The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
RPG and The Freedom Fighters 2


__ADS_3

Setelah meninggalkan markas, RPG pergi ke suatu tempat untuk mencari teman yang bisa membantunya menyelamatkan Viridian Stone dan lingkungan hidup sekitar dari serangan Doctor Jeremy. Hari pun sudah malam, tetapi perjalanan RPG masih jauh, ia pun terpaksa bermalam di padang pasir dan membuat api unggun. Kesepian dan sendirian itulah yang dirasakan RPG waktu itu, tanpa bimbingan dari sang Ibu, tetapi ia teringat nasihat ibunya untuk pantang menyerah dari segala kesulitan apapun, ia pun menjadi semangat kembali. Sebelum tidur, ia membuat api unggun untuk menjauhkan dari hewan buas. RPG pun tidur untuk melanjutkan perjalanan besok.


Matahari pun terbit tanda pagi mulai menyongsong. Setelah makan makanan yang ia bawa dari markas, ia pun mulai berkemas dan bersiap untuk pergi. Saat berkemas, matanya menangkap dan melihat sebuah gudang kosong. Karena penasaran ia pun melihat-lihat isi gudang itu. RPG terkejut karena melihat isi gudang tersebut yang ternyata berisi sebuah pesawat terbang kecil yang sudah tidak terpakai. Dengan sedikit perbaikan dari peralatan yang ia bawa, pesawat itu pun bisa terbang seperti baru. Tak lupa RPG mencat pesawat itu dan menamakannya "N-157 Storm Hawk Megathrust". RPG pun terbang dan melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Saat penerbangannya, RPG melihat sekumpulan robot-robot Jeremy yang sedang menyerang sebuah desa terpencil. Desa tersebut bernama Desa Moshuka. Ia melihat orang-orang desa tersebut diserang oleh robot-robot yang ternyata buatan Doctor Jeremy. Tidak tinggal diam, RPG mencoba mendaratkan pesawatnya tetapi karena tempat tersebut sangat terpencil dan tidak memiliki landasan yang memadai, RPG pun terpaksa mendaratkannya dipinggiran sungai, walau terlihat mustahil, RPG berusaha semaksimal mungkin untuk mendaratkannya. Tentu saja, mendaratkan pesawat tersebut tidaklah mudah, pesawatnya hampir menabrak pepohonan. Sayangnya sayap kanan pesawat RPG mengenai sebuah pohon yang menjulang sangat tinggi sehingga hampir patah, tetapi suatu hal yang ajaib pun terjadi. Tiba-tiba pesawat RPG bergerak sendiri. "Apa yang..... Aku tidak bisa mengemudikan pesawat ini, kemudinya macet. Ini gawat," Kata RPG. Setelah menghadapi situasi yang menegangkan, ia pun mendarat dengan selamat. "Apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawatku?" Gumam RPG. "Ah baiklah aku tidak peduli apa yang sebenarnya terjadi, aku harus segera menuju desa tersebut," Tekad RPG. Ia pun berlari menuju desa tersebut.


Sesampainya disana....

__ADS_1


Pembangunan desa pun selesai pada sore hari, kepala desa pun menyuruh RPG untuk menginap didesa itu sebagai tanda terima kasih. RPG senang dan berterima kasih kepada kepala desa itu. RPG pun berjalan-jalan sebentar keliling desa tersebut untuk mencari hawa segar. Tak lama kemudian, terdengar suara minta tolong dari dalam hutan. RPG pun langsung bergegas mencari suara tersebut. Ia melihat seseorang yang diserang oleh robot-robot Jeremy. Tak perlu waktu lama, robot-robot itu pun berhasil dikalahkan oleh RPG. Orang yang diselamatkan RPG ternyata seorang gadis yang seumuran dengan RPG. "Kau baik-baik saja?" Tanya RPG. "Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah menyelamatkanku, hampir saja aku tertembak oleh robot-robot itu, ngomong-ngomong siapa namamu?" Tanya gadis itu. "Namaku RPG, bagaimana denganmu?" Tanya RPG "Namaku Olivia Mizuki Haruko, panggil saja aku Olivia," kata gadis itu. "Dimana tempat tinggalmu, Olivia?" Tanya RPG. "Di sebuah desa yang tak jauh dari sini," kata Olivia. "Itu desamu?" kata RPG. "Aku tahu, desaku diserang oleh seorang professor jahat bernama Doctor Jeremy. Aku langsung melarikan diri ke hutan. Aku dengar seseorang menyelamatkan semua orang didesa ini. Apa itu kau?" Tanya Olivia lagi. "Ya itu aku, aku tidak bisa tinggal diam melihat semua orang menderita oleh penyerangan tersebut, jadi aku membantu mereka melawan Doctor Jeremy dan pasukan robotnya dan berhasil mengambil dua lagi dari 8 Viridian Stone," Jelas RPG. "Terima kasih banyak RPG, kau telah berbuat banyak hari ini," kata Olivia. Semenjak kejadian itu, Olivia diam-diam menyimpan perasaan cinta kepada RPG. Esok harinya, RPG bersiap untuk kembali ke markas Freedom Fighters untuk menyimpan Viridian Stone yang ia dapatkan lagi dari pertarungan sengit di desa itu. "Apa kau akan pergi?" Tanya Olivia sedih. "Aku harus mengembalikan batu ini ke markas Freedom Fighters, tapi terima kasih karena telah memperbolehkanku menginap di rumahmu kemarin," sahut RPG. "Apa pendapatmu jika aku ikut denganmu dan membantumu dalam mencari Viridian Stone tersebut?" Tanya Olivia penuh harap. "Hmm... Baiklah, aku memang sedang sangat membutuhkan seorang teman. Kau boleh ikut," sahut RPG. Olivia pun senang. RPG akhirnya mengajak Olivia untuk menemaninya selama pencarian 5 Viridian Stone yang masih ada ditangan Doctor Jeremy. Dibalik pepohonan, suatu siluet sedang mengawasi gerak-gerik RPG. "Jadi orang itu yang bernama RPG huh? Baiklah.... Tunggu pembalasanku, akan kuhancurkan kau karena sudah mengambil Olivia dariku. Tunggu saja!" kata siluet misterius itu. RPG dan Olivia akhirnya kembali ke markas Freedom Fighters menggunakan pesawat terbang milik RPG dan bersiap untuk petualangan dan tantangan yang akan mereka berdua hadapi.


THE END

__ADS_1


__ADS_2