The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
RPG and The Freedom Fighters 6


__ADS_3

"Jadi dengan hancurnya Azure Arcadia dan kita telah merebut kembali semua Viridian Stone, apa ada kemungkinan Jeremy akan kembali menyerang?" Tanya Olivia. "Kemungkinannya sangat besar, selain itu kita harus menghadapi musuh baru kita, Zorg!" Jelas Xicko. "Hmmm.... Kau benar Xicko." Tambah RPG. "Bukankah kalian berdua cukup kuat untuk melawan Zorg? Xicko? Olimphia?" Tanya Raja Akimura. "Tidak, kami belum cukup kuat untuk menyerang Zorg." Jelas Xicko. "Ia benar, dan beberapa hari yang lalu setelah Jeremy mencampakkan kita berdua, Jeremy menyuruh Zorg untuk mengusir kita menggunakan kekuatan "Pyschokinesis pulse"." Tambah Olimphia. "Kekuatan macam apa itu?" Tanya Shirata. "Kekuatan untuk memanipulasi objek fisik hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran!" Kata Xicko. Tiba-tiba terjadi kericuhan diluar istana. "Ahhhhh lari, cepat!!!." "Selamatkan diri kalian!!!" Kata orang-orang yang lari berhamburan. "Ahhhh Robot Jeremy lagi! Semuanya, berpencar!" Kata RPG. "Hancurkan semua robot itu!" Tambah RPG lagi. Mereka pun berpencar dan bekerja sama untuk mengalahkan ribuan robot Doctor Jeremy. "248 DEVIL JAWS UNLEASHED!!!" Kata Olimphia. "INFERNO PULSE!!!" kata Xicko. "Ayo kita gabungkan kekuatan kita Akimura!" Kata Shirata. "Baiklah jika itu maumu!" Kata Akimura. "FIRE CYCLONE!" Kata Shirata. "WATER CYCLONE!" kata Akimura. "Ayo kita gabungkan kekuatan kita!!!" Kata Akimura. "POWER STYLE : GIGANTIC WARRIOR UNLEASHED!!!" Teriak Akimura dan Shirata. Golem raksasa yang dikeluarkan mereka pun menghancurkan robot-robot yang ada dihadapan mereka.


Sementara itu.....


"Olivia gunakan sayap putihmu itu!" Kata RPG. "Aku sedang mencoba tapi mereka terlalu banyak, ahhhhh!!!" Kata Olivia. "Aku akan mencoba membantu!!! MASSIVE TORNADO DESTRUCTION!!!" kata RPG. Semua robot yang ada disekitar RPG pun terlempar. "Bertahanlah Olivia! "RPG Wind!!!" Kata RPG. "Fiuh, terimakasih RPG…!" Kata Olivia. "Argh!!! Masih ada banyak pasukan robot lagi didepan kita!" Kata RPG. "Ayo kita gabungkan kekuatan kita dan hancurkan robot-robot yang ada dihadapan kita dengan satu serangan!!!" Kata Olivia. "Baiklah!" Kata RPG. Olivia segera mengeluarkan sayap putihnya dan mengangkat RPG setinggi-tingginya dan bersiap untuk melakukan serangan gabungan. "Kau siap melakukan ini Olivia?" Kata RPG. "Baiklah aku siap!" Kata Olivia. "EAGLE WINGS MASSIVE TORNADO DASH!!!" teriak mereka berdua. KABOOOM!!!!! Olivia dan RPG menukik kebawah dan menghancurkan semua pasukan robot-robot yang ada dibawah mereka.


