The Last Demigod

The Last Demigod
Ch. 11 - Heavenly Dragon Immortal God I


__ADS_3

Di suatu tempat yang tidak diketahui.


Makhluk putih yang sebelumnya bertemu dengan Eleanor, sedang duduk di sebuah takhta pada sebuah ruangan yang gelap. 


Kedua mata dari Makhluk itu yang sedang terpejam, tiba - tiba terbuka dengan lebar, perasaan yang buruk menghampiri dirinya.


'kekuatan dari Makhluk itu mampu untuk menghancurkan semuanya. Sialan! Klon milikku yang berharga, klon yang memiliki setengah dari kekuatan ku hancur begitu saja! Tunggu saja, setelah kekuatan ku pulih kembali, kau akan membayarnya.' batin Makhluk itu marah.


Deg! Deg!


Makhluk itu tiba - tiba merasakan sebuah momentum yang sangat kuat. Tidak lama kemudian, tubuh dari Makhluk itu meledak dengan sangat dahsyat.


Sepertinya, kehancuran milik Eleanor, akan selalu menghampiri pada mereka yang ditargetkan olehnya. Makhluk itu sekarang telah benar - benar mati.


-


Absolute Heaven.


Sosok Naga berwarna putih yang sangat besar, terbang melintasi bintang - bintang yang bersinar dengan terang. Heavenly Dragon Immortal God, Arkans Anzads.


'sebentar lagi itu akan dimulai, kekacauan yang sangat hebat akan terjadi di seluruh tempat ini, lalu hanya ada satu yang akan bertahan hidup, dan itu adalah aku!' batin Arkans bersemangat.


Arkans lalu tiba di sebuah bintang yang padat dengan Makhluk surgawi lainnya, dan nama bintang itu adalah Hespausia.


Hespausia adalah salah satu dari Bintang yang sangat besar di Alam Semesta ini, jauh lebih besar 300x lipat dari matahari. 


Bintang ini sering menjadi persinggahan banyak Makhluk surgawi, karena tempat ini hampir menyediakan segalanya, dan bebas dari kekuatan kelompok manapun yang berkuasa.


Beberapa bintang mempunyai penguasa tunggal, sehingga membuat para Makhluk Surgawi, tidak bisa sesuka hati melakukan apapun di bintang tersebut. Alasan itulah yang membuat bintang Hespausia begitu sering di kunjungi oleh Makhluk Surgawi, karena bintang ini tidak memiliki kekuatan tunggal yang memonopoli di dalamnya.


Arkans mengubah seluruh tubuhnya menjadi mirip seperti manusia. Ia mulai memasuki bintang ini dengan perlahan, dan tidak ada yang menghalangi jalanya.


'aku memakai bentuk tubuh ini karena supaya mirip dengan tuan. Sekarang, saatnya menggali informasi tentang tempat ini.' batin Arkans.


Arkans melayang di atas langit. Arkans memejamkan kedua matanya, ia mulai mengedarkan indera persepsi miliknya sampai ke jarak yang bisa ia jangkau.


'tempat ini sangat besar, untung saja aku masih bisa menjangkau keseluruhan yang ada. Sekarang aku telah mengetahuinya.' batin Arkans setelah selesai memindai keseluruhan dari bintang Hespausia.


Bintang Hespausia ini memiliki 5 Daratan utama yang masing - masing terpisah oleh lautan yang sangat luas. Mereka Makhluk Surgawi menyebut 5 Daratan ini sebagai, 5 Domain Sheina. Nama Sheina sendiri diambil dari nama suku kuno yang sudah ada di bintang ini, bahkan sebelum para pendatang menetap di bintang Hespausia.


Masing - masing dari 5 Domain Sheina juga disebut sebagai Sheina Selatan, Utara, Tengah, Timur, dan Barat, sesuai dengan posisi tempatnya masing - masing.


Setiap masing - masing dari 5 Domain Sheina, di dalamnya terbagi menjadi lima wilayah yaitu, selatan, utara, barat, tengah dan timur. Masing - masing dari wilayah itu juga terdapat beberapa Negara, Kerajaan dan kelompok lain yang terorganisir. Satu hal yang jelas, di seluruh Domain ini, tidak ada yang menjadi penguasa tunggal dari seluruh daratan, karena pada dasarnya akan selalu ada yang lebih kuat.


'posisiku sekarang berada di Sheina Barat, wilayah Timur. Untuk sekarang lebih baik aku pergi ke kota terdekat.' batin Arkans.


Arkans pergi meninggalkan tempatnya.


Arkans terbang dengan kecepatan yang melebihi cahaya, sehingga membuatnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di kota terdekat.


Arkans berhenti setelah ia melihat sebuah pulau yang sangat besar melayang di atas langit. Arkans mengetahui kalau itu adalah sebuah kota yang melayang di atas langit.


Arkans mengetahuinya pada saat dirinya memindai seluruh bintang Hespausia.


Arkans pun pergi memasuki kota itu.


Tidak ada penjaga yang menghalanginya masuk, bahkan dinding pelindung kota pun tidak terlihat di kota ini, kota ini terlihat seperti tanpa adanya perlindungan.


Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Ada sebuah mekanisme keamanan yang tidak terlihat oleh siapapun di kota ini.


Arkans mulai berkeliling melihat - lihat di dalam kota ini. Banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh Makhluk Surgawi, membuat kota ini terasa begitu hidup. Lalu, Arkans tiba - tiba berhenti di tengah jalan.


'tempat ini memang sangat bagus, terasa begitu hidup, namun membosankan.' batin Arkans dengan pandangan matanya yang menatap ke arah langit.

