The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
Doctor Jeremy's New Allies


__ADS_3

Didalam stasiun luar angkasa Doctor Jeremy yang bernama Azure Arcadia....


"Kenapa aku selalu kalah olehnya!!! Kenapa aku harus yang menanggung kekalahan ini!!! Argh!!! Aku tidak punya pilihan lagi selain membuat pasukan baru! Pasukan ini sangat tidak terkalahkan, tunggu saja kau RPG!!!" kata Jeremy.


Sementara itu dimarkas Freedom Fighters....


"RPG, apa kau ada tugas malam ini?" Tanya Olivia. "Tidak juga, aku hanya mengawasi radar saja jika Jeremy membuat masalah lagi disuatu tempat, memangnya ada apa?" Tanya RPG. "Ikutlah denganku malam ini untuk makan malam, jika kau tidak keberatan." Kata Olivia. "Aku tidak bisa, aku harus mengawasi markas dan Viridian Stone ini," kata RPG. "Ayolah, ikutlah bersamaku," kata Olivia penuh harap. "Baiklah aku akan ikut denganmu," sambung RPG.


Kembali lagi ke stasiun luar angkasa....

__ADS_1


"Hmm.... Pasti ada cara untuk mengalahkan RPG dan mencuri batu itu darinya. Tapi bagaimana?" Gumam Jeremy. Seketika ia melihat ruangan yang terkunci yang berada di ruangan utama Azure Arcadia. "Ruangan apa ini?" Tanya Jeremy. Ia pun langsung mendobrak pintu ruangan tersebut, seketika itu juga ia terkejut. Ia melihat seorang manusia yang terkunci dan dibekukan di suatu kapsul pembeku. "Apa-apaan ini? Hmm... Masukan user data, aha! Masukan kata sandi. Aku harus menemukan kata sandinya," Kata Jeremy. Ia pun melihat secarik kertas yang sudah usang berisikan kata sandi untuk membuka kapsul tersebut. "Heh! Lebih mudah daripada yang kukira," Kata Jeremy. Ia pun langsung menulis kata sandi dan membuka kapsul beku itu. "Kata sandinya adalah Angela Alexandra, tunggu sebentar.... Angela Alexandra? Aku pernah mendengar nama itu sebelumnya, tapi dimana? Oh sudahlah, aku tidak peduli. Setidaknya aku bisa membuka kapsul ini sekarang," Gumam Jeremy. Kapsul pun terbuka, mengeluarkan asap, dan seketika itu juga, manusia beku yang terperangkap didalam kapsul beku itu akhirnya mencair dan ia terbangun. Jeremy pun terkejut karena melihat seseorang yang mirip dengan RPG. "Ya! Akhirnya terbuka! Oho! Apa ini? Apa itu kau, RPG?! Apa kau mencoba untuk menggagalkan rencanaku lagi?! Tunggu sebentar! Kau bukan RPG! Ini mustahil!" Kata Jeremy. "Namaku adalah Xicko, Xicko The Shadow. Karena kau sudah membebaskanku dari kapsul ini, aku akan menaati semua perintahmu. Aku akan menjadi pelayanmu, Tuan," Kata manusia itu. "Nyahahaha!!! Akhirnya, aku mempunyai pelayan yang akan membantuku mencuri Viridian Stone dan menguasai dunia. Ngomong-ngomong kau bisa memanggilku Tuan Jeremy," Kata Jeremy pada Xicko. "Dimengerti, Tuan Jeremy," Kata Xicko. "Bagus, tapi aku perlu satu orang lagi untuk menjalankan rencanaku, Xicko, apa kau tahu dimana tempat untuk membuat makhluk sepertimu?" Tanya Jeremy. "Baiklah, ikuti aku Tuan," Kata Xicko. "Nyahahaha! Bagus sekali Xicko, bagus. Sekarang tunjukan jalannya padaku," Kata Jeremy. Mereka pun berjalan menuju laboratorium eksperimen serta mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pasukan Doctor Jeremy. "Jadi inikah laboratoriumnya? Cukup besar," Kata Jeremy. Jeremy langsung menyiapkan barang-barang yang ia perlukan untuk membuat makhluk lain untuk melengkapi pasukannya dibantu oleh Xicko. "Xicko, bisakah kau mengambil ramuan itu, serta nyalakan mesinnya?" Pinta Jeremy. "Baik tuan," Sahut Xicko. Jeremy pun langsung menyalakan mesin pembuat makhluk lain itu. "Oh ya!!! Bangkitlah pelayan baruku! Bangkitlah!!! Muahahaha!" Tawa Jeremy. "Doctor, aku rasa mesinnya akan meledak!" Kata Xicko. "Apa yang kau tunggu? Cepat berlindung!" Kata Jeremy. Mesin pun meledak dan banyak mengeluarkan asap putih. Dibalik asap itu, muncul seorang perempuan bersayap hitam. "Jadi inilah hasilnya? Hmph! Tidak buruk! Kerja bagus Xicko," Kata Jeremy. "Makhluk itu pun langsung menatap Jeremy. "Hey kau! Ya kau! Lihat aku. Akulah penciptamu, Doctor Jeremy. Mulai sekarang kau akan dipanggil dengan nama Olimphia, Olimphia The Shadow dan kau akan bekerja untukku dan ini rekan kerjamu yang bernama Xicko," Kata Jeremy. "Olimphia.... Namaku.... Olimphia..... Terimakasih..... Tuan Jeremy. Apa permintaanmu?" Kata Olimphia. "Segera turun kebumi dan curilah Viridian Stone dari markas Freedom Fighters dan jangan kembali tanpanya!" Kata Jeremy. "Baik tuan!" Jawab mereka berdua. "Ini gambar batu-batu itu dan ini peta menuju markas Freedom Fighters. Ingatlah, jangan kembali tanpa Viridian Stone!" Kata Jeremy. Mereka berdua pun langsung turun dari Azure Arcadia dan langsung menuju bumi untuk menjalankan perintah Jeremy.