Semua robot berhasil dihancurkan oleh anggota Freedom Fighters dan mereka kembali ke titik temu. "Apa semua baik-baik saja?!" Tanya RPG. "Ya!!! Huff.... Huff...." Kata Olimphia kelelahan. "Kami semua baik-baik saja!" Kata Akimura. "Baguslah!" Kata Olivia. "Kita.... Hufff.... Aman untuk sementara waktu!" Kata RPG kelelahan. Tiba-tiba diatas langit terlihat penampakan seperti kapal terbang tempur yang sangat besar. "Ehhhh RPG, apa itu terlihat seperti masalah bagimu?!" Tanya Akimura. "Apa yang..... Kapal terbang tempur siapa itu?!" Kata RPG. "Itu kapal milik Doctor Jeremy!" Jelas Xicko. Olivia sangat ketakutan sampai ia memegang tangan RPG dengan erat. "Aku takut sekali RPG, dengan kapal tempur sebesar itu, ia tidak akan terkalahkan." Kata Olivia gemetar. RPG hanya terdiam. Tiba-tiba, Jeremy muncul dan turun dari kapal tempur itu. "Muahahahaha! Kau tidak pernah berhenti untuk mengejutkanku RPG. Dan kalian berdua!!! Xicko dan Olimphia!!! Kalian masih hidup pengkhianat?!" Kata Jeremy. "Siapa yang kau panggil "pengkhianat" PENGKHIANAT!!!" bentak Xicko. "Ya kaulah pengkhianat dan penjahat yang sebenarnya! Kami sudah muak dengan permainanmu Jeremy!!!" Kata Olimphia. "Hmph.... Baiklah lagi pula aku tidak membutuhkan kalian berdua lagi!" Kata Jeremy. "Apa yang kau inginkan kali ini, Jeremy? Mengapa kau menyerang kerajaan dan rakyatku?!" Kata Akimura. "ZORG!!! KELUARLAH!!!" Teriak Jeremy. "Apa kau memanggilku? Tuan Jeremy." Kata Zorg. "Seperti yang kalian lihat, makhluk ciptaanku, Zorg adalah ciptaan terhebatku! Dengan kekuatan dari batu ini, aku dan Zorg akan dengan mudahnya menguasai dunia. Robot-robot yang aku kirim untuk menyerang kerajaan ini sudah ditingkatkan dengan kekuatan Indigo Diamond ini sebagai demonstrasi awal betapa kuatnya berlian itu! Tapi aku terkesan dengan kerja sama tim kalian." Kata Jeremy. "Pantas saja robot-robot itu sulit dihancurkan." Gumam Shirata. "Baiklah aku akan pergi meninggalkan kalian, ayo Zorg!!! Selamat tinggal pecundang muahahaha!!!" Kata Jeremy. Ia pun masuk ke dalam kapal terbang tempurnya itu dan terbang menjauhi dari Kerajaan Mizukumo. "Oh tidak, ini buruk! apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Kata Olimphia. "Kita akan membicarakannya besok, sekarang kita istirahat karena ini sudah larut malam!" Perintah Akimura. "Baiklah." Kata Olimphia.


Mereka pun masuk keruangan tidur masing-masing untuk beristirahat sejenak. Sementara itu diruang tidur RPG...


"Apa yang kau khawatirkan RPG?" tanya Olivia lembut. "Aku tidak bisa tidur! Aku terus memikirkan bagaimana nasib alam sekitar jika Jeremy terus kembali dan menyerang?!" Kata RPG. "Apapun yang terjadi kita bisa melalui ini bersama ingat?" Jelas Olivia. "Mungkin..... Mungkin kau ada benarnya juga Olivia." Kata RPG sambil tersenyum. "Jangan khawatir, aku akan selalu disampingmu!" Kata Olivia. "Terimakasih, Olivia." Kata RPG.


Keesokan harinya...


"RPG semua sudah siap, ayo kita kejar kapal terbang tempur milik Jeremy!" Kata Olivia semangat. "Ohh baiklah." Kata RPG. "Hati-hati kalian berdua, pulanglah dengan selamat." Kata Akimura. "Semoga Tuhan selalu membimbing kalian berdua." Kata Xicko. "Terimakasih teman-teman." Kata RPG. Pesawat mereka pun akhirnya lepas landas dan terbang menuju kapal tempur milik Jeremy. "Jadi RPG, bagaimana pemandangan diatas sini?" Tanya Olivia. "Yaaa cukup menarik." Kata RPG. "Oh ya menurut radar, kita sudah dekat dengan kapal terbang tempur milik Jeremy. Kau siap untuk ini Olivia?" Tanya RPG. "Aku siap jika kau siap RPG." kata Olivia. Sayangnya mereka tidak menyadari bahwa Jeremy sudah mengetahui bahwa RPG dan Olivia membuntutinya maka ia pun mengirim pasukan robot terbangnya untuk menghalau RPG. "Muahahaha!!! Kalian pikir kalian bisa masuk kedalam kapal tempurku?! Tidak akan kubiarkan!!! ROBOT SERANG!!!!" Teriak Jeremy melalui pengeras suaranya. "Tsk... aku tidak mengira Jeremy akan mengeluarkan pasukan robot terbangnya, apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Tanya RPG. "Baiklah waktunya mengeluarkan kejutan." Kata Olivia. "Kejutan apa?" Tanya RPG. " Kau akan melihatnya." Kata Olivia. Ia pun menekan tombol rahasia yang ada di pesawat mereka. "Mode tempur diaktifkan." Kata Olivia. "Whoaaa!!!" Kata RPG kaget. "RPG, ambil alih sistem penembaknya sementara aku mengemudikan pesawat ini." Kata Olivia. "Baiklah, ini akan sangat menyenangkan, bersiaplah Jeremy!" Kata RPG. Pertempuran sengit antara pesawat RPG dengan pasukan terbang Jeremy pun terjadi diatas langit. RPG dengan akurat menembakkan peluru dengan tepat ke arah robot-robot Jeremy sehingga tidak butuh waktu lama untuk menghabisi semua robot Jeremy. "Baiklah, semua robot sudah kita hancurkan, sekarang mari kita lanjutkan pencarian kapal tempur milik Jeremy." Kata RPG. "Baik." Kata Olivia lagi.


