The Fantasy Tales

The Fantasy Tales
RPG and The Freedom Fighters (The Last Battle)


__ADS_3

"Argh! Sial, ini sama sekali bukan taman hiburan, banyak jebakan mematikan disini! Tsk...." Kata Xicko. "Ayolah Xicko, jangan mengeluh, ini demi keselamatan alam dan kita semua. Kita harus menghentikan Jeremy dan Zorg." Jelas RPG. "Hmph.... Kau benar. Maaf, aku hanya sedikit geram saja. Jeremy tidak pernah berhenti membuat masalah." Kata Xicko. RPG dan Xicko terus memasuki Thundertropolis semakin dalam dan menembus sistem pertahanan milik Jeremy serta menghancurkan robot-robot yang menghalangi jalan mereka. "Huff... Huff.... Akhirnya...." Kata Xicko. "Ya... Huff... Kau benar." Tambah RPG. Mereka tiba disebuah ruangan besar yang sedikit aneh. Tiba-tiba, Jeremy dan Zorg pun datang. "Hmph! Aku tidak menyangka kalian akan masuk sejauh ini, baiklah.... Aku akan menguras tenaga kalian sekali lagi. Lihatlah 2 robot ciptaan terbaruku.... Alpha-RPG dan Cyber-Xicko!" Kata Jeremy. Didepan mereka berdua, muncul 2 robot yang menyerupai RPG dan Xicko. Xicko semakin geram dan mengepalkan tangannya. "Doctor... Hentikan pertempuran yang tidak masuk akal ini!" Bentak Xicko. "Tsk.... Masalah apa lagi yang kita hadapi sekarang? Ayolah! Kegilaan ini tidak pernah berakhir!" Tambah RPG. "Muahahaha.... Ini akan cukup untuk menahan kalian berdua. Ayo Zorg, kita pergi dari sini. Selamat tinggal, pecundang!" Kata Jeremy. Jeremy dan Zorg pun segera pergi meninggalkan RPG dan Xicko. "Hmph! Kau tahu apa yang harus kita lakukan. RPG, kau tangani Alpha-RPG dan aku akan mengurus Cyber-Xicko." Jelas Xicko. "Baiklah." Kata RPG. Xicko pun segera berlari mengejar Cyber-Xicko.


"Tsk..... Melawan Alpha-RPG tidak akan mudah, aku harus tetap waspada." "Harus.... Hancurkan.... RPG!" Kata Alpha-RPG. "Hmm.... Baiklah, sekarang kita turun ke pertarungan yang sesungguhnya, RPG terakhir yang bisa bertahan akan menjadi pemenang. "Aku... Tidak.... Akan.... Kalah... Dari.... R... P.... G!" Kata Alpha-RPG. "Apa? Jadi didunia ini tidak cukup besar dan salah satu dari kita harus pergi?" Kata RPG. Alpha-RPG pun mengangguk. "Baiklah.... Aku setuju!" Kata RPG. Dimulailah pertarungan antara RPG dan Alpha-RPG.


Sementara itu....


"Hey! Kembali disini dasar robot peniru!" Kata Xicko geram. Xicko terus mengejar Cyber-Xicko sampai masuk ke suatu ruangan besar. "Wah... Wah... Wah... Bukankah ini salah satu mantan pelayanku? Xicko The Shadow." Kata Jeremy yang sudah menunggu kedatangan Xicko. "Doctor.... Rencana jahatmu sudah berakhir! Menyerahlah sekarang." Kata Xicko. "Oh ya? Apa kau berpikir akan mengalahkanku? Penciptamu sendiri?" Kata Jeremy sambil tersenyum jahat. "Apa.... Apa maksudmu?" Kata Xicko. "Ya..... Kau termasuk ciptaanku juga, Cyber-Xicko." Kata Jeremy. "Itu.... Tidak mungkin! Aku yakin aku telah diciptakan oleh seorang professor!" Kata Xicko sambil mengingat masa lalunya. "Oh ya? Apa kau berpikir begitu? Lihatlah disekelilingmu sekarang." Kata Jeremy. "Switch Activated!" Jeremy mengeluarkan seluruh pasukan Cyber-Xicko dan menunjukannya pada Xicko. "Apa... Apaan ini? Apakah aku termasuk.... Android juga?" Tanya Xicko. "Muahaha... Kau hanyalah ciptaanku dan kau berpikir untuk mengalahkanku dengan semudah itu? Hmph.... Kau adalah satu-satunya robot yang mengkhianatiku." Kata Jeremy. Xicko pun langsung jatuh tersungkur dalam keputusasaan. Kepalanya terasa sakit, Xicko terus mengingat masa lalunya.


Flashback.....


Didalam Azure Arcadia, Xicko sedang mengobrol Angela Alexandra, putri dari sang professor yang membuat Xicko. "Xicko.... Apa pendapatmu mengenai bumi?" Kata Angela. "Angela.... Aku tidak tahu. Aku tidak pernah kebumi sebelumnya, tapi aku berjanji suatu saat nanti aku akan mengantarmu ke bumi dan menjagamu disana. Aku janji." Kata Xicko sambil memegang tangan Angela. "Terimakasih Xicko." Kata Angela.


Flashback 2....

