
"Tsk.... cuacanya buruk, apa kau yakin bisa menerbangkan pesawat ini dengan baik ditengah badai seperti ini?" Tanya RPG. "Aku tidak yakin, sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain selain menembus badai!" Kata Olivia. "Hati-hati!" Kata RPG. "Percayakan ini padaku!" Kata Olivia. Sayangnya ditengah perjalanan, pesawat yang mereka tumpangi tersambar petir. "Argh!! Sayap kiri tersambar petir, kita akan jatuh!!!" Kata Olivia. "Tetap tenang dalam segala situasi Olivia. Apa kau bisa mendaratkan pesawat ini perlahan-lahan?" Kata RPG. "Sepertinya aku bisa, akan kucoba!" Sahut Olivia. "Lihat, itu kerajaan Mizukumo!" Kata RPG. "Ok aku akan mendaratkan kita, tapi ini akan sedikit berguncang, pegangan yang erat RPG!" Kata Olivia. Pesawat mereka pun terguncang hebat, sayap kiri pesawat telah rusak, Olivia berusaha untuk mendaratkan pesawat semampunya, tetapi..... "Argh! Kita akan jatuh!" Kata Olivia. "Didepan kita ada jurang! Rem Olivia, rem!!!" Kata RPG. "Tidak bisa! remnya rusak, tidak ada yang bisa kita lakukan!" Kata Olivia. "Ok baiklah, pegang tanganku Olivia!" Kata RPG. "A... Apa yang akan kau lakukan???" Kata Olivia. "Percaya padaku saja, pegang tanganku!" Kata RPG. Olivia pun menurut. "INFERNO PULSE!!!" Kata RPG. KABOOOM!!!. Pesawat mereka pun terjatuh, tetapi untungnya RPG menggunakan kekuatan teleportasinya untuk menyelamatkan diri sendiri dan Olivia sebelum pesawat jatuh dan menabrak tebing curam lalu meledak. "Kau menyelamatkan kita, te... terima kasih RPG." kata Olivia. Olivia pun memeluk RPG sebagai tanda kasih sayang dan terima kasih. "Kita mendarat sedikit jauh dari kerajaan Mizukumo jadi sepertinya kita harus jalan kaki dan mungkin harus mencari tempat berteduh sebentar karena ini masih hujan." Kata RPG. "Baiklah!" Kata Olivia.
Mereka pun berjalan sangat jauh untuk mencapai kastil Kerajaan Mizukumo, sayang hujan semakin deras dan akhirnya mereka pun memutuskan mencari tempat untuk berteduh. "Aduh, hujannya semakin deras, kita harus mencari tempat untuk berteduh dulu." Kata RPG. Karena hujan deras, Olivia pun mulai merasa sakit dan kedinginan. "Dimana tempat yang cocok untuk berteduh, disini hanya ada rumput-rumput dan tidak ada satu pun pohon di sekitar sini. Olivia? Kau baik-baik saja? Kau kelihatannya sakit." Kata RPG. "A... Aku baik-baik saja. Aku ha... hanya se... sedikit kedinginan." Kata Olivia. "Coba kuperiksa! Kau benar-benar sakit. Badanmu panas sekali dan tubuhmu menggigil! Kau yakin baik-baik saja?" Kata RPG. "Aku..... hanya..... Hhhhh" kata Olivia. Olivia pun pingsan karena tidak sanggup melanjutkan perjalanan yang jauh sambil menembus hujan deras. "O... OLIVIA!!!" Kata RPG. RPG pun mengangkat Olivia dan menggendong di pundaknya dan berusaha mencari pertolongan tetapi tidak ada satu pun orang yang lewat karena daerah tempat mereka mendarat dan jatuh jauh dari area penduduk kerajaan. "Sial, tempat ini benar-benar sepi. Tubuh Olivia semakin panas, aku harus cepat mencari tempat berteduh dan menyembuhkan Olivia tidak peduli seberapapun bahayanya!" Tekad RPG. "LIGHTNING... FLASH". Kata RPG. Ia pun berlari dengan sangat cepat sambil menggendong Olivia. RPG berlari menembus hujan, melewati lembah, sungai, padang rumput, dan hutan demi mencari tempat berteduh dan menyembuhkan Olivia, sampai....