Di Bumi.....


"Kau yakin ini jalan menuju markas Freedom Fighters, Xicko?" Tanya Olimphia. "Aku sangat yakin. Ayo cepat dan rebut Viridian Stone seperti yang diinginkan Doctor Jeremy!" Sahut Xicko. "BAIK!" Sahut Olimphia.


"Bagaimana makan malam tadi, kau senang RPG?" Tanya Olivia penuh harap. "Ya, terima kasih telah mengajakku jalan-jalan sekaligus makan malam, itu sangat hebat. Ya kau tahu berjalan bersamamu memang selalu menyenangkan, Olivia. Aku juga ingin bersenang-senang sebentar setelah bertarung dengan Doctor Jeremy," kata RPG. "Aku senang jika kau senang, RPG," Kata Olivia sambil tersenyum manis. "Baiklah ini sudah malam, kau sebaiknya beristirahat setelah berbagai pertarungan yang kita hadapi, Olivia," kata RPG. "Baiklah aku akan ke kamarku dan langsung tidur, selamat malam RPG," kata Olivia. "Ya selamat malam," kata RPG. "Kau tidak tidur?" Tanya Olivia. "Aku ingin mengawasi keadaan sekitar sebelum tidur, juga untuk selalu melindungimu Olivia," kata RPG. "Ohhhh terima kasih RPG, aku mencintaimu..... Ehhhh!!!" Kata Olivia malu. "Kau bilang apa?" Tanya RPG. "Lu... lupakan apa yang aku katakan, se... se.... selamat malam RPG, aku ingin tidur sam... sam... Sampai besok," kata Olivia gugup dan langsung lari menuju kamarnya. "Wow, apa yang dia pikirkan? ya sudahlah aku juga harus mengawasi lingkungan sekitar serta radar bahaya sebelum tidur," kata RPG dalam hati.


Setelah beberapa saat, radar berbunyi. "Apa ini? Sesuatu menyerang Flamingo Hill!!!" Kata RPG. "Aku akan keluar dan melihat situasi!" Kata RPG lagi. Setelah itu, RPG melihat seseorang mirip dengannya dengan mata merah. "Si... Siapa kau? Kau mirip denganku dasar peniru! Kenapa kau menyerang Flamingo Hill dengan membakar seluruh tumbuhan di bukit ini? Apa yang kau rencanakan!!!" Kata RPG. "Siapa yang kau bilang "peniru" PENIRU!!!" Bentak Xicko. "Dan apa ini, kau mirip dengan sahabatku, Olivia!" Kata RPG makin terkejut. Ia melihat seseorang yang mirip dengan Olivia dengan mata merah dan mempunyai sayap hitam. "Kalian memang peniru, pergi dari hadapanku atau...." Kata RPG. "Atau apa!!!" Bentak Olimphia. "Ya itu pertanyaan menarik, aku akan... OUCH!!!" kata RPG. "Jadi kalian berdua ingin bertarung? Baiklah!!!" Bentak RPG. "Namaku adalah Xicko, Xicko The Shadow," kata Xicko. "Dan namaku adalah Olimphia The Shadow," kata Olimphia. "Kami adalah ciptaan Jeremy yang tidak terkalahkan dan kami akan menghancurkanmu dan temanmu, Olivia dan merebut kembali Viridian Stone yang kau rebut dari Doctor Jeremy," kata mereka. "Jadi Jeremy lah dalang dibalik semua masalah ini," pikir RPG. Pertarungan pun dimulai lagi. Mereka saling melontarkan serangan satu sama lain, sampai.....

