The Heroik Villain

The Heroik Villain
Bab 11


__ADS_3

Sedangkan si pangeran langsung was-was akan nasibnya melihat Assassin yang kesakitan. Angelica kemudian mencabut paksa pedang yang menancap di punggungnya hingga menembus perutnya itu.


"Aaaaaarrrrrrrrgggg!!!!! Aaaaaa!!" erang Angelica ketika mencabut pedang itu dari tubuhnya, terlihat darah mengucur hebat dari perut dan punggung Angelica hingga membuat gadis bangsawan dari keluarga Dolkness itu tertunduk lemas di lapangan.


The Heroik Villain Bab 11


Angelica kemudian langsung melempar pedang yang telah ia cabut dari tubuhnya ke arah sang Assassin dan tentu saja Assassin itu langsung menangkap pedangnya, sementara Angelica menutupi perutnya.


"Sebaiknya kau menyerah saja, lagi pula kalau kau kalah kau hanya harus meminta maaf dan membebaskan pangeran saja," ucap sang Raja dari kursi vip miliknya.


Angelica yang mendengar hal itu hanya diam saja, ia cukup kesal karena kena serang dari belakang dan mendapatkan luka yang cukup dalam.


"Menyerah, memangnya siapa yang mau menyerah setelah impianku untuk hidup bebas sudah berada di depan mata, jalan yang akan membuatku tidak dipandang sebelah mata .... Aku! BUKAN BANGSAWAN RENDAHAN SEPERTI YANG MEREKA KATAKAN! DENGAN MEMENANGKAN INI AKU AKAN MEMBUKTIKAN KALAU KELUARGAKU BUKAN BANGSAWAN RENDAHAN YANG BISA DI HINA TERUS MENERUS! LIHATLAH AKU AKAN MEMBANGKITKAN NAMA KELUARGAKU!" teriak keras Angelica dengan tubuh yang diselimuti aura berwarna ungu yang mulai membentuk wujudnya menjadi monster energi dengan armor samurai bersenjata panah menyelimuti tubuh Angelica. Yah ini adalah Sosano'o sempurna setengah badan milik Sasuke,  terlihat pula mata Angelica dari biru menjadi merah dengan pola bintang.

__ADS_1


Semua penonton langsung kaget melihat kejadian itu bahkan ada beberapa penyihir bergetar ketakutan ketika merasakan tekanan aura kematian yang keluar dari tubuh Angelica yang diselimuti oleh Sosano'o.


Assassin yang sempat menikam Angelica dari belakang langsung bergetar ketakutan, tapi ia mencoba untuk bersikap profesional dengan tidak memperdulikan rasa takutnya hingga akhirnya ia membuat tubuhnya kembali tidak terlihat, tapi mereka semua tidak tahu kalau Angelica yang sudah merubah matanya menjadi Mangekyo Sharinggan dapat melihat posisi Assassin dengan jelas.


Duaaaaarrrr!!!


Tiba-tiba saja Angelica mengendalikan sosano'o untuk menembak ke arah jam 3 dan meledakkan lapangan fmdan terlihat sosok Assassin melompat menjauh dari arah ledakan dan menatap ke arah Angelica yang menatap tajam dirinya.


'Dia bisa melihat keberadaanku,' batin sang Assassin tidak percaya karena ia tidak mampu menyembunyikan kehadirannya dari Angelica, ia juga kaget melihat perubahan warna mata dari Angelica yang menurutnya sangat aneh.


Namun bukannya menjawab Angelica malah langsung muncul dihadapannya menusukkan tangannya yang dialiri petir berwarna biru hingga menembus dada sang Assassin dan menghancurkan jantungnya dengan listrik bertegangan tinggi.


"Tidak ada alasan bagiku untuk memberitahumu mengenai mata ini," ucap Angelica dan terlihat matanya kembali menjadi biru setelah itu wajah Angelica menjadi pucat dan akhirnya ia dan si Assassin jatuh ke lantai atau lapangan bertarungnya dan nampak keduanya membasahi lapangan bertarung dengan darah mereka.

__ADS_1


Melihat hal itu semua penonton hanya bisa kaget dan terdiam tak ada yang bersorak akan hal itu, kedua petarung jatuh tak ada yang bangun, hingga akhirnya juri menganggap hasilnya adalah seri dan Angelica pun langsung di rawat oleh tabib kerajaan.


"Ugh ..." Angelica terbangun dari pingsannya dan saat membuka mata ia mendapati dirinya berada di ruang perawatan ditemani Shiria pelayan yang selalu menemaninya.


"Ojou-sama! Akhirnya anda sudah sadar!" seru sang pelayan pribadi dari Amgelica itu sembari memeluk lembut Angelica.


Angelica pun terdiam dan kembali bertanya, "Apa yang terjadi, kenapa aku bisa berada di kamar Asrama?" tanya Angelica pada pelayannya itu.


"Nona telah bertarung dengan gagah di lapangan, bahkan aku yakin Tuan dan Nyonya Dulkness akan bangga pada Nona muda," puji sang pelayan sembari tersenyum.


Angelica sedikit terdiam mendengar kalau pelayannya mengatakan ayah dan ibunya akan bangga, "Bangga? Yang benar saja, mereka mungkin hanya akan memarahiku dan menganggapku sampah saja," tanggap Angelica sembari memejamkan matanya.


"Ojou-sama," gumam pelan sang pelayan.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya? Apakah aku kalah?" tanya Angelica sembari menyentuh perutnya yang dibalut perban.


Bersambung


__ADS_2