Sayangnya pesawat mereka tidak cukup cepat untuk mengejar kapal terbang milik Jeremy. "Menemukan sesuatu RPG?" Tanya Olivia. "Sial, kita tertinggal cukup jauh, ayo kembali ke kastil." Jawab RPG. "Baiklah." Tambah Olivia. Mereka pun sampai dikastil pada malam hari karena jarak mereka dari kastil sangat jauh karena terus menerus mengejar kapal tempur Jeremy. "Fiuh... Sampai juga, perjalanan yang melelahkan." Kata Olivia. "Kita harus beristirahat dan melanjutkan pencarian besok pagi." Kata RPG. "Baik." Jawab Olivia sambil tersenyum. "Jadi, RPG dan Olivia, bagaimana pencarian kalian?" Tanya Xicko. "Tidak berjalan mulus, kami kehilangan jejak mereka." Jelas RPG. "Hmm.... Baiklah, kita lanjutkan pencarian esok pagi, ini sudah larut malam, istirahatlah." Tambah Olimphia. Mereka pun akhirnya masuk ke ruang tidur masing-masing dan beristirahat. "Brrr... Cuaca dingin sekali diluar sana." Kata Olivia. "Hmmm... Hujan deras lagi, aku sangat lelah, sebaiknya kau segera tidur Olivia." Kata RPG. "Baiklah." Kata Olivia.

__ADS_1


Ditengah malam, Olivia pun terbangun karena mendengar suara aneh. Bummm!!!!! Klontang!!!!!! "Hah!!! Apa itu?" Tanya Olivia. Ia pun membangunkan RPG yang ada disebelah tempat tidur Olivia. "RPG, bangun! Suara apa itu? Apa ini sudah pagi?" Tanya Olivia gemetar. "Ha? Apa? Ini masih pukul 12 malam. Kau bercanda?" Tanya RPG. "Tidak, aku serius. Aku yakin aku mendengar sesuatu diluar sana. Aku takut, RPG." Kata Olivia gemetar. "Mungkin hanya imajinasimu saja, kembalilah tidur!" Terang RPG. "Hmmm mungkin kau benar." Kata Olivia. "Mungkin harus ku periksa ada apa diluar!" Tekad Olivia. Ia pun berjalan keluar kastil.


Sesampainya dipintu depan kastil......


"Brrr.... Hujan masih turun dengan deras! Aku tidak melihat apapun! Tapi.... Dimana asal suara itu?" Gumam Olivia. Tiba-tiba sesuatu memukulnya dari belakang sehingga Olivia pingsan dan tidak sadarkan diri. "Terima ini! Pyschokinesis Punch!" Teriak suara misterius. "Apa?!!! Ahhhhh........." Teriak Olivia. "Muahahaha, aku sudah mendapatkanmu, sekarang waktunya membawa mu ke Tuan Jeremy!" Kata suara misterius itu. "Aku....hhhhh.... RPG.... Tolong....aku......" Kata Olivia sebelum pingsan.


Keesokan paginya....


"Selamat pagi Olivia." Kata RPG. "Olivia? Ia tidak ada di kasurnya! Kemana ia pergi? Hmmm... Mungkin sedang di dapur menyiapkan sarapan seperti biasa." Kata RPG. "Baiklah aku harus segera mandi dan melanjutkan perjalanan bersama Olivia." Kata RPG lagi. Setelah mandi dan bersiap-siap..... "Selamat pagi Xicko, Olimphia. Apa kalian melihat Olivia karena dari tadi aku tidak melihatnya. Kemana ia pergi?" Tanya RPG. "Tidak melihatnya." Kata Olimphia. "Hmph.... Aku juga!" Kata Xicko. "Ini aneh, sesuatu terjadi padanya! Tapi apa ya?" Tanya RPG. Tiba-tiba Akimura dan Shirata datang dengan wajah cemas. "Ada apa dengan kalian berdua? Mengapa wajah kalian begitu cemas?" Tanya RPG. "Kami menemukan pesan hologram digital didepan kastil!" Kata Shirata. "Coba kulihat!" Kata RPG. "RPG, atau harus kusebut kau Kapten RPG! Jika kau menemukan pesan ini maka dengarkan baik-baik! Aku sudah menangkap Olivia dan aku mau kau memberikan semua Viridian Stone itu jika kau mau orang yang sangat kau cintai itu selamat, karena kalau tidak, Zorg akan menghabisinya dan akan membuatnya tidur..... untuk selamanya! Temui aku di Titanic Base malam ini!" Kata Pesan digital itu. "Sial, jadi Olivia telah diculik?! Sial!" Kata RPG geram. "Itu pasti jebakan!" Jelas Xicko. "Aku tidak peduli, aku hanya ingin Olivia selamat!" Tekad RPG. "RPG, Titanic Base adalah tempat yang sangat bersalju dan dingin, aku sarankan kau berangkat sekarang juga karena tempat itu sangat jauh!" Saran Akimura. "Baiklah, aku akan kesana membawa semua Viridian Stone itu." Kata RPG. Ia pun segera mengambil semua Viridian Stone itu dan melakukan perjalanan untuk menyelamatkan Olivia. "Oh ya, satu hal lagi, ambilah mobil di salah garasi kerajaan Mizukumo, The Cosmic Mobile!" Kata Shirata. "Kenapa harus mobil itu?" Tanya RPG. "Karena mobil itu punya mode "Snow Mobile" yang akan membantumu melewati medan bersalju!" Jelas Shirata. "Baiklah." Kata RPG. Segera ia mengambil kendaraan tersebut dan langsung melakukan perjalanan jauhnya. "Selamat tinggal RPG, semoga kau pulang bersama Olivia dengan selamat." Kata Xicko. "Wow Xicko, aku tidak pernah menyangka kau sebaik itu pada RPG. Semenjak pertama kali kau bertemu dengannya, kau selalu ingin menghancurkan RPG, kau ingat?" Kata Olimphia. "Aku berhutang budi padanya," Jelas Xicko.


