The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
Episode 6: The Awakening of Illuminator (Season 2)


__ADS_3

"Ada apa Olivia-2? Kau sudah lelah?" kata Scarlet. "Kau yakin?" Kata Olivia-2 sambil terus berlari mengejar Scarlet. "Itu hanya sebuah ejekan, dasar kau! Itu disebut Taunting 3.0! Hmph! Terima ini!" Kata Scarlet. Ia membelah jalan menjadi dua. "Oh tidak! Xiao Lìng, BGS, berpencar! RPG, kau ikut denganku!" Kata Olivia-2.


2 hari yang lalu...


"Hmm! Masakanmu yang terbaik, Lady One," kata RPG sambil makan dengan lahap. "Tentu saja. Aku harus belajar untuk menjadi istri yang baik, kan, sayang?" Goda One. RPG pun tersedak. "La... Lady One..." Kata RPG malu. Mereka pun tertawa. Tiba-tiba, RPG mendengar suatu ledakan dari luar kastil. "Apa yang..." Kata RPG kaget. "RPG! Sayang, kau mau kemana?" Tanya One. "Sesuatu yang buruk pasti terjadi di Pantai Sunshine. Aku harus segera memeriksanya," kata RPG. "Oh baiklah," kata One. "Maaf Lady One. Aku janji akan segera kembali. Sampai jumpa," kata RPG sambil berlari meninggalkan One. Setelah beberapa lama, RPG pun tiba di Pantai Sunshine. "Ada apa ini? Kenapa ada banyak ikan yang bertebaran disini?!" Tanya RPG. "Sesuatu terjadi di Land of Water. Lady Olivia-2 pasti tahu apa yang terjadi," kata Alexus. "Master RPG! Lihat!" Kata Yurika. Ia melihat robot gurita raksasa yang sedang memegang suatu tongkat aneh. Ia juga melihat Olivia-2 yang berusaha mengejar robot itu tapi tidak berhasil. "Benda apa itu? Olivia-2?" Tanya RPG. "Sial! Ia berhasil mengambil tongkat sakral itu!" Kata Olivia-2. "Tunggu, tunggu, tunggu! Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya RPG yang semakin bingung. "Kau baru saja melihat robot gurita itu kan?" Tanya Olivia-2. "Uh... Ya?" Kata RPG. "Pemilik robot itu adalah Profesor Scarlet. Ia adalah ancaman bagi Land of Water. Ia juga berhasil mengambil tongkat sakral itu. The Scepter of Starfish! Tanpa tongkat itu, semua biota laut dan sekitarnya dalam bahaya!" Kata Olivia-2 panik. "Maksudmu..." Kata RPG. "Ya. Biota laut dan sekitarnya, termasuk Pantai Sunshine dan Kastil Edelweiss," kata Olivia-2. "Oh tidak! Jangan lagi!" Kata RPG. "Ada ribut-ribut apa ini?" Tanya Xiao Lìng dan BGS yang tiba-tiba muncul di belakang mereka. "Xiao Lìng, BGS! Darimana saja kalian?" Tanya Olivia-2. "Umm... Kencan? Maaf sudah membuatmu menunggu. BGS makan terlalu banyak dijalan sehingga ia harus buang air dulu. Merepotkan!" Kata Xiao Lìng sambil cemberut. "Hehehe... Maaf beb," kata BGS sambil tersenyum. "Kencan? Bukankah kau sudah bersama Daphne?" Tanya RPG pada BGS. "Oh ayolah. Kami sudah lama putus," kata BGS. "Baiklah, karena kalian semua disini, aku membutuhkan bantuan kalian," kata Olivia-2. "Ya, alam dalam bahaya lagi. Profesor Scarlet telah mengambil Starfish Scepter dari dasar Land of Water. Kita harus merebut tongkat itu kembali," tambah RPG. "Tunggu sebentar, kau bilang Scarlet?" Tanya Xiao Lìng. "Kau tahu orang itu, Xiao Lìng?" Tanya RPG. "Yup, Scarlet adalah profesor yang haus akan kekuasaan dan aku yakin ia akan menggunakan tongkat itu untuk hal yang tidak baik. Seperti Doctor Jeremy dulu," kata Xiao Lìng sambil memakan lolipopnya. "Sial. Kita harus mencari Scarlet secepatnya!" Kata RPG. "Tapi kita bahkan tidak tahu keberadaannya," kata Olivia-2. "Jangan khawatir, aku bisa melacaknya. Ayo pergi ke laboratoriumku dan aku akan memberitahu semuanya," kata Xiao Lìng. "Baiklah," kata RPG dan Olivia-2. "BGS! Kau ikut juga," kata Xiao Lìng. "Tentu saja, sayangku," kata BGS sambil tersenyum.