__ADS_1


"Temukan sang professor dan hancurkan semua percobaannya. Jangan ada yang tersisa didalam stasiun luar angkasa ini!" Kata pemimpin dari orang-orang yang menyerang Azure Arcadia. "Hey.... Apa-apaan ini?! MASSIVE INFERNO DESTRUCTION!!!" Teriak Xicko. "Xicko dan sang professor berjuang melawan orang-orang yang berusaha mengambil alih Azure Arcadia. "Xicko.... Pergi dari sini bersama putriku, Angela, dan bawalah dia ketempat yang aman, aku akan menangani ini." Kata sang professor. Xicko menurut, ia memegang tangan Angela dan mengajaknya pergi dari Azure Arcadia, tetapi sayangnya ada satu orang yang sudah mengawasi gerak-gerik Xicko dan Angela sejak tadi. Ia bersiap-siap untuk menembakan pelurunya kearah Angela dan Xicko. Angela tiba-tiba melepaskan tangan Xicko. “Angela?!” tanya Xicko. “Kau lari saja! Aku akan mengatasi mereka! Aku juga bisa bertarung kau tahu?!” kata Angela sambil mengeluarkan senjatanya. “Angela! Kau gila! Mereka terlalu banyak!” Teriak Xicko panik. “Jangan meremehkanku, Xicko! HIYAAAA!” teriak Angela. Satu-persatu sekelompok ******* penyerang Azure Arcadia pun tumbang. Xicko hanya tercengang melihatnya. “Kurasa aku terlalu meremehkanmu, Angela,” kata Xicko yang masih terkejut. “Tee hee,” kata Angela sambil tersenyum. Sayangnya, Xicko dan Angela tidak memerhatikan keadaan sekitar dan lengah. "Ayo Angela kita pergi dari sini! Tempat ini sudah tidak aman lagi!" Ajak Xicko. "Baiklah aku akan....." Kata Angela. "Urgh..... Offff.... Hhhhh....." Kata Angela. "ANGELA!!! Apa yang....." Kata Xicko sambil menghindar dari tembakan peluru sniper orang itu. "Kau!!! Inferno.... Halberd!" Kata Xicko sambil membunuh orang yang sudah menembak Angela. "Angela.... Kau tidak apa-apa?" Tanya Xicko. "Aku...." Kata Angela lemah. "Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja." Kata Xicko sambil membantu Angela untuk berdiri. "Xicko.... Kau mau melakukan satu hal untukku? Tsk.... Sebelum.... Aku.... Mati." Kata Angela. "Jangan berkata begitu! Baiklah aku akan melakukan apapun demi kau." Kata Xicko. "Masuklah.... Kedalam.... Pod darurat itu." Kata Angela sambil menahan rasa sakit. Xicko menurut. Ia pun segera masuk kedalam pod darurat itu. Angela langsung mengunci pod itu dengan menekan tombol yang ada didekatnya. Xicko pun kaget. "Angela.... Apa yang.... Mengapa kau mengunciku didalam pod ini?" Kata Xicko. "Maaf Xicko, ini demi kebaikanmu. Aku akan mengirimmu.... keruangan paling rahasia..... di Azure Arcadia." Jelas Angela. "Tapi mengapa?" Kata Xicko. "Aku.... Mencintaimu. Aku mohon padamu. Jika suatu saat ada orang yang membebaskanmu, dan mengajakmu kebumi..... Jaga dan lindungilah Planet Bumi. Selamat tinggal..... Xicko The Shadow." Kata Angela sambil menekan tombol darurat dan mengirim Xicko ke ruangan rahasia. "Angela.... Jangan!" Kata Xicko. Setelah mengirim Xicko keruangan rahasia, Angela langsung tersungkur ke tanah dan meninggal. Azure Arcadia hancur dan sang professor ditangkap oleh orang-orang tersebut.


Kembali kemasa kini.....


"Jadi Xicko..... Apa kau sudah ingat siapa dirimu sekarang? Hahaha. Menyerahlah Xicko. Kau tidak bisa mengalahkanku." Kata Jeremy. "Aku percaya padamu, Xicko The Shadow." Xicko mendengar bisikan Angela lewat angin yang berhembus. "Tidak.... Doctor Jeremy. Aku tahu siapa diriku sekarang. Namaku.... Xicko The Shadow dan aku akan menepati janji yang sudah dipercayakan Angela padaku. Kau berbohong padaku, Doctor Jeremy!" Kata Xicko yang sudah memulihkan ingatannya. "Apa? Kau masih berani untuk melawanku? Kau masih tidak menerima kenyataannya. Kau adalah Cyber-Xicko, salah satu robotku." Kata Jeremy. "Kaulah yang tidak bisa menerima kenyataan, Doctor. Kenyataan bahwa kau akan kalah." Balas Xicko. "Grrrr.... kau ini! Kau bukanlah apa-apa selain potongan logam sampah. Hmph! Baiklah kau tidak memberiku pilihan. Aku terpaksa harus melakukan ini." Kata Jeremy sambil mengeluarkan robot terbesarnya, The Diablon Crusher. "Setelah aku mengalahkanmu dan menghancurkanmu sampai berkeping-keping, aku akan membuangmu kedalam tempat pembuangan sampah. Kau akan merasakan kemarahanmu!" Kata Jeremy. "Hmph.... Baiklah, mari kita akhiri ini, Doctor Jeremy." Kata Xicko. Pertarungan antara Jeremy dan Xicko akhirnya pecah. "Missile Destruction Activated!" Jeremy mengeluarkan missile kearah Xicko. Xicko menghindar dengan sangat mudah. "Hmph.... Kau meleset lagi, Jeremy." Kata Xicko. "Grrr..... Kau ini!" Kata Jeremy. "Hmm.... Bagian yang menyala ditengah itu kelihatannya sangat mencurigakan, aku akan mencoba untuk menyerang bagian itu." Gumam Xicko. "Hey Jeremy, kemari dasar lambat!" Kata Xicko. "Jangan lari, Xicko! Aku akan menghancurkanmu sekarang juga!" Kata Jeremy geram. "Terima ini, Xicko!" Kata Jeremy. "Infinite Cannon Activated" "Inferno.... PULSE!" Kata Xicko. Zap.... "Kena kau Jeremy. Inferno..... Halberd!" Kata Xicko sambil mengarahkan kekuatannya ke bagian tengah yang menyala yang ternyata adalah titik kelemahan Diablon Crusher. "Bomb Drop Activated" "Gah! Oh tidak.... Jangan! Apa yang kau lakukan Xicko?! Jangan jatuhkan disini! Diablon! Batalkan penjatuhan bom, batalkan penjatuhan bom! Tidak!" Kata Jeremy. "Sebaiknya aku segera berlindung." Kata Xicko. Ia pun mencari tempat perlindungan yang aman sebelum robot Jeremy meledak. "KABOOM!!!" "Fiuh... Hampir saja." Kata Xicko. Ia melihat Jeremy yang keluar dari robotnya dengan keadaan lemah dan mendekatinya. "Uhuk... Uhuk... Uhuk...." Kata Jeremy. "Akhirnya.... Kau sudah kalah, Jeremy." Kata Xicko. "Kau... Aku membuatmu.... dan inikah balasanmu kepadaku?!" Kata Jeremy. "Namaku Xicko The Shadow, The Shadow Life Form, diciptakan oleh sang professor jenius. Aku akan memenuhi janji yang diberikan Angela Alexandra padaku dan tidak ada yang bisa menghalangi jalanku untuk melindungi bumi. Inilah diriku, aku tetaplah aku. Muahahaha!" Kata Xicko. "Apa?!" Kata Jeremy. "Selamat tinggal...... Doctor Jeremy. SUPER INFERNO PULSE!" kata Xicko sambil mengirim Jeremy kedalam portal tanpa batas. "TIDAK!!!" Teriak Jeremy. "Hmm.... Berakhir sudah." Kata Xicko.


Sementara itu......