"Akan kubuktikan padamu Jeremy!!! Lihat saja nanti!" Kata RPG. "Ohhh tidak, tidak, tidak, tidak! Jangan lagi!!!! Argh!!!" Teriak RPG. Mobil yang dikendarai RPG mogok karena ada kendala mesin yang rusak. "Aku di tengah hutan, tidak ada teman satu pun yang menolongku! Dan sekarang mobilku mogok!?" Kata RPG. Ia pun duduk termenung. "Bagaimana aku bisa sampai kesana tepat waktu?!" Tanya RPG. "Mesin mobil rusak, Olivia diculik, apa lagi masalah yang akan menghampiriku. Aku harus menyelamatkan Olivia bagaimanapun caranya!" Tekad RPG. Ia berusaha memperbaiki mobil itu sebisa mungkin tapi hasilnya sia-sia. "Sudah cukup, aku tidak mungkin berhasil!" Kata RPG. Disaat ia sudah hampir menyerah tiba-tiba......


"Hmph.... Apa hanya itu kemampuanmu?" Kata suara misterius. "Kau menyerah begitu saja?!" Kata Suara itu lagi. RPG pun bingung karena tidak tahu asal suara itu. "Siapa disana?! Tunjukkan dirimu!!!" Teriak RPG. Tiba-tiba, 2 komandan laki-laki dan perempuan muncul dari balik pohon dan mengejutkan RPG. "S..... Siapa kalian!" Tanya RPG. "Namaku adalah Komandan Eliot dan ini rekan kerjaku, Komandan Elizabeth." Kata Eliot. "Kau bisa memanggilku Eliot jika kau mau." Kata Eliot. "Aku juga!" Tambah Elizabeth. "Jadi kau sudah menyerah begitu saja? Kapten RPG?" kata Eliot sedikit mengejek. "Tunggu, bagaimana kalian tahu namaku?" Kata RPG bingung. "Hmph.... Kau membantu kami disaat desa kami diserang oleh pasukan Jeremy dasar pelupa!" Kata Elizabeth. "Ya, saat Jeremy menyerang desa Moshuka setahun yang lalu dan saat itu kami berpikir bahwa kami akan tamat sampai kau datang dan menghabisi semua robot-robot itu." Jelas Eliot. "Ohhhh, sekarang aku ingat." Kata RPG. "Jadi RPG, apa rencanamu sekarang?" Tanya Elizabeth. "Olivia diculik dan aku harus menyelamatkannya di Titanic Base." Jelas RPG. "Olivia? Kau kenal dengannya?" Tanya Eliot. "Ya, ia rekan kerjaku." Kata RPG. "Ohh, Olivia bercerita banyak tentang dirimu, kau adalah pemimpin dari organisasi yang bernama Freedom Fighters bukan? Ngomong-ngomong ia juga menyukaimu. Kau beruntung mempunyai seseorang yang mencintaimu dengan tulus apa adanya." Jelas Elizabeth. "Ya aku tahu, sebab itu aku ingin menyelamatkannya, tidak peduli apa yang akan terjadi." Tekad RPG. "Baiklah, ikut kami. Kami akan membantumu menemukan Titanic Base dengan cepat." Jelas Eliot. "Ohhhh syukurlah. Terima kasih kalian berdua." Kata RPG senang. "Tidak, kamilah yang harus berterimakasih padamu karena sudah menolong desa kami." Jelas Eliot.


Setibanya di markas rahasia Eliot dan Elizabeth.......