Kembali ke cerita awal...


"Oh Olivia-2... Kau tahu apa yang lebih indah dari penyergapan?" Tanya Scarlet. "Umm... Penyergapan dengan coklat?" Ejek RPG. "Ohh... Itu terlihat enak, tapi salah! Penyergapan dengan robot tentunya! MUAHAHAHAHA!" kata Scarlet. Ia menembak jalur dengan roket sehingga RPG dan Olivia-2 terjatuh. "Uhh... Kau baik-baik saja, RPG?' tanya Olivia-2 sambil membantu RPG berdiri. "Ya... Kurasa begitu..." Kata RPG. Mata irisnya pun mekar kembali. "RPG! Bersiaplah!" Kata Olivia-2. "Aku tahu itu," kata RPG sambil menyiapkan pedangnya.


Sementara itu...


"Sial! Kita kehilangan RPG dan Olivia-2!" Kata Xiao Lìng. "Setidaknya kita masih hidup dan saling memiliki, benarkan sayang?" Tanya BGS menggoda. "BGS, ini bukan momen yang tepat untuk itu. Kita harus menemukan mereka segera," kata Xiao Lìng. "Baiklah, baiklah. Ngomong-ngomong, dimana kita sekarang?" Tanya BGS sambil melihat sekitar. "Hmm... Apa itu sebuah kuil? Keren! Ayo BGS!" Kata Xiao Lìng bersemangat. "Beb, tunggu!" Kata BGS. "Pasti ada sebuah tombol rahasia untuk membuka pintu ini," kata Xiao Lìng. "Umm... beb, kau yakin ini aman?" Tanya BGS. BGS yang sedang kebingungan tidak sengaja menginjak lantai khusus yang membuka pintu gerbang kuil itu. "BGS! Kau jenius! Terima kasih!" Kata Xiao Lìng sambil mengecup pipi BGS. "Umm... Sama-sama?" Tanya BGS. "Ayo!" Kata Xiao Lìng.


Di lain tempat...

__ADS_1


"Kurasa ini yang terakhir! HAAA!" teriak Olivia-2. "Merepotkan sekali," kata RPG kelelahan. "RPG! Lihat itu!" Kata Olivia-2 sambil menunjuk ke bawah. "Sebuah kuil. Mau memeriksanya?" Tanya RPG. "Tentu saja! Ayo!" Kata Olivia-2. "Ohhh... Bau!" Kata Olivia-2. "Kuil macam apa ini?" Kata RPG sambil melihat langit-langit kuil itu. "Sst! RPG! Kesini!" Kata Olivia-2. "Ada apa?" Tanya RPG. "Kita tidak sendirian! Ada orang lain disini!" Kata Olivia-2. "Hmm... Dua orang," kata RPG.


