The Heroik Villain

The Heroik Villain
bab 20


__ADS_3

"Urggh, perih sekali, aku tidak bisa merasakan tangan kiriku," gumam pelan Angelica setelah ia membuka matanya, 'Bagaimana caranya agar aku bisa mengalahkan Inpostor tanpa harus menarik perhatian dan membuatku terlihat seperti pahlawan, dan tetap membuat semua orang menganggapku penjahat,' batin Angelica sembari menatap langit-langit kamarnya.


Angelica pun akhirnya duduk di atas kasur dan menatap ke sekeliling dan melihat ada banyak kasur di sana, 'Ini bukan kamarku, sebenarnya apa yang terjadi?' batin Angelica sembari menatap ke sekitar ia juga sadar kalau ia kehilangan tangan kirinya karena ulahnya sendiri.


"Gadis yang bernama Sofia itu apakah dia baik-baik saja?" gumam pelan Angelica sembari berjalan sempoyongan karena kelelahan dan memang tenaganya juga belum pulih sama sekali. Angelica menggenggam tangan kirinya yang terasa nyeri karena dipotong oleh pedang yang sangat panas.


Ketika Angelica membuka pintu, ia melihat seorang pria tua yang sedang membawa makanan, "Ah Nona ksatria, sebaiknya anda istirahat dan saya sudah membawa makanan untuk nona," ucap di pak tua.


Angelica pun hanya diam saja dan berjalan kembali ke dalam kamar dan duduk di atas kasur terdekat, "Bagaimana kondisi Sofia?" tanya Angelica sembari memakan roti yang disiapkan oleh pria tua yang menjenguknya.


"Sofia-san, mati karena seluruh organ dalamnya kecuali daging dan tulangnya sudah hilang," jawab si pria tua sembari meneteskan air mata, mungkin karena Sofia adalah orang penting di panti asuhan itu.


Mendengar hal itu Angelica hanya diam, ia tidak terlihat terpukul atau terbebani akan kenyataan jika ia tidak bisa menyelamatkan Sofia. Angelica kemudian mengaktifkan sharinggannya kembali ia hanya diam saja sembari memakan roti-roti yang ada dan meminum habis susunya, lalu Angelica mulai bicara, "Bisakah paman meninggalkanku seorang diri di kamar," gumam pelan Angelica.


"Jika nona ksatria bilang seperti itu, baiklah," ucapnsi pria tua itu sembari meninggalkan Angelica.


Angelica hanya tersenyum kecil lalu mulai mengoleskan darahnya pada cangkir kayunya dan terlihat darah yang menempel di cangkir kayu itu menghilang dari permukaan cangkir kayu yang ia pegang lalu dengan tenang Angelica menyimpan cangkir kayu itu ke dalam gate of babylond miliknya

__ADS_1


"Yosh sekarang apa?" gumam pelan Angelica sembari tersenyum lembut dan karena merasa kekuatannya sudah pulih, ia dengan santai berjalan keluar kamar, 'Pac!' panggil Angelica melalui pikirannya.


«Ada apa A-ANGELICA APA YANG TERJADI PADA TANGANMU?!» kaget roh kucing api ketika melihat kondisi Angelica yang menjadi rekannya kehilangan tangan kirinya.


'Tenanglah Pac,  aku hanya memotongnya dengan pedang yang terbakar,' jawab santai Angelica tanpa beban.


«B-bagaimana aku bisa tenang melihat kau terluka separah itu dan orang gila mana yang bisa memotong tangannya dengan pedang panas dan masih bisa tersenyum dan bicara santai seolah tidak terjadi apa-apa?» seru kaget dan kesal Pac sang roh kucing api yang selalu menemani Angelica.


'Itu aku loh,' jawab santai Angelica melalui pikirannya sembari tersenyum ke arah Pac.


«Kayanya kau memang harus ke rumah sakit jiwa sekarang» gumam pelan Pac yang mendengar jawaban Angelica.


«Huh?»


Angelica sedikit tersenyum dan berjalan, "Sebelumnya aku harus menyelesaikan banyak masalah yang terjadi termasuk memcari keberadaan para Inpostor dan aku bersiap menghancurkan boss terakhir" gumam pelan Angelica, "Setelah urusanku selesai barulah aku pergi ke rumah sakit jiwa."


"Wah kak ksatria sudah sadar!" seru para anak-anak yang langsung berlarian memeluk kaki Angelica dan ada seorang gadis yang menarik tangan kanan Angelica.

__ADS_1


Angelica hanya bisa diam melihat seorang gadis kecil menarik tangannya dan membawanya ke arah Edward.


"Angelica, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Edward yang melihat kondisi Angelica yang kehilangan satu tangan.


"Aku baik-baik saja, ingin sekali aku mengatakan itu, tapi sejujurnya, aku sangat marah dan bagaimana pertanggung jawabanmu mengenai masa depanku. Seperti yang kau tahu para bangsawan selalu menilai fisik bangsawan lain, jadi apa kau bisa membuat para bangsawan untuk tidak menghina fisikku yamg tak punya tangan kiri?" tanya Angelica dengan tatapan tajam.


"T-Tunggu kenapa kau menyudutkanku seolah ini salahku?" tanya Edward.


"Tentu saja ini salahmu pangeran lemah! Kau pikir aku bisa terluka ini karena siapa hah?! Aku seperti ini karena selain harus bertarung aku juga harus melindungimu tahu!" tanggap Angelica yang benar-benar kesal dan menganggap Edward adalah beban.


"Hah?! Apa katamu gadis kurang ajar!" seru kesal Edward.


"Pangeran lemah!"


"Bangsawan bermulut kotor!" seru Edward sembari mematap tajam Angelica.


"KAU!" seru kesal Angelica sembari menunjuk dahi Edward dan akhirnya diam di tempat untuk beberapa saat, "Sudahlah, aku tidak mau bicara lagi dan bisakah kau tinggalkan aku sendirian," gumam pelan Angelica sembari berjalan keluar dari panti asuhan meninggalkan Edward dan yang lain sembari memegangi tangan kirinya yang sudah terpotong.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2