
The Heroik Villain bab 10
Beberapa hari kemudian, seperti hal yang dijanjikan Angelica pun berhadapan langsung dengan ksatria dan juga penyihir terbaik kerajaan dan ditonton oleh banyak rakyat kerajaan dan di arena pertarungan terlihat Edward begitu tegang, ia takut kalau Angelica mengalahkan semua petarung terbaik kerajaan dan menyingkirkan ayah dan ibunya dari tahta raja mereka.
Terlihat jelas kalau Angelica sekarang berhadapan dengan sepuluh penyihir dan sepuluh ksatria berpedang, sementara itu Angelica terlihat begitu santai dengan sebuah katana panjang yang ia ambil dari portal berwarna emas yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Setelah melihat kalian aku jadi merasa kasihan, ternyata lawanku benar-benar lemah," tanggap Angelica sembari menatap datar ke arah para ksatria yang akan menghadapinya.
"Arogan, kau harus tahu kalau pedangku pernah membunuh puluhan orang yang meremehkanku," balas si ksatria yang tak terima dibilang menyedihkan.
"Kalian hanyalah sekelompok anjing kampung di hadapanku, jangan pernah kau berlaga kuat di hadapanku," tanggap Angelica sembari menyeringai.
Karena merasa diremehkan ketika wasit mengucapkan kata mulai, si ksatria langsung melesat ke arah Angelica dan bersiap menebas lehernya. Namun, Angelica dengan cepat memberikan pukulan telak di jakun sang ksatria dengan sangat keras dan menghancurkan tenggorokannya.
"Kuhoag!" si ksatria langsung jatuh tak sadarkan diri, pasukan medis pun datang dan memeriksa kondisi si ksatria dan mereka menggelengkan kepala.
"Dia mati," semua orang kaget termasuk para peserta yang akan melawan Angelica, begitu juga raja dan ratu yang takut posisi mereka akan tergeser oleh keluarga Dolkness karena taruhan mereka.
Angelica yang melihat hal itu hanya diam saja dengan tatapan datar, seolah ia adalah seorang sosiopat yang tidak punya rasa empati pada lawannya.
"Masih ada yang mau maju?" tanya Angelica pada seluruh ksatria dan penyihir yang ada di arena, terlihat pula Angelica dengan santai mengambil batu yang ada di bawah kakinya, "Aku bahkan berani jamin kalau kalian tidak akan pernah bisa mengalahkanku bahkan jika aku hanya menggunakan batu kerikil ini sebagai senjata," ucap Angelica lagi dengan provokasinya.
"Bocah kurang ajar!" seru ara penyihir yang langsung menembakkan sihir tanpa mantra yang mereka kuasai dan gabungan dari sihir-sihir para penyihir di hadapan Angelica bergerak cepat ke arahnya, Angelica yang
__ADS_1
melihat hal tersebut langsung menyentil batu yang ada di tangannya hingga melesat dengan kecepatan yang sangat-sangat tinggi dan berubah menjadi Kalajengking yang langsung bertabrakan dengan sihir para
penyihir.
Duaaarrrr!!!
Ledakan besar pun terjadi dan menyebabkan debu-debu berterbangan menutupi lapangan dan hal itu membuat para penonton penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Raja dan Ratu tegang begitu juga dengan Pangeran Edward, karena nasib keluarga kerajaan ditentukan dari pertarungan ini, lalu ketika debu yang menutupi lapangan itu menipis dan menghilang, terlihat tubuh para
penyihir hancur berantakan seperti terkena ledakan super dasyat dari sebuah sihir paling kuat. Sementara itu Angelica terlihat baik-baik saja, meskipun baju dan rambutnya dipenuhi debu.