"Pegang senternya, BGS. Aku akan memeriksa sekeliling... Huh? Hey! Siapa disana?!" Tanya Xiao Lìng. "Mundur, sayang! Aku akan melindungimu!" Kata BGS yang maju di depan Xiao Lìng. "Huh? Xiao Lìng? BGS?!" Tanya Olivia-2. "RPG?! Olivia-2?!" Tanya Xiao Lìng. "Syukurlah, kalian berdua baik-baik saja! Aku kira ada penjahat yang datang, ternyata kalian... Hehehe," kata RPG. "Ya, setidaknya kita semua tidak ada yang terluka," kata BGS. "Kuil apa ini, Xiao Lìng?" Tanya RPG. "Hmm... Menurut observasiku, kuil ini bernama Babylon Temple. Menurut legenda, kuil ini mengubur suatu makhluk... aku tidak tahu, bisa dibilang sejenis buaya… aku tidak begitu tahu…," kata Xiao Lìng. "Umm... Teman-teman, maksudmu makhluk itu?" Tanya BGS. "Whoa... Seram sekali!" Kata Olivia-2. "Sepertinya ia terjebak didalam es. Menurutmu mengapa ia berakhir seperti itu?" Tanya RPG sambil menyandarkan tangannya ke suatu tombol aneh. "Menurut legenda, ia adalah anggota dari The Sapphire Crocodile yang mengkhianati kaumnya sendiri. Kepala suku dari Sapphire Crocodile berhasil mengalahkannya dan memenjarakan dia disini. Tapi itu hanya legenda, aku tidak tahu bagaimana cerita aslinya dan... RPG! JANGAN DITEKAN!" teriak Xiao Lìng. "Huh? Uh oh... Oops!" Kata RPG. "RPG!" Kata Xiao Lìng marah-marah. Es yang menahan buaya itu pun meleleh dan terbangun. "KAU! BERANINYA KAU MENUNJUKKAN WAJAHMU DIHADAPANKU LAGI!" kata buaya itu sambil menunjuk RPG. RPG pun kebingungan. "Aku?" Tanya RPG. "YA! KAU DAN AKU ADA URUSAN YANG BELUM KITA SELESAIKAN!" kata buaya itu sambil menyerang RPG dan teman-temannya. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tapi kalau kau berani menyakiti teman-temanku, kau membuatku marah! TERIMA INI!" kata RPG sambil menyerang balik. "HMPH! MENYEDIHKAN! ENYAH DARI HADAPANKU!" teriak buaya itu. "GAHHHH! Ouch... Itu... Sakit!" Kata RPG. "Kau baik-baik saja, RPG?" Tanya Xiao Lìng. "Y... Ya... AWAS!" kata RPG. "Hey! Lepaskan kami! Apa masalahmu?!" Teriak Olivia-2. "Kau akan tahu bagaimana rasanya terjebak selama 1 abad disini! Selamat tinggal, RPG of The Starlight!" Kata buaya itu. RPG dan teman-temannya pun dijatuhkan kedalam perangkap oleh buaya itu seraya pergi meninggalkan mereka. RPG pun kebingungan. "Apa yang baru saja terjadi?" Tanya RPG. "Jadi kita mengejar Scarlet, masuk kedalam kuil ini dan makhluk aneh itu menangkap kita disini dan kita tidak tahu caranya keluar. Apa ada yang kulupakan?" Tanya Olivia-2. "Ya Olivia-2, kau melupakan bagian dimana kita terperangkap disini karena RPG yang terlalu ceroboh menekan tombol yang menahan makhluk itu!" Kata BGS marah-marah. "Hey! Apa masalahmu sih?!" Bantah RPG. "Hentikan! RPG, BGS! Bertengkar tidak ada gunanya! Kita harus memikirkan cara agar bisa keluar dari perangkap ini!" Kata Xiao Lìng.


Mereka pun terus berjalan di dalam kuil itu sampai mereka menemukan sebuah simbol aneh dan sebuah pintu besar yang menutupi jalan mereka. “Whoa… tempat ini memang sangat besar dari yang kukira,” kata RPG. “Teman-teman, lihat kesini!” kata Xiao Lìng. Xiao Lìng dengan cermat meneliti simbol-simbol itu. “Hmm, kelihatannya simbol-simbol ini merupakan sebuah mekanik untuk membuka pintu itu,” kata Xiao Lìng. “Dan terdapat 4 jalur disebelah sana! Pas untuk kita berempat,” kata BGS. “Itu dia! Kita berpencar dan aktifkan ke empat simbol itu,” kata RPG. “Aku akan mengambil jalur itu. Jalur itu hanya bisa dilalui oleh orang yang perkasa sepertiku! Hehe!” kata BGS sambil tertawa. “Aku akan melewati jalur itu karena hanya bisa diakses dengan jetpackku ini,” kata Xiao Lìng sambil menyiapkan jetpacknya. “Serahkan jalur bawah air padaku. Aku pandai dalam berenang. Tee hee,” kata Olivia-2. “Baiklah, kalau begitu, aku akan menangani jalur itu,” kata RPG. “Baiklah, kita akan bertemu kembali di titik ini! Jangan terlalu lama ya,” kata Xiao Lìng. Semuanya menangguk dan mulai berpencar. “SMASH! DESTROY! HAHA! Sekarang, dimana simbol itu berada?” tanya BGS. Disisi lain… “Activating Hyper Mode!” kata Xiao Lìng. Sementara itu dibawah air… “Blub… blub… blub… simbol itu pasti ada disekitar sini!” kata Olivia-2 sambil berenang. Disisi lain, kelihatannya RPG juga berusaha untuk menemukan simbol itu. “LIGHTNING FLASH! Mana simbolnya? Sulit sekali menemukannya! Huff… Huff…,” kata RPG. Setelah beberapa lama, mereka berhasil mengaktifkan ke empat simbol itu dan seketika itu juga pintu raksasa itu terbuka. “BINGO! Ayo teman-teman, kita keluar dari sini!” kata Xiao Lìng. “Ya, sesak sekali didalam sana,” kata BGS. “Duh! Apa yang kau harapkan? Itu sebuah kuil tua,” kata RPG.