__ADS_1


"Tsk.... mereka terlalu kuat untuk kulawan sendiri!" Kata RPG kelelahan. "Kau tidak buruk RPG tetapi sudah terlambat!" Kata Xicko. INFERNO PULSE!!!" Kata Xicko. "Apa? Mereka bisa mengambil ketiga batu itu? Tapi aku sudah menyembunyikannya ditempat paling aman!" Kata RPG. "Kekuatan kami melebihi kekuatanmu, kali ini kami akan membiarkanmu hidup tetapi lain kali kau tidak akan selamat, selamat tinggal pecundang!" Kata mereka. "Huff.... Huff aku harus mengetahui rahasia kekuatan mereka, Setidaknya batu terakhir sudah kusimpan di dalam kapsul darurat untuk berjaga-jaga," Kata RPG kelelahan.


Pagi harinya, Olivia terkejut melihat RPG terluka di seluruh tubuhnya. "RPG apa yang terjadi padamu semalam?" Kata Olivia khawatir. "Markas diserang oleh 2 orang tidak dikenal bernama Xicko dan Olimphia. Xicko memiliki penampilan yang sangat mirip denganku tetapi memiliki mata merah dan Olimphia dia.... dia memiliki penampilan yang mirip denganmu dan memiliki sayap hitam," Jawab RPG. "Kau terluka RPG!" Kata Olivia. "Ohhh itu bukan apa-apa," Sahut RPG. "Jangan berkata begitu, biarkan aku mengobatimu," Kata Olivia. "Te.... terima kasih Olivia," Jawab RPG lembut. Olivia pun tersipu malu lagi. "RPG apakah kita memerlukan bantuan Ratu Shirata dan Raja Akimura?" Kata Olivia. "Hmm, ide bagus!" Kata RPG. "Baiklah," kata Olivia semangat. Merekapun langsung terbang ke kerajaan Mizuko untuk meminta bamtuan dari 2 orang teman mereka dan bersiap untuk petualangan yang menanti mereka.


Kembali ke stasiun luar angkasa Jeremy...


"Lihat siapa yang datang? Xicko dan Olimphia! Apakah kalian sudah mengambil batu-batu itu?" Kata Jeremy. "Ya tuanku, tetapi kita hanya mendapatkan 3 batu, yang terakhir pasti disembunyikan oleh RPG!" Kata Xicko. "Tetapi jika kau ingin melepaskan kekuatan sejati dari Viridian Stone itu, kita butuh 8 Viridian Stone sedangkan kita hanya mempunyai 7!" Tambah Olimphia. "Memangnya apa yang ingin kalian tunjukkan padaku?" Kata Jeremy. "Tempat rahasia kita ini adalah stasiun luar angkasa yang sudah terbengkalai, di ruang inti pengendali stasiun luar angkasa ini terdapat senjata yang dapat menghancurkan dan membakar sebuah planet, mari kami tunjukkan jalannya!" Kata mereka. "Menghancurkan sebuah planet??? Muahahahaha. Dengan begini aku bisa membakar seluruh planet dan membangun kerajaanku yang sesungguhnya, THUNDERTROPOLIS, Xicko, Olimphia tunjukkan dimana senjata itu!" Tawa Jeremy. Setelah mereka berjalan cukup lama menelusuri bagian stasiun luar angkasa yang sudah lama tidak terpakai akhirnya mereka sampai diruangan yang disebut ruang inti kontrol. "Lihatlah, kemegahan yang dimiliki stasiun luar angkasa ini, kode nama : METEOR CANNON!" Kata Xicko dan Olimphia. "MUAHAHAHA, dengan senjata ini aku akan menghabisi planet yang aku ingini dan membangun kerajaanku sendiri!" Tawa Jeremy. "Kita tunjukkan sebagian demonstrasi kekuatan dari Meteor Cannon ini dengan menghancurkan setengah bagian dari Bulan, dengan begitu orang-orang di Bumi akan langsung ketakutan dan melihat betapa kuatnya kita. Kalian berdua, kembali lagi ke Bumi dan temukan batu terakhir itu, aku mau semua Viridian Stone dan jangan kembali tanpanya!" Kata Jeremy. "Baik Tuan!" Sahut mereka berdua.


THE END

__ADS_1


__ADS_2