
"Wah hebat ... tunangan kak Edward sangat keren," puji bocah perempuan berumur sembilan tahun dengan rambut hijau gaya bergelombang.
"Aku benar-benar ingin menjadi seperti dia," tanggap salah seorang anak perempuan di sana dan kebetulan rambutnya juga pirang.
"Ahahaha, kalau begitu jadilah anak baik dan terus berlatih, aku yakin suatu saat kamu akan jadi penyihir hebat seperti Angelica," tanggap Edward sembari tersenyum lembut.
Kembali ke tempat Angelica.
Terlihat Angelica mulai menatap tajam Sofia dan mengarahkan tangannya ke arah gadis itu, tatapan Angelica yang awalnya datar dan santai menjadi sinis dan dingin.
"Sofia maaf ini adalah akhir bagimu," ucap Angelica saat itu.
Mendengar perkataan dari Angelica, Sofia langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Angelica, "Eh apa ma- .... uaaaaaggg!" erang Sofia ketika kilatan petir berwarna biru menancap di dadanya.
"Chidori Eishou" gumam pelan pelan Angelica dari jarak dua meter. Tubuh Sofia langsung bergetar hebat karena tubuhnya ditembus dan dialiri listrik bertegangan tinggi.
"Khuag! Lady Dolkness, ada apa ini?" tanya Sofia dengan mulut yang berdarah.
Angelica tidak menjawab pertanyaan dari Sofia dan hanya menatap dengan mata miliknya, setelah itu tombak petir yang keluar dari tangan kirinya perlahan menghilang.
"Matilah dengan tenang," gumam pelan Angelica yang bersiap membakar tubuh Sofia dengan api hitam miliknya dan terlihat mata kiri Angelica mulai mengeluarkan darah.
"Gyaaaaaaaa!!!!" erang Sofia ketika tubuhnya dibakar dengan api hitam.
__ADS_1
"Musnahlah," gumam pelan Angelica sembari membelakangi Sofia dan pergi dari sana, ia yakin kalau Sofia akan musnah oleh api yang hanya ia bisa memadamkannya.
Di luar panti asuhan.
"Itu suara teriakan, apa yang terjadi?" tanya para pengurus panti yang kaget dengan suara teriakan perempuan yang terdengar sangat keras.
"Itu terdengar seperti suara teriakan Sofia!" seru salah satu bocah anak panti dengan tatapan khawatirnya.
Mendengar hal itu, Edward dengan cepat berdiri dan berlari menyusul Angelica dan Sofia, akan tetapi sebelum berhasil menemui Angelica sebuah ledakan langsung membuat Edward terkejut.
Dan seketika terlihat Angelica terlempar dengan tubuh yang diselimuti aura ungu berbentuk kerangka tulang manusia.
"Angelica!" kaget Edward melihat Angelica yang terlempar dan membentur dinding. Angelica membuka mata dan melihat Edward menghampirinya dan memeriksa kondisinya.
Melihat hal itu Angelica langsung mengeluarkan Standnya yang hanya ia yang bisa melihatnya, Terlihat sosok bertubuh emas lansung melesat bersiap memberikan tendangan ke arah perempuan itu.
Namun, entah bagaimana perempuan itu bisa tahu kalau Angelica mengirim sebagian jiwanya atau tubuh tak terlihatnya(stand). Sehingga ia lansung mengarahkan cakarnya ke arah kaki Gold Experience, dan yang paling mengejutkan adalah perempuan itu bisa menyentuh standnya dan melukainya dengan cakar miknya.
"Arrrrg!" ringis Angelica secara tiba-tiba, kakinya mengeluarkan darah ketika Gold Experience terluka dibagian pahanya hingga robek.
"Angelica!" seru Edward sembari menatap sosok perempuan berselimut api hitam bertaring tajam, mata hitam sepenuhnya dan begigi runcing serta cakar hitam yang nampak keluar dari ujung jari-jarinya.
Dengan cepat Edward mengarahkan tangannya ke arah perempuan itu dan langsung menembakkan sihir berelemen airĀ bertegangan tinggi.
__ADS_1
"Water Canon!" seru Edward dan menembakan peluru air berkekuatan tinggi hingga membuat sosok perempuan itu terlempar kuat dan menghantam dinding kamarnya.
Blaaarrrrr!
"Grrrrrrrrrrrr!!!!"
Angelica pun mencoba memulihkan luka di kakinya dengan menggunakan kekuatan Standnya untuk menyembuhkan lukanya, "Urrggh," ringis Angelica dengan matanya menetes.
Setelah pahanya pulih Angelica pun berdiri kembali 'Sial aku tidak mengerti sekarang,' batin Angelica sembari menatap tajam perempuan itu dan perempuan itu tersenyum sembari memperlihatkan giginya yang runcing, 'Apiku tidak bisa melukainya, apakah karena regenerasinya meningkat?' batin Angelica.
"Angelica, sebaiknya kau istirahat, biar aku yang mengurusnya," ucap Edward sembari mengarahkan tangannya ke samping untuk mencegah Angelica untuk maju ke depan.
"Edward, kau tidak tahu sosok apa yang kau lawan, dia bukan tandinganmu," ucap Angelica sembari menyentuh bahu Edward.
"Tenang saja, aku cukup kuat untuk menghadapinya, lagi pula aku tidak bisa membiarkanmu bertarung, ketika melihat kakimu terluka seperti itu? Sebagai seorang pangeran dan juga tunanganmu aku merasa malu jika tidak bisa melindungimu dan juga tempat ini!" seru keras Edward.
Melihat tekat Edward yang besar, Angelica pun mengambil sebuah senjata dan memberikannya pada Edward, "Kalau begitu gunakan ini, aku tidak yakin apakah ini berhasil atau tidak, tapi jika kau bisa menusuknya dengan belati ini, ada kemungkinan Sofia akan lepas dari kendali parasit slime yang mengendalikanya, meskipun aku tidak bisa menjamin nyawanya jika parasit itu dikeluarkan secara paksa dan aku juga tidak tahu sebarapa besa mana yang dibutuhkan untuk memisahkan mereka," ucap pelan Angelica sembari memberikan sebuah belati dengan bentuk aneh.
"Pisau apa ini?" tanya Edward.
"Belati sihir penghancur kontrak. Karena aku tidak memiliki aliran mana, aku tidak bisa menggunakan belati itu, jadi sekarang kaulah yang harus menggunakannya," jawab pelan Angelica.
__ADS_1
Bersambung