Mereka pun sampai di desa yang masih asri di puncak gunung yang bernama Tortena Summit. “Uhh… Xiao Lìng… mengapa kita kesini?” tanya RPG. “Aku kenal dengan kepala desa disini. Ia tahu segala hal mengenai klan, suku, dan budaya lainnya,” kata Xiao Lìng. Xiao Lìng pun lalu menyapa kepala desa tersebut. “Halo pops! Lama tidak berjumpa!” kata Xiao Lìng sambil melambaikan tangannya. “Ahh… nak Xiao Lìng. Tumben kau kemari,” kata kepala desa itu. “Kenalkan ini teman-temanku. RPG, BGS, dan Olivia-2,” kata Xiao Lìng. “Oho, kau juga membawa teman. Duduklah disini. Anggap rumah sendiri,” kata kepala desa itu dengan ramah. “Jadi, apa yang membawamu kesini?” tanya kepala desa itu. “Aku ingin tahu lebih banyak mengenai Klan The Sapphire Crocodile,” kata Xiao Lìng. “Ahh… klan itu ya? Mereka dulunya adalah klan yang terkenal dengan kebaikannya. Mereka sampai dijuluki The Guardian of Peace. Semua anggota klannya ramah dan siap membantu kapanpun ada bahaya yang datang. Mereka memiliki Scepter of Starfish yang mereka tanam di Land of Water agar tidak jatuh di tangan yang salah,” kata kepala desa itu sambil meminum tehnya. “Ya… sampai suatu hari, salah satu anggota klan itu yang bernama Illuminator mengacaukan segalanya. Ia menghabisi seluruh klannya sehingga ia bisa mendapatkan tongkat itu untuk dirinya sendiri dan menggunakan kekuatannya untuk menguasai dunia. Untungnya, para anggota Sapphire Crocodile yang tersisa berhasil menangkap Illuminator dan mengurungnya di Babylon Temple. Aku bersyukur ia sudah dikurung sehingga kita tidak perlu khawatir akan ancamannya lagi,” kata kepala desa itu. Xiao Lìng, BGS, dan Olivia-2 pun menatap RPG. “RPG!” kata Xiao Lìng. “Uhh… Ya… Cerita lucu… kami… uhh… tidak sengaja melepaskannya… dan… ya… dia melarikan diri… dari kuil itu,” kata RPG. Kepala desa itu pun bingung dan tertawa. “Hahahaha… kau senang sekali bercanda ya, anak muda,” kata kepala desa itu sambil tertawa. “Tidak, pops, itu benar. Lihat ini,” kata Xiao Lìng sambil menunjukkan beberapa foto yang ia ambil. Kepala desa itu pun terkejut. “APA?! TIDAK MUNGKIN! APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN?!” teriak kepala desa itu. “Bukan kami yang melakukannya, tapi si bodoh ini karena terlalu ceroboh menekan tombol yang membebaskan Illuminator dari kurungannya,” kata BGS yang menunjuk RPG. “Terima kasih banyak, BGS,” kata RPG marah-marah. “Oooohhhh! Kalian harus segera menemukannya dan mengambil Starfish Scepter itu darinya jika ingin bumi selamat!” tegas kepala desa itu. “Jangan khawatir, pops. Drone kecilku sudah mengetahui dimana lokasi Illuminator berada. Ia sedang bersama Profesor Scarlet,” kata Xiao Lìng sambil membaca radarnya. “Scarlet? Ia bekerja sama dengan profesor gila itu?!” kata kepala desa itu. “Uh huh. Ngomong-ngomong, senang berkenalan denganmu, tapi kami harus pergi,” kata Olivia-2 sambil melambaikan tangan pada kepala desa.