Hal ini bisa terjadi karena satu kekuatan milik Angelica, yaitu Gold Experience sebuah kekuatan stand miliknya yang berasal dari Giorno Giovana hanya saja belum Requiem, bagi penggemar jojo pasti tahu itu, sebuah kemampuan untuk menciptakan makhluk hidup dari benda apapun yang disentuhnya dan yang membuat penyihir itu mati secara misterius dikarenakan kemampuan khusus dari makhluk yang Angelica ciptakan dari kekuatan stand miliknya adalah mentransfer lukanya pada seseorang yang menyerangnya dan kalajengking yang Angelica ciptakan hancur berkeping-keping, tentu saja si penyerang juga mengalami hal itu.
"Dasar Monster!" seru para kesatria yang langsung maju dengan senjata mereka berlari ke arah Angelica.
Angelica yang melihat hal tersebut hanya tersenyum tipis dan langsung bergerak cepat lalu menebas para ksatria dengan katana di tangannya dengan kecepatannya yang sangat tinggi para ksatria yang maju langsung tumbang dengan darah yang mengucur di bagian lehernya.
Angelica lagi-lagi hanya melihat datar korbannya, seolah-olah ia adalah monster tanpa perasaan, ia nampak dengan tenang membiarkan para ksatria itu mati terbunuh, mati dengan darah yang terus keluar di bagian
leher mereka, seluruh rakyat yang menonton kejadian itu hanya bisa menutup mulut mereka melihat betapa kejamnya seorang putri dari keluarga Dolkness yang membunuh para kesatria tanpa memberikan ekspresi apapun, bisa dibilang tatapan datar tak bersalah dari Angelica itu jauh lebih menyeramkan ketimbang melihat hantu.
Angelica kemudian menatap ke arah penonton dan memperlihatkan senyum bahagianya ia merasa kalau ia sudah berada di depan kemenangan dan hal itu membuat para rakyat semakin takut dengan Angelica.
__ADS_1
"Sekarang aku bertanya, apa kalian masih punya petarung lagi?" tanya Angelica sembari menatap Raja dan Ratu dengan tatapan penuh kemenangan.
Sang Raja hanya diam saja sembari tersenyum, lalu tak lama setelahnya, Jleb! tubuh Angelica ditembus oleh sebuah bilah pedang yang cukup tajam dan hal itu membuat Angelica terdiam sejenak dan menatap ke arah belakang untuk mengetahui siapa pelakunya, terlihatlah seorang ksatria berjubah hitam.
"Kuhug!" Angelica langsung muntah darah ketika tubuhnya tertusuk pedang, ya sejujurnya Angelica bisa saja menyembuhkan luka yang ia terima dengan kekuatan dari Gold Experience, hanya saja ia merasa pertunjukan akan menjadi tidak seru jika menggunakan cara seperti itu.
"Ya aku masih punya petarung cadangan, yaitu Assassin yang sejak tadi menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Sekarang bagaimana, apa kau mau menyerah?" tanya sang Raja sembari menatap remeh Angelica.
"Menyerah? Ugh, j-jangan bercanda!" seru Angelica sembari menendang ************ Assassin di belakangnya dengan menggunakan tumitnya yang sangat kuat.
"Uaarrrrrrgggg!!!!" erang sang Assassin yang merasakan nyeri di selangkangannya.
"Oooooo!" seru sang penonton yang bisa merasakan nyerinya rasa sakit yang di rasakan oleh sosok Assassin.
"Itu pasti sakit," tanggap para penduduk.
Sedangkan si pangeran langsung was-was akan nasibnya melihat Assassin yang kesakitan. Angelica kemudian mencabut paksa pedang yang menancap di punggungnya hingga menembus perutnya itu.
"Aaaaaarrrrrrrrgggg!!!!! Aaaaaa!!" erang Angelica ketika mencabut pedang itu dari tubuhnya, terlihat darah mengucur hebat dari perut dan punggung Angelica hingga membuat gadis bangsawan dari keluarga Dolkness itu tertunduk lemas di lapangan.
Bersambung
__ADS_1