tempat minimarket tempat dia bekerja,
dan sekarang disinlah dia sekarang, di tempat dia bekerja memang diperbolehkan datang lebih awal dan mendapat uang tambahan yang dihitung perjam, jadi walaupun seharusnya dia masuk kerja jam 5 sore, dia memutuskan untuk masuk lebih awal.
"kau datang lebih awal arra," patrice teman kerja arra, segera menyambut arra ketika melihat arra di minimarket.
"ia patrice, hari ini klas kosong, jadi aku memutuskan datang lebih awal..."
"baguslah, hari ini ramai sekali, bantu aku angkat box box didepan ya, hehehehe" pintanya dengan senyum manis"
"paul dan eric kemana? kenapa kita yang harus mengangkatnya?" tanya arra heran.
__ADS_1
paul dan eric adalah pegawai tetap di minimarket sini, biasanya mereka bertugas untuk angkat box dari depan dan dibawa ke gudang, mereka juga menghabiskan waktu mereka digudang untuk menyusun stok, jika sudah tidak ada kerjaan baru mereka bantu didepan.
"paul izin sakit katanya, eric sedang mengantar miss.sofi ke bank,,,,,"
"haiiiiizt dah, pintar sekali si paul izin saat barang datang, kemarin dia masih sehat, aku curiga kalau sebenarnya dia libur bukan karna sakit, tapi ingin jalan dengan pacarnya,,,,,"
"biarkan saja arra, kita doakan saja dia benar benar sakit hehehehehe,,,"
"ya sudahlah, siapa yang jaga kasir?"
"si ganteng ernest yang jaga," jawab patrice dengan senyum2,,
ernest adalah anak satu satunya miss sofi, karna semenjak miss.soffi dan suaminya berpisah, miss.soffi tidak memutuskan untuk menikah lagi, walaupun miss.soffi sudah berumur sekitar 40 tahun, tapi dia masih terlihat muda dan cantik, sedangkan karna hobi ernest adalah traveling dan nge gym, dia memiliki badan yang ber otot dan kulit yang sedikit gelap lengkap dengan brewok tipisnya, membuat dia terlihat lebih tua dari semestinya, jika tidak kenal dengan mereka, banyak yang salah sangka jika pasangan anak ibu ini adalah pasangan, pada awal awal arra kerja disini, dia juga mengira ernest adalah pasangan dari miss.soffi.
"bagulah kita bisa sedikit santai wxwxwxwx"
"sekalian cuci mata ahahahahaa" tawa patrice kemudian.
"ya sudah ayo kerja, cepet selesai cepat kita santai, kau ambil dulu papan roda di gudang, aku akan ganti baju dulu,,"
"ok," jawab patrice mengacungkan jempolnya, dia langsung membalikan badan berniat kegudang namun dia reflek bertiak,
"kyYAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!, ernest sedang apa kau disitu?" tanya patrice panik, dia tidak mengetahui orang yang sedang dibicarakanya tepat berada dibelakangnya.
"ini minimarket ibuku, suka suka aku laaaah," jawab ernest dengan senyum lebar diwajahnya,,,
"tadi kau bilang aku tampan, tapi kenapa kau tak mau melihatku, bukankah kau mau cuci mata, hemmm,,,," tanya ernest lagi karna dia melihat mata petrice yang bergerak ke kanan dan kekiri seolah menghindari tatapannya.
"emmm tidak kok" kata patrice dengan muka merah, "dasar arra KEP...T, dia mempermalukanku di depan ernest,," umpatnya dalam hati.
"maksutmu aku tidak tampan ha?!!!" tanya ernest dengan nada tinggi, padahal dia dalam hati sedang menahan tawa.
"iiiiiii,,,iiia kamu tampan kok," kata patrice gagap.
"jadi kau ingin lihat muka tampanku, ini lihatlah" kata ernest mendekatkan mukanya pada patrice,,, "apa kau juga ingin menyentuh otot2 diperutku juga ahahahaha,," tawa ernest akhirnya pecah juga karna tidak tahan melihat wajah patrice yang mwmerah.
"cepat kerja, aku tak mau dimarahi ibuku karna tak becus mengawasi kalian" kata ernest lagi sebelum dia berjalan melewati patrice dan arra menuju ke meja kasir.
setelah ernest pergi, patrice langsung melihat arra dengan pandangan membunuh "kau menjebak'ku, kau membuatku malu di depan ernest" ucapnya dengan geram.
__ADS_1
arra langsung lari melewati patrice entuk keruang ganti, dia masih bisa mendengar patrice terus mengumpatinya,
"maaf patrice, hanya dengan menggodamu aku bisa melupakan masalh hidupku sejenak" kata arra dalam hati yang telah berada di dalam ruang ganti.