
The Heroik Villain bab 09
Angelica akhirnya kembali ke kelas dan memakan pesanannya di dalam kelas, Angelica sedikit kaget ketika melihat buku yang ia simpan di laci mejanya hilang, tapi nampaknya Angelica tidak terlalu memikirkannya jadi ia melanjutkan kegiatannya untuk makan.
"Terserah sajalah," gumam pelan Angelica yang melihat bukunya hilang. Angelica kemudian memakan makanan kantin yang dibelikan oleh Pangeran Edward untuknya, dan setelah memakan satu sendok Angelica kemudian terpejam dan menutup kotak makanan itu dan meminum air yang ia bawa lalu menyimpannya dan akhirnya memilih tidur di dalam kelas.
Sementara itu dengan pangeran Edward, terlihat ia sedang menghindari keramaian dan membaca buku yang sering dibaca Angelica, yang ternyata itu adalah buku harian dari si Angelica, yang diisi oleh berbagai macam foto kenangan dan tulisan yang menjelaskan kondisi dari foto itu.
Pada awal kisahnya Angelica terlihat seperti anak polos yang ceria, tapi semua itu berubah ketika mencapai halaman tengah, terlihat ketika pengetesan level kekuatan Angelica adalah nol, hal itu membuat perhatian ayah dan ibunya mulai memudar, berikutnya ia tak diijinkan bermain dan hanya berlatih. Lalu ketika Angelica keluar mansion Dolkness, banyak orang yang mengejeknya karena ia lemah dan tak punya level mana, hal itu tentu saja membuat Angelica kesal dan membuatnya mengamuk dan menghajar semuanya dengan tinju.
Kemudian orang tuanya dipanggil dan dibuku itu tertulis kalau ayah dan ibunya tak peduli Angelica akan diberikan hukuman apa, akhirnya ia diberi hukuman cambuk 100 kali dan melakukan pelayanan masyarakat di usia 12 tahun.
Di tulisan Diary itu juga terdapat informasi mengenai Angelica yang terus berlatih bersama seorang pertapa tua yang mengajarinya tentang ilmu spiritual yang lebih kuat dari sihir dan mengatakan kalau Angelica punya bakat untuk mempelajarinya.
Angelica pun berlatih ilmu spiritual alam dan membuka chakra serta menjalin kontrak dengan roh pahlawan, yang memiliki banyak harta.
Setelah menjadi kuat, Angelica masih menyembunyikan kekuatannya atas permintaan dari si pertapa. Angelica juga mencoba menggunakan chakra untuk melakukan pengukuran Mana tapi hasilnya tetap nol karena marah aliran chakranya langsung tak stabil dan menghancurkan kristal pengukur kekuatan.
__ADS_1
"Setelah melihat itu ayahku, menganggapku putri yang gagal, dan berhenti mencarikanku guru dan mulai mengenalkanku pada banyak bangsawan untuk dinikahkan atau setidaknya membicarakan seleraku. Bahkan saat sku dikirim ke akademi sihir, mereka masih saja mengirimiku foto calon pelamar dan aku selalu menolaknya," gumam Edward membaca buku catatan itu.
Lalu semua kisahnya pun berjalan sesuai kejadian hingga akhirnya Edward melihat taruhan yang dilakukan oleh Angelica dan kedua orang tuanya yang melibatkan kebebasannya dan tahta kerajaan.
"Aku harap dengan memenangkan taruhan, ayah dan ibuku berhenti menganggapku anak yang tak berguna dan tak mencarikanku lelaki lagi, aku sudah bosan dengan tawaran mereka, bahkan sempat ada surat yang memaksaku untuk memilih yang kalau aku menolak aku akan langsung ditarik keluar dari sekolah dan dinikahkan dengan calon paling kaya," ucap Edward membaca tulisan terakhir dari diary milik Angelica.
Beberapa menit setelahnya, akhirnya Edward memutuskan untuk kembali ke kelas karena ia tahu waktu masuk kelas sebentar lagi dan ketika ia masuk ke dalam kelas dan melihat Angelica sedang tidur di kelas, dengan tenang Edward mencoba berjalan melewati Angelica.
"Apa kau sudah selesai membacanya?" tanya Angelica secara tiba-tiba. Hal itu membuat Edward kaget dan menatap ke arah Angelica yang bangun dan menatapnya dengan mata sayu karena ngantuk.
"Oh sudahlah, jika bukan kau pelakunya aku akan cari siapa. Dan aku jamin jika aku melihat buku milikku ditangan orang lain, akan aku bunuh dia," tanggap Angelica dengan tatapan serius.
"Oh a-aku akan membantumu mencarinya nanti," tanggap si Edward sedikit ketakutan.
"Benar juga, kau adalah anjingku, tapi jujur makanan yang kau berikan rasanya seperti sampah, kalau aku tahu siapa yang masak aku berjanji akan mematahkan tangannya karena membuatku mual dengan masakannya," ucap Angelica sembari menatap datar Edward.
Edward yang mendengar Angelica tidak segan-segan akan membunuh orang yang membuatnya kesal langsung menelan ludah dengan berat karena jika ketahuan kalau ia yang memasukkan bumbu-bumbu aneh dan juga mencuri bukunya pasti ia akan dihajar habis-habisan oleh Angelica.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, seperti hal yang dijanjikan Angelica pun berhadapan langsung dengan ksatria dan juga penyihir terbaik kerajaan dan ditonton oleh banyak rakyat kerajaan dan di arena pertarungan terlihat Edward begitu tegang, ia takut kalau Angelica mengalahkan semua petarung terbaik kerajaan dan menyingkirkan ayah dan ibunya dari tahta raja mereka.
Terlihat jelas kalau Angelica sekarang berhadapan dengan sepuluh penyihir dan sepuluh ksatria berpedang, sementara itu Angelica terlihat begitu santai dengan sebuah katana panjang yang ia ambil dari portal berwarna emas yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Setelah melihat kalian aku jadi merasa kasihan, ternyata lawanku benar-benar lemah," tanggap Angelica sembari menatap datar ke arah para ksatria yang akan menghadapinya.
"Arogan, kau harus tahu kalau pedangku pernah membunuh puluhan orang yang meremehkanku," balas si ksatria yang tak terima dibilang menyedihkan.
"Kalian hanyalah sekelompok anjing kampung di hadapanku, jangan pernah kau berlaga kuat di hadapanku," tanggap Angelica sembari menyeringai.
Karena merasa di remehkan ketika wasit mengucapkan kata mulai, si ksatria langsung melesat ke arah Angelica dan bersiap menebas lehernya. Namun, Angelica dengan ceoat memberikan pukulan telak di jakun sang ksatria dengan sangat keras dan menghancurkan tenggorokannya.
"Kuhoag!" si ksatria langsung jatuh tak sadarkan diri, pasukan medis pun datang dan memeriksa kondisi si ksatria dan mereka menggelengkan kepala.
"Dia mati," semua orang kaget termasuk para peserta yang akan melawan Angelica, begitu juga raja dan ratu yang takut posisi mereka akan tergeser oleh keluarga Dolkness karena taruhan mereka.
Bersambung
__ADS_1