"Ayo Alpha-RPG. Ada apa? Tidak bisa mengejarku? Kau terlalu lambat." Kata RPG. "Harus... Hancurkan.... RPG!" Kata Alpha-RPG sambil terus mengejar. "Hyper Mode Activated!" Kata Alpha-RPG. "Uh oh.... Whoa..... Baiklah, aku mulai serius! Lightning..... Flash!" Kata RPG sambil terus mengejar Alpha-RPG. RPG dan Alpha-RPG terus berkelahi dan kelihatannya belum ada yang kalah sampai RPG menemukan sebuah ide. Ia melihat tangki air raksasa yang terbuka. "Jika aku bisa menuntun Alpha-RPG sampai masuk kedalam tangki raksasa itu, dia akan tenggelam. Baiklah! Hey Alpha-RPG, kemari dasar lambat!" Kata RPG. "Harus hancurkan..... RPG!" Kata Alpha-RPG. Ia pun terus mengejar RPG sampai ketepian tangki air raksasa itu. "Hey Alpha-RPG, lewat sini lambat!" Kata RPG lagi. "Lock-on system activated, Tenggelamkan.... RPG!" Kata Alpha-RPG. Alpha-RPG langsung menyerang RPG, tetapi RPG sudah mengetahui gerakan Alpha-RPG. Saat Alpha-RPG hampir menabrak RPG dengan tujuan menjatuhkannya kedalam air, RPG langsung melompat tinggi dan menghindari serangan Alpha-RPG. Alpha-RPG langsung rusak dan tenggelam kedalam air. Sebelum tenggelam, ia mengucapkan beberapa kata. "Misi.... Gagal.... Hanya ada.... Satu RPG..... Yang..... Bzzzzz..... Bisa...... Ber....ta...han..... Bzzzz. All systems shutdown...." Kata Alpha-RPG. "Hmph.... Akhirnya. Sekarang waktunya menghancurkan tempat ini dan mengakhiri semua kegilaan ini." Kata RPG. "Kau pikir akan semudah itu?" Kata Zorg yang tiba-tiba muncul dari belakang. "Zorg! Kekuasaanmu berakhir disini," Kata RPG. "Hmph.... Aku masih harus menghancurkanmu, RPG!" Kata Zorg. Pertarungan antara RPG dan Zorg pun tak terhindarkan. Mereka saling menyerang satu sama lain. "Terima ini, Zorg! RPG WIND Destruction!" Teriak RPG. "Tidak semudah itu, RPG!" Kata Zorg. Ia pun menghilang sebelum serangan RPG mengenai tubuhnya. "Tsk! Dia menghindar dari seranganku dengan cepat?!" Kata RPG yang sudah mulai kelelahan. "Hehehahaha! Kau lemah, RPG! Terima ini! Inferno Style : Chaotic Demon Paralyze!" Kata Zorg. "Ugghhh! Oooffff! Apa-apaan ini?! Aku tidak bisa bergerak!" Kata RPG. "Sekarang kau lihat betapa hebatnya aku?" Kata Zorg mengejek. "Aku.... harus..... melepaskan diri! Argh!!!" Kata RPG kesakitan. "Kau tidak bisa lepas dari pengaruh Chaotic Demon, RPG! Semakin kau berusaha untuk melepaskan diri, semakin banyak rasa sakit yang kau rasakan. Hehehahaha!" Kata Zorg. "Aku.... harus..... Ahhhh!!!" Teriak RPG. "Sebelum aku menghabisimu, ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan? Kapten RPG?" Kata Zorg sambil mengejek. Saat RPG sudah pasrah dan putus asa, ia melihat Xicko dari kejauhan yang berlari kearahnya untuk menyelamatkan RPG. "Y...ya! Aku... punya kata-kata..... terakhir! BOILING UNDERPANTS!!!" Teriak RPG. "Apa yang kau katakan? Itu bahkan tidak masuk ak.... Aahhhhh!!!" Teriak Zorg. Ia pun terlempar sangat jauh karena Xicko berlari dengan sangat kencang dan menabrakan diri ke arah Zorg. RPG pun langsung jatuh ke tanah. "Heh! Tidak ada yang boleh menyakiti RPG, dasar kau!" Kata Xicko marah. "RPG! Kau tidak apa-apa?!" Kata Xicko. "Ya aku baik-baik saja. Terimakasih Xicko," kata RPG. "Apa yang dilakukannya padamu?" Kata Xicko. "Tadi hampir saja. Aku merasa tercekik oleh kekuatan anehnya. Aku tidak tahu kekuatan macam apa itu," kata RPG. "Yang penting, sekarang kau selamat. Ayo kita pergi dari sini!" Kata Xicko. "Tunggu, bagaimana dengan Doctor Jeremy?" Kata RPG. "Tenang saja, RPG. Ia sudah kukirim ke portal tanpa batas," kata Xicko. "Begitu ya? Baiklah, ayo kita pergi dari sini," kata RPG. "Tidak secepat itu, RPG dan Xicko!" Kata Zorg yang muncul dihadapan mereka dengan marah. "Kau masih tidak mau menyerah ya?!" Kata Xicko geram. "Xicko, kita tidak bisa mengalahkannya, kecuali kita bekerja sama," kata RPG. "Hmph! Baiklah, kita lakukan ini bersama-sama sebagai tim," kata Xicko. "Okay! Ayo!" Kata RPG.


Sementara itu....


Kembali lagi ke Thundertropolis......

__ADS_1


"Hehehehahaha! Tempat ini akan menjadi akhir bagi kalian berdua!" Kata Zorg. "Kekuatanku telah bertambah 2 kali lipat sejak terakhir kali kita bertemu, Zorg!" Kata Xicko geram. "Kali ini kita lakukan bersama-sama, Xicko!" Kata RPG. "Aku baru saja akan mengatakan hal itu, ayo RPG!" Kata Xicko. "Bagus.... bagus..... Kelihatannya dua orang akan mati hari ini! Mari kita akhiri ini, RPG dan Xicko! Argh!" Kata Zorg. "Heeeaaarrrrghhh!" Teriak RPG dan Xicko. Mereka pun menyerang Zorg secara bersamaan, disaat itu juga, kekuatan Zorg mulai melemah. "Yaaaa!!! Haaa!!!!" Kata RPG. "Inferno... PULSE!" teriak Xicko. "Hehehehahaha! Kau tidak akan bisa mengalahkan.... Argh!!!" Teriak Zorg. "RPG! SEKARANG!" teriak Xicko. "Baik! Haaa!!!" Teriak RPG. "INFERNO HALBERD!" teriak Xicko. "RPG WIND!" teriak RPG. Mereka berdua menusuk Zorg dari sisi depan dan belakang, tepat mengenai titik kelemahannya, yaitu Indigo Diamond. "Aku.... Aku.... tidak kalah! Aku.... Masih kuat.... Untuk bertarung... Tidak.... Tidak! TIDAK!!!" Teriak Zorg yang mulai menghilang. " Akhirnya... Semuanya sudah berakhir sekarang," kata RPG. "Mari kita pulang dan menemui teman-teman kita, RPG," kata Xicko. "Baiklah," kata RPG sambil tersenyum. "Oh ya, RPG, ambil sisa pecahan dari Indigo Diamond itu, aku ingin menelitinya di Kerajaan Mizukumo," kata Xicko. "Baiklah, kau memang benar-benar misterius ya, hehe!" Kata RPG. "Hmph...." Kata Xicko.