"Huff, huff... Tsk! Ayolah, dimana tempat berteduh itu?" Kata RPG. Saat ia mulai putus asa, RPG melihat sebuah gua dari kejauhan. "Akhirnya! Ada tempat yang cocok untuk berteduh dari badai hebat ini!" Kata RPG. Sesampainya di gua, RPG membaringkan Olivia dan segera untuk membuat api unggun. "Huhhh.... Akhirnya! Hujannya lebat sekali." Kata RPG. Ia pun segera berusaha untuk menyembuhkan Olivia sebisa mungkin. Kerja keras RPG pun akhirnya membuahkan hasil. Keadaan Olivia pun membaik, suhu tubuhnya mulai menurun, dan ia pun tersadar kembali. "Di... Dimana aku." Tanya Olivia. "Ssstt, tenanglah, kau sudah berada ditempat yang hangat sekarang." Kata RPG. "Apa yang terjadi padaku tadi?" Kata Olivia. "Kau pingsan saat perjalanan tadi, aku berlari dan menggendongmu untuk mencari tempat berteduh yang aman sampai akhirnya aku menemukan gua ini dan mengobatimu." Jelas RPG. Mendengar penjelasan RPG, Olivia pun merasa senang sambil mengeluarkan air mata karena mendengar pengorbanan RPG yang tidak kenal takut hanya untuk menolong dirinya. "Hey kenapa menangis?" Kata RPG. "Tidak apa-apa." Kata Olivia. "Hey, tersenyumlah Olivia. Hanya itu yang aku butuhkan sekarang. Tidak perlu menangis." Jelas RPG. Olivia pun menghapus air matanya dan langsung memeluk RPG dengan erat. "Terima Kasih sekali lagi telah menyelamatkan nyawaku, RPG." Kata Olivia. "T..tidak masalah... Olivia.... Kau memelukku..... T....terlalu erat! Aku tidak... Bisa bernafas!" Jawab RPG. "Oh... M...maafkan aku!" Kata Ollivia sambil tersipu malu. "Sekarang kita hanya menunggu digua ini sampai badai reda dan melanjutkan perjalanan kita menuju kastil Mizukumo." Kata RPG. "Oke!" Sahut Olivia sambil tersenyum. Mereka berdua pun akhirnya menunggu digua tersebut sampai badai reda.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya badai pun berhenti. RPG dan Olivia pun pergi meninggalkan gua yag dijadikan tempat mereka berteduh tadi. "Sepertinya badai sudah selesai, ayo kita lanjutkan perjalanan kita, menuju kerajaan Mizukumo dan meminta bantuan dari Ratu Shirata dan Raja Akimura dalam bertarung melawan pasukan Doctor Jeremy!" Kata RPG. "Baiklah, ayo." Sahut Olivia. Setelah berjalan kaki cukup lama tibalah mereka didepan kasti kerajaan Mizukumo. "Hey, bukankah kalian berdua menyelamatkan kami dari serangan Doctor Jeremy waktu itu?" Tanya penjaga kerajaan. "Ya, benar." Kata Olivia. "Ini kehormatanku untuk menyambut kalian semua." Kata sang penjaga. "Ohhh, tidak perlu repot-repot. Ngomong-ngomong, kami ingin bertemu Ratu Shirata dan Raja Akimura. Kau tahu dimana mereka?" Tanya RPG. "Ohhh, lewat sini tuan RPG." Kata sang penjaga sambil menunjukkan jalan. "Panggil saja aku RPG. Terima kasih dan ngomong-ngomong siapa namamu?" Tanya RPG. "Namaku Yasora Takayoshi, kau bisa memanggilku Yasora." Kata sang penjaga. "Ohh, baiklah Yasora, tunjukkan jalan menuju penguasa kastil ini." Kata Olivia. "Baiklah!" Kata Yasora. Sesampainya disinggasana.....
__ADS_1
"Ada apa Yasora? Apa yang membuatmu kemari?" Kata Raja Akimura. "Dua orang temanmu ingin bertemu dengan kalian, Yang Mulia." Kata Yasora hormat. "Dua orang teman? Baiklah suruh mereka masuk." Kata Ratu Shirata. "Baik yang mulia." Kata Yasora. Setelah itu, Yasora menyuruh RPG dan Olivia untuk masuk ke singgasana Ratu Shirata dan Raja Akimura. "Wah, wah, wah lihat siapa yang datang. RPG dan Olivia! Apa yang kalian inginkan?" Tanya mereka. "Dengar, kita punya masalah serius! Doctor Jeremy menyerang markas kami kemarin malam dan berhasil mencuri tiga dari empat Viridian Stone yang berhasil kuambil dari Doctor Jeremy tapi aku berhasil menyimpan Viridian Stone yang terakhir. Untuk saat ini kita aman selama Doctor Jeremy tidak mempunyai kedelapan batu itu." Jelas RPG. "Memangnya apa yang akan dilakukan Jeremy jika seandainya ia berhasil merebut semua Viridian Stone itu?" Tanya Ratu Shirata. "Ia akan menggunakan Viridian Stone tersebut untuk menghancurkan planet kita dan membangun kerajaannya sendiri dan kita akan menjadi budaknya." Tambah Olivia. "Bukankah kalian berdua sudah cukup kuat mengalahkan pasukan robot Jeremy?" Tanya Akimura. "Ya itu masalahnya! Jeremy menciptakan 2 pasukan baru dan itu sangat berbahaya!" Kata RPG. "Apa mereka robot juga?" Tanya Raja Akimura. "Tidak, mereka bukan robot! Mereka adalah makhluk yang diciptakan Jeremy dan berpenampilan sama seperti kita!" Jelas RPG. "Ini masalah serius! Kita harus membuat rencana untuk mencegah Jeremy menghancurkan dunia!" Kata Olivia. "Tapi bagaimana?" Tanya Ratu. "Kurasa aku tahu caranya." Kata RPG.
