The Birth Of Blood Witch

The Birth Of Blood Witch
2.Arra


__ADS_3

"Ini semua salahmu CHALISA!!!!, coba kau bisa sedikit saja menahan emosimu, dan kita bisa menyeret wanita jal.ng itu ke ruang ganti, kita tidak mungkin berakhir di SINI!!!!"


setelah sampai di ruangan mr. gilbert dan duduk di kursi, Selena langsung menumpahkan kekesalannya dengan chalisa.


"ya padahal aku belum sempat menamparnya, semua memang salahmu chalisa," Anete menimpali,,,


"Alaaaaaah santai saja, memang apa yang bisa dilakukan si bre..sEK gilbert itu?!! aku ingin lihat bagaimana dia bersikap di depan orang tua Chentia, pasti orang tuanya juga akan membela kita, benarkan chentia?"


kata chalisa sambil melihat kearah chentia, namun yang dilihatnya hanya menumbuhkan kembali emosi yang telah surut.


"oh my goDNES!!!!! ChenTIA!! would you wipe that stupid smile off your FACE HAA!!!!" sembur chalisa ketika melihan chentia senyam senyum sendiri,,


"ken..."


belum sempat chentia menjawab anete memotong ucapanya.


"kau benar benar menyukai mr.gilbert si monster itu chentia?, dari sekian banyak laki laki harus dia?, seorang monster breng..k itu, ayolah chentia, apa yg salah dengan otakmu." Anete hanya bisa memegang keningnya sambil geleng geleng kepala melihat temanya yang satu ini.


"kalian yang tidak mempunyai mata yang bagus, apa kalian tak melihat mr.gilbert begitu tampan, mata yang tajam, hidung yang mancung, rahang yang begitu kokoh, emmmmm apalagi....."


"gluuuuk..." chentia menelan ludahnya,


"apalagi APA!!!!" sembur selena, anete dan chalisa serempak.


"a'aapalgi badan yang brotot sempurna dan perutnya yg six pack, ya tuhaaaaan, aku hanya bisa membayangkan jika aku bisa menyentuhnya, mengecup dan menjilat perutnya, uuuuhhhh apalagi jika dipenuhi keringat, pasti akan lebih menggairahkan lagi emmmmm,,,," chentia hanya menutup kedua pipinya yang memerah sambil menghentak'kan kedua kakinya menahan gairah imajinasinya,,,,


"Are you crazy? bisa bisanya kau berpikir seperti itu, lalu darimana kau tau bentuk perutnya," chalisa langsung breaksi ketika mendengar chentia berbicara seperti itu, sementara selena dan anete hanya mengerutkan dahinya dan tak bisa berkata apa apa, mereka berdua tak menyangka chentia berpikir seperti itu, sementara chalisa menjadi bersemangat..


"oh tunggu tunggu," chentia segera mengeluarkan handphone nya dan mengetik sesuatu sebelum mengarahkan handphonenya ke muka chalisa.


"oh fuuuuu.k..." chalisa langsung hening ketika melihat hanphone chentia yang memperlihatkan photo gilbert bertelanjang dada, semua yang di bayangkan chentia memang sesuai kenyataan, chalisa hanya mengutuk dirinya sendiri kenapa tidak mengetahui ini, tanganya ingin mengambil hanphone chentia namun chentia keburu menyimpan handphone nya, membuatnya menatap chentia dengan tajam..


"sebaiknya kau hapus dulu air liurmu yang menetes." chentia berkata dengan tersenyum mnegejek.


Reflek chalisa menyentuh bibirnya, namun tidak ada air liur yang menetes, dia hanya mendengar chentia tertawa cekikikan, "kau mempermainkanku, bera.."


"Diamlah kalian la.ur murahan, apà kalian tau, kalian berdua sangat menjijikan," selorok anete yang sudah tak tahan dengan tingkah kedua temanya itu.


sementara selena hanya diam saja sambil memegang keningnya yang sakit, kedua temanya ini memang gila s.x, dia hanya diam saja karna apapun yang akan dia katakan tak akan didwngarkan oleh mereka berdua.