Sementara itu, Dahlia mendapat kabar dari radarnya bahwa Zorg telah dikalahkan oleh duo tag team, RPG dan Xicko. "Teman-teman, aku mendapat kabar bahwa RPG dan Xicko berhasil mengalahkan Zorg! Kita berhasil!" Kata Dahlia senang. "Bagus sekali! Setidaknya kita aman untuk sementara waktu. Kita harus tetap berjaga-jaga," kata Olimphia. "Ya kau benar, kita hanya perlu menunggu kedatangan mereka dan merayakan kemenangan kita!" Kata Akimura. "Hmm... RPG dan Xicko sudah mengalahkan Zorg? Itu berarti mereka berhasil mengambil Indigo Diamond darinya," gumam Olivia. "Olivia, ada apa? Kau mencemaskan mereka? Tenang saja, mereka selamat," kata Shirata. "Oh... Ya... Aku baik-baik saja, aku permisi dulu ya," kata Olivia. Teman-temannya pun melihat kelakuan aneh Olivia yang tidak seperti biasanya. "Baiklah, jangan pergi terlalu jauh dari sini ya," kata Olimphia. Olivia pun segera menghilang dibalik kabut. Ia segera bertemu dengan sosok misterius. "Hey sayang, kau sudah kembali," kata sosok itu. "Tentu sudah, aku mendengar kabar bahwa RPG dan Xicko sudah berhasil mengalahkan Zorg! Indigo Diamond pasti ditangan mereka sekarang," kata Olivia pada sosok misterius itu. "Bagus sekali, kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk menyerang mereka. Kemampuan mata blossom mu memang cocok untuk memata-matai mereka, terutama RPG!" Kata sosok itu. "Apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanya Olivia pada sosok itu. "Kembalilah dahulu, jika kau melihat RPG datang, ambil Indigo Diamond dari tangannya," kata sosok itu pada Olivia. "Baiklah, sayangku," kata Olivia sambil tersenyum. Ia pun kembali menuju teman-temannya. "Akhirnya kau kembali juga! Apa yang kau lakukan, Olivia? Sangat berbahaya berjalan sendirian di malam yang berkabut seperti ini!" Kata Shirata. "Maaf, aku hanya ingin menghirup udara segar," kata Olivia. "Hey teman-teman," kata RPG. "RPG, Xicko! Kalian kembali! Syukurlah kalian berdua selamat!" Kata Dahlia. "Hehe! Xicko membantuku melawan Zorg," kata RPG. "Hmph... Zorg The Ultimate Creature? Lebih mirip Zorg The Loser bagiku!" Kata Xicko. "Apa itu yang ada di tanganmu, RPG?" Tanya Olivia. "Aku berhasil mengambil sisa pecahan Indigo Diamond dari Zorg. Aku akan menyimpannya di Kerajaan Mizukumo agar tidak disalahgunakan lagi," kata RPG sambil menunjukkan Indigo Diamond pada Olivia. "Boleh kulihat?" Tanya Olivia. "Tentu saja! Simpan baik-baik, Olivia. Teman-teman, mari kembali ke Kerajaan Mizukumo," kata RPG. "Tunggu! Bagaimana dengan penduduk Desa Moshuka? Desa mereka sudah hancur akibat penyerangan Jeremy kemarin," kata Akimura. "Oh ya, aku hampir lupa!" kata RPG tersenyum. Ia pun memperbaiki Desa Moshuka seperti semula menggunakan kekuatan alamnya. Para penduduk desa pun kelihatan senang dan segera berterimakasih kepada RPG dan teman-temannya. "Baiklah, semua masalah sudah selesai, ayo kita pulang," kata Olimphia. "Ya! Aku tidak sabar ingin menonton tv," kata Yasora. "Hey! Sekarang giliranku untuk menonton acara favoritku," kata Dahlia. "Hehe! Maaf," kata Yasora sambil tersenyum. "Baiklah, tunggu apa lagi? Mari pergi," kata RPG. "Hehehe....." Tawa Olivia. RPG dan teman-temannya pun kebingungan melihat tingkah laku Olivia yang semakin aneh. "Olivia? Apa kau baik-baik saja?" Tanya RPG. "Hehehehe..... Hehehehahaha! HAHAHAHAHA! Akhirnya aku mendapatkan Indigo Diamond!" Tawa Olivia. "Apa maksudmu? Apa yang kau bicarakan?!" Tanya RPG. Tiba-tiba, disamping Olivia, muncul lelaki misterius tadi. "Hehehehahaha! Kerja bagus, sayangku! Kau berhasil mendapatkan Indigo Diamond! Hahahaha!" Tawa laki-laki itu. "Apapun untukmu, sayang," kata Olivia lembut. "Sa... Sayangku?! Apa maksud dari semua ini?!" Tanya RPG. "Biar kuperjelas lagi! Oh ya, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku adalah Aries Shadow Haruko, pacar Olivia. Aku akan menggunakan Indigo Diamond untuk menghancurkan dunia kalian dan membuat dunia kita yang baru. Tempat dimana hanya ada ketenangan, aku, cinta, dan Olivia! Tidak ada orang yang akan mengganggu kami! Hehehehahaha!" Kata Aries. "Apa kau sudah gila?!" Bentak Xicko. "Tidak! Aku sangat normal! Hmph! Sepertinya aku harus menghancurkan kalian terlebih dahulu!" Kata Aries marah. "Apa yang...... Mengapa kau lakukan ini pada kami semua, Olivia?" Tanya RPG yang meneteskan air mata. "Hah! Kau pikir aku benar-benar mencintaimu? Oh, aku hanya mencintai kekuatanmu lewat mata Blossom ku, RPG! Kita bisa memulai proyek rahasia kita?" Tanya Olivia. "Tentu saja, apapun untukmu, Oliviaku," kata Aries. "Apapun yang akan kalian lakukan, kami akan menghentikan kalian berdua!" Bentak Xicko. "Kau.... Kau menghancurkan hatiku, Olivia. Aku pikir kau...." Kata RPG sambil meneteskan air mata. "Aries, aku pikir sudah saatnya menyingkirkan mereka sebelum kita memulai proyek rahasia kita," kata Olivia. "Ide bagus! Olivia... Buka mulutmu dan katakan... Aahhhhhh....." Kata Aries. "Tunggu dulu! Apa yang akan kalian lakukan?!" Bentak Olimphia. "Aaahhhh......" Kata Olivia. "Ya... Bagus! Teruskan, sayangku," kata Aries. "AAAAAHHHHHHH......" Teriak Olivia. Aries pun langsung mengangkat tangannya ke atas "Hehehehahaha! BEHOLD... THE CORE SONG OF BERSERKER! THE GRAND LIGHT FROM THE MAGICAL HEART AND TRUE LOVE! THE DARK FAITH THAT WILL COMES TO AN END! WE... ARIES AND OLIVIA.... SUMMON THEE IN OUR NAMES..... KARAKAWA..... SING FOR US AND DESTROY ALL OF THEM!" teriak Aries. Tiba-tiba tanah pun bergetar.... Dihadapan mereka muncul lima golem raksasa yang dilengkapi dengan armor yang sangat tebal. "Sial! Bagaimana kita akan bisa mengalahkan mereka semua?!" Kata Xicko. RPG pun terdiam. "Jadi inilah kekuatan terpendam yang dimiliki oleh Olivia," gumam RPG. "KITA SEMUA AKAN HANCUR!" teriak Yasora. "Hehehehahaha! Aku akan senang melihat kalian dilumat oleh golem-golem kami!" Kata Aries. Tiba-tiba, sesosok naga biru menghampiri mereka. "RPG! TEMAN-TEMAN!" teriak naga itu. "Des.... Destroyer?!" Jawab RPG terkejut. "DESTROYER! Untung saja kau datang! Bantu kami melawan golem-golem itu!" Kata Olimphia. "Heh! Itulah rencanaku. RPG! Naik ke punggungku! Kita lakukan ini bersama-sama! Kalian semua, serang golem itu dengan kekuatan penuh kalian. Aku dan RPG akan menyerang mereka dari atas!" Perintah Destroyer. "Baiklah! Teman-teman, AYO!" teriak Akimura. "Baiklah!" Jawab mereka semua. "Kau sudah siap, RPG?" Tanya Destroyer. "Ya, ayo kita hancurkan para golem itu dan menyelesaikan kegilaan ini selamanya!" Kata RPG.


