The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
RPG and The Freedom Fighters


__ADS_3

Petualangan dimulai disebuah desa kecil yang tidak jauh dari perkotaan yang bernama Desa Starlight. Penduduk desa hidup dengan rukun. Mereka saling melindungi satu sama lain dari bahaya yang mengancam. RPG adalah seorang anak yang dilahirkan oleh Isabella Theresia Lilly, ibu dari RPG dan juga salah satu anggota dari Klan Daun. Ibunya sering menasihatinya bahwa Alam adalah tempat tinggal makhluk hidup ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan, maka RPG berjanji para saat dewasa nanti ia akan menjadi pelindung bagi lingkungan sekitar, bahkan tak segan-segan ia menegur orang-orang yang berada didesa tersebut jika ada yang merusak lingkungan, salah satunya adalah merokok. Hari demi hari dijalani oleh RPG hingga ia beranjak remaja, lebih tepatnya berumur 15 tahun.


Suatu hari, Isabella memberitahu rahasia kepada RPG bahwa di hutan dekat desa yang mereka tinggali tersebut tersimpan 8 Viridian Stone. Hanya orang-orang tertentu yang bisa memakai batu-batu itu. Jika dipakai dengan hati yang tulus maka batu itu akan mengubah penggunanya untuk memasuki mode Transformasi Super. Jika jatuh ke tangan yang salah maka akan berakibat berakhirnya dunia karena batu-batu itu memiliki kekuatan dan energi yang sangat besar. RPG pun berjanji akan melindungi 8 Viridian Stone itu dan merahasiakannya supaya tidak jatuh ke tangan yang salah.


Suatu hari, Desa Starlight pun diserang oleh seorang professor yang mengklaim dirinya bernama Doctor Jeremy. Ia mengklaim bahwa ia adalah seorang yang memiliki IQ lebih dari 350. Ia menyerang desa dengan berbagai macam robot salah satunya adalah bernama IOC-874 B Series.

__ADS_1


Desa pun hancur, masyarakat telah tewas karena tidak ada senjata tempur yang memadai untuk melawan robot-robot tersebut yang berupa berbagai macam laser, gir, dll.


RPG berhasil melarikan diri bersama ibunya menuju suatu bukit terpencil yang belum pernah dikunjungi oleh orang-orang dan masuk kedalam sebuah gua. Doctor Jeremy berhasil menemukan rahasia 8 Viridian Stone tersebut dan mencurinya. RPG putus asa, ia merasa sedih karena gagal menyelamatkan desanya dari serangan besar tersebut. Pada saat itulah peran sang Ibu dibutuhkan. Isabella menyemangati RPG untuk pantang menyerah, tetap tegar, dan selalu percaya diri dalam menghadapi kesulitan. RPG pun terdiam sejenak dan memikirkan perkataan ibunya itu. Setelah itu ia bertekad untuk merebut kembali 8 Viridian Stone dari Doctor Jeremy sekaligus menyelamatkan dunia. Hari sudah malam, RPG pun mengantuk dan tertidur dipelukan sang Ibu. Sang Ibu dengan setia memeluk RPG yang sudah tertidur pulas dan menyanyikan lagu senandung yang sangat indah ditemani cahaya rembulan yang masuk dari antara langit-langit gua. Suara merdu dari Isabella menggema diantara stalaktit dan stalagmit gua. Fajar telah menyingsing, Ia segera pamit dan berkelana untuk mencari markas Doctor Jeremy dan menegakkan keadilan. "Ibu tidak ikut denganku?" Tanya RPG. "Aku harus tetap disini dan menjaga alam sekitar, karena aku tidak ingin insiden kemarin terulang lagi. Kau pergilah tanpaku dan selamatkan 8 Batu itu dari Doctor Jeremy, semoga Tuhan menyertaimu, anakku," kata Isabella. "Terimakasih, Mommy," kata RPG.


RPG pun memulai perjalanannya. Bukit dan lembah ia lalui, tantangan yang menghadangnya ia lalui dengan sangat baik berkat nasihat yang diberikan oleh ibunya dan kekuatan hatinya untuk pantang menyerah serta cinta yang berasal dari ibunya. RPG terus mengikuti petunjuk yang diberikan ibunya sampai pada akhirnya ia tiba dikota yang bernama Mechapolis, kota kediaman Doctor Jeremy.

__ADS_1


"Wah, wah, wah! Bukankah ini RPG, dari Desa Starlight?" Sahut Doctor Jeremy. "Permainanmu sudah berakhir disini, kembalikan semua batu itu!" Bentak RPG. "Kau tidak bisa merebut batu itu dariku kecuali Kau bisa mengalahkanku!" Timpal Jeremy. Jeremy pun mengeluarkan robot besarnya yang bernama "J-Cobra" lalu ia duduk dikursi kokpit robot tersebut Dan mengendalikannya untuk menghancurkan RPG. "Kita lihat apakah Kau mampu bertahan melawan robotku ini," Sahut Jeremy. "Baik, Kita lihat saja nanti," Kata RPG.


Pertarungan sengit dimulai, serangan demi serangan yang dilontarkan oleh kedua belah pihak antara Jeremy dan RPG. Saat Jeremy hampir kalah dan lengah, RPG pun mengeluarkan kekuatan anginnya untuk menghancurkan robot buatan Jeremy. RPG berhasil mengambil satu dari 8 Viridian Stone itu, tetapi Jeremy berhasil melarikan diri ke luar angkasa bersama 7 Viridian Stone tersebut. Sebelum kalah, Jeremy mengatakan sesuatu. "Kali ini aku akan membiarkanmu pergi, tetapi lain kali kita bertemu, aku tidak akan membiarkanmu hidup, tunggu pembalasanku RPG!" Bentak Jeremy. "Selamat tinggal, pecundang! Muahahahahah," tawa Jeremy. "Sial, dia melarikan diri, untungnya aku sudah mengambil 1 dari 7 Viridian Stone itu," Sahut RPG. Ia pun keluar dari markas rahasia itu dan pergi ke suatu tempat untuk menyimpan batu itu.


Mencari tempat untuk menyembunyikan batu itu pun tidaklah mudah, tiba-tiba RPG mempunyai ide. Ia pun berencana membangun organisasi rahasia yang bernama "Freedom Fighters". Setelah ia membangun markas rahasia Freedom Fighters dibawah tanah, ia pun menyimpan batu yang ia rebut dari Jeremy diruangan rahasia markas Freedom Fighters.

__ADS_1


Untuk sementara, Bumi dan lingkungan sekitarnya pun aman, tetapi RPG harus tetap waspada karena Jeremy bisa menyerang kapan saja. Ia tahu bahwa ia tidak bisa mengalahkan Jeremy dan pasukan robotnya hanya seorang diri walaupun ia memiliki banyak kekuatan. Ia menyadari bahwa ia butuh bantuan dari seorang teman. Ia pun meninggalkan markas Freedom Fighters Dan bertekad mencari seorang teman demi menjaga kedamaian lingkungan alam.


THE END


__ADS_2