
Rocket yang mereka tumpangi pun sudah mencapai batas atmosfer Bumi dan mencapai luar angkasa. "Sekarang kita harus mencari stasiun luar angkasa milik Jeremy!" Kata RPG. "Tapi luar angkasa sangat luas, kita tidak akan bisa menemukannya." Sanggah Akimura. "Olivia? Ada apa denganmu?" Tanya RPG. "Aku bisa merasakan keberadaan stasiun itu!" Kata Olivia. "Belok kanan RPG!" kata Olivia. "Baiklah, ayo!" Kata RPG. "Itu dia stasiunnya!" Kata Akimura. "Jadi inikah stasiun luar angkasa tempat dimana Jeremy melancarkan semua rencana jahatnya?" Kata RPG. "Baiklah, apa yang kita tunggu ayo masuk kedalam!" Kata Shirata. Mereka pun akhirnya berhasil masuk ke stasiun luar angkasa milik Jeremy. "Ayo kita merebut semua Viridian Stone itu dari Jeremy dan menyelamatkan dunia," kata RPG. "Hey tunggu aku!" Kata Olivia. "Apa yang kau lakukan? Kau juga membawa Storm Walker juga?" Tanya Akimura. "Ya, mari kita jalankan rencananya! Semuanya berkumpul!" Kata Olivia. "Jadi apa rencananya?" Kata RPG. "Didalam sini, banyak terdapat jebakan dan banyak terdapat sistem pertahanan, jadi aku membawa ini! Untuk berjaga-jaga!" Kata Olivia. "Apa itu Viridian Stone?" Kata RPG. "Ini Viridian Stone palsu yang aku buat sendiri saat meneliti inti kekuatan Viridian Stone. Ini memiliki panjang gelombang dan sifat yang sama, tetapi lebih lemah dari Viridian Stone yang asli. RPG, kau memegang batu palsu ini dan aku akan menerobos sistem pertahanan milik Jeremy dan menonaktifkannya!" Kata Olivia. "Setelah aku berhasil mematikan sistem pertahanan stasiun ini, kau masuk ke ruang panel kontrol dan masukkan Viridian Stone palsu yang kuberikan kedalam tempat batu itu sebagai konfirmasi kata sandi dan menonaktifkan senjata mematikan stasiun luar angkasa ini yang bernama "Meteor Cannon"! Kau bisa mengatasi ini?" Tanya Olivia. "Kita semua bekerja sama, Akimura dan Shirata, kalian ikut mendampingi Olivia dan menjaganya jika ada masalah. Aku akan masuk keruang panel kontrol untuk mematikan mesin penghancur planet!" Jelas RPG. Mereka semua setuju lalu mulai berpencar untuk menyelamatkan dunia.
Olivia memulai aksinya duluan didampingi penguasa kerajaan Mizukumo, mereka menerobos penjagaan robot-robot Jeremy, menembak laser dengan Storm Walkernya, sementara itu, RPG berjuang sendiri untuk mencari ruang panel kontrol. "Tsk.... Sekarang aku serahkan kepada kalian semua Olivia, Akimura, Shirata. Aku percaya pada kalian semua untuk mematikan perisai pelindung panel kontrol ini. Aku tidak bisa menghancurkannya, karena perisainya terlalu kuat!" Kata RPG dalam hati. Ia pun berusaha memanggil mereka lewat walkie talkienya. "Hey Olivia, kau menemukan sistem pertahanannya?" Kata RPG. "Sebentar lagi RPG," kata Olivia. Setelah beberapa lama, akhirnya sistem pertahanan berhasil dimatikan oleh Tim Olivia. "Ok RPG, sistemnya sudah dihancurkan, perisainya seharusnya sudah hancur, sekarang masukkan batu bzzzzz..... palsu itu ke tempat bzzzzz...... kata sandi dan mengambil alih bzzzzzz....... semua stasiun dan kita akan...... Bzzzzzz......Bzzzzz" Sinyal Olivia pun mulai terganggu. "Olivia aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan! Apa yang terjadi disana?" Kata RPG. "Aku...... Bzzzz RPG....... Bzzzzz Tolong..... Bzzzzzz......." sinyal pun mulai terputus. "Olivia apa yang terjadi disana, jawab!" Kata RPG panik. "RPG ini Akimura, Olivia..... Kau harus datang keruang kontrol inti stasiun ini, Olivia diculik oleh Olimphia!" Kata Akimura panik. "Bagaimana bisa Olimphia ada disana?" Kata RPG. "Ia tiba-tiba menghadang jalan kami dan menangkap Olivia!" Tambah Shirata. "Baiklah, kalian berdua cepat pergi keruang inti dan melihat keadaan, aku akan menyusul!" Kata RPG.
