The Heroik Villain

The Heroik Villain
Bab 01


__ADS_3

"Yah, tapi dia punya mata biru yang sepertimu sayang," balas perempuan yang terbaring lemas di tempat tidur.


"Ah. Kau benar. Karena dia perempuan dan terlihat cantik, maka aku ingin anak kita dikenal sebagai malaikat, jadi bagaimana kalau namanya adalah, Angelica Dolkness!"


"Ah aku setuju, nama itu terdengar sangat bagus."


Beberapa tahun kemudian.


Beberapa tahun setelah kelahiran Angelica Dolkness, Angelica pun mulai mendapatkan pelajaran bangsawan, mulai dari etika, tutur bahasa dan politik dan lain sebagainya. Ia bahkan melatih kekuatan fisiknya secara diam-diam dari kedua orang tua dan pelayannya. Hal ini dikarenakan ia salah mendarat.


Menurut Info dari asisten rohnya, ia sekarang berada di dalam tubuh salah satu tokoh penting yang merupakan villain atau boss di masa depan untuk tokoh utama di dunia yang ia jalani. Mengetahui hal ini Angelica merasa terbebani, karena selain memerankan diri menjadi Antagonis, ia juga harus memburu Inposter yang akan merusak dunia.


Karena tidak ingin ambil pusing. Angelica pun kemudian mengambil tugasnya sebagai Inpuster hunter, ketimbang perannya sebagai antagonis atau villain di kisah utama, karena ia bisa meminta apapun pada Raksasa itu jika sudah berhasil, jadi kalau jalur ceritanya rusak karena ia tidak mengikuti alur ia masih bisa meminta untuk mereset ulang kisahnya dan melanjutkan kehidupan seperti semestinya ketika para Inpuster itu telah dikalahkan.


"Angelica-sama!" 


"Ada apa Pac?" tanya gadis berambut pirang diikat dua atau twintail.


"Angelica-sama, di dunia ini peran anda sangat besar!"


"Huh? Peran besar? Ah dalam mengalahkan Inposter bukan?"

__ADS_1


"Tidak, peran anda jauh lebih rumit," balas makhluk kecil berbentuk kucing api yang melayang disekitar Angelica.


"Lebih rumit?"


"Ya selain memburu Inposter, tubuh yang tuan masuki adalah milik Angelica Dolkness, perannya dalam dunia ini adalah Antagonis, jadi tugas anda akan sangat berat. Karena selain harus memburu Inposter anda juga harus melawan tokoh-tokoh protagonis di tempat ini kalau tidak, tempat ini akan hancur karena takdir yang tidak berjalan seperti semestinya," jawab kucing api itu.


Angelica yang mendengar hal itu hanya mengangguk pelan, "Jadi begitu ... dan apa kau sudah menemukan dimana para Inposter bersembunyi dan apa saja kegiatan mereka?"


"Entahlah, selama ini aku masih belum menemukan dengan pasti keberadaan mereka, tapi menurut perhitungan mereka akan bangkit 5 tahun lagi dan kalau mereka sampai bangkit dunia ini akan musnah karena tidak berjalan semestinya," jawab Pac menjelaskan situasinya.


Namun, bukannya panik, Angelica malah hanya tersenyum kecil saja, "Intinya aku di sini sedang memainkan sebuah peran ganda, kurasa ini jauh lebih baik."


"Angelica, kenapa anda bisa sesantai ini? Ini sebuah peran yang sulit tahu!"


"Mengeluh juga tidak ada gunanya, beberapa bulan lagi aku harus masuk ke akademi sihir, jadi aku tidak ada waktu untuk memikirkan ini itu. Dan lagi, bagiku ini bahkan lebih menarik. Pahlawan yang bergerak sebagai penjahat, mah meski menyakitkan karena tidak dihargai, setidaknya ini jauh lebih membantuku dalam bergerak. Inpuster adalah monster dari dunia lain yang mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan, hanya orang yang membawa kekuatan dari dunia lain yang bisa mengalahkannya. Saat ia lahir di dunia ini, ia akan kebal dengan semua sihir yang berasal dari dunia ini sekaligus bisa memakainya. Aku tidak tahu akan seperti apa bentuknya dan kelihatannya ia bisa bersembunyi dengan baik. Karena aku reinkarnator yang mendapat 3 kekuatan dari dunia lain maka ada kemungkinan aku bisa menang. Namun, kalau hanya aku sendiri saja rasanya aku juga takut, jadi dari pada memikirkan alur, aku lebih memikirkan seberapa kuat aku sekarang? Apakah kekuatanku sudah cukup atau belum."


Mendengar ungkapan kata dari Angelica, Pac pun hanya bisa diam dan menghilang dan melanjutkan tugasnya untuk mencari keberadaan atau tempat para Inpuster berhibernasi untuk dimusnahkan.


Dan benar saja hanya dalam tiga bulan, Angelica menerima surat yang isinya merupakan kewajibannya untuk mengikuti pelajaran sekolah akademi sihir El Scaro yang terletak di ibukota kekaisaran sihir Sofya.


Seorang maid pun berjalan mendatangi Angelica dan menunduk hormat dihadapan Angelica yang berkeringat karena baru saja pulang dari latihan fisiknya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Angelica ketika melihat sang Maid datang dan menunduk hormat padanya.


"Angelica-sama sudah terdaftar di akademi sihir, jadi hamba meminta izin untuk mempersiapkan barang-barang nona. Hamba akan mengantar nona atas perintah dari Tuan dan Nyonya Dolkness," jawab sang maid berambut hitam itu pada Angelica.


"Jadi begitu. Baiklah, lakukanlah," balas Angelica sembari tersenyum kecil dan berjalan menjauh.


Setelah mendapat Izin dari Angelica, sang pelayan itu dengan cepat pergi menuju kamar Angelica dan menyiapkan semua barang-barang yang sekiranya penting.


Ke esokan harinya Angelica dan pelayannya langsung pergi ke kereta kuda menuju ibu kota untuk bersekolah di sana.


"Akademi sihir El-scaro aku datang," gumam Angelica sembari tersenyum kecil.


"Angelica-sama, ini ada beberapa surat dari Tuan Rigurd Dolkness dan Nyonya Maria Dolkness," ujar sang Maid sembari memberikan beberapa lembar surat.


Angelica yang mendengar perkataan Maid itu, langsung mengambil suratnya dan membaca isinya, ia lalu tersenyum. Namun, senyumannya sangat miris.


'Bukan hanya harus menjaga image dan alur sebagai penjahat, aku juga harus mencari Inposter dan mengalahkannya, lalu sekarang masalahku ditambah dengan calon-calon tunanganku dari keluarga bangsawan. Mungkin ayah sudah menganggapku tidak berguna, sehingga ia pun akhirnya berpikir untuk menjodohkanku dengan beberapa putra bangsawan kaya agar aku bisa berguna untuk mereka,' batin Angelica, sembari menyimpan surat itu dan membuangnya ke luar jendela kereta di saat kereta melaju menuju ibu kota.


Sang pelayan tahu kalau Angelica sangat tidak suka dengan isi suratnya, tapi ia hanya diam karena ia tahu hal ini bukan urusannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2