Sementara itu…


“Whoa… tinggi sekali!” kata Olivia-2. “Apa kau takut ketinggian, Olivia-2?” goda RPG. “He… Hey! Ti… tidak kok! Sedikit…,” kata Olivia-2. “Teman-teman, fokus! Kita berada di kapal terbang raksasa milik Illuminator! Jadi tetap waspada!” kata Xiao Lìng. “HEHEHEHAHAHAHA! Kalian merindukanku?” kata Scarlet. “Whoa… itu robot naga yang sangat besar!” kata Olivia-2. “Hey Scarlet, apa nama dari robot jelekmu itu?” tanya RPG. “BERANINYA KAU MENGHINA CIPTAANKU YANG HEBAT INI?!” kata Scarlet. “Ini dinamakan Jet Prototype 38 X-123! Dan ini akan menjadi kehancuranmu dan teman-temanmu, RPG!” kata Scarlet. “Jet? Tapi robotmu berbentuk seperti naga,” ejek RPG. “Naga… ya tentu saja ini…,” kata Scarlet. “Kalau begitu kau harus menamainya Mecha Dragon atau semacamnya. Jet Prototype terdengar seperti pesawat yang…,” kata RPG. “GRRR! BAIKLAH! EJEK AKU SESUKAMU! JET PROTOTYPE 38 X-123! CRUSH THEM!” teriak Scarlet. “Teman-teman, biar aku menangani Scarlet. Kalian fokus saja dalam menemukan Scarlet dan ambil Starfish Scepter darinya,” kata RPG. “Tapi RPG, robot itu kelihatan berbahaya,” kata Olivia-2 khawatir. “Jangan mengkhawatirkanku. Aku sudah terbiasa dalam hal ini,” kata RPG. “Baiklah, hati-hati, RPG,” kata Olivia-2. “Aku akan menikmati kematianmu, RPG! HAHAHAHAHAHA!” tawa Scarlet. “Heh! Kita lihat saja nanti, Scarlet!” kata RPG.


“Huff… Huff… Illuminator! Kembalikan Tongkat Starfish itu!” kata Olivia-2. “KALIAN?! Bagaimana bisa kalian masuk kesini?!” tanya Illuminator. “GRR! Itu tidak penting! Aku sudah berhasil memasukkan kekuatan tongkat ini ke dalam tubuhku! Sekarang aku tidak terkalahkan! HEHEHEHAHAHAHA!” tawa Illuminator. “Tsk!” kata Olivia-2. “Jangan khawatir, Olivia-2. Kita pasti bisa mengalahkannya!” kata BGS. “Kita lakukan ini bersama! Kita keluarga, kan?” senyum Xiao Lìng sambil menepuk pundak Olivia-2. “Ya… Kau benar. Illuminator! Kejahatanmu berakhir disini!” kata Olivia-2. Pertarungan sengit terjadi antara Illuminator dan tim Olivia-2. “HAHAHAHAHA! LARI SESUKAMU, OLIVIA-2! ITU TIDAK AKAN MEMBANTU!” kata Illuminator. “Kau melupakanku!” kata Xiao Lìng sambil meraih tongkat itu dari tangan Illuminator. “HEY! TONGKATKU!” teriak Illuminator. “Beb! Lemparkan itu padaku!” kata BGS. “Olivia-2, tangkap!” teriak BGS. Mereka melawan Illuminator sambil memakai teknik permainan bola pantai mereka.