Beberapa saat kemudian, RPG tiba diruang inti Azure Arcadia. Jeremy, Xicko, Olimphia, Akimura, dan Shirata ternyata sudah menunggu kedatangan RPG. "Mari kita selesaikan urusan ini RPG. Serahkan batu terakhir itu padaku atau Olivia akan mati. "Jangan serahkan batu itu RPG!" Kata Shirata. "Hmph.... Kau benar-benar berubah menjadi penjahat besar Jeremy." Kata RPG. "Masuk kedalam kapsul itu dan taruh batu itu secara perlahan dan tidak ada yang terluka!" Kata Jeremy. "Baiklah!" Kata RPG. Ia mengira bahwa batu palsu itu bisa menipu Jeremy, tetapi setelah masuk kedalam kapsul untuk memberikan batu palsunya itu, tiba-tiba.....
"Muahahaha, kau pikir kau bisa menipuku dengan batu palsu itu RPG?" Kata Jeremy. Ia pun mengunci RPG kedalam kapsul dan ternyata hanya sebuah jebakan. "Tapi..... Bagaimana kau bisa tahu bahwa itu palsu?" Kata Shirata. "Hmph... Karena kau baru saja memberitahuku, gadis pintar!" Kata Jeremy sambil mengejek. "Sekarang untuk perjalanan kecilmu RPG, aku akan meluncurkan kapsul ini dan membuangmu ke luar angkasa dan dengan waktu yang telah ditentukan, kapsul yang kau tumpangi akan meledak dan kau akan tiada untuk selamanya. BAM! MUAHAHAHA!!!" kata Jeremy. Saat itu, RPG tahu bahwa ia akan mati maka.... ia pun meninggalkan pesan untuk teman-temannya serta kepada orang yang sangat dicintainya. "Aku mengandalkanmu Akimura, Shirata untuk menyelamatkan alam, serta dunia. Dan Olivia.... Jaga dirimu baik-baik ya," Kata RPG. "Selamat tinggal RPG!" Kata Jeremy. KLIK! Jeremy menekan tombol untuk meluncurkan kapsul untuk membuang RPG keluar angkasa dan meledakkannya. Kapsul berhasul diluncurkan dan dijadwalkan akan meledak saat mendekati atmosfer Bumi. Didalam kapsul RPG berpikir untuk menyelamatkan diri. "Aku bisa saja mengirim diriku kembali ke Stasiun Jeremy dengan Inferno Pulseku, tetapi aku tidak cukup kuat melakukannya untuk jarak sejauh itu, mungkin aku bisa menggunakan batu palsu ini untuk membantuku melakukan teleportasi, tapi itu tidak mungkin, karena untuk melakukan teleportasi ketempat yang jauh karena memerlukan Viridian stone asli!" Kata RPG dalam hati. Ia pun mencoba mengingat kata kata Olivia tentang batu palsu itu. "Ini Viridian Stone palsu yang aku buat sendiri saat meneliti inti kekuatan Viridian Stone. Ini memiliki panjang gelombang dan sifat yang sama, tetapi lebih lemah dari Viridian Stone yang asli" "Hah! Itu dia! baiklah akan kucoba," Kata RPG. Ia pun berdoa kepada Tuhan dan berharap agar dirinya selamat, ia mencoba fokus untuk melakukan Inferno Pulse. Saat hampir tiba dekat atmosfer Bumi, tanpa pikir panjang, RPG melakukan Inferno Pulse dengan batu palsu yang diberikan oleh Olivia. "INFERNO PULSE!!!!" teriak RPG keras. KABOOOM!!!! Kapsul pun meledak, tetapi keajaiban terjadi, RPG berhasil melakukan Inferno Pulse sebelum kapsul meledak dan tiba didekat Meteor Cannon. "Fiuh, aku masih hidup? Baiklah jika aku tidak bisa mencapai panel kontrol untuk mematikan senjata mematikan itu, aku akan menghancurkan Meteor Cannon secara manual dengan Tornado Destruction ku.