"hey anak kecil, coba kau rasakan dulu rasanya baru kau bisa bicara!!!!, ahahahahahaha!!!!" kata chalisa dengan tertawa tanpa dosa.


"Ia brisik lu jomBLO!!!!!!!! ahahahAHAHAHAHA," Timpal chentia dengan tawa terbahak bahak.

__ADS_1


"kalian ............. $%÷^\=£@*@%+¥!£\=(!^!¥\=*×"


selena langsung menenangkan anete yang mengumpat dan melakukan sumpah serapah ke chentia dan chalisa.


"sudahlah Anete, biarkan saja mereka, kau tau mereka penggila lonceng pria bukan, dan kau chalisa apa kau tak berfikir jika setelah ini mungkin kita akan diskors dan kau bakal menerima omelan omelan orang tuamu, dan kau chentia, apa kau tidak tau kalau si gilbert breng..k itu gay, dia tak pernah dekat dengan wanita manapun sampai usianya lebih dari 30 tahun, dia itu Gay, G.A.Y"


"siAPA YANG KAU SWBUT GAY HA!!!!!!"


bentakan keras dari belakang mereka berempat mengejutkan mereka semua.


"F..CCCCK!!!!!!,"


Selena reflek menutup mulutnya, karna kaget dia memgumpat tanpa sadar, lalu dia melihat mr. gilbert sudah berdiri dibelakangnya.


Mr.gilbert berjalan menuju mejanya dan langsung duduk,


"siapa yang suruh kalian duduk, berdiri disana."


Mr.gilbert menunjuk sisi belakang kursi yang keempatnya duduk'ki.


keempatnya langsung mendongakkan kepala, mereka berniat protes namun setelah melihat tatapan mr.gilbert mereka langsung bungkam.


Mr. gilbert hanya memegang keningnya yang terasa berdenyut, sambil menatap keempat biang masalah yang selalu membuatnya sakit kepala.


"kau masih bisa tersenyum dengan posisimu yang seperti itu chentia, apa ada yang lucu????" tanyanya ketus.


"no sir"


jawab chentia singkat dan langsung menundukkan kepalanya..


"tunGGU APA LAGI!!! HUBUNGI ORANG TUA KALIAN!!!!" bentak mr.gilbert lagi karna keempatnya hanya diam saja, teriakannya sontak membuat mereka melompat kaget dan segera mengambil handphone mereka masing masing, bahkan karna begitu panik selena sampai menjatuhkan handphonenya tanpa sengaja, cepat cepat dia ambil handphone nya yang jatuh sambil mengutuk kebodohan chentia.


********


_ruang kesehatan, universitas lilie_


gadis kurus malang itu terus berjalan dengan merambat dinding, namun setelah berjuang keras berjalan dengan mempertahankan kesadarannya, tubuhnya limbung dan pandangannya gelap dan dia tak tau apa yang terjadi selanjutnya.


seingatnya itu yang terjadi, namun dia menemukan dirinya sekarang sedang berbaring di tempat tidur, dia memeriksa wajahnya, dan menemukan luka luka nya telah diolesi salep berwana putih, yang sudah kering, namun tetap saja tak mampu menyamarkan lebam di bagian bagian mukanya.


"aAWWW!!!"


ketika dia menyentuh luka di bagian bibir kananya dia menjerit pelan, dan tak lama kemudian ada seseorang memasuki ruangan itu,

__ADS_1


"jangan banyak bergerak dulu, beristirahalsah sebentar lagi, tunggu sebentar, akan kuambilkan kau makanan."


orang itu segera pergi keluar lagi.


tak lama orang tersebut kembali dengan kotak makan ditanganya, "ini jatah makan siangku, makanlah, semoga sesuai seleramu." katanya sambil menyodorkan kotak makannya ke gadis malang itu.


terimakasih miss.rachel, cuma aku sudah tidak apa apa, lebih baik makanan itu anda makan sendiri, anda pasti be.."


