
The Heroik Villain bab 12
"Kenapa nona berpikir seperti itu?" tanya sang pelayan.
"Shiriya, jawab saja pertanyaanku," pinta Angelica dengan nada dingin dan tatapan tajam.
"Hasilnya seri," jawab santai Shiria, pelayan pribadi dari Angelica yang sebenarnya adalah orang suruhan ayahnya yang selalu memberikan selembaran poster dan surat orang tua Angelica kepada Angelica.
Angelica hanya bisa diam mendengarnya, 'Setidaknya aku tidak perlu lagi mendapatkan poster saran pertunangan dengan lelaki-lelaki bangswan kaya yang ayah tawarkan,' batin Angelica.
"Angelica-sama, anda baik-baik saja?" tanya Shiria pada Angelica, ia nampak khawatir pada majikannya itu.
"Aku baik-baik saja," gumam pelan Angelica.
"Lalu kenapa anda terlihat cemas dan lesu?" tanya pelan Shiriya.
"Karena aku ...." Angelica pun diam sembari menatap ke luar jendela kamar. Angelica kemudian mengambil sebuah kertas dan mulai menulis surat.
Setelah sepuluh menit lamanya.
Angelica kemudian melipat selembar kertas miliknya memasukkannya ke dalam amplop dan ia pun memberikan stiker, "Shiria, kirimkan suratku pada ayah dan ibu."
__ADS_1
"Baik nona," tanggap pelan Shiria pada Angelica sembari keluar kamar untuk mengirimkan pesan atau surat yang diberikan oleh Angelica.
Setelah Shiria pergi meninggalkan Angelica seorang diri di kamarnya, Angelica langsung duduk ke meja riasnya dan menatap ke arah cermin, ia hanya diam menatap wujudnya.
"Sepertinya aku sudah harus ganti baju," gumam pelam Angelica sembari menggunakan portal miliknya untuk mengganti pakaiannya dengan membiarkan portal emas miliknya melewati tubuhnya.
"Lumayan juga," gumam pelan Angelica sembari tersenyum tipis ke arah cermin yang menampakan wujud dirinya yang mengenakan keja bangsawan wanita berwarna putih, ia sedikit tersenyum dengan gaya elegan.
Setelah Angelica berada di luar kamarnya, ia langsung kaget melihat sosok yang ada di hadapannya, yah sosok itu adalah Edward pangeran kedua dari Kerajaan Elscaro.
"Pangeran Edward, kenapa kau datang kemari?" tanya Angelica pada Edward yang tiba-tiba berada di depan kamarnya.
"Pangeran? Sejak kapan kau memanggilku begitu?" tanya Edward pada Angelica sembari menatap Angelica dengan tatapan santai dan tersenyum tipis.
Angelica sedikit terdiam ketika mendengar tanggapan dan melihat ekspresi dari Edward ketika menatap dirinya, padahal dia sudah sangat jahat pada Edward sendiri.
"Angelica pun akhirnya mengalihkan pandangannya, walau bagaimanapun aku sudah kalah, jadi sesuai perjanjian yang sudah disepakati, kau sudah bukan pesuruhku. Jadi Pangeran Edward aku hanya menepati janji semata, jadi aku sama sekali tidak berubah," tanggap Angelica lagi.
__ADS_1
"Kau tidak kalah, tapi seri," balas Edward sembari memberikan sebuah buku pada Angelica.
"Ini?" gumam pelan Angelica ketika melihat sebuah buku Diary dengan sampul kulit.
"Ya karena bukumu hilang, aku mencoba mencarinya dan saat aku menemukannya aku langsung membawanya kemari," balas Edward.
Angelica tidak merespon dan memilih diam membuka bukunya dan sedikit tersenyum, "Terima kasih karena telah mengembalikannya," gumam pelan Angelica yang langsung pergi dari hadapan Edward.
"Angelica!" seru Edward.
"Ya?" tanya Angelica sembari menatap ke arah belakang dengan tatapan tajamnya.
'Meski nada bicaranya sudah agak lembut .... tapi ekspresinya tetap menyeramkan,' batin Edward, "Ehem begini .... besok sepulang asrama bisakah kau ikut bersamaku berkeliling?" tanya Edward.
Angelica pun menutup bukunya dan tersenyum, "Ada hal apa yang membuatmu tiba-tiba mengajak mantan majikanmu ini jalan-jalan Zashu?"
"Kata-katamu benar-benar memyakitkan, aku hanya ingin lebih mengenalmu sebagai tunanganku saja apa itu salah?" tanggap si pangeran.
"Heh, Baka ... tapi, terserah padamu aku akan melihat apa kau bisa menghiburku dengan kencan pertama yang kau ajukan ini, dan satu yang perlu kau ingat ... aku bukan orang yang mudah terkesan," tanggap Angelica sembari tersenyum lembut dan akhirnya ia benar-benar pergi meninggalkan Edward.
Bersambung
__ADS_1