Sementara itu diruang kontrol inti....
__ADS_1
"Sekarang kita punya urusan yang belum kita laksanakan! Kalau kau memberiku batu terakhir yang asli aku akan melepaskan kalian semua, kau bisa pegang janjiku!" Sahut Jeremy. "Kau...... Apa yang kau lakukan terhadap teman kami?" Kata Akimura. "RPG..... Grrrrrr, kau akan membayar atas perbuatanmu, Doctor Jeremy!" Kata Olivia sambil meneteskan air mata. Mereka tidak tahu kalau teman mereka masih hidup. "Kalian masih tidak mau menyerah ya, baiklah! Xicko, Olimphia, hancurkan mereka bertiga!" Kata Jeremy. "Baik tuan!" Kata Xicko dan Olimphia. Pertarungan antara Olivia, Akimura, Shirata melawan Xicko dan Olimphia akhirnya tak dapat terhindarkan, satu demi satu serangan dilancarkan oleh mereka. Saat pertempuran berlangsung, Jeremy melihat penyusup dari radarnya sedang menuju kearah Meteor Cannon. "Xicko, cepat pergi kearah jalur Meteor Cannon dan temukan penyusup itu! Biar aku yang membantu Olimphia melawan mereka bertiga!" Perintah Jeremy. "Baik Tuan!" Kata Xicko. Xicko pun meninggalkan pertempuran. Beberapa lama Olimphia pun mulai kelelahan sehingga ia pun kalah dan meninggalkan pertempuran juga. "Hah! Kita berhasil kawan-kawan!" Kata Olivia. "Hmph.... Ini belum berakhir gadis bodoh, aku akan menghancurkanmu sama seperti temanmu RPG!" Kata Jeremy. "Olivia apa yang akan kau lakukan?" Kata Shirata. "Aku tahu kalian juga kelelahan. Pergi dari sini dan turun kebumi, aku akan melawan Jeremy sendirian!" Kata Olivia. "Tapi itu terlalu berbahaya!" Kata Akimura. "RPG pernah berkata kepadaku untuk pantang menyerah dan tetap tegar menghadapi segala situasi, jadi serahkan ini padaku. FLOWER PULSE!!!". kata Olivia. "OLIVIA, JANGAN! KITA TIDAK MAU KAU TERLUKA DENGAN MELAWAN JEREMY SENDIRIAN!!" kata mereka berdua. Olivia mengirim Akimura dan Shirata kembali ke bumi dengan menggunakan kekuatan Flower Pulsenya yang mirip dengan Inferno Pulse milik RPG. "Maaf teman-teman tapi ini demi kebaikan kalian." Kata Olivia. "Sudah cukup bicaranya! Mari kita selesaikan ini!" Kata Jeremy. "Aku tidak takut, kau harus percaya diri!" Kata Olivia dalam hati. Jeremy mengeluarkan J-089 Battle Walker yang mirip dengan Storm Hawk Walker milik RPG dan Olivia sehingga pertarungan antara battle walker melawan battle walker pun dimulai.
Sementara itu, didekat lokasi Meteor Cannon.....
"Baiklah, aku hanya berjalan lurus dan menggunakan Inferno Pulseku untuk mencapai Meteor Cannon dan langsung menghancurkannya" kata RPG. Tetapi Xicko juga sudah sampai ditempat inti Meteor Cannon dan ia mengetahui rencana RPG, ia pun langsung menghadang RPG. "Kau tidak pernah lelah untuk mengejutkanku RPG, aku pikir kapsul yang kau tumpangi sudah meledak!" Kata Xicko. "Kau tahu apa yang bisa aku katakan? Aku akan meledakkan Meteor Cannon tidak penting bagaimanapun caranya supaya alam dan bumi bisa selamat!" Kata RPG. "Apa itu Viridian Stone? Tapi.... Tidak mungkin kau bisa menggunakan Inferno Pulse dengan menggunakan Viridian Stone palsu!" Kata Xicko. "Jadi, siapa kau sebenarnya?" Kata Xicko lagi. "Apa yang kau lihat adalah aku, RPG of the Starlight!" Kata RPG. "Hmph.... Baiklah! Tapi kau tahu? Aku tidak akan membiarkanmu hidup! Petualangan mu disini akan segera berakhir!" Kata Xicko. "Baiklah kita buktikan siapa yang tercepat!" Kata RPG. "Baiklah, RPG, jika kau menang maka aku akan membiarkanmu hidup, tapi jika aku yang menang, aku akan menghancurkanmu!" Kata Xicko.