Mereka pun berunding dan mencari solusi untuk masalah yang mereka hadapi. Malam harinya mereka sudah selesai berunding. "Jadi itu rencananya. Kita akan menyusup ke markas rahasia Jeremy lainnya." Kata RPG. "Tapi dimana?" Kata Olivia. "Seperti kata Akimura tempat rahasia Jeremy lainnya disebuah Piramid di Gurun Gakure Momotzu. Disana kita akan menyelinap dan mengambil..." Kata RPG. Sebelum RPG bisa menyelesaikan kalimatnya, mereka mendengar suara keributan dari luar kastil. "Sebentar, kalian dengar itu?" Tanya Olivia. "Ada ribut-ribut apa diluar sana?" Tanya Akimura. "Ayo kita periksa!" Kata RPG.
Diluar istana....
Pagipun tiba, mereka pun bersiap-siap untuk pergi. "Tunggu sebentar, kita tidak mempunyai kendaraan apapun untuk pergi kesana." Jelas RPG. "Tenang saja, ayo ikut kami." Kata Ratu dan Raja. Mereka pun pergi ke hangar rahasia kerajaan yang terdapat dibawah kastil. "Hey RPG, lihat! Bukankah itu pesawat kita?" Kata Olivia. "Kau benar! Akimura, Shirata darimana kalian dapatkan pesawat kami? bukankah sudah...." Kata RPG. "Jatuh? Dan meledak? Tenang saja. Kami melihat kalian diatas udara dengan radar kami dan mendapatkan informasi kalian jatuh ditempat bernama "Phantasmal Jungle" jadi setelah kalian pergi, salah satu penjaga kami mengambil puing-puing pesawat kalian dan menaruhnya kedalam ruangan yang disebut "Regeneration Chamber" dan dalam sekejap, pesawat kalian sudah terlihat seperti baru lagi." Jelas mereka. "Ohhh baiklah, kalian sangat baik. Ngomong-ngomong ayo kita segera ke gurun. Olivia ubah pesawat itu kedalam mode mobil." Perintah RPG. "Baiklah" kata Olivia. Ia pun merubah pesawat menjadi mode mobil dan mengajak Ratu Shirata dan Raja Akimura untuk naik kedalam mobil itu dan segera berangkat ke gurun.
__ADS_1
Tibalah mereka didepan berdirinya piramida rahasia Jeremy. "Didalam piramida itu?" Tanya RPG. "Kami melihat Jeremy dan anak buahnya masuk kedalam piramida rahasia itu didalam radar kerajaan kami" kata Raja Akimura. "Kita seharusnya bisa masuk kedalam sana tanpa ketahuan jika kita bergerak cepat." Kata RPG. Sayangnya selang beberapa lama mereka pun ketahuan oleh robot-robot penjaga piramida milik Jeremy. "RPG lihat didepan kita!" Kata Akimura. "Sial, banyak sekali robot dihadapan kita, apa yang harus kita lakukan?" Tanya RPG. "Kurasa aku tahu caranya! Aku akan mengubah pesawat kita menjadi mode battle walker!" Kata Olivia. "Tunggu... Pesawat kita punya mode bertarung?" Tanya RPG kaget. "Kurasa aku lupa memberi tahumu. Pesawat ini mempunyai 3 mode : Mode Pesawat, mode mobil, dan mode battle walker dan sekaranglah waktu yang tepat untuk mengaktifkan mode battle walker. STORM HAWK... BATTLE MODE ENGAGED!" Kata Olivia. "Aku akan menerobos masuk dan menembaki semua robot itu dengan menggunakan mode ini, semuanya ikuti aku!" Kata Olivia. Mereka pun melawan semua robot untuk mencapai pintu masuk piramida Doctor Jeremy, untungnya pesawat RPG dan Olivia mempunyai mode bertarung sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk dapat menghancurkan semua robot dan mencapai pintu masuk. Setelah mereka masuk kedalam piramida...