Destroyer pun menabrak semua golem-golem itu dan alhasil, mereka dapat tumbang dengan mudah. "Hah! Ini lebih mudah dari yang kubayangkan!" Kata Destroyer. "Hey, jangan senang dulu, lihat! Mereka kembali seperti semula!" Kata RPG. "Apa?!" Kata Destroyer terkejut. Golem-golem itu pun bangkit dan memperbaiki diri mereka sendiri. RPG pun berpikir keras dan ia melihat salah satu golem yang mengeluarkan cahaya merah pekat dan berbeda dari yang lainnya. "Hmm.... Mungkin ada sihir pengendali yang mengendalikan semua golem ini agar bisa memperbaiki diri mereka sendiri dan aku tahu cara mengalahkannya! Destroyer! Serang golem yang menyala itu!" Perintah RPG. "Apa gunanya? Mereka akan tetap memperbaiki diri mereka sendiri!" Kata Destroyer yang sudah mulai kewalahan untuk menghindari serangan dari golem-golem itu. "Sudah, lakukan saja seperti yang kuperintahkan," kata RPG. "Baiklah," kata Destroyer. Ia pun menyerang golem yang menyala itu. Dugaan RPG pun benar, setelah Destroyer menabrak dan menghancurkan golem inti, ke empat golem yang lain pun akhirnya hancur dan tidak memperbaiki diri mereka sendiri. "Yeah! Kita berhasil kawan-kawan!" Seru RPG. "Haha! Kerja bagus RPG dan Destroyer!" Jawab Akimura. "Hmph! Tidak buruk," kata Xicko. "Hehehehahaha! Jangan berharap ini sudah berakhir! Olivia?" Kata Aries. "Baiklah!" Kata Olivia. RPG tidak menyadari bahwa Aries datang melesat kearahnya. "Hey! Apa yang lucu? Kalian sudah kalah, Aries dan Olivia. Ini saatnya kami membawa kalian ke Kerajaan Mizukumo untuk diadili!" Kata Olimphia tegas. "Hehe! Serahkan ini padaku, aku akan menangkap mereka dengan mata alamku. Nature Eyes.... Awakens!" Teriak RPG. RPG pun terkejut karena ia tidak bisa mengeluarkan mata alamnya. "Apa... Apa yang terjadi padaku? Mata alamku!" Kata RPG sambil memegang matanya. "Hahahahaha! Kau masih sangat naif, RPG! Kau pikir kau sudah menang? Tidak akan bisa. Aku sudah mengambil mata alammu dan tidak ada yang bisa kau lakukan, RPG! Hehehehahaha!" Kata Aries. "Tapi.... Tapi.... Tidak mungkin! Sejak kapan kau mencuri mata alamku? Tunggu sebentar....." Kata RPG. Ia mencoba untuk mengingat kembali. "Kau.... Kau mengambil mata alamku begitu cepat saat aku merayakan kemenangan!" Kata RPG. "Hehehehahaha! Tepat sekali. Sekarang kekuatanku dan Olivia sudah lengkap! Saatnya untuk menghancurkan bumi dan membuat dunia baru! PERFECT LEAF MEGALODON!" teriak Aries. "Hey! Bagaimana kau bisa mengaktifkan teknik itu? Mata yang kau curi adalah mata alam biasa!" Kata RPG. "Hehe! Kau tidak pernah berubah, RPG! Aku mempunyai mata blossom juga, ingat? Dan aku bisa mengkombinasikan mata alam dan mata blossom ini untuk mengaktifkan Perfect Leaf Megalodon! Hehehehahaha! Aku akan membunuh kalian semua disini! Olivia, ayo!" Kata Aries. "Baiklah!" Kata Olivia. "Ayo teman-teman! Jika kita bekerja sama, tidak peduli seberapa kuatnya mereka, kita pasti akan menang!" Teriak Akimura. "DEMI KERAJAAN MIZUKUMO DAN DEMI KESELAMATAN ALAM!" teriak Shirata. Akimura, Xicko, Olimphia, Yasora, Dahlia, dan RPG pun menyerang Aries. Sayangnya, Aries dengan mudah menahan mereka semua dengan satu ayunan pedang Perfect Leaf Megalodon. "Tsk! Kalian baik-baik saja?" Tanya Xicko. "Y.... Ya.... Aku....." Kata Olimphia. "Kau! Berhenti menyerang teman-temanku!" Kata RPG. "LIGHTNING.... FLASH!" teriak RPG. "Jika kau tidak bisa mengalahkan musuh, butakan mereka," gumam RPG. Ia pun membuat pusaran tornado yang mengelilingi Perfect Leaf Megalodon milik Aries. "Kau ingin mengalihkan perhatian ya? Tidak semudah itu," kata Aries. Ia pun menyerang RPG sekali lagi yang membuat RPG tersungkur di tanah dengan sangat keras. "Tsk! Huff.... Ia.... Terlalu kuat!" Kata RPG. "Menyerahlah! Kalian tidak akan kembali hidup-hidup!" Kata Olivia. Saat ingin menyerang RPG dan teman-temannya, serangan pedang dari Perfect Leaf Megalodon milik Aries pun tertahan. "Apa yang.... Hey!" Kata Aries. "Sayangnya kami tidak akan membiarkanmu melakukan itu," kata sosok misterius itu. RPG pun mengenali sosok tersebut. "AGT? RAKE?!" teriak RPG. "Apa kau.... Tsk..... Mengenal.... Kedua orang tersebut?" Tanya Shirata yang kesakitan. "Ya, mereka adalah kedua orang yang terjebak di Macrotopolis, bernama AGT dan Rake!" Kata RPG. "Kau lihat, bukan hanya kau yang memiliki kemampuan mata alam sekarang. Aku mempunyai Perfect Leaf Great White kau tahu?!" Kata Rake. "Jadi.... Kau mau berduel, orang asing?! Baiklah! Kemari dan hadapi aku!" Kata Aries. "Olivia, aku mau kau memerangkap RPG di dimensimu dan bunuh dia disana. Dengan terbunuhnya RPG, itu akan lebih memudahkanku dalam menyelesaikan misi kita," bisik Aries pada Olivia. "Baiklah!" Kata Olivia. Saat Rake dan Aries sibuk bertarung, Xicko melihat Olivia melarikan diri. "RPG! Olivia melarikan diri!" Kata Xicko. "Serahkan ia padaku! LIGHTNING FLASH!" kata RPG. "Apa? Bagaimana ia bisa secepat itu?!" Tanya RPG. "Inilah kemampuan mata blossom yang sebenarnya. Mata blossomku dapat menyalin gerakan dan