"Wow! Kalian punya markas rahasia juga?" Keren!" Kata RPG. "Ahhh ini belum seberapa!" Kata Elizabeth. "Ikut aku." Kata Eliot. "Lihatlah.... Kemegahan yang kami miliki, "SKY HAWK 4571 THUNDER 3!" kata Eliot. "Wow, pesawatmu keren juga, apa ini jet?" Kata RPG. "Ya, kau boleh menggunakan pesawat ini untuk terbang melesat langsung menuju markas Jeremy itu." Jelas Eliot. "Ehh... Ada satu masalah lagi!" Kata RPG. "Apa lagi?" Tanya Eliot. "Aku belum pernah mengendarai jet sebelumnya hehe....." Kata RPG malu. "Hhhh.... apa kau pernah mengendarai pesawat sebelumnya?!" Tanya Eliot. "Pernah, tapi pesawat yang kugunakan sejenis pesawat tua dengan baling-baling ditengah yang kunamai "N-2426 Storm"." Jelas RPG. "Hanya itu? Sederhana sekali." Kata Eliot. "Hmm baiklah akan kuajarkan kau, ikuti aku!" Kata Eliot. RPG pun mengikuti semua arahan dan masukan dari Komandan Eliot, ia terlihat serius dalam mempelajari pesawat Jet milik Eliot dan Elizabeth. "Jadi intinya konsepmya hampir sama dengan pesawat milikmu." Jelas Eliot. "Baiklah aku mengerti sekarang, terima kasih Eliot dan Elizabeth, kalian sangat baik." Kata RPG. "Sama-sama." Kata mereka berdua. Segera RPG masuk kedalam jet milik 2 komandan tersebut dan memulai untuk lepas landas. "Baiklah, kau siap untuk terbang sekarang. Semoga Tuhan selalu membimbingmu dan bawalah Olivia dengan selamat." Kata Elizabeth. "Pasti! Terimakasih sekali lagi kalian berdua." Kata RPG. Pesawat pun melesat dengan sangat cepat. "Whoaaaa... Pesawat ini lebih cepat dari yang kukira, baguslah aku akan tiba disana tepat waktu dan menyelamatkan Olivia. Tunggu aku Olivia, aku datang!" Kata RPG.

__ADS_1


Sesampainya disana.....


"Brrrr, tempat ini dingin sekali untuk markas rahasia." Kata RPG. Sayangnya alarm penyusup berbunyi sehingga RPG harus berlawanan dengan robot penjaga milik Jeremy. "EMERGENCY, EMERGENCY! INTRUDER PASSING AREA 4, REPEAT.... INTRUDER PASSING AREA 4!" Bunyi pengeras suara itu. "Ohh shoot..... Banyak sekali robot disini! Aku sudah muak!!! MASSIVE TORNADO DESTRUCTION!" teriak RPG. Semua robot pun langsung hancur. "Hmph... Mudah sekali." Kata RPG. "Baiklah aku tinggal menemukan Olivia dan keluar dari kegilaan ini!" Kata RPG. "Wah wah wah, lihat siapa yang datang, pemimpin Freedom Fighters atau aku harus menyebutmu Kapten RPG?" Kata Zorg. "Kau mengenalku dengan baik ternyata." Kata RPG. "Dimana Olivia!!!" Kata RPG. "Ohhh maksudmu gadis ini?" Kata Zorg. "Lepaskan aku!" Kata Olivia. "Kau lihat? Aku bahkan bisa memegangnya tanpa menyentuhnya. Itulah kehebatan dari Pyschokinesis! Kau tidak akan bisa mengalahkanku dan Tuan Jeremy!" Kata Zorg. "Grrr, lepaskan dia Zorg!" Kata RPG. "Atau apa?" Kata Jeremy yang tiba-tiba muncul dari belakang. "Jadi RPG apa kau sudah membawa batu-batu itu?" Kata Jeremy. "Lepaskan dulu Olivia!" Kata RPG. "Tidak sampai kau memberi semua batu itu." Kata Jeremy. "Baiklah ini! Kau menang!!!" Kata RPG. Ia pun melempar semua batu itu dihadapan Jeremy. "Muahahaha, baiklah Zorg, kau bisa melepaskan gadis itu sekarang. Ia sudah tidak berguna bagiku!" Kata Jeremy. "Baik tuan." Kata Zorg. Ia pun melempar Olivia tepat dihadapan RPG. "Olivia! Kau baik-baik saja? Tidak ada yang terluka?!" Kata RPG. "Tidak ada. Kau rela memberikan semua Viridian Stone untuk menyelamatkanku? Bukankah itu lebih penting?" Tanya Olivia. "Nyawamu lebih penting bagiku!" Kata RPG. "Kau..... Terima kasih RPG. Kata Olivia sambil memeluk RPG. "Hmph.... Aku juga sudah tidak membutuhkan batu ini lagi!" Kata Jeremy sambil melemparkan kembali kepada RPG. "Apa yang kau lakukan dengan batu-batu itu Jeremy?" Tanya Olivia. "Ohhhh aku lupa memberi tahu kalian! Aku menciptakan alat baru yang menggunakan masing-masing batu untuk membuat benda ini! Muahahaha!" Tawa Jeremy. "Itu! Tidak mungkin! Itu Indigo Diamond!" Kata RPG. "Hmm jadi kau sudah mengetahuinya? Muahaha!" Kata Jeremy. "Kau!!! Aku akan... Ouch!!!" Kata RPG. Kalian berdua sudah terperangkap didalam kapsul transparanku." Kata Jeremy. "Tunggu apa yang akan kau lakukan!" Kata RPG. "Kau akan tahu nanti! Ayo Zorg! Kita pergi dari sini!" Kata Jeremy. "Baik tuan. Shadowkinesis Pulse!" Kata Zorg. Mereka pun segera hilang dari pandangan setelah Jeremy mengaktifkan mesinnya. "Hey tunggu. Apa ini? Uh oh whaaaaaa......." Kata RPG. Mereka terhisap didalam kapsul yang ternyata adalah mesin waktu dan segera menghilang.