Balapan antara RPG dan Xicko dimulai, sambil berlari, mereka saling melontarkan serangan. "Baiklah Xicko, mari kita akhiri ini!" Kata RPG. "Sebelum ini berakhir aku akan menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya!" Kata Xicko. "Red True Chaotic Halberd!" Kata Xicko. "Tornado Barrage!" Kata RPG. Mereka berdua saling menyerang dan belum terlihat ada yang kalah, mereka terus bertarung dan bertarung sampai.....
Sementara itu diruang kontrol inti....
__ADS_1
"Huff.... Huff, kau kalah Jeremy!" Kata Olivia. "Tidak secepat itu! Olimphia tangkap!!!" Kata Jeremy. "Viridian Stone aslinya!" Kata Olivia. "Kau menjatuhkannya saat bertarung dengan tuanku dasar gadis bodoh, selamat tinggal!" Kata Olimphia. "Tidak!!!" Kata Olivia. "Olimphia, cepat ketempat kontrol Meteor Cannon dan taruh Viridian Stone terakhir itu!" Kata Jeremy. "Baik tuan!" Kata Olimphia. Ia pun berhasil mengaktifkan Meteor Cannonnya, tetapi RPG sudah siap disana sebelum meriam Meteor Cannon menembakkan lasernya ke bumi dan menghancurkannya. "Sekarang aku hanya memasukkan batu terakhir ini kedalam panel Meteor Cannon!" Kata Olimphia. Ia pun menekan tombol dan Meteor Cannon bersiap untuk menembakkan lasernya kebumi, tetapi.....
"Ini dia! MASSIVE TORNADO DESTRUCTION!!!" Kata RPG. KABOOOM!!! Ia merusak ujung sistem navigasi sehingga Meteor Cannon mengalami malfungsi. "TIDAK, BAGAIMANA INI BISA TERJADI???" kata Jeremy. "batu-batunya! Panel kontrolnya meledak juga!" Kata Olimphia. Viridian Stone tersebar dan melayang-layang diangkasa, tetapi RPG dengan sigap menangkap kedelapan Viridian Stone dan mengirimnya kembali ke bumi. "Kali ini kau menang Olivia, tetapi selanjutnya kau tidak akan beruntung, Olimphia, saatnya mundur dan kembali ke tempat rahasia kita!" Kata Jeremy melalui walkie talkienya. "Baik Tuan!" Kata Olimphia. "Selamat tinggal pecundang, muahahaha!" Kata Jeremy seraya meninggalkan Olivia.
Sekarang ia pun sendirian diruang kontrol inti. "Meteor Cannon meledak dan mengalami malfungsi? Tapi... Bagaimana bisa? Siapa yang meledakkannya?" Kata Olivia dalam hati. "RPG.... Andai kau masih hidup!" Kata Olivia sambil menitikan air mata.
Sementara itu....
"Baiklah Meteor Cannon sudah kuhancurkan, waktunya kembali menemui Olivia. INFERNO PULSE!!!" Kata RPG. Saat Olivia masih merenung, tiba-tiba RPG muncul dihadapannya. "Kerja bagus Olivia, aku bangga padamu!" Kata RPG. "RPG? Kaukah itu? Tapi... Tapi... Bagaimana... Kau masih hidup!!!" Kata Olivia. "Ssstt... Tenanglah aku baik-baik saja." Kata RPG. Olivia pun langsung memeluk RPG dengan erat. "Jangan meninggalkanku lagi RPG!" Kata Olivia sambil menangis. "Tenang-tenang, hey tersenyumlah Olivia." Kata RPG lembut. Ia pun menghapus air mata Olivia. "Ayo kita kembali lagi kebumi dan menemui Akimura dan Shirata." Kata RPG. "Baiklah!" Kata Olivia. Mereka berdua pun kembali ke kerajaan Mizukumo dengan menggunakan rocket yang mereka tumpangi tadi.
__ADS_1
8 Viridian Stone sudah tersimpan dan aman setidaknya untuk sementara waktu.
The End