kekuatan darimu, RPG," kata Olivia. "Grrrr......" Kata RPG geram. Saat Olivia mulai terpojok, ia langsung menjalankan apa yang diperintahkan oleh Aries. "Cukup sudah Olivia! Kejahatanmu berakhir disini! Kau mengkhianatiku! Kau mengkhianati kita semua! Kau tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini! Kau.... MENYAKITI PERASAANKU, OLIVIA MIZUKI HARUKO!" teriak RPG. "Hehehe..... Hehehehahaha.... Hahahaha! Aries benar, kau orang yang mudah untuk patah hati, RPG of the Starlight! Kau pikir aku benar-benar mencintaimu? Hmph! Aku hanya berpura-pura saja. Semenjak kita bertemu pertama kalinya di Desa Moshuka, kau pikir kau bisa mendapatkan hatiku dengan semudah itu? Heh! Aku sudah mencintai orang lain," kata Olivia. "Tapi.... Kau pernah mengatakan kau mencintaiku, Olivia," kata RPG. "Kau tahu mengapa aku melakukan itu? Untuk menyalin semua gerakanmu dan mendapatkan kekuatan Dark Olivia. Karenamu, aku bisa mengetahui lokasi semua Viridian Stone yang kau simpan, karena aku sudah berhasil meluluhkan hatimu," jelas Olivia. Ia tidak menyangka, orang yang sangat dekat dengannya, orang yang selalu berusaha untuk ia lindungi, kini mengkhianati dunia, teman-temannya, dan hatinya sendiri. RPG pun mengeluarkan air mata. "Aku... Aku tidak tahu mengapa aku bisa.... mengenalmu, Olivia," kata RPG. "Hmph! Sudah cukup basa-basinya. INFERNO BLOSSOM DIMENSIONS..... RELEASE!" teriak Olivia. RPG pun terkejut. Seketika, lingkungan disekelilingnya pun berubah. "Kau..... Kau bisa mengubah dimensi?!" Kata RPG. "Ya! Aku akan menghabisimu didalam dimensiku sendiri, RPG!" Kata Olivia. "Baiklah, kurasa aku tidak punya pilihan selain melawanmu sendirian, Olivia!" Kata RPG. "Heh! Kau tidak akan bisa keluar dari sini, RPG!" Kata Olivia sambil menyiapkan pedangnya. "Itu.... Itu pedang Dark Chaotic Demon! Pedang terkuat sepanjang masa menurut buku yang kubaca di Kerajaan Mizukumo!" Gumam RPG terkejut. "Ada apa RPG? Kau terlihat terkejut," kata Olivia. "Kurasa kemungkinan keluar dari sini sangat kecil, tapi aku tidak bisa menyerah sekarang! Demi alam, demi teman-temanku, demi semua orang yang kucintai," kata RPG sambil mengepalkan tangannya. "RPG!!!" teriak Olivia. "OLIVIAAAAA!!!!" teriak RPG. Pertempuran besar pun akhirnya tak terhindarkan. "HAAA!!! HIYAAAA!!!!" Teriak RPG. "Hmph! Tidak buruk! Terima ini!" Kata Olivia. Pertarungan berlangsung dengan sengit. RPG dengan sekuat tenaga mencoba untuk menjatuhkan Olivia namun usahanya sia-sia. Pedang Dark Chaotic Demon terlalu kuat untuknya. Ia berkali-kali terlempar dan jatuh tersungkur akibat ayunan pedang milik Olivia. Tetapi, bukan RPG namanya jika menyerah begitu saja. Ia terus bangkit walaupun ia sudah terluka. "Hehehehahaha! Kau gigih sekali ya? Masih tidak mau mengaku kalah ya?" Kata Olivia. "Jika kau.... Tidak bisa mengalahkan mereka..... Butakan mereka.... Itu adalah MOTIVASIKU!" teriak RPG. "LIGHTNING FLASH!" kata RPG. Ia berlari cepat mengelilingi Olivia dan membuat pusaran debu yang menghalangi penglihatan Olivia. "Kau.... Kenapa kau tidak diam saja dan biarkan aku membunuhmu, RPG OF THE Starlight!" teriak Olivia. "Hehe.... Ini kesempatanku!" Kata RPG. Saat Olivia lengah, ia pun menggunakan kesempatannya dengan menabrakan diri dengan sangat kencang kearah Olivia. "HAAAAA!" teriak RPG. "Ahhhh!!! Offf...." Kata Olivia. "Huff... huff... Apa sudah selesai?" Gumam RPG. "Sayangnya itu belum selesai, RPG," kata Olivia yang tiba-tiba muncul dari belakang. "Apa yang...... Ahhhh! Offf...." Kata RPG. Olivia memukul RPG dengan pedangnya dengan sangat kencang dari belakang. RPG sekali lagi terlempar dan jatuh tersungkur lagi. "Tapi.... Bagaimana.... Bisa...?" Kata RPG yang sudah kehabisan tenaga tak berdaya. "Kau menghabiskan seluruh energimu untuk menghabisi bayanganku? Hehehehahaha!" Kata Olivia. "Hanya..... bayangan? Olivia...... Apa ini akhirnya? Aku sudah.... Kehabisan tenaga..... Aku....." Kata RPG. Penglihatannya memburam. "Tidak.... Jangan..... Sekarang....." Kata RPG sambil menutup mata. Ia pingsan setelah Olivia menyerangnya berkali-kali. "Hehehe! Selamat malam.... RPG," kata Olivia sambil bersiap mengayunkan pedangnya ke arah RPG. Tiba-tiba suatu keajaiban terjadi. "Saat pedang Olivia hampir mengenai tubuh RPG yang tak berdaya, ada suatu perisai biru ajaib yang mengelilingi tubuh RPG. "Hey! Apa-apaan ini! Argh!" Kata Olivia. Ia berusaha menghancurkan perisai itu menggunakan pedangnya namun tidak menghasilkan apapun. Perisai disekitar RPG tetap kokoh berdiri. Ia melihat RPG terangkat dan mengeluarkan aura biru misterius dan muncul sebuah kuncup bunga matahari berwarna kuning pada mata kiri milik RPG. Ia pun membuka matanya kembali. "Apa-apaan ini? Kau....." Kata Olivia terkejut. "Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, tapi semenjak kekuatanku kembali secara tiba-tiba, mari kita melanjutkan pertarungan ini secara adil, bukan begitu, Olivia?" Tanya RPG. "Kau... Aku akan membunuhmu disini!" Teriak Olivia.


