
Pagi cerah menyambut semua orang, hari di mana semua ujian akhir semester sudah berlalu. Aku berangkat dari rumah bersama Devi, hingga sampailah tepat di depan gerbang sekolah, aku dan Devi terdiam sejenak.
Lalu, aku berjalan riang memasuki sekolah bersama dengan Devi. Kita menari kecil dengan tarian kaki yang dihentakan bersilang.
Mengayunkan gerakan tangan yang menyentuh kaki dengan gerakan menyilang. "Sambut hari~" Aku mulai melakukan nada irama pembuka.
"Dengan semangat dan menari~" Bagian Devi yang menyanyikannya.
"Mengukir prestasi," sahutku.
"Meraih gelar juara lagi ...." Devi merenggangkan jarak dariku, lalu merentangkan tangan secara serempak.
Melambaikan tangan ke atas, lalu kita berlari menuju kelas. "Kita kembali, bersama ... dengan CaPaMud dan LorezQ~" Nyanyiku yang serentak dengan Devi.
Sesampainya di kelas, geng LorezQ keluar dan berlari menuju lapangan, di sana sudah ada geng CaPaMud.
"Hai geng LorezQ," sapa geng CaPaMud ke arah kita.
"Hai juga geng CaPaMud," balas menyambut geng CaPaMud secara serentak dilakukan oleh geng LorezQ.
"Are you ready?" pekik geng LorezQ dan CaPaMud bersama-sama sambil menyiapkan posisi masing-masing.
"Are ... Are you ... Ready!" teriak sekali lagi dilakukan olehku dan teman-teman The Geng's.
"Yes we are ready, THE GENG'S!" seruku dan teman-teman The Geng's sambil melompat-lompat di tempat.
"Kita melangkah maju ke depan!" Semuanya maju ke depan dengan melangkahkan satu kakinya, lalu dilanjutkan tepukan tangan sekali.
Dan, dance pun dimulai. Aku dan mereka melakukan gerakan tarian simpel yang bersemangat, membuat mata memandang pun beralih menatap kita.
Tatapan heran berubah menjadi kagum, di sinilah kita menari. Melepaskan semua gejolak emosi yang dulu kita hadapi. Gerakan tangan ke depan, lalu diputar 360° dihempaskan sebagai tanda membuang segala masalah yang kita hadapi.
Masalah kesalahpahaman, egois karena rasa yang dimiliki, keras kepala, dan masalah-masalah kecil yang menjadi batu di tengah-tengah perjalanan kita yang mungkin tidak terlalu dirasakan karena kesolidaritasan aku dan The Geng's yang luar biasa.
__ADS_1
Serong ke kanan, lalu memutar setengah badan yang setelahnya kita serong ke kiri, gerakan itu dilakukan tiga kali dan diakhiri dengan tepukan tangan.
"The Geng's selalu dihati!" seruku yang diikuti lainnya.
"Hari-hari terasa sepi~" senandung Alya.
"Jika tanpa kamu di sisi ...," sahut Putra yang setelahnya kita sahuti bersama.
"We all, The Geng's!" seru kita serentak sambil merubah posisi tempat dengan perputaran serta kaki yang dihentakkan di tanah.
Semua kembali menari, mengikuti alunan hentakkan yang memang sudah kemarin kita ciptakan.
Hingga tepat dibagian reff, musik menggemakan semangat yang berkobar, gerakan yang kita lakukan pun dipercepat, semakin cepat, hingga reff itu sudah berakhir.
Musik kembali mengalun normal dan lama-lama semakin pelan, gerakan aku dan semua teman-teman The Geng's pun mengikuti alunan musik yang ikut melamban.
Membentuk sebuah formasi penutup, tepat saat alunan musik berhenti, kita melakukan atraksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Atraksi ini menutup bagian yang gerakannya memang berhenti sampai situ, tidak ada gerakan lainnya.
Aku menggaruk kepala gatal, niat hati rencana ini hanya untuk menghibur kita-kita saja untuk melepaskan rasa rindu menari, tetapi penghayatan ini malah menarik semua pasang mata yang melihat.
"Gue malu bat asli!" cicit Alya yang menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Sama anjir," sahut Rendy yang tak jauh berdekatan dengan posisi aku dan Alya.
"Udah-udah, kalian kembali ke posisi semula!" perintahku membuat Rendy dan Alya mengangguk, mereka berdua bangkit dan berdiri seperti aku.
Teman-teman The Geng's yang lainnya pun akhirnya bangkit dari atraksi masing-masing. Memposisikan untuk berdiri tegak seperti semula.
Tepukan riuh itu berakhir, lalu terdengar bunyi bel masuk sekolah. Berakhirlah sudah dance aku dan teman-teman The Geng's.
Aku mengambil langkah dan berada posisi di depan mereka semua, lalu melakukan gerakan terima kasih ala jepang. "Terima kasih semuanya, makasih udah jadi geng penyebar positif, makasih buat waktunya selama ini, mau jadi pendengar, teman, penghibur yang ulung. Aku harap kita berada dititik sukses kita masing-masing, jangan lupa sering berjumpa nantinya," ujarku panjang lebar.
__ADS_1
Mereka semua berlari memelukku, pelukan itu tidak membedakan antara cewek dan cowok, aku dan mereka semuanya menyatu, layaknya sebuah kesatuan yang utuh.
"Gue seneng bisa sama kalian semua, kenal kalian semua, sayang banyak-banyak," ujar Reyga pada aku dan teman-teman semuanya.
"Gue juga sayang kalian," sahutku pada ucapan Reyga yang tertuju untuk semuanya.
Pelukan meregang, hanya ada genggaman erat. Semua orang yang tadinya menatap, kini sudah memasuki ruangan masing-masing.
Aku sedikit berat tidak berjumpa dengan mereka nantinya beberapa hari ke depan, entah karena liburan atau nantinya kita berbeda kelas.
Genggaman lambat laun terlepas, kita menatap satu sama lain. Meyakinkan sekali lagi dengan senyuman yang diukir di wajah masing-masing.
"Yuk masuk kelas masing-masing dulu, kita lihat nanti info apa aja yang didapatkan, biar nantinya menjadi sebuah tanya yang kita pikirkan bareng-bareng, jangan dibawa sendiri," ujar Sandi yang memberikan nasihat itu pada kita semua.
Aku mengangguk bersamaan yang lainnya. Lalu, Sandi melanjutkan ucapannya, "Termasuk lu, Cantika!" Sandi menunjukku.
"Loh kok gue?" tanyaku heran pada Sandi.
"Ya elu biasanya nyimpen apa-apa sendirian, secara ini tentang kita semua, jadi kita berhak buat mikirin semuanya bareng-bareng, ya gak, gais?" Sandi menggerakkan kepalanya ke atas sedikit, seolah memberikan kode untuk mengiyakan ucapannya itu.
Mereka pun mengangguk, hingga Rio pun berkata, "Kita anggotanya ada sebelas orang, berarti pemikiran kita, tindakan kita gak akan bisa dihandle satu orang, Can."
"Setuju banget sama Rio!" Tara menyetujui ucapan Rio.
"Jadi lu gak usah ngadi-ngadi ye, Xerox Zero!" Reyga berjalan ke arahku yang setelah berada di dekatku, dia mulai mengacak-acak rambutku, membuat rambut yang tadinya tertata jadi tidak beraturan.
"REYGA!" amukku pada Reyga yang sudah membuat rambutku tidak beraturan, aku pun hendak membalas, tapi tubuhnya yang tinggi membuatku kesulitan membalasnya.
Aku pun terpikir untuk mengeluarkan jurus cubitan, tetapi langsung dicegat Sandi untuk tidak melakukannya. "Udah jangan bales, lu Reyga jangan buat ulah ya!" ancam Sandi pada Reyga, membuat Reyga menampakkan cengirannya.
"Udah yuk masuk kelas, nanti kita amuk dari guru!" Kini Bara mengingatkan, membuat semuanya mengangguki ucapannya.
Aku dan mereka semua pun masuk ke kelas masing-masing, menyingkirkan semuanya, mengakhiri selesai ujian dengan sebuah kesenangan yang memang kita senangi.
__ADS_1
Dance adalah sebuah hobi dan kesukaan The Geng's, tak hanya itu, dari dance pula kita dipertemukan, dan dari dance kita bisa menjadi sebuah kesatuan yang memiliki satu benang yang sama.
Berawal dari sebuah grup dance, kita membentuk sebuah pertemanan, persahabatan, dan kekeluargaan. Bagiku mereka adalah aku dengan versi lain dan aku bangga menjadi mereka dalam versi lainku.