
Setelah membuang surat dari kedua orang tuanya, Angelica hanya tersenyum dengan wajah datar dan matanya terlihat tertutup.
'Haaah, setiap hari selalu saja ada masalah. Apakah aku bisa kembali ke kehidupan normalku yang dipenuhi dengan peralatan elektronik dan game-game digital yang menyenangkan,' batin Angelica saat sedang tidur.
Beberapa saat kemudian, Angelica merasakan ada seseorang menggoyang tubuhnya, hal itu membuat Angelica membuka mata dan menatap gadis yang berani membangunkannya.
"Ada apa?" tanya Angelica.
"Kita sudah sampai Angelica-sama, jadi ayo kita turun," ajak sang Maid sembari tersenyum kecil.
Angelica pun hanya mengangguk dan akhirnya turun membawa kopernya yang cukup besar diikuti oleh maidnya yang membawa dua koper lain, Angelica yang melihat maidnya keberatan dalam mengangkat kopernya hanya diam saja.
'Aku ingin membuat ia merasa berguna dalam hidupnya, tapi rasanya itu berlebihan,' batin Angelica ketika melihat pelayannya terseok-seok dalam membawa dua koper berat miliknya yang isinya entah apa.
"Kau tak apa-apa Shiria?" tanya Angelica pada pembantunya.
"Aku tidak apa-apa kok Angelica-sama, jadi Nona tenang saja," sahut Shiria pada Angelica, meski sebenarnya itu terlihat seperti sebaliknya.
"Haaaah, aku tidak ingin dianggap suka menyiksa pembantu sendiri," gumam Angelica sembari mendekat dengan tenang, lalu setelah cukup dekat Angelica langsung menyerukan dua kata "Gold Experience!" secara tiba-tiba dua koper berat itu berubah bentuk menjadi dua ekor burung elang yang terbang dan bertengger di bahu Angelica.
"Sekarang kau bawa koperku yang satu ini, karena aku rasa ini jauh lebih ringan dari koper sebelumnya," ujar Angelica sembari memberikan koper ditangannya pada Shiria. Shiria yang melihat itu hanya mengangguk saja, sembari kagum dengan apa yang terjadi, jujur saja itu adalah pertama kalinya ia melihat sihir yang bisa mengubah koper menjadi makhluk hidup.
"Angelica-sama, itu adalah sihir yang hebat," ujar Shiria memuji Angelica.
__ADS_1
"Itu bukan sihir, tapi kekuatan roh," jawab Angelica, yah itu memang bukan sihir melainkan Stand dan Stand terbentuk dari jiwa penggunanya dan membentuk jenis kehidupan baru yang akan membantu pengguna dalam bertarung, Stand juga hanya bisa dilihat oleh pengguna Stand, jadi kalau orang biasa jelas tidak akan bisa melihatnya.
"Roh?"
"Ya, selama ini aku tidak bisa menggunakan sihir, makanya dalam pengukuran level mana rankku masih 0, hal ini karena aku sama sekali tidak memahami konsep sihir dengan benar, aku hanya bisa mempelajari seni roh, chakra dan Noble Phantasm yang diajarkan seorang kakek tua kepadaku," jawab Angelica pada pelayannya itu.
"Aku tidak mengerti, tapi itu teknik yang hebat. Yah meskipun aku tidak tahu bagaimana Nona mempelajarinya," ungkap Shiria sembari tersenyum ke arah Angelica yang terlihat sangat keren di matanya, dua elang yang sejatinya adalah koper dari Angelica masih asik bertengger di di bahu Angelica.
Pertama mereka memasukki asrama untuk mengetahui kamar mereka, oh iya di asrama kamar murid Bangsawan dan pembantunya dibedakan, hal itu membuat Angelica sedikit merasa kesepian, ketika sudah sampai di kamar, kedua elang itu bertengger di lantai lalu langsung berubah menjadi koper kembali, 'Sebenarnya aku bisa saja menyimpan semua barangku ke dalam Gate of Babylond, hanya saja jika aku melakukannya Shiria pasti akan sedih karena terlihat tidak berguna,' batin Angelica yang melihat Shiria pergi meninggalkannya.
Ke esokan harinya, akhirnya tiba di mana Angelica dan beberapa remaja bangsawan lain bersekolah ke akademi sihir.
Karena jiwa orang yang menempati tubuh dari Angelica adalah seorang Introvert, ia pun menyendiri di sudut kelas hanya untuk membaca buku dan mencoba memahami hal-hal yang belum ia pahami. Sementara itu para bangsawan yang ada di sekitar sudah mulai membentuk kelompok mereka masing-masing.
"Lihat-lihat, siapa dia? Kok kayaknya dia pendiam banget," ucap salah seorang perempuan.
Lalu beberapa gadis bangsawan datang menghampiri Angelica, karena insting bertarung milik Angelica yang berasal dari Sasuke Uchiha itu cukup tinggi, membuat Angelica dapat merasakan kehadiran dari beberapa gadis yang menghampirinya, hal itu membuat Angelica menurunkan bukunya dari wajah dan menatap para bangsawan yang ada.
"Ada urusan apa kalian mendatangiku?" tanya Angelica dengan nada sinis.
"Ayolah, kita hanya ingin berkenalan," tanggap gadis berambut merah gaya dikepang dengan gaun biru yang menutupi tubuhnya.
"Oh, kalau begitu silahkan," ujar Angelica mempersilahkan mereka memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Ano, perkenalkan, namaku adalah Cecilia D'Autriche dan mereka teman-temanku, Lisa dan Maria," ucap gadis berambut perak dengan bando biru dan bermata hijau itu dalam memperkenalkan diri dan teman-temannya pada Angelica.
Angelica yang melihat hal itu langsung mengerjapkan matanya berkali-kali, lalu tersenyum tipis, "Angelica Dolkness, salam kenal," jawab Angelica dengan santai sembari fokus ke buku yang ada di tangannya.
"Ano bisakah kita menjadi teman?" tanya gadis berambut hitam dengan gaya pony tail(Lisa).
"Teman? Pergilah, aku tidak tertarik," balas Angelica dengan sarkas.
"Eh??? Sombong sekali! Apa kau tidak tahu sedang bicara dengan siapa?" seru gadis berambut merah pada Angelica.
"Berisik!" bentak Angelica sembari menatap tajam ke arah gadis berambut merah, dan karena suara Angelica yang keras, ia langsung mengundang banyak perhatian, "Aku tak peduli siapa kalian bertiga. Pergi jauh-jauh, aku tidak mau bersama kalian," tambah Angelica dengan wajah datarnya.
Lalu mulailah terdengar suara bisik-bisik yang tidak enak di dengar oleh siapapun. Namun, tetap Angelica tidak pernah menghiraukan bisikan-bisikan itu.
'Aku harus menjalani peran di dunia ini. Ini memang menyebalkan, tapi ini jauh lebih baik, karena aku mendapat peran sebagai antagonis, maka aku mendapatkan alasan untuk menolak permintaan pertemanan dari siapapun,' batin Angelica.
Tak lama setelahnya seorang perempuan dewasa berpakaian serba tertutup dengan jubah gelapnya, ia masuk dan memperkenalkan diri sebagai wali kelas mereka.
"Namaku Claudia Eldegarde. Aku adalah penyihir kelas atas yang diminta oleh kepala sekolah, untuk mengajar di kelas ini dalam bidang sihir. Dan seperti biasa, siswa baru harus melakukan pemeriksaan level. Tak masalah selemah apapun level kalian saat ini. Yang terpenting adalah Level kalian setelah beberapa tahun kedepan," ujar sang guru sembari tersenyum.
Seketik kelas menjadi heboh, karena kedatangan sang guru yang merupakan penyihir kelas atas, bukan hanya itu, selain hebat guru mereka juga sangat cantik bagi kaum pria. Namun, dalam pandangan mata Angelica, Claudia adalah manusia dan ia tidak terlalu tertarik dengan kecantikan, kekuatan dan ketampanan orang lain. Ia sama sekali tidak tertarik, ia ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar semua orang membencinya dan menyelesaikan misinya untuk memusnahkan monster Inpuster.
"Baiklah mulai sekarang aku akan memanggil kalian secara acak. Dan siapapun yang terpanggil diharuskan untuk datang dan melakukan pengetesan leve," ujar Claudia sembari menatap para muridnya dan tatapannya sempat terhenti di arah Angelica yang masih asik membaca buku.
__ADS_1
"Gadis itu, kelihatannya dia seorang penyendiri," batin Claudia, lalu menatap ke arah lain.
Bersambung