"Whaaaaa.... Ouch, uh, ahhh!" Kata RPG. Erghhh.... Dimana aku? Hah! Olivia! Bangun!!!" Kata RPG. "Ha!!! Ini dimana RPG?" Kata Olivia. "Syukurlah kau tidak apa-apa! Sepertinya kita berada dimasa depan!" Kata RPG. "Jadi seperti inikah masa depan kita? Lihatlah.... Semua kota-kota itu, taman, dan lain-lain hancur terbakar dan dipenuhi lava!!!" Kata Olivia. "Inilah yang akan kita hadapi jika kita tidak mengalahkan Jeremy dan Zorg. Dari Kota yang penuh harmoni dan ketenangan kini menjadi "CHAOTIC CRISIS CITY"!" Jelas RPG. "Bagaimana kita kembali kemasa kita RPG? Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang! Kita terjebak dalam waktu." Kata Olivia sedih. "Tidak! Masih ada yang bisa kita lakukan! Aku akan mengembalikan semua kekuatan dari batu-batu ini ke pusat gunung berapi yang ada disana!" kata RPG sambil menunjuk ke gunung berapi itu. "Kau serius? Melewati reruntuhan kota yang terbakar dan dipenuhi lava panas. Itu sangat berbahaya RPG!" Kata Olivia. "Itu sebabnya aku minta kau tunggu disini sementara aku pergi kesana!" Kata RPG. "Aku.... Aku tidak mau kehilanganmu RPG!" Kata Olivia sambil menitikan air mata. "Hey Olivia. Tersenyumlah jangan menangis." Hibur RPG. "Aku akan berhati-hati, selain itu kita punya walkie talkie jadi kau bisa terus memantauku." Kata RPG. "Baiklah! Berjanjilah padaku kau akan kembali kesini dengan selamat." Kata Olivia sambil memeluk RPG. "Aku janji. Baiklah aku pergi dulu!" Kata RPG. Ia pun pergi meninggalkan Olivia dan menuju gunung berapi untuk mengembalikan kekuatan Viridian Stone tersebut.


Diperjalanan ia berjuang sekuat tenaga untuk mencapai gunung tersebut karena medannya tidak mudah bagi RPG. "Woaaa! Seluruh kota benar-benar terbakar habis. Oops, fiuh hampir saja! Lebih baik jika aku tidak terjatuh ke lava!" Kata RPG. "Aku akan berjalan saja dan harus bersabar!" Tekad RPG. Ia pun terus menempuh perjalananya sampai ke gunung berapi itu.


"Bib....bib...bib...." "Hey RPG bagaimana keadaan disana?" Tanya Olivia. "Erghhh..... Aku mengalami sedikit masalah dengan pusaran tornado api besar itu. Kau pasti juga melihatnya juga dari sana kan?" Tanya RPG. "Kumohon hati-hati RPG!" Kata Olivia cemas. "Tentu." Kata RPG. Ia pun melanjutkan perjalanan dan berusaha pusaran tornado api itu. "Mungkin aku bisa menggabungkan kekuatan tornado dengan chaos pulseku jadi aku bisa langsung melewati tornado api itu! INFERNO PULSE!" teriak RPG. Zap.... RPG pun berhasil melewati tornado itu. "Bagus aku hanya menuju ke gunung berapi dan menuju pusatnya yang bernama "Dark Flame Core"!" Pikir RPG. Beberapa saat kemudian ia pun tiba di pusat gunung berapi itu. "Hmph.... Mudah sekali, aku tinggal mencelupkan batu-batu ini ke kawahnya. Fiuh disini panas sekali! "Tornado Shield!" Fiuh!!!" Kata RPG. Ia pun segera mencelupkan semua Viridian Stone itu kedalam kawah, beberapa saat kemudian, semua Viridian Stone tersebut memancarkan cahayanya lagi pertanda sudah memiliki kekuatan lagi. "Fiuh! Aku hanya tinggal kembali ke Olivia dan menggabungkan kekuatan chaos pulseku untuk kembali waktu kita yang sebenarnya." Kata RPG. Saat ia ingin kembali, ia tidak sadar akan bahaya yang mengintainya, setelah itu......