Sementara itu…

__ADS_1


“HAH! Apakah ukuran robot raksasa itu hanya untuk pamer, Scarlet?!” ejek RPG. “GRR! AKU BARU SAJA MULAI! UPPER TURRET OPEN FIRE! SHOOT HIM DOWN!” teriak Scarlet. Ia berusaha untuk menembaki RPG. RPG pun dengan lincah menghindari peluru-peluru tersebut. “Sekarang giliranku! SPINNING BLADE OF DEATH!” teriak RPG sambil menyerang robot milik Scarlet. “GAHHH! JANGAN DISITU!” teriak Scarlet. Sayap kiri dari robot milik Scarlet pun patah. “Haha! Apa itu saja kemampuan dari robotmu, Scarlet?!” ejek RPG. “GRR! WING UNITS ACTIVATED! ACTIVATING HYPER MODE!” teriak Scarlet. Ia menembakkan seluruh pijakan dan mencoba membuat RPG jatuh. RPG pun dengan sigap melompat kearah robot naga milik Scarlet.


Sementara itu…


“Punishing Blossom Eyes!” teriak Olivia-2. “Hey! Apa yang… aku tidak bisa melihat!” teriak Illuminator. “BGS, SEKARANG!” teriak Olivia-2. “Aku dapat!” kata BGS. “Huff… Huff… Kurasa aku terlalu meremehkan kalian!” kata Illuminator. “Jangan harap kau bisa mengambil tongkat ini lagi, Illuminator!” kata Olivia-2. “Oh… aku memang tidak bisa mengambil tongkat itu dari kalian, karena saat ini juga, kalian akan mati!” kata Illuminator. “Apa?!” kata BGS. “SELF-DESTRUCT ACTIVATED! INITIATE EXPLOSION IN 1 MINUTES!” kata pengeras suara dari kapal terbang milik Illuminator. Alarm pun juga sudah berbunyi dengan keras “HEHEHEHAHAHAHAHA! See ya’ll in hell! Losers!” kata Illuminator. “Kapal Terbang ini akan segera hancur! Kita harus keluar dari sini!” kata Xiao Lìng.


Sementara itu…


“Kena kau! Selamat tinggal Scarlet!” teriak RPG. “TIDAK! APA YANG KAU LAKUKAN?! KAU BARU SAJA MERUSAK CIPTAANKU YANG INDAH!” teriak Scarlet. “Sampai jumpa lagi, Scarlet!” kata RPG sambil melompat menjauh dari robot naga milik Scarlet. “DESTROYER!” teriak RPG. “Apa kau memanggilku, RPG? Ya kan? Kau membutuhkan bantuanku? Tee hee!” kata Destroyer, sang naga kecil yang sigap menangkap RPG dari ketinggian. “Ya aku membutuhkanmu. Apa yang…,” kata RPG. Ia melihat kapal terbang milik Illuminator terbakar dan siap untuk meledak. Ia juga melihat Olivia-2, Xiao Lìng, dan BGS sedang berusaha untuk melompat. “Teman-teman! Naiklah! Kita pergi dari sini sebelum kapal itu meledak!” kata RPG. “RPG! Aku senang kau datang!” kata Olivia-2. “3… 2… 1…,” kapal terbang itu pun langsung meledak. Untungnya Destroyer dengan lincah segera menjauh dari area ledakan kapal terbang itu.


Sesampainya di Pantai Sunshine…


“Fiuh… benar-benar hari yang melelahkan ya?” tanya RPG. “Yup, aku tidak sabar ingin pergi ke Bar Tiki dan menikmati es kelapa lagi. Kau harus ikut, bro!” kata BGS sambil merangkul RPG. “Dan aku akan kembali ke laboratorium lagi untuk melakukan penelitian seperti biasa,” kata Xiao Lìng. “RPG, Xiao Lìng, BGS, aku tidak bisa melakukan ini tanpa bantuan kalian. Terima kasih banyak ya,” kata Olivia-2 sambil tersenyum. “Tidak masalah! Ingat, kau tidak sendirian. Kalau ada masalah, kau bisa menceritakannya pada kami,” kata RPG sambil tersenyum. “Hehehe… Baiklah, aku akan kembali ke Land of Water untuk mengembalikan Scepter of Starfish. Bye bye!” kata Olivia-2 sambil melambaikan tangannya. “Akhirnya… HEY!” kata RPG. BGS melemparkan pasir ke wajah RPG. “Siapa yang terakhir sampai ke Bar Tiki, dia yang mentraktir! Sampai jumpa disana. Hahahaha!” kata BGS. “Hey! Itu curang! Kembali kesini, BGS!” kata RPG.


THE END

__ADS_1


__ADS_2