
"Bagaimana keadaanmu, ratuku? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Akimura. "Ya, syukurlah kau bertindak cepat, terimakasih ya," kata Shirata sambil mencium Akimura. "Teman-teman, kita dapat masalah!" Kata Dahlia khawatir. "Ada apa kali ini?" Tanya BGS. "Makhluk tidak dikenal menyerang hutan yang bernama Enchanted Grove Woods yang terletak di dekat Air Terjun Crystal Falls!" Kata Dahlia serius. "Aku akan memeriksa keadaan disana," kata RPG. "Tunggu dulu, RPG! Kita bahkan tidak tahu sesuatu apa yang menyerang hutan itu," kata Shirata. "Tapi kita tidak akan pernah tahu jika tidak memeriksanya," kata RPG. "Baiklah, hati-hati disana, RPG!" Kata Olimphia khawatir. "Cobalah untuk tidak membuat dirimu terbunuh, RPG," kata Xicko. "Baiklah, aku akan berhati-hati, terimakasih teman-teman," kata RPG. "Semoga Tuhan melindungimu, RPG," kata Shirata. Sekali lagi, RPG harus meninggalkan Kerajaan Mizukumo untuk menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Freedom Fighters. "Apa yang membuat RPG begitu semangat menuju Crystal Falls?" Tanya Akimura kebingungan. "Ya, semenjak Olivia mengkhianati kita, RPG selalu murung dan sedih," tambah Yasora. "Ia sudah menyimpan rasa kepada orang lain. Ia berhasil untuk move on," kata BGS. "Apa maksudmu?" Tanya AGT. "Ada seorang gadis yang tinggal di Hutan Enchanted Grove yang bernama Luxia Blake. Ia membantu RPG dalam menemukan Aquatic Rose," jelas BGS. "Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Rake. "Ia sendiri yang menceritakan hal itu kemarin," kata BGS. "Kelihatannya seseorang sedang jatuh cinta dan memulai kembali dari awal," kata Xicko.
"Berapa lama lagi menuju Crystal Falls, RPG? Badai ini membuatku sulit untuk terbang," kata Destroyer. "Baiklah, kita harus mencari tempat untuk berlindung terlebih dahulu. Mendarat sekarang, Destroyer," kata RPG. "Baiklah," kata Destroyer yang sudah kelelahan. Mereka melihat sebuah gua kecil yang tidak jauh dari tempat mereka mendarat. Mereka pun segera membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh. "Fiuh.... Benar-benar badai yang besar ya?" Kata Destroyer. RPG mengangguk. "Kurasa kita harus disini sampai badai mereda," kata RPG. "RPG.... Aku lapar. Kau membawa cemilan untuk dimakan?" Tanya Destroyer. "Untungnya aku membawa ini," kata RPG. "Apa itu, RPG?" Tanya Destroyer. "Hot dog! Makanan favoritku. Ini ambilah, aku yakin kau juga suka," kata RPG sambil memberikan hot dog pada Destroyer. Ia pun makan dengan lahap. "Pelan-pelan Destroyer, kau bisa tersedak," kata RPG. "Hehe, maklum aku sangat kelaparan. Aku belum sarapan tadi," kata Destroyer. "Huff..... Kau ini," kata RPG sambil tersenyum. Setelah selesai makan, RPG merasakan sesuatu yang aneh. "Akhhh!" Kata RPG sambil memegang mata irisnya. "Ada apa RPG? Kau baik-baik saja?" Tanya Destroyer. "Aku merasakan ada