
"Justru karena berbahaya aku tidak bisa membuatmu bertarung sendirian!" seru Edward pada Angelica.
Angelica yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas saja lalu ia menatap ke arah Edward untuk memastikan tekat bertarung pemuda itu.
"Keberadaanmu hanya menggangguku, aku tidak bisa bertarung sambil melindungi, pergi lakukan kewajibanmu dalam melindungi masyarakat dan aku akan pada tugasku berarung dan menghancurkan!" tanggap Angelica yang menolak bantuan dari Edward dan maju seorang diri sembari memunculkan beberapa portal berwarna emas di belakangnya, "Gate of Babylond" gumam pelan Angelica dan terlihat berbagai macam ujung senjata berpunculan dari portal itu seolah siap diluncurkan ke arah musuh.
Wussss!!!
Drerererereret blaaaaarrrrr!!!
Seluruh senjata yang ia munculkan langsung melesat dan menghantam pohon besar itu hingga menghancurkannya hingga menjadi serpihan kecil, setelah itu Angelica kembali menarik pedang-pedang miliknya.
Namun, siapa sangka, ketika pedang itu sudah dekat dengan Angelica, lendir-lendir hijau langsung keluar dari pedang-pedang milik Angelica yang sedang dalam perjalanan kembali ke ruang punyimpanan dan bersiap menyerang Angelica.
Melihat hal itu, tentu Angelica tidak tinggal diam, dengan matanya yang berubah menjadi Mangekyo, terlihat pula mata kiri Angelica mengeluarkan darah, "Enton Kagutsuchi," gumam Angelica setelah matanya berdarah dan seketika tubuh Angelica diselimuti api hitam dalam bentuk duri-duri tajam dan panjang yang menusuk lendir-lendir hijau itu dan membuatnya menguap dan lenyap seketika.
Api hitam milik Angelica kemudian menghilang ketika lendir hijau itu musnah, Angelica kemudian kembali menyimpan seluruh senjatanya ke dalam portal emas miliknya, 'Hampir saja aku mati,' batin Angelica sembari menutup mata kirinya dan mengusap darah yang keluar dari mata kirinya.
Setelah selesai Angelica langsung menatap ke arah belakang dan berjalan ke arah Edward, "Edward bagaimana keadaan yang lain?" tanya Angelica sembari menatap Sofia dengan mata merah miliknya, yah mata dengan iris dan lensa berwarna merah dan memiliki pupil hitam bulat yang kelilingi oleh pola lingkaran dengan tiga magatama.
'Dia terinfeksi,' batin Angelica sembari menatap bagian tubuhnya karena ingin tahu apakah ia juga terinfeksi atau tidak.
__ADS_1
'Bagus tidak ada sesuatu yang aneh di tubuhku,' batin Angelica.
"Mereka baik-baik saja berkat bantuanmu," tanggap Edward.
Angelica tidak terlalu banyak memberikan respone dan mengganti pakaiannya ke mode biasa.
"Ano!" seru Sofia pada Angelica.
"Hm?" gumam Angelica menyahut gadis itu dengan tatapan sendu, karena ia tidak tahu bagaimana cara memisahkan bagian tubuh Inpostor dari sell tubuh inangnya.
"Aku minta maaf karena tidak mendengarkanmu, aku tidak menyangka kalau ada makhluk aneh mengerikan di dalam tasku," ungkap pelan gadis itu.
"Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku mengerti, jadi tak usah kau pikirkan. Lalu cepat bersihkan dirimu jangan menghidangkan makanan dalam keadaan kotor," tanggap Angelica.
"Em terima kasih sarannya, tapi kami sudah tidak punya bahan makanan untuk di makan," ucap pelan Sofia sembari menatap sayuran yang ia bawa telah jatuh ke tanah dan ianjuga takut untuk mengambilnya.
"Hamba siap menerima perintah Yang Mulia!" seru Louise dengan tegas.
"Tolong kembali ke kota dan kabarkan kalau panti asuhanku baru aja diserang monster aneh dan jangan lupa untuk pulang membawa beberapa sayur segar," titah Edward pada pelayannya.
"Segera hamba laksanakan," seketika Louis pergi menggunakan kuda meninggalkan Edward dan Angelica.
"Ano ..." Sofia nampak kebingungan mau memanggil Angelica dengan sebutan apa.
__ADS_1
"Sebut saja Lady Dolkness," tanggap Angelica dengan nada dingin.
"Ah iya Lady Dolkness, maukah anda menemani hamba untuk membersihkan diri, jujur saya kadang takut ke kamar mandi sendirian di saat senja begini, apalagi setelah kejadian hari ini," pinta Sofia.
"Hn, aku tidak keberatan," tanggap datar Angelica, karena Angelica merasa ia bisa membunuh Sofia di sana, karena menurutnya Sofia jauh lebih baik dibunuh sebelum ia berubah menjadi Inpostor atau dikendalikan Inpostor sepenuhnya.
"Edward, terus awasi mereka, aku tidak pandai menghibur anak kecil, jadk untuk urusan ini kau yang lakukan," ucap Angelica sembari tersenyum tipis ke arah Edward.
"Ah em, tentu saja," tanggap santai Edward.
"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Angelica sembari berjalan bersama Sofia dan ia terus mengawasi Sofia dengan mata sharingannya dan ia bisa melihat sesuatu yang mencurigakan dari Sofia.
'Aliran sihir di tubuhnya sangat aneh, gerakannya tidak seperti gerakan energi di tubuh manusia normal, sangat kuat, seolah ia adalah penyihir kelas atas yang sedang menyamar,' batin Angelica dengan wajah datar.
Kembali ke Edward.
"Kak Edward, ksatria berambut pirang dengan armor emas tadi siapa?" tanya anak lelaki umur lima tahun itu merasa penasaran dengan sosok Angelica.
"Dia, hem ... namanya Angelica, seorang putri dari keluarga Viscont Dolkness sekaligus tunangan kakak," ungkap Edward sembari tersenyum.
"Wah hebat ... tunangan kak Edward sangat keren," puji bocah perempuan berumur sembilan tahun dengan rambut hijau gaya bergelombang.
"Aku benar-benar ingin menjadi seperti dia," tanggap salah seorang anak perempuan di sana dan kebetulan rambutnya juga pirang.
__ADS_1
"Ahahaha, kalau begitu jadilah anak baik dan terus berlatih, aku yakin suatu saat kamu akan jadi penyihir hebat seperti Angelica," tanggap Edward sembari tersenyum lembut.
Bersambung