The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
Episode 9: The Mystery of Project Mother (Season 2)


__ADS_3

“Kau mengecewakanku…,” kata Olivia pada algojonya itu. “Maafkan aku atas kelalaianku, Lady Olivia, Master Aries. Itu tidak akan terjadi lagi,” kata algojonya itu. “Kau tahu? Kami memberikan pekerjaan yang sangat mudah bagimu. Kami hanya memintamu untuk menghabisi RPG. Dan kau gagal,” kata Aries. Algojonya pun terdiam. “Sayangku Aries, menurutmu kita apakan dia?” tanya Olivia. “Jangan khawatir, Olivia sayang. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Kita tidak membutuhkan pasukan yang tidak berguna disini. Night Olivia-2!” panggil Aries. “Permintaanmu adalah perintah bagiku, Master Aries!” kata Night Olivia-2. “Habisi dia…,” kata Aries. Algojonya pun terkejut. “Baik, Master Aries!” kata Night Olivia-2. “Tunggu! Master Aries! Aku janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama!” kata algojonya ketakutan. Night Olivia-2 pun langsung menebas kepala dari algojonya itu. Ia lalu membersihkan pedang dari darah algojo tersebut. “Algojo lemah…,” kata Aries dengan tatapan dinginnya. “Kerja bagus, adikku. Kau boleh pergi sekarang,” kata Aries. Night Olivia-2 pun bersujud memberi hormat kepada Aries dan Olivia dan pergi meninggalkan mereka.


Sementara itu…


“Semua sudah disini?” tanya Alicia yang memimpin pertemuan mereka. “Dude! Berhenti makan! Pertemuannya sudah mau dimulai!” kata RPG. “Sheesh! Baik, baik!” kata BGS. “Baiklah, akan kumulai. Olivia-2!” kata Alicia sambil menunjuk Olivia-2. “Ehhh… ya?” tanya Olivia-2. “Kau salah satu The Olivias, kan?” kata Alicia. “Kau pasti tahu apa yang musuh kita rencanakan. RPG mengatakan bahwa Aries dan Olivia menjalankan rencana mereka yang bernama Project Mother. Apa yang kau ketahui tentang Project Mother?” tanya Alicia. “Saat aku masih melayani kakakku, aku biasa menguping pembicaraan mereka diam-diam. Mereka selalu membicarakan tentang kehancuran bumi dan berencana membuat replikanya demi kepentingan mereka berdua. Aku dengar mereka berencana menciptakan makhluk giga super raksasa yang akan menghancurkan bumi dalam sekejap. Mungkin itu ada hubungannya dengan Project Mother,” jelas Olivia-2. “Hmm… menarik…,” kata Alicia. “Bukankah seharusnya kita mencari tahu bagaimana cara menggagalkan rencana mereka?” tanya Rosa. “Hmm… itu tidak mudah. Bagaimana dengan keempat Olivias yang lain? Kau tahu? Olivia-5, Olivia-4, Olivia-3, dan Night Olivia-2?” tanya RPG. “Benar juga,” kata Alicia.

__ADS_1


Disisi lain…


“Dasar bodoh! Kau tidak bisa mengalahkan RPG bahkan dengan menggunakan robot nagamu itu!” kata Illuminator. “Hey! Aku juga tidak tahu ia lincah dan cepat!” kata Scarlet. “Aku dengar kalian membicarakan tentang RPG,” kata suara misterius itu. “Huh? Siapa kau? Tunjukkan dirimu!” kata Illuminator. Night Olivia-2 pun menampakkan diri kepada mereka dengan menggunakan topengnya seperti biasa. “Bergabunglah dengan kami, The Olivias. Kau ingin mengalahkan RPG dan teman-temannya itu kan?” tanya Night Olivia-2. “Heh! Dan apa untungnya bagiku jika kami bergabung denganmu?” tanya Illuminator. Night Olivia-2 pun menunjukkan kekuatannya pada mereka. “HEHEHAHAHAHAHA! Menarik! Baiklah, kami akan bergabung denganmu. “Bagus… ikut denganku,” kata Night Olivia-2.


Sementara itu…

__ADS_1


“Huff… Huff…,” kata Olivia-2. “Apa mereka sudah berhenti mengejar kita?” tanya RPG. “HAHAHAHAHAHA! BERSIAPLAH UNTUK MENEMUI AJALMU!” teriak Scarlet. “Whoa… robot ular! Keren!” kata RPG sambil mengejek Scarlet. “Aku tidak akan membuat kesalahan dua kali! ACTIVATING ULTRA HYPER MODE!” teriak Scarlet. RPG pun langsung berinisiatif menggendong Olivia-2. “Huff… Huff… aku… sudah lelah… Bagaimana bisa kau bisa lari… huff… tanpa… kelelahan…,” kata Olivia-2 sambil terus berlari untuk menghindari serangan Scarlet. Melihat temannya kelelahan, RPG berinisiatif untuk menggendong Olivia-2. “He… Hey! RPG! Apa yang kau lakukan?! Aduh! Pelan-pelan!” kata Olivia-2. “Aku tahu kau tidak memiliki stamina yang cukup, jadi aku gendong saja!” kata RPG. “Dasar kau ini! RPG, Awas!” teriak Olivia-2. RPG dengan lincah menghindari roket dan bom yang dikeluarkan oleh robot milik Scarlet. “HAHAHAHAHA! SMASH! DESTROY!” teriak Scarlet sambil menekan banyak tombol dari kokpit robot itu. Sambil terus berlari, RPG melihat sesuatu yang menyala diantara armor robot itu. “Hehe! Hey Scarlet! Disini!” teriak RPG. “Kena kau! Hey! Apa yang kau lakukan?! JANGAN!” teriak Scarlet. “Selamat tinggal, Scarlet!” kata RPG sambil menjulurkan lidahnya. “GRR! TIDAK! TIDAK! TIDAK! HUAAAAAA! AKAN KUBALAS KAU NANTI, RPG!” teriak Scarlet. Robot ular itu pun meledak. Ledakannya sangat besar hingga menghancurkan salah satu bagian Serenity Utopia. “Uh oh! Tempat ini akan segera runtuh!” kata RPG. “RPG! Sebelah sana!” kata Olivia-2 sambil menunjuk ke arah kapsul darurat. Tempat itu pun akhirnya meledak. Untungnya RPG dan Olivia-2 berhasil kabur dan mendarat di Land of Water dengan selamat.


“Fiuh… Hampir saja,” kata RPG. “Yup. Ayo tunjukkan foto ini ke Alicia dan lainnya,” kata Olivia-2. Sesampainya di Kerajaan Edelweiss, RPG dan Olivia-2 pun menceritakan semuanya ke Alicia dan yang lainnya.


THE END

__ADS_1


__ADS_2