"ARGHHHHH, GROARRR!!!!" "Apa itu? Apa yang......" Kata RPG terkejut. "Argh, uhh, hampir saja!" Kata RPG. "Bib...bib" "RPG, aku melihat adanya ledakan di kejauhan, apa yang terjadi disana?" Tanya Olivia. "Ehhh, jangan khawatir aku hanya mengalami sedikit masalah kecil." Kata RPG. "Kau baik-baik saja disana?" Tanya Olivia cemas. "Ya... Uhhh... Ouch... Aku... Ahhh... baik-baik saja." Kata RPG. "Aku akan segera menghubungimu lagi, ahhhhh.... Sampai nanti!" Kata RPG. "Klik" ia pun menutup walkie talkienya. "Apa yang sedang dihadapi RPG? aku harap ia baik-baik saja!" Kata Olivia. "Ghyahhh..... Terima ini!" Kata RPG. "Groaarrrrr, harghhhhhhh...!" "Waktunya mengakhiri ini! "MASSIVE TORNADO DESTRUCTION!" teriak RPG. "Ughyaah...." "Hmph.... Monster api atau bukan tidak akan menghentikanku untuk menyelamatkan teman-temanku!" Kata RPG. "Saatnya kembali ke Olivia. INFERNO PULSE!" kata RPG. Sementara itu, Olivia menunggu kedatangan RPG dengan cemas. "Dimana dia? Harusnya ia sudah kembali sekarang." Kata Olivia. "Gahhh... Uhhh." Kata RPG yang tiba-tiba muncul dihadapan Olivia. "RPG! kau baik-baik saja? Tidak ada yang terluka?" Tanya Olivia. "Tenanglah, aku baik-baik saja. Sekarang mari kita keluar dari tempat ini." Kata RPG. Ia segera membuat portal dengan menggabungkan semua elemen Viridian Stone itu. "Baiklah ayo Olivia." Kata RPG. "Baik." Kata Olivia sambil tersenyum. Sesampainya mereka disana, mereka pun terkejut karena melihat kerajaan Mizukumo hancur. "Apa yang..... Terjadi disini?!" Kata RPG. "RPG lihat! Teman-teman kita!" Kata Olivia. "Akimura, Shirata, Xicko, dan Olimphia! Apa yang terjadi pada kalian semua?!" Tanya RPG. "Maaf..... RPG.... Ahhh....kami tidak.... Uhhhh... cukup kuat untuk.... menahan.... Uhhh.... Mereka!" Kata Akimura yang terbaring kewalahan. "Menahan siapa?!" Kata RPG. "KAMI!" kata Jeremy yang tepat dibelakang RPG dan Olivia. "Kau!!! Apa yang kau lakukan kepada teman-temanku?" Kata RPG geram. "Kau memang tidak pernah berhenti mengejutkanku RPG! Aku terkesan. Bagaimana caranya kau kembali ke masa sekarang?" Kata Jeremy. "KAU!!!!" teriak RPG. "Hmph.... Itu tidak penting! ZORG!!!" kata Jeremy. "Baik tuan! Bangkitlah para pasukanku! Muahahaha!" Kata Zorg. Ia memanggil dan mengeluarkan pasukan tapi kali ini bukan robot melainkan makhluk-makhluk yang dikelilingi energi gelap. "Habisi mereka berdua!" Perintah Zorg. "Baiklah jika itu maumu!" Kata RPG. Mereka lalu bertempur kembali. Pertarungan sengit terjadi lagi. "Flower Bloom Unleashed!" teriak Olivia. "Tornado Barrage!" Teriak RPG. "Gahhh ini tidak berhasil, mereka terus bermunculan!" Kata Olivia. "Teruslah bertarung, kita pasti bisa!" Kata RPG. Sayangnya ditengah pertempuran, Olivia lengah dan tidak memerhatikan keadaan sekitar. RPG segera memperingatkan. "OLIVIA! AWAS DIBELAKANGMU!" Teriak RPG. "Apa yang......" Kata Olivia. "SPLATS" Olivia pun tertusuk oleh senjata salah satu pasukan Zorg. "OLIVIA!!!" teriak RPG. "Urgh.... Uhuk..... Ergh....... Hhhhhh...." Ia pun langsung jatuh tersungkur. "OLIVIA! TIDAK!!!! Lepaskan aku dasar makhluk aneh! MASSIVE TORNADO DESTRUCTION!" kata RPG. Booommmmm! Semua pasukan disekitar RPG pun terlempar. Ia pun segera menuju Olivia. "Olivia! Bicaralah padaku!" Kata RPG. "RPG..... Pergilah tanpaku....." Kata Olivia dengan suara melemah. "Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu!" Kata RPG. "Aku akan selalu mencintaimu..... RPG!" Kata Olivia sambil mengusap pipi RPG dengan tangan yang sudah berlumuran darah. "Olivia, tidak.... Jangan pergi. OLIVIA!!!!!!!" teriak RPG. "MUAHAHAHA, sepertinya tinggal kau yang tersisa..... Kapten RPG! Pasukanku bangkitlah kembali!" Kata Zorg. "Aku..... Sudah muak dengan permainanmu, Zorg!" Kata RPG. "Apa yang akan kau lakukan sekarang? RPG! Kau sendirian sekarang. Bagaimana kau bisa mengalahkan ratusan pasukanku sendirian? Pasukanku!!! Segera tangkap dan habisi dia!" Perintah Zorg. Tiba-tiba, tubuh RPG bergetar. Daun-daun berputar dan mengelilingi RPG. "Apa-apaan ini?!" Kata Zorg terkejut. "ARGHHHHH!!!!! Sekarang Kau sudah tamat Zorg! NATURE STYLE : VOLCANO SHARK UNLEASHED!" kata RPG sambil mengangkat tangannya kearah langit. Tiba-tiba, muncul sebuah energi besar berbentuk Hiu diatas RPG. "Omong kosong apa ini? Pasukan! Cepat habisi RPG. "LENYAPLAH DENGAN DERU LAVA!!!" Teriak RPG sambil mengayunkan tangannya kebawah. Tidak perlu lama untuk menumpas semua pasukan Zorg. Setelah beberapa detik, pasukan Zorg pun dapat dilumpuhkan menggunakan kekuatan yang dikeluarkan oleh RPG. Ia juga dengan cepat dapat mengalahkan Zorg dengan mudah. "Kekuatan..... Macam..... Apa ini!" Tanya Zorg. "Ini.... Adalah kekuatan.... Alam..... Harghhhhhhh!!!" Teriak RPG. "Hmph.... Sudah cukup! Zorg cepat kembali ke markas. Kau sudah kehabisan energi untuk melawan RPG." Panggil Doctor Jeremy. "Hmph... Kita akan bertemu lagi RPG! Selamat tinggal!" Kata Zorg yang tiba-tiba menghilang dari hadapan RPG. "Uhh... hhhhhh...." Kata RPG. "Wow, aku tidak menyangka kekuatan itu terpendam didalam dirimu RPG. Terima kasih telah membantu kami untuk mengalahkan Zorg." Kata Shirata. "Terimakasih teman-teman.... Oh ya, Olivia! Dimana dia?! OLIVIA!!!" kata RPG sambil menuju tubuh Olivia yang terbaring ditanah. Ia lalu membaringkan Olivia dipangkuannya. "Olivia!!! Jika kau masih mendengarku..... Kumohon jangan tinggalkan aku!" Kata RPG sambil menangis. "Ohhhh.... Kami sangat menyesal RPG. Kami turut bersedih." Kata Xicko. "Tunggu sebentar RPG! Kau pernah bilang Viridian Stone bisa digunakan untuk menyembuhkan orang? Gunakan itu untuk mengembalikan Olivia!" Kata Olimphia. "Hmmm akan kucoba dengan menggabungkan kekuatanku." kata RPG. Segera ia mengeluarkan semua batu itu dari kantungnya. Keajaiban terjadi. Kedelapan Viridian Stone itu berputar mengelilingi tubuh Olivia. "Olivia..... Kembalilah kepadaku, kepada kami! MEDICAL EYE OF NATURE TECHNIQUE!" teriak RPG. Tiba-tiba Olivia sadar dan membuka matanya kembali. "Uhhhh.... RPG!" Kata Olivia. "OLIVIA! kau masih hidup! Syukurlah." Kata RPG sambil memeluk Olivia. "Terima kasih RPG. Kau menyelamatkanku lagi dan teman-teman." Kata Olivia sambil mencium pipi RPG. Wajah RPG pun memerah. "Baiklah, kita sudah aman! Paling tidak untuk sementara waktu. Oh ya satu hal lagi." Kata RPG sambil mengembalikan kerajaan Mizukumo seperti semula. "Terimakasih RPG. Kau sudah berbuat banyak hari ini." Kata Akim. "Hmph.... Kekuatanmu tidaklah buruk. Aku terkesan padamu RPG!" Kata Xicko. "Lebih baik kita beristirahat dan mempersiapkan diri untuk berjaga-jaga jika Jeremy menyerang kembali." Kata Olimphia. "Baik." Kata mereka semua.


