
sehari lagi berlalu, arra hanya melamun di diatas ranjangnya pagi ini, lengkap dengan muka yang khas bangun tidur, dia sedang sibuk memikirkan apa yang terjadi kemarin.
dia tidak meyangka reaksi orang orang di kampusnya akan jauh berbeda, dari awal dia melangkahkan kakinya ke universitas tempat dia kuliah, dia sudah jadi pusat perhatian orang orang, agak aneh menurutnya.
bahkan kemarin dengan anehnya ada yang mengajaknya berkenalan, padahal dia sudah hampir tiga tahun kuliah disana.
arra merasa aneh, ketika tidak pernah dianggap dan diperdulikan, tapi tiba tiba semua mata melihat ke arahnya, ini karna evelin yang merias mukannya, bahkan arra juga tertegun dengan pantulan wajahnya, walaupun dia tidak mengatakan pada siapapun, dia merasa cantik setelah dirias oleh evelin.
"emmm sudahlah, lebih baik aku mandi dulu," akhirnya arra tidak mau memikirkannya lagi, dia kemudian bergegas ke kamar mandi.
******
arra yang sudah mandi kemudian pergi ke dapur untuk membuat sarapan, pagi ini dia menyiapkan roti dengan selai kacang dan teh hangat untuk dirinya dan evelin, tepat setelah semua tertata rapi di atas meja, evelin datang.
"pagi boss," kata arra menyapa evelin dengan tersenyum.
"pagi arra, tumben kamu tersenyum, kenapa? ada hal baik terjadi denganmu," evelin kemudian duduk dan meminum tehnya.
"emmm tidak kok, hanya ingin tersenyum saja, emang salah?" arra ikut duduk juga
"iya enggak, tumben saja kan, biasanya kamu selalu cemberut saja, tapi memang kamu harus lebih banyak tersenyum."
arra hanya tersenyum mendengar evelin berkata seperti itu.
"bagaimana kemarin, ada masalah dengan kuliahmu, atau teman temanmu menghinamu lagi."
"tidak evelin, semuanya baik baik saja, terimakasih"
"untuk apa? berhentilah terus berterimakasih arra."
"emmm bukan seperti itu evelin, tapi karna semua yang kau berikan padaku, hidupku lebih baik, tidak ada lagi yang mencemo'ohku lagi,"
"oh ya, baguslah, tapi tidak perlu berterima kasih, toh aku juga tidak memberikan semuanya cuma cuma," kata evelin seraya memasukkan roti ke mulutnya,"setelah kau selesaikan studimu, kau harus bekerja, dan saat itu tiba aku akan meminta sesuatu padamu," kata evelin lagi.
"apa itu?" tanya arra heran, dia berpikir evelin memiliki semuanya, apa lagi yang dia mau darinya, begitu pikir arra.
"keluarga," kata evelin singkat kemudian memasukkan potongan roti terakhirnya, "aku hidup sebatang kara di dunia ini, aku tidak punya siapa siapa di dunia ini, aku kesepian," kata evelin dengan tersenyum getir.
"evelin aku....."
"tidak usah kau pikirkan perkataanku tadi, aku melantur tadi hehehehe, lebih baik kau ceritakan yang terjadi kemarin di kampusmu," kata evelin mengalihkan pembicara'an.
arra kemudian menceritakan apa yang terjadi kemarin ke evelin dan hanya disambut tawa oleh evelin, bagi evelin lucu ketika ada yang mengajak arra berkenalan padahal arra sudah 3 tahun kuliah disana.
"ya sudah arra aku berangkat dulu, oh ia apa yang akan kau lakukan hari ini, kau libur bukan?"
"emmm aku akan bersih bersih rumah, dan aku ingin main game yang kau belikan alatnya itu"
"emmm baiklah, aku berangkat dulu ya, baik baik dirumah, dan habiskan sarapanmu, ok"
"emmm baiklah, hati hati"
"ia, bye bye"
*******
arra kemudian menghabiskan sarapannya dan mulai membersihkan rumah, setelah selesai arra kemudian kembali ke kamar untuk mulai bermain game.
pertama yang dilakukan arra adalah membuka kotak yang dibelikanevelin untuknya, dan mengeluarkan alat untuk bermain game second world, alat yang berbentuk 5 kabel yang diujungnya seperti benjolan yang akan menempel di permukaan kulit yang menyatu dengan kotak kecil segenggam tangan, arra menekan tombol on/of yang ada di salah satu sisi kotak kecil itu.
(contoh alatnya seperti di filem pikachu yang dipakai mewtow tapi beda tempat masangnya)
selain itu juga ada 2 memori card, 1 flashdisk dengan 2 slot memori card, arra sudah melihat cara pemasangan dan penggunaan lewat tubeyou, jadi dia tidak bingung lagi.
setelah memasang memori card di flash disk arra kemudian berjalan ke arrah pc di kamarnya dan menghidupkannya, dia kemudian memasang flash disk ke slot pcnya, setelah pc hidup arra segera memasukan alamat situs wab untuk mendaftar game, dan mendapat pasword untuk pembuatan karakter.
GLEGOOOOOO.COM
|secondworld.co.fr| |search|》
please wait........
__ADS_1
|delete caracter| |X| |new caracter| |》|
|VR code in please| |》|
|VR\=0137/1000 | |》|
VR code processing....................
VR code foud, please click link in below
|SW PASWORD HERE| |》|
please wait..............
-download apk |》|
-get pasword |》|
-download apk |》|
|.....10%..........50%......70%....90%....100%|
|later| |X| |tap to instal| |》|
|.....10%..........50%......70%....90%....100%|
|back| |》| |OPEN| |X|
|73840724pSW|
|CHANGE| |》| |OK| |X|
|new pasword here| |》|
|*********** | |》|
please wait.......... |succes|
"emmmm lebih ribet dari yang aku kira, setelah ini apa lagi ya, ayolah arra jangan pelupa begini" gerutu arra pada dirinya sendiri, "oh iya, aku harus keluar dulu dari wab ini," arra kemudian menggerakan untuk menutup wab itu, dia kemydian membuka aplikasi yang baru dia download tadi.
loading................
|conect to VR| |VR\=0137| |》|
|CONECTED|
__ADS_1
"huuuuuh,,,, akhirnya selesai juga, sekarang tinggal masang alat kecil ini di kepalaku," arra kemudian memasang alat itu dikepalanya, dua kabel diatas alis, dua kabel di pipi kanan dan kiri sementara satu lagi tepat dikeningnya.
arra kemudian berkaca terlebih dahulu, "hmmmm terlihat lucu juga hehehe, tapi alat ini bisa melekat kuat di kepalanya, aku main sambil tiduran aja deh," arra kemudian membuat posisinya jadi tiduran, arra kemudian memejamkan matanya.
"start" kata arra, pandangan arra yang awalnya gelap karna menutup mata, tiba tiba pandangannya menjadi terang, muncul layar hologram didepannya, layar yang bertuliskan nama dan pasword
name : arra
pasword : xxxxxxxx
arra menyebutkan nama dan pasword yang sudah ia buat tadi, setelah itu dengan tiba tiba muncul dua orang dihadapanya membuatnya kaget, satu seperti wanita muda, dan satu nenek nenek, arra juga menyadari, pakaian yang ia kenakan masih pakaian yang ia pakai ketika mulai bermain game.
orang seperti malaikat dengan gaun putih yang terbuka dibagian atas sehingga memperlihatkan belahan da.a dan bahunya, wanita itu juga memiliki sepasang sayap putih terlihat begitu anggun dipunggungnya, sebuah lingkaran berwarna kuning terlihat mengambang di kepala orang itu, terlihat begitu anggun dan cantik.
sementara satu lagi seperti nenek nenek yang sudah sepuh membawa sebuah tongkat penuntun jalan, nenek nenek ini terlihat mengenakan jubah panjang berwarna hitam, terlihat juga dua buah bola mata yang sepenuhnya berwarna hitam, sepasang tanduk dikening, disekeliling jubahnya juga terlihat asap berwarna hitam.
"selamat datang arra, kemarilah, kita berjuang bersama mengusir mahluk kegelapan dari dunia ini," kata wanita yang seperti malaikat itu.
"kikikik,i kemarilah putriku, kemarilah dan serahkan jiwamu, maka aku akan memberikan apa yang kau mau, kikiki, jadilah bagian duniaku dan menyatulah dengan kegelapan yang abadi, aahahhahahahaha." kata nenek berjubah hitam dengan tertawa cekikikan.
arra kemudian melangkahkan kakinya kearah nenek nenek yang membawa tongkat, nenek yang membawa tongkat tersenyum dengan begitu mengerikan ke arra, tapi arra tetap melangkahkan kakinya.
"aku bergabung denganmu" kata arra pelan seraya menundukkan kepalanya, yang dibalas sang nenek dengan tertawa cekikikan.
"kemarilah putri cantik ku, kita akan hapuskan mereka dari dunia ini, ikikikikiki"
arra kemudian mendekat, setelah tepat dihadapan nenek itu, pusaran asap hitam menyelimuti dirinya dan nenek nenek itu, tidak seberapa lama asap itu sirna, tapi arra sudah tidak berada di tempat yang sama.
arra sekarang sudah berada di tempat lain yang jauh berbeda, dia sudah berada di sebuah tempat pemakaman, selain dirinya dan nenek itu, ada empat orang disini selain dirinya dan nenek di sebelahnya, dua oramg lelaki satu orang wanita, dan satu lagi tidak terlihat jelas karna orang itu memakai jubah yang menutupi hampir semua wajahnya.
seorang laki laki seumuran dengan dirinya yang bertubuh kurus, kulitnya sepucat mayat dan bermata merah, walaupun tampak mengerikan, tapi arra tidak bisa membohongi dirinya bahwa laki laki itu sangat tampan, apalagi lelaki itu juga membawa setangkai mawar hitam berbau sangat wangi ditangannya.
seorang laki laki lain bertubuh besar tinggi dengan badan tegap berotot, dua taring terlihat mencuat diantara mulutnya, laki laki itu terlihat sangat beringas membawa sebuah kapak besar ditangannya yang berlumuran darah entah darah apa itu.
sementara seorang yang hampir seluruh wajahnya tertutup, terlihat membawa sabit besar ditangannya, orang ini terlihat seperti malaikat kematian,
sementara satu satunya wanita, berpenampilan kurang lebih sama seperti nenek nenek yang membawa arra kesini, yang membedakan, wanita ini tubuhnya tercium bau yang sangat amis serta jubahnya berwarna merah darah, tongkat yang dia bawa juga berbeda, karna tongkat itu seperti terbuat dari tulang punggung manusia, di ujung tongkat ada kepala manusia yang masih mengluarkan darah segar dengan mata terbuka lebar dan bergerak ikut memperhatikan arra seperti keempat orang lainnya.
keempat orang itu hanya diam memperhatikan arra, sampai nenek yang disampingnya berkata pada arra.
"pilihlah tuan mana yang akan kau layani putriku," kata nenek itu pelan, tapi walau pelan, suara itu begitu mengerikan di telinga arra, dirinya merasa begitu takut sampai kakinya gemetar.
dengan tangan gemetar arra menunjuk wanita yang bertongkat kepala manusia, "blood witch"
wanita yang ditunjuk melebarkan matanya, tapi dia dengan cepat, kemudian mendekati arra dengan wajah datar, dari sisi kanan dan kiri muncul gumpalan asap hitam dan dengan cepat membentuk dua tubuh manusia, "pilihlah salah satu diantara mereka"
tiba tiba muncul notifikasi didepan arra, menjelaskan dua tubuh di depannya.
witch of mage : princes of dark mage>queen of dark mage>grand mage of darknes.
witch of undead : princes of undead>queen of undead>grand undead comander
arra kemudian memilih witch of mage sebagai jobnya, dua tubuh itu kemudian hancur kembali menjadi asap.
notifikasi kembali muncul di depan arra, notifilasi tentang nama karakter yang akan dia buat.
| azazel | |》|
arra kemudian menamai karakternya dengan nama azazel.
setelah selesai tiba tiba tempat arra berdiri berguncang hebat membuatnya terjatuh, ketika dia melihat ke arrah wanita berjubah merah, yang dia lihat bukan hanya wanita berjubah itu, tapi terdapat ratusan bahkan ribuan lainya yang mengelilinginya, yang membedakan hanya jubah mereka yang berwarna hitam.
"hahahahahahahahhahahaha, ahahAHAHAHAHA!!!!!!"
belum selesai arra terkejut tiba tiba semua orang tertawa dengan mengerikan, tidak sampai disitu, tanah didepan arra kemudian terbelah membentuk seperti liang lahat.
dari dalam liang lahat muncul dua tangan besar yang terbuat dari asap dan mengangkat tubuh arra tepat diatas liang lahat itu, witch yang berjubah merah terbang mendekati arra,
"mati dan lahirlah kembali untuk menjadi abadi, ahahahahahahhahaah!!!!" dari telapak penyihir muncul gumpalan asap lain dan melemparkan ke wajah arra
"emmmmh.. emmmmh... emmmmmhhh..." arra meronta ronta dengan terus menutup mulutnya karna asap yang dilemparkan penyihir itu berusaha masuk kemulutnya, tapi sang penyihir berjubah merah mencekik lehernya dengan kuat memaksanya membuka mulutnya, setelah terbuka asap itu dengan cepat masuk ketubuhnya.
"aaaaaAAAAAAAAAAH!!!!!!" arra berteriak sekuat tenaga, karna merasa perutnya dicabik cabik dari dalam, dan sedetik kemudian perutnya meledak dan terburai jatuh kedalam tanah yang terbentuk liang lahat dibawahnya, anehnya arra masih tersadar dan melihat isi perutnya dimakan sesuatu yang mengerikan.
"ahahahahaAHAHAHAHA!!!!!!!, AHAHAHAHHAHAHA!!!!!" penyihir berjubah merah tertawa dengan sangat keras, diikuti oleh semua orang yang ada disana, seolah menikmati rasa sakit yang arra rasakan.
kemudian penyihir berjubah merah mengucapkan sebuah mantra yang tidak dia ketahui, setelah selesai tangan besar yang masih mengangkat tubuh yang tersisa dari arra menghilang menjadi debu, dan membuat sisa tubuh arra terjatuh dalam liang lahat.
__ADS_1
setelah terjatuh, arra yang masih memiliki kesadaran, dia melihat kearah penyihir berjubah merah dengan tatapan penuh kebencian, tapi tidak lama, tanah menutup liang lahat dengan perlahan.
arra hanya merasakan tanah menguburnya perlahan, membuatnya sesak nafas tapi dia tidak bisa melakukan apa apa, akhirnya dia hanya menutup matanya dan tidak merasakan apa apa lagi, karna tanah telah menimbunya hidup hidup.