"aish sudahlah makan saja, seperti kubilang ini jatah makan siangku, sekarang sudah sore, aku sudah makan tadi siang di kantin, makanlah arra, kau pasti lapar"


"gadis yang dipanggil arra itu hanya melihat penjaga ruang kesehatan yang bernama miss.rachel itu dengan tersenyum tipis.


"kenapa kau melihatku seperti itu?"


"tidak miss.rachel, hanya saja aku tak menyangka masih ada yang mengingat namaku, aku kira sudah tidak ada yang mengingatnya."


"tentu saja aku mengingatmu ARRA BEUFROT, kau gadis yang baik, pintar, dan juga cantik, cuman hidupmu saja yang tidak beruntung, kau bahkan cuma seorang anak yang dilahirkan dari ibu yang menjual dirinya untuk sebotol alkohol dan sebungkus rokok, yah emang hidup kadang seperti sebuah lelucon untuk mereka, namun menjadi ironi untuk dirimu, UNTUK KITA."


miss.rachel menatap arra dengan tersenyum, senyum yang mengandung kesedihan, karna dia tau, hidup gadis muda didepannya sangat berat.


"apa maksud anda miss.rachel,"


"ah sudahlah, lupakan apa yang ku katakan, maaf jika kata kataku menyinggungmu, makan dan istirahatlah sebentar, setelah itu kau bisa pulang," miss.rachel memandang arra dengan senyum hangat, dan dia berniat beranjak, namun ara sudah mengatakan hal lain,


"aku tak bisa pulang miss.rachel, aku ada kelas siang ini," kata arra yang bergerak untuk meletakkan makananya ke meja di samping tempat tidurnya, cuma langsung dihentikan oleh miss.rachel, dia kemudian memandang aneh kearahnya,,,,


"kenapa anda menghentikanku miis.rachel?"


"apa karna dirimu ditampar dan dianiaya oleh selena dan teman temannya, kau jadi pelupa dan tuli, aku kan sudah bilang ini sudah sore, lihat jam di dinding di atas kepalamu, sekarang sudah jam 4 sore." katanya sambil ketawa kecil.


"tenang saja, mr.benjamin sudah tau kau pingsan dan dirawat disini, dia juga pasti mengerti, kau kan mahasiswi kesayangannya, dia bilang kau suka dengan yang dia ajarkan dan selalu jadi nomor satu dikelasnya, padahal yang diajarkan di kelasnya hanya sebuah dongeng dan sejarah saja, kenapa kau bisa suka dengan kelas seperti itu?" miss.rachel segera menjelaskan hal tersebut karna takut gadis yang bernama arra di hadapannya ini berpikir yang tidak tidak sekaligus mengalihkan perhatian ke pertanya'annya.


"ya setidaknya dongeng lebih indah dari kehidupku," jawabnya singkat sambil menundukkan kepalanya.


"un jour, tu trouveras ton propre bonheur, croyes me" (suatu hari kau akan menemukan kehabagiananmu sendiri, percaya padaku).


arra mengangkat wajahnya, dia hanya tersenyum, di universitas ini hanya wanita didepanya yang peduli terhadapnya, "terimakasih miss.rachel."


"equally pretty, get some rest and get well," miss.rachel tersenyum kemudian meninggalkan ruangan arra.


*****


miss.rachel : perempuan berumuer 35 sampai 40 tahun, berambur model bob, dengan badan kurus dan wajah yang keibuan, berkulit putih layaknya orang barat lainya, menjadi penjaga ruang kesehatan selama hampir tiga tahun, satu satunya yang peduli terhadap arra karna seringya arra masuk ruang kesehatan akibat penganiayaan dari selena cs.

__ADS_1


Arra beufrot : seorang gadis yang tak pernah tau darimana dia berasal dan siapa orang tuanya.


__ADS_2