Sementara itu dimarkas rahasia Jeremy.....


"Ahhhh, akhirnya kau datang juga Zorg!!! Masuklah keruang regenerasi!" Perintah Jeremy. "Uhuk.... Uhuk.... Uhhhhhh..... Baik.... Tuan Jeremy!" Kata Zorg. Mesin mulai menyala, tubuh Zorg mulai bergetar. "Aku masih memiliki Indigo Diamond ini!" Kata Jeremy. Mesin Jeremy mulai menancapkan Indigo Diamond ke dada Zorg. "Arghhh.... Ahhhh..... Grrrrr...... Harghhhhhhh!!!" Teriak Zorg. "Muahahahaha! Bangkitlah Zorg! BANGKITLAH!!!" kata Jeremy. Mesin Jeremy pun mulai memanas dan akhirnya meledak dan terlihat Zorg dikelilingi energi merah hitam ditubuhnya. "AKU SUDAH KALAH OLEH RPG DAN AKU AKAN MEMBALASMU RPG!" teriak Zorg. "Baguslah, dengan kekuatan Indigo Diamond, kau tidak akan terkalahkan! Muahahahaha! Zorg, persiapkan dirimu untuk penyerangan selanjutnya!" Perintah Jeremy. Baik tuan! Muahahahaha! Lihat saja RPG! Aku.... Sudah..... KEMBALI!!!" Teriak Zorg.


THE END

__ADS_1


__ADS_2