"Jadi ini yang Doctor Jeremy kerjakan! Ia sekarang berada di stasiun luar angkasa yang sudah lama terbengkalai yang bernama "Azure Arcadia", " kata RPG. "Teman-teman lihat! Itu rocketnya!" Kata Olivia bersemangat. Tetapi sesuatu menghadang mereka. Tepat didepan mereka berdiri makhluk mirip Olivia yang menghadang mereka mencapai stasiun luar angkasa Jeremy. "Tuanku tidak akan membiarkan kalian masuk ke dalam Azure Arcadia, aku disini melihat gerak-gerik kalian dari tadi karena aku diperintah untuk menjaga piramida ini. RPG, kau dan teman-temanmu yang menyedihkan itu tidak akan keluar hidup-hidup dari sini!" Kata Olimphia. "RPG, jadi inilah ciptaan Doctor Jeremy yang kau bilang padaku kemarin. Kau benar ia mirip sepertiku." Bisik Olivia. "Oh ya, kita lihat saja nanti!" Ucap RPG.
Pertarungan sengit lagi antara kebaikan melawan kejahatan pun terjadi lagi. RPG dan teman-temannya harus mengalahkan Olimphia jika mereka ingin dunia selamat. Saat pertarungan sedang berlangsung Olivia lengah. Ia tidak melihat bahwa Olimphia melontarkan serangan "Trap Jail Unleashed" yang akan merangkap lawannya dan membuatnya tidak bisa kemana-mana, untunglah RPG sigap, maka ia pun menggunakan Inferno Pulse nya untuk menyelamatkan Olivia. "OLIVIA AWAS! INFERNO PULSE!!!" teriak RPG. "Arggh! Aku tidak bisa bergerak!!!" Kata RPG karena ia terkena serangan Olimphia demi melindungi Olivia. "Kau sangat jahat, terima ini!" Kata Raja Akimura dan Ratu Shirata. "Ohhh tidak secepat itu, dasar manusia menyedihkan. GREAT JAIL UNLEASHED!!!" teriak Olimphia. "TIDAK!!! TEMAN-TEMAN!" teriak Olivia. "Maaf Olivia, tapi kami terjebak dan tidak bisa bergerak!" Kata RPG. "Muahahaha, teman-temanmu sudah tidak bisa membantumu lagi, apa rencanamu sekarang Olivia?" Tanya Olimphia. "Aku tidak boleh menyerah sekarang! RPG mengajarkanku hal yang penting, yaitu untuk selalu pantang menyerah dan tetap tenang dalam segala situasi!" Kata Olivia dalam hati. "Kau pasti bisa mengalahkannya Olivia!" Teriak RPG. "Ya kami mengandalkanmu!" Teriak kedua penguasa kerajaan Mizukumo. "Terima kasih teman-teman!" Kata Olivia. "Kalahkan Olimphia, aku percaya padamu Olivia." Kata RPG menyemangati. Olivia merasa senang karena selalu ada teman-teman yang menyemangatinya walaupun dalam situasi sulit. Tiba-tiba terjadi suatu keanehan. "Aku...aku.... Argh!!!" Teriak Olivia. RPG, Akimura, dan Shirata terkejut. Mereka melihat sayap putih berkilauan dari tubuh Olivia. "Sayap legenda elang putih? TIDAK MUNGKIN!!!" teriak Olimphia. "Sekarang kau lihat, bukan hanya kau saja yang memiliki sayap. Olivia, tunjukan padanya kekuatanmu yang sebenarnya!" Kata RPG. "BAIK, AKAN KUCOBA!" kata Olivia. Pertarungan sengit antara Olivia dan Olimphia pun dimulai, masing-masing melontarkan serangan diudara. Pertarungan sayap putih melawan sayap hitam. Beberapa lama kemudian, Olimphia pun kewalahan. Olivia berhasil memukul mundur Olimphia. "Kurasa aku terlalu meremehkan kekuatanmu Olivia. Kali ini aku akan membiarkan kau pergi, tetapi lain kali kita bertemu kau tidak akan selamat, selamat tinggal gadis pecundang!" Kata Olimphia sambil terbang jauh dan menghilang dari pandangan. RPG, Akimura, dan Shirata akhirnya bisa bergerak lagi. "Kau melakukannya, kau berhasil Olivia!" Kata RPG bangga sambil memeluknya. "Aku melakukannya dan RPG..... Memelukku?" Kata Olivia. Wajahnya pun memerah lagi. "Wow Olivia kekuatanmu lumayan juga." Kata Raja Akimura. "Baiklah teman-teman ayo segera ambil rocketnya dan terbang ke stasiun luar angkasa Jeremy dan merebut kembali apa yang sudah menjadi milik kita dan memyelamatkan bumi dari kehancuran." Kata RPG. Merekapun akhirnya menaiki rocket dan terbang ke Azure Arcadia dan bersiap menghadapi tantangan yang akan mereka temui.
THE END
__ADS_1