Sementara itu...


"Tch! Aku sudah terpojok," gumam Aries. "Ada apa? Cepat bangun dan lawan aku! Kau berencana untuk membunuh RPG? Aku tidak akan membiarkanmu!" Jawab Rake. "Kurasa aku harus kembali ke Olivia untuk memulihkan keadaanku!" Kata Aries sembari membuka portalnya. "Rake! Aries melarikan diri!" Teriak AGT. "Jangan khawatir, aku akan mengejarnya. Rake kemudian langsung mengikuti Aries dan masuk kedalam portalnya juga. Ia terkejut melihat RPG dengan dilindungi aura biru yang misterius. "Huff... Huff...." Kata Olivia. "Kau baik-baik saja, sayang?" Tanya Aries. "Y...ya... Maafkan aku Aries. Kurasa RPG terlalu kuat!" Kata Olivia. "Tapi.... Bagaimana bisa?" Tanya Aries terkejut. RPG yang sudah mulai kewalahan terkejut melihat Rake. "Rake?! Apa yang kau lakukan disini?!" Tanya RPG. "Aku datang untuk membantumu mengalahkan mereka, ngomong-ngomong, apa yang terjadi pada mata kirimu?" Tanya Rake. "Ceritanya panjang, kuceritakan setelah kita mengalahkan Olivia dan Aries," kata RPG. "Baiklah, persiapkan dirimu RPG! Ini dia!" Kata Rake. "Baiklah, RPG dan Rake bersiaplah untuk mati!" Kata Aries. Mereka pun saling menabrak, menendang, melontarkan serangan. RPG dengan tangkas menghindari serangan Aries dan Olivia akibat pengaruh bunga yang mekar di mata kirinya sementara Rake menggunakan mata alamnya untuk membantu RPG membaca pergerakan Aries dan Olivia. "Tch! Huff.... Huff.... Aku lelah...." Kata Olivia. "Aku juga.... Bagaimana RPG bisa secepat itu?" Kata Aries. "Itu akibat pengaruh bunga di mata kirinya. Aku tidak tahu darimana bunga itu berasal!" Kata Olivia. "Inilah... Akhirnya.... Aries.... Olivia!" Teriak RPG. "RAKE! SEKARANG!" teriak RPG. "Baiklah! INFERNO PULSE! Teriak Rake. "Hehe! Aku punya kekuatan untuk menahan Inferno Pulse, dasar kalian bodoh!" Kata Aries. "DARK BLOSSOM PULSE!" teriak Aries dan Olivia. "Hehe! Tidak secepat itu, Aries, Olivia!" Kata RPG tersenyum. Bunga dimata kirinya semakin terang dan seketika itu juga, RPG langsung muncul dibelakang mereka berdua. "Kita berhasil!" Kata Aries dan Olivia. "Hmm berhasil ya?!" Tanya RPG dari belakang. "Selamat malam, kalian berdua," Kata RPG. SHAAAKKKKK!!! SPLATS!!!! "Tsk! Uhuk.... Uhuk....." Kata Aries. "Ergh..... Aries.... Aku..... Uhuk....." Kata Olivia. "Akhinya," kata RPG. RPG menancapkan kedua pedang milik Rake untuk menghabisi Aries dan Olivia dari belakang. "Tapi.... Bagaimana bisa? Dark Blossom Pulse seharusnya menjadi teknik terkuat dan dapat..... Uhuk.... Uhuk.... Argh..... Menghentikan waktu..... Seketika..... Tapi.... Bagaimana kau...... Tidak terpengaruh....." Kata Aries yang sudah tidak berdaya. "Heh! Setiap teknik ada kelemahan. Kurasa aku harus berterimakasih pada bunga di mata kiriku," kata RPG. Aries dan Olivia pun langsung tumbang dan tersungkur ke tanah. Rake pun langsung berlari kearah RPG. "Kita berhasil!" Kata Rake. "Ya, berakhir sudah," kata RPG pelan. "Ayo kita keluar dari dimensi ini. Aku tidak mau membuat pacarku, AGT menunggu. Selain itu, naga kesayanganmu Destroyer serta teman-teman kita pasti menunggu. Ayo!" Kata Rake senang. "R...P....G...." Kata Olivia. Ia pun menghadap Olivia. "Kau membuatku sakit hati dengan mengkhianati teman-temanku. Aku masih memaafkan kesalahanmu, tetapi hatiku sudah hancur dan mustahil untuk menyatukannya kembali. Selamat tinggal, Olivia...... Mizuki.... Haruko," kata RPG sambil meneteskan air mata. RPG dan Rake lalu meninggalkan Aries dan Olivia yang sudah tak berdaya dan keluar dari dimensi buatan Aries dan Olivia. Akimura, Shirata, Xicko, Olimphia, Yasora, Dahlia, AGT, dan Destroyer pun langsung gembira menyambut kedatangan RPG dan Rake. "RPG, Rake, syukurlah kalian tidak apa-apa!" Jawab Shirata. "Ya, aku sangat mengkhawatirkanmu dan juga RPG," kata AGT. "RPG, apa yang terjadi dengan mata kirimu?" Tanya Akimura. "Ceritanya panjang, akan kuceritakan setelah kita kembali ke Kerajaan Mizukumo. Ayo teman-teman!" Kata RPG. "Tunggu, bagaimana kita bisa menuju Kerajaan Mizukumo? Kita sudah terlalu jauh," kata Dahlia. "Hehe! Mengapa kau tidak menaiki nagaku. Destroyer...." Panggil RPG. "Ada apa RPG? Kau memanggilku? Huh? Kau benar-benar memanggilku?" Kata Destroyer senang. "Ya, Dummy! Ayo kita pulang," kata RPG. Mereka semua lalu naik keatas punggung Destroyer dan menuju Kerajaan Mizukumo dengan cepat.