__ADS_1


Suasana kota yang begitu damai, suara anak kecil yang berbincang dengan ceria, semua hal itu membuat Arkans merasa sangat bosan, menurutnya tempat ini membutuhkan sebuah 'keseruan'.


Tiba - tiba, terbesit sesuatu dalam pikiran Arkans. Arkans terbang ke atas langit dari kota itu, ia memandang kota di bawahnya dengan senyuman lebar di wajahnya.


Lalu, Arkans tiba - tiba mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh Kota. Sontak, hal itu mengejutkan seluruh Makhluk Surgawi yang ada di kota itu.


Pandangan dari seluruh Makhluk Surgawi, tertuju pada satu sosok yang melayang di atas langit. Sosok itu terlihat begitu masih sangat muda, memiliki rambut panjang berwarna putih, dan memakai pakaian olahraga adadis berwarna putih.


Sosok itu adalah Heavenly Dragon Immortall God, Arkans Anzads.


Segera setelah Arkans mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, para Makhluk Surgawi dengan berbagai bentuk, segera berdatangan mengepung Arkans dari berbagai arah. Situasi di Kota ini, seketika menjadi sangat mencekam.


Seluruh Makhluk Surgawi yang datang dan mengepung Arkans, mereka semua mengeluarkan aura dan hawa membunuh yang sangat kuat. Sementara itu, Arkans hanya tersenyum tipis melihat kehadiran mereka semua. 


Tiba - tiba saja, muncul satu Makhluk Surgawi yang sangat kuat di hadapan Arkans. Momentum yang diberikan oleh Makhluk itu terasa begitu mengerikan.


Arkans segera menyadarinya, kalau Makhluk Surgawi di hadapannya adalah sosok dari penguasa Kota Melayang ini.


Pemimpin kota menatap Arkans dengan tatapan mata yang tajam, dan ia berkata.


"apa maksudmu dengan mengeluarkan hawa membunuh yang kuat ini? Jika kau tidak mau menjadikan kita semua musuh, segera tarik kembali hawa membunuh ini." kata sang penguasa kota dengan tegas.


Mendengar perkataan itu, Arkans justru membalasnya dengan senyuman lebar pada wajahnya, itu membuat merinding banyak Makhluk Surgawi di sekitarnya.


Matanya yang berwarna emas, serta kelopak matanya yang berbentuk mata Naga, menambah kengerian dari sosok Heavenly Dragon Immortal God ini.


Melihat matanya yang penuh dengan nafsu membunuh, membuat beberapa Makhluk Surgawi lainnya merasa ngeri.


Beberapa dari mereka menelan ludahnya sendiri, secara insting mereka merasakan berhadapan dengan seorang predator.


< Dragon Teror >


Arkans tersenyum tipis dan berkata.


Mendengar pernyataan yang seperti itu, membuat para Makhluk Surgawi tidak habis pikir, dengan pola pikir seperti apa yang dimiliki oleh Makhluk di hadapan mereka ini.


Mereka menjadi sangat geram, terutama sang penguasa kota yang merasa sudah menghabiskan waktu tak berguna, cuman untuk meladeni Makhluk tak jelas ini.


"apa kau mau tetap melanjutkannya? Aku tidak mau membuang waktuku lagi. Kalian, cepat bereskan dia." kata penguasa kota memalingkan badannya dari Arkans.


Arkans tersenyum tipis melihat respon dari penguasa kota yang meremehkannya.


"aku benci diremehkan." kata Arkans.


Satu dari sekian banyak Makhluk Surgawi yang mengepung Arkans, mulai bergerak dengan cepat menyerang Arkans. Arkans yang menyadari hal itu, ia seolah hanya berdiam diri saja.


Namun, tanpa disadari oleh siapapun, Arkans bergerak dengan sangat cepat memotong kepala dari Makhluk Surgawi yang mencoba menyerangnya. Kejadian itu terjadi begitu cepat, sehingga tidak ada yang dapat melihatnya dengan jelas.


Kejadian itu benar - benar mengejutkan Makhluk Surgawi lainnya. Mata mereka semua terbuka lebar, melihat serangan mengerikan yang ditunjukan oleh Arkans.


Darah dari Makhluk Surgawi itu muncrat dengan sangat deras, dan jatuh di sekitar para Makhluk Surgawi lainnya, terlebih pada Arkans yang dekat dengan tubuh tersebut, membuat seluruh badannya penuh dengan darah dari Makhluk Surgawi yang telah ia bunuh.


Penguasa kota segera berbalik dengan sangat cepat, ketika ia merasakan sebuah momentum yang sangat kuat datang dari arah belakangnya. Ia Merasa begitu syok, melihat kepala dari orangnya berada di tangan kanan Arkans.


Para Makhluk Surgawi yang menyaksikan kejadian itu, mereka seketika merasakan hawa yang sangat dingin merasuki tubuh bagian belakang mereka.


Hebatnya, meskipun mereka merasa ketakutan, mereka mencoba menekan rasa takut itu dalam - dalam.


Melihat para Makhluk Surgawi yang terlihat masih tenang, Arkans berkata.


"tidak peduli seberapa baik kalian mencoba untuk menyembunyikannya, rasa takut yang kalian miliki itu, masih tergambar dengan jelas di wajah kalian semua." kata Arkans dengan senyuman yang lebar pada wajahnya.


Melihat senyuman pada wajah Arkans, serta bercak darah di tubuhnya, membuat para Makhluk Surgawi meningkatkan rasa waspada mereka. Mereka sekarang tidak lagi meremehkan sosok Arkans yang terlihat begitu mengerikan.

__ADS_1


Penguasa kota merasa sangat marah, ia sudah tidak bisa lagi berkata apa - apa. 


Sambil menahan amarