The Birth Of Blood Witch

The Birth Of Blood Witch
second world


__ADS_3

'haaaahh kenyang juga akhirnya, memang menyenangkan kalau perut kenyang, hehehe"


arra sedang didalam apartemen kecilnya terseyum lebar mengelus perutnya, karna hari ini dia gajian dia memutuskan membeli makanan lebih, karna hari terus hujan miss.sofi tidak memberinya bonus, tapi dia tetap bersukur bisa makan dengan kenyang, walaupun hanya dengan mie cup, tetapi selama membuatnya kenyang, arra tak peduli dengan hal lainya.


dia kemudian mengeluarkan uang dari kantong kemejanya, "tinggal 23 euro lagi, haaaAAAAAH!!! cepat sekali uang habis, baru juga megang uang sehari, sudah pergi lagi," arra hanya bisa tersenyum pahit memandang uang ditangannya.


"aish sudahlah, semakin ku pikirkan semakin pusing, lebih baik aku mandi dan tidur, toh yang penting aku sudah membeli beberapa telur dan sosis, setidaknya aku masih bisa hidup."


tak mau memikirkannya lagi arra segera bangkit dari duduknya dan bergegas membersihkan dirinya kemudian tidur.


*****


"hoooooooooaaaAAAAAAAAAM."


Arra terbangun di pagi hari dengan menguap selebar yang dia bisa, "emmmmmmmmhh, akhirnya hari libur," katanya sambil merenggangkan badannya, "waktunya kerja, kampretlah, kapan aku bisa libur juga seperti orang orang," dengan malas arra bergegegas mandi dan membersihkan badanya untuk ke tempat kerjanya.


selesai mandi dan berpakaian, arra memasuk'kan pakaian kotor ke kantong kain, setelah selesai, dia keluar untuk membawanya ke tempat pencucian baju.


tidak butuh waktu lama arra sampai ke tempat penyucian baju, karna memang jarak dari apartemenya tidak terlalu jauh.


"semuanya 13 euro" tanya seorang penjaga tempat pencucian baju setelah memeriksa pakaian yang diberikan arra.


"aku punya kartu mahasiswa, berapa jadinya" arra menyerahkan kartu yang menunjukan dia seorang mahasiswa.


"jika dengan kartu ini jadi 8 euro"


"bukankah biasanya hanya 5 euro, kenapa jadi mahal sekarang"


"semua kebutuhan naik, sudahlah jadi apa tidak, aku sibuk."


"iaia ini," arra cepat cepat memberi uang 8 euro ke penjaga tersebut ke penjaga, " kau sudah tua kenapa kau masih saja ketus dengan orang lain, hidupmu tinggal batuknya saja banyak tingkah, sial.n" umpatnya dalam hati.


"ambil pakaianmu nanti sore paling cepat, dan jangan lupa bawa kertas ini" jawab penjaga sambil menyodorkan secarik kertas masih dengan nada bicara yang ketus.


"baiklah, aku akan kembali besok pagi" jawab arra lalu pergi setelah menerima kertas tersebut.


setelah dari penyucian baju, arra bergegas berjalan menuju tempat kerjanya di minimarket miss.sofi.

__ADS_1


"huaaaAAAH!!!!, akhirnya sampai juga, untuhlah hari ini cerah, semoga saja hari ini ramai," arra yang sudah sampai setelah berjalan cukup jauh akhirnya sampai di minimarket dengan nafas terengah2 karna dia berlari ke sini, menurutnya lebih cepat sampai lebih baik, dengan begitu dia bisa mendapat gaji lebih.


ketika dia membuka pintu minimarket, dilihatnya ernest dan patrice sedang menonton televisi, ada juga paul dan eric disana, tapi tidak ada miss.sofi terlihat, bahkan tidak ada yang peduli ketika arra datang.


"ernest aku..........."


"Sssssssssssst diamlah dulu" belum sempat arra selesai bicara sudah dihentikan oleh ernest, matanya masih fokus melihat ke layar televisi, arra mau tak mau juga melihat ke layar televisi, terlihat pria paruh baya sedang melakukan wawancara.


"bagaimana anda begitu yakin bahwa game yang anda buat akan meledak di pasaran, bukankan banyak game yang sejenis, tanya pembawa acara tersebut.


pria payuh bara hanya tersenyum lembut sebelum menjawab,"ya memang benar banyak game sejenis dipasaran yang menginakan VR reality, tapi kami sebagai devloper sangat percaya dengan game kami, kami telah belajar dari game game sebelumnya, jadi kami memberi jalan cerita dan sentuhan sentuhan yang lain di game ini," jawabnya dengan percaya diri.


"owh begitukah, sentuhan apa yang anda maksud," tanya sang pembawa acara dengan antusias.


"jika game lain, maka hanya akan fokus dengan leveling dan berburu monster, tapi kami memiliki hal lain dari sekedar leveling, kami telah bekerja sama dengan banyak psikolog dan dokter, jadi jika sesuai rencana, game ini bukan hanya diperuntukan untuk penggila game, tapi juga bisa menyembuhkan mental seseorang.


"game yang bisa menyembuhkan mental seseorang? maksud anda? coba jelaskan saya tidak mengerti."


"ya kami telah melakukan berbagai tes, tes ini dilakukan oleh orang orang yang depresi serta orang orang yang ketergantungan obat obatan, dan menurut para psikolog yang bekerja sama dengan kami, cara ini bisa bekerja, ya walau tidak secara signifikan, tapi kami akan mengembangkan terus soal ini.


"menarik,,,, ok sekarang coba anda ceritakan sedikit tentang game ini" tanya pembawa acara dengan penasaran.


"ok tidak ada yang terlalu berbeda disini, tapi yang menarik adalah anda akan memberikan sejumlah keuntungan perusahaan anda ke seseorang atau kelompok yang bisa membuat menjadi satu kekaisaran saja, bahkan tidak ada job produksi di game ini," tanya pembawa acara lagi.


"ya benar kami akan memberikan saham kami ke player yang berhasil menghancurkan salah satu kekaisaran, jika player atau kelompok berasal dari kekaisaran cahaya, mereka akan mendapat 30% keuntungan kami, sementara jika player atau kelompok berasal dari kekaisaran kegelapan akan mendapat 45% keuntungan kami, sementara soal job produksi memang tidak ada, karna potion dan persenjataan akan kami sediakan," jawab pria payuh baya dengab tersenyum.


"kenapa berbeda jumlah saham yang anda janjikan?" tanya pembawa acara dengan bingung


ia karna dari awal kekaisaran cahaya sudah menduduki 70% kekuasaan di game tersebut, juga di kekaisaran cahaya persedia'an potion dan persenjata'an lebih mudah didapatkan," jawab peria itu santay.


"semakin menarik saja" jawab pembawa acara sambil tertawa kecil, "ok baiklah, terimakasih anda telah bersedia diwawancarai mr.burton, semoga game yang anda buat akan meledak dan sukses di pasaran," tambahnya lagi.


"thank you," jawab pria paruh baya sambil mengangguk.


"ok terima kasih untuk semua pemirsa yang telah menyaksikan wawancara kami dengan mr.burton, dan jangan lupa untuk memaikan game second world, sebuah game yang menjanjikan dunia yang baru, yang penuh petualangan, terimakasih semuanya."


setelah acara selesai barulah ernest dan yang lainnya sadar kalau arra menunggu mereka, arra sendiri yang tidak terlalu peduli dengan game tersebut terpaksa ikut menonton acara tersebut.

__ADS_1


"hy arra kau datang lebih pagi hari ini," patrice berkata pada arra.


arra hanya menjawab dengan anggukan, dia hanya mengutuk mereka berempat karna membuat dia menunggu sampai kakinya pegal.


"apa benar orang itu akan memberikan keuntungan perusahaannya kepada player yang berhasil menghancurkan salah satu kekaisaran," tanya paul yang sedikit tidak percaya dengan kata kata pria paruh baya yang habis dia dan yang lainnya lihat di televisi.


"ya pastilah, acara ini dilihat banyak orang, mana mungkin dia berbohong, kalau dia sampai berbohong pasti banyak orang yang menuntut, apalagi sudah banyak yang memainkan game ini di negara negara lain, termasuk di negara kita," kata eric dengan yakin.


"benar, aku akan main game ini, siapa tau aku bisa menghancurkan salah satu kekaisaran, aku bisa kaya mendadak hahahahahaha, arra kau tetap tidak ingin bermain game ini, lagipula kau kan akhir pekan ini sudah mulai libur musim semi" jawab patrice sambil melihat kearah arra yang hanya berdiri saja tanpa komentar.


"aku tak mau main game konyol itu, lagipula kalian hanya dibodohi, mana mungkin pria itu akan memberikan keuntungan perusahaannya, yang ada dia hanya ingin mempopulerkan gamenya," jawab arra dengan ketus.


"mana mungkin dia berbohong, lagipula dia akan dituntut banyak orang kalu mengingkari kata katanya," jawab eric dengan yakin.


iya arra, ayo main saja lagipula kita bisa dapat uang dari game ini," jawab patrice membujuk arra.


"aku tak akan menyentuh game itu, apa apaan biaya untuk main game itu dalam sebulan, bahkan lebih besar dari uang yang aku butuhkan dalam untuk aku makan, lagi pula mau kaya ya kerja, bukan main game." jawab arra tetap dengan pendiriannya.


"akhahahahahahahahahha!!!!!" tiba tiba saja ernest yang dari tadi melihat empat karyawannya yang sedang membahas tentang game second world tertawa kencang, sontak ke'empatnya melihat kearahnya.


"kenapa kau ketawa bos muda?" tanya paul dengan heran


"aku setuju dengan arra, sepertinya pria itu berbicara seperti itu hanya untuk menaik'kan gamenya, terbukti dalam waktu kurang dari setahun game ini sudah dimainkan lebih dari 50 juta pemain aktif saat ini, lagian mana mungkin ada orang yang mau memberikan keuntungan perusaha'annya, apalagi untuk perusaha'an sebesar itu, bukankah uang yang dia janjikan itu sebesar juta'an bahkan puluhan juta euro, orang mana yang akan memberikan uang sebanyak itu untuk orang lain," jawabnya.


sontak jawaban ernest membuat paul dan lainya merasa ragu, kecuali arra tentu saja karna dia memang tidak ingin bermain game itu.


"ya sudahlah, kalian kembalilah kerja, sebentar lagi ibuku pulang dari gereja, aku tak mau mendengar dia ngomel ngomel," kata ernest lagi.


arra, patrice, paul dan eric langsung ke mebubarkan diri untuk memulai pekerjaan mereka, karna hari ini minimarket ramai, arra dan patrice tidak bisa mengobrol, mereka larut dalam pekerja'anya masing masing, banhkan ketika miss.sofi pulang dari gereja, dia langsung memanggil eric dan paul yang ada digudang untuk membantu didepan.


hari itupun berakhir dengan patrice menambah jam kerjanya sampai malam hari.


"akhirnya pulaaaang juga, hoooooaam" kata patrice ketika minimarket sudah tutup dengan menguap.


"maaf patrice hari ini kau harus lembur, ini untukmu," miss.sofi memberi patrice arra, dan yang lainya uang tips.


"owh tidak apa apa miss.sofi hehehe" kekeh patrice malu karna ucapannya barusan.

__ADS_1


"ya sudahlah mari pulang, hati hati kalian dijalan, ayo arra," jawab miss sofi dengan tersenyum serta mengajak arra untuk masuk ke mobilnya.


__ADS_2