Sesampainya mereka di Kerajaan Mizukumo, para warga langsung menyambut kedatangan mereka. Malam harinya, mereka sibuk mengobrol. "Jadi kalian berdua adalah orang yang terjebak di Kota Macrotopolis?" Tanya Xicko. "Ya, RPG dan Olivia menyelamatkan kita," kata Rake. "Sayang Olivia mengkhianati kita dan berniat untuk menghancurkan dunia. Jika tidak, Olivia bisa menjadi pendamping hidup untuk RPG," kata AGT. RPG pun mulai meneteskan air mata lagi. "Oh ayolah RPG, kau harus "move on" darinya. Aku tahu kau sangat mencintainya, tetapi kau lihat sendiri kan apa yang ia perbuat pada kita semua?" Tanya Rake. "Ya, aku seharusnya tidak menangis, maafkan aku," kata RPG. "Aku tahu kau bisa melupakan Olivia. Lupakanlah masa lalu, RPG. Yang lalu biarlah berlalu," kata Akimura sambil meminum tehnya. "Aku tahu, aku hanya.... Huff.... Merasa sendirian. Kalian sudah mempunyai satu sama lain. Akimura dengan Shirata, Xicko dengan Olimphia, Yasora dengan Dahlia, Rake dengan AGT, dan bahkan nagaku sendiri menyukai nagamu, Olimphia. Destroyer dengan Aeris," kata RPG sedih. "Hey, semangat! Kita mempunyai dan menjaga satu sama lain, benarkan teman-teman?" Tanya Rake. "Yap! Itu betul sekali, ayolah RPG! Suatu saat mungkin kau bisa menemukan seseorang yang mencintaimu dengan tulus," kata Shirata. "Hmph! Shirata benar," kata Xicko. "Aku juga sudah "move on" dari Angela dan memutuskan untuk bersama Olimphia. Terkadang kau harus rela melupakan masa lalu, RPG!" Kata Xicko. "Ya, kau benar.... Terimakasih untuk motivasinya, Xicko The Shadow," kata RPG. "Ohhh... Kau sangat romantis, Xicko. Terimakasih ya," kata Olimphia sambil mencium Xicko. "Xicko benar, kau harus melupakan masa lalumu. Jika Olivia pernah menyakiti perasaanmu maka kau harus tetap tegar," kata Olimphia. "Uh hello? Dia tidak hanya menyakiti perasaan RPG, tetapi kita semua! Ia mengkhianati kita semua dan mencoba untuk menghancurkan dunia!" Kata Yasora. "Ya, terimakasih sudah menyemangatiku. Kalian yang terbaik, hehehe," kata RPG. "Ehem... Ngomong-ngomong, kau belum menceritakan tentang bunga yang mekar di mata kirimu," kata Dahlia. "Oh ini? Baiklah, akan kuceritakan," kata RPG. Ia pun menceritakan bunga yang mekar di matanya dengan panjang. "Hmm... Jadi begitu ya?" Kata Shirata. "Ya... Bunga ini menjadi pelindung saat aku hampir mati akibat serangan Olivia. Aku masih tidak tahu darimana bunga ini berasal, tapi yang pasti, aku sangat berterimakasih pada bunga ini. Jika bukan karena bunga ini, aku pasti sudah mati di tangan Olivia saat itu juga," kata RPG sambil mengingat kejadian itu. "Ya, kelihatannya itu menjadi kekuatan baru bagimu, RPG. Semenjak kau tidak bisa menggunakan kekuatan mata alammu lagi. Kau harus belajar untuk mengendalikan kekuatan bungamu itu, RPG," kata Akimura. "Ya, itu pasti," kata RPG. "Hoahm.... Aku sudah mengantuk," kata Olimphia. "Aku juga...." Kata Yasora. "Yahhh baiklah, ini sudah terlalu larut malam, kalian sebaiknya segera tidur. Aku permisi dulu ya. Oh ya, Rake, AGT, aku sudah menyiapkan ruangan baru bagi kalian berdua. Kamar kalian berada didekat kamar RPG. Selamat bersenang-senang," kata Akimura. "Baiklah, terimakasih ya," kata AGT dan Rake. Mereka pun langsung menuju kamar masing-masing. Rake dan AGT pun melihat RPG yang sedang bersedih. "Ada apa, RPG?" Tanya Rake. "Yahhh... Biasanya aku bersama Olivia tidur disini, tetapi Olivia sudah tiada. Aku merasa sedikit kesepian dikamarku sendiri, hehehe," kata RPG. "Kau bisa menginap dikamar kami jika kau mau," kata AGT. "Benarkah?!" Tanya RPG dengan mata berbinar. "Tentu saja temanku! Ayolah," kata Rake. Ia pun merasa senang karena teman-temannya begitu peduli padanya. Mereka semua pun akhirnya tidur dengan nyenyak di bawah sinar rembulan.


Usaha RPG dan teman-temannya dalam menghadapi berbagai masalah dan bahaya pun tidak sia-sia. Dengan semangat api yang menyala, Freedom Fighters berhasil mengalahkan kegelapan dan mengembalikan kedamaian kembali, paling tidak untuk sementara waktu.

__ADS_1


THE END


__ADS_2