bahaya di sekitar sini!" Kata RPG sambil menahan rasa sakit di matanya. "Kurasa mata irismu bisa mendeteksi bahaya kan?" Tanya Destroyer. "Ya semacam itulah," kata RPG. Destroyer pun melihat sekumpulan makhluk dari kejauhan. "RPG! Lihat disana!" Kata Destroyer. RPG pun langsung mengeluarkan teropongnya. "Shadowheart! Jadi itu makhluk yang dikatakan Akimura!" Kata RPG. "Shadow.... Apa?" Tanya Destroyer. "Shadowheart, makhluk penyebar penyakit Black Void Scrawl seperti yang diderita Shirata kemarin," jelas RPG. "Kau mau kemana, RPG? Badai belum mereda," kata Destroyer. "Kita tidak bisa membiarkan mereka hidup," kata RPG. "Tapi kau akan tertular!" Kata Destroyer. "Jangan khawatir, lihat ini!" Kata RPG. "ARGH!" kata RPG. "RPG.... Kau.... Mempunyai mode..... Blood Force!" Kata Destroyer terkejut. "Hehehehahahaha! Tetap disini.... Des...tro....yer," kata RPG. Destroyer melihat RPG yang dikelilingi aura merah darah disekeliling tubuhnya. Ia juga melihat RPG menghancurkan kumpulan Shadowheart dengan waktu singkat. "Huff... Huff.... Sudah selesai..... Argh! Ouch...... Tsk!" Kata RPG. "Kau baik-baik saja, RPG," tanya Destroyer yang membantu RPG untuk bangun. "Ya.... Aku tidak... Apa-apa.... Kurasa aku harus belajar mengendalikan kekuatan iris ini," kata RPG sambil memegang mata irisnya. "Ya! Penampilanmu sangat menakutkan tadi!" Kata Destroyer. "Hehe, maaf," kata RPG. Badai pun akhirnya mereda. RPG dan Destroyer pun melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju Crystal Falls.
__ADS_1
Crystal Falls....
"RPG, apa itu Crystal Falls? Karena menurutku hutan disekitarnya.... terbakar?" Kata Destroyer. "Ini buruk, ayo kita periksa keadaan disana," kata RPG. RPG dan Destroyer langsung mendarat dan mendekati hutan itu. "LADY LUXIA! KAU BAIK-BAIK SAJA?" teriak RPG. "Tsk! Tidak ada jawaban!" Kata RPG khawatir. "RPG! Lihat disana!" Kata Destroyer. Ia melihat 2 penjaga besi sedang merusak pepohonan dan langsung terbang menuju tanah lapang. "Hey!" Teriak RPG. "Mereka melarikan diri, akan kuperiksa dari atas," kata Destroyer. "Apa yang kau lihat dari atas sana, Destroyer?" Tanya RPG. "Mereka menuju tanah lapang yang berada di utara hutan ini. Kejar mereka, RPG!" Kata Destroyer. "Baiklah, terimakasih bantuannya, Destroyer," kata RPG. Ia pun langsung berlari secepat mungkin mengejar dua penjaga yang terbuat dari besi tersebut. "Sudah cukup! Mengapa kalian merusak pepohonan tadi?" Tanya RPG. Mereka pun hanya terdiam. "Kurasa mereka sebuah animatronik atau robot atau semacam sihir lainnya," kata Destroyer. Kedua penjaga itu pun berbalik dan langsung menyerang RPG. Tentu saja RPG langsung menghindari serangan mereka dengan sigap. "Baiklah, jika kalian ingin berkelahi. Aku juga tidak bisa membiarkan kalian hidup jika terus merusak alam!" Kata RPG. "Aku akan menangani yang merah," kata Destroyer. "Kalau begitu aku akan menangani yang biru," jawab RPG. Mereka saling melontarkan serangan kepada kedua makhluk besi itu. Tidak mudah bagi RPG dan Destroyer untuk menghancurkannya karena mereka memilik armor besi yang sangat kuat. "Dragon Phoenix Breathe!" Teriak Destroyer. "Tornado Blast!" Teriak RPG. "Tsk! Mereka terlalu kuat! Hati-hati RPG!" Teriak Destroyer. "Kau juga," kata RPG. Setelah beberapa lama, akhirnya mereka berhasil menghancurkan kedua makhluk besi itu. "Fiuh.... Akhirnya.... benar-benar lawan yang tangguh..." Kata RPG. "Ya.... Aku sangat.... Lelah...." Kata Destroyer. "RPG! Lihat! Ada satu Shadowheart yang keluar dari tubuh penjaga yang berwarna merah," kata Destroyer. "Pasti dia yang mengendalikan kedua penjaga ini!" Kata RPG. Saat Destroyer ingin menyerang Shadowheart kecil itu, ia mengangkat tangannya dan membuat kedua penjaga besi tadi memperbaiki diri sendiri, tetapi kali ini, mereka menggabungkan diri mereka menjadi satu raksasa besi. "Destroyer! Menjauhlah dari sana!" Teriak RPG. Ia pun mundur. "Pasti dia yang mengendalikan sihir dari 2 makhluk besi ini! Shadowheart yang unik," kata Destroyer. "Dan menyebalkan tentunya! Bagaimana kita bisa melawan raksasa ini dengan baju armor yang tebal?" Tanya RPG. Ia pun menghindari serangan raksasa itu. Saat RPG ingin menyerang kepala raksasa itu, ia melihat Destroyer yang lengah. "DESTROYER! AWAS!" teriak RPG. "Ahhhhh!" Teriak Destroyer. Ia pun terlempar jauh oleh satu tebasan pedang raksasa itu. "DESTROYER! TIDAK!" teriak RPG. Sekarang tinggal RPG seorang diri. "Kau akan membayar semua perbuatanmu!" kata RPG marah. Tiba-tiba ia melihat sosok yang muncul dari sela-sela pepohonan dan menyerang raksasa itu. "BERHENTI MERUSAK HUTANKU, DASAR BODOH!" teriak sosok itu. Ia berhasil menghancurkan salah satu lengan raksasa itu. "Lady Luxia! Kau baik-baik saja," kata RPG senang. "Tentu saja. Aku pikir kau membutuhkan bantuan," kata Luxia. "Hehe, raksasa ini sangat kuat," kata RPG. "Mari hancurkan makhluk sialan ini bersama dan pergi dari sini," kata Luxia. Luxia pun melompat dan menyerang lengan kiri raksasa itu dengan lincahnya. "THUNDER BLADE SWINGING DASH!" teriak Luxia. "RPG! Sekarang! Serang kedua matanya! Itu titik lemahnya!" Teriak Luxia. "Baiklah! Lightning Flash! TORNADO SPEAR BARRAGE!" teriak RPG. "Ia pun mengarahkan tombak anginnya ke kedua mata raksasa itu. Raksasa besi itu pun tumbang dan jatuh ke tanah. "Hmph! Itu karena sudah merusak hutanku!" Kata Luxia. "Ayo RPG, kita harus cepat," kata Luxia. "Mengapa terburu-buru, Luxia?" Kata RPG. "Lihat di belakangmu," kata Luxia lagi. RPG pun terkejut melihat para Shadowheart yang sudah mengepung Hutan Enchanted Grove. "Sebentar lagi, wilayah ini akan runtuh, aku harus cepat mengambil barang-barang di rumahku," kata Luxia.
__ADS_1
Sesampainya di Mizukumo....
"RPG, Destroyer, akhirnya kalian kembali!" Kata Akimura. "Ehm.... Siapa dia?" Tanya Shirata. "Teman-teman, ini temanku, Luxia Blake. Luxia ini teman-temanku, Akimura, Shirata, Xicko, Olimphia, Yasora, Dahlia, BGS, Rake, AGT, dan Porta," jelas RPG. "Senang bertemu dengan kalian," senyum Luxia. "Oh ya, ngomong-ngomong, Xicko menemukan cara untuk mengalahkan para Shadowheart," kata Olimphia. "Untuk mengalahkan para Shadowheart, kalian harus menghancurkan pemimpin dari para Shadowheart tersebut. Ia bernama Love Master. Kediaman Love Master berada di kastilnya yang bertempat di Dark Land Dungeon," jelas Xicko. "DARK LAND DUNGEON?! Tempat itu berada di Devil Eclipse!" Kata Luxia terkejut. "Kau yakin akan kesana? Aku sudah pernah kesana dan tampaknya tidak akan mudah untuk mencapai kastil milik Love Master," jelas Olimphia. "Disana terdapat banyak sekali gunung berapi dan semuanya masih aktif," jelas Porta. "Aku akan kesana! Ini demi kebaikan kita semua dan untuk kedamaian alam sekitar. Shadowheart akan terus bermunculan jika kita tidak menghancurkan Love Master segera," kata RPG. "Ia benar. Shadowheart terus bermunculan akhir-akhir ini. Aku tidak bisa terus melihat rakyatku ketakutan karena terror dari makhluk ini!" Jelas Shirata. "Ya! Aku setuju," jawab Yasora. "Kurasa sebaiknya kau berangkat ke tempat itu besok. Hari sudah malam dan akan terlalu berbahaya bagi Destroyer untuk terbang dalam kegelapan. Kau tidak akan pernah tahu bahaya apa saja yang akan menghampirimu di kegelapan," kata Akimura. "Baiklah," kata RPG. Mereka pun akhirnya mengakhiri hari mereka dengan beristirahat. "Hey Luxia, kau tidak tidur? Ayo tidur," kata RPG. "Terimakasih RPG, tapi aku akan tidur di luar Kastil Mizukumo," kata Luxia. "Mengapa? Kau akan kedinginan di luar sana," kata RPG. "Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa. Aku akan membangun tenda kecil di luar," jelas Luxia. "Baiklah jika itu maumu. Hey... apa aku boleh.... ehmm.... membantu dan menemanimu... malam ini?" Tanya RPG malu-malu. "Wah... Benarkah? Terimakasih RPG," senyum Luxia. "Ehem! Bucin lagi, RPG," kata BGS. "Diamlah, BGS! Kau membuatku malu," kata RPG memerah. "Kau tahu.... Menyenangkan sekali jika ada yang menemaniku. Aku senang sekali. Aku pikir semua orang takut padaku, ternyata tidak," kata Luxia tersenyum. "Kenapa semua orang takut padamu?" Tanya RPG sambil membantu Luxia memasang tenda. "Aku.... harus memberi suatu hal yang penting... padamu," kata Luxia. "Baiklah, apa saja, Luxia," kata RPG. "Sebenarnya, aku mempunyai kekuatan Shadowheart yang terpendam di dalam diriku. Kadang, kekuatan itu tidak terkendali dan akan merubahku menjadi Shadowheart juga," kata Luxia. "Benarkah?" Tanya RPG. "Ya.... RPG...." Panggil Luxia. "Ada apa, Luxia?" Tanya RPG. "Maukah kau tetap bersamaku dan menerimaku apa adanya, walaupun terkadang kekuatan ini merasukiku hingga merubahku menjadi sosok Shadowheart?" Tanya Luxia. "Hey, apapun yang terjadi, aku akan tetap menganggapmu sebagai Luxia yang pemberani. Tidak peduli apapun yang terjadi," kata RPG. "Kau tetap Lady Luxia bagiku," kata RPG. "Terimakasih RPG. Oh ya satu hal lagi. Aku mau kau menghentikanku jika sewaktu-waktu aku dirasuki oleh kekuatan Shadowheart dan mencoba menyerangmu dan menyakiti teman-temanmu," kata Luxia. RPG pun mengangguk dan terdiam. "Terimakasih... RPG...." kata Luxia sambil mencium pipi RPG. "Hehe... Ti... Tidak masalah, Luxia," kata RPG memerah. Mereka semua pun akhirnya tidur dalam ketenangan malam. "Yahh... Mungkin BGS benar. Aku bisa melupakan masa laluku dengan Olivia dan memulai semua dari awal bersama Luxia. Luxia, aku akan melindungimu. Ingat janjiku," kata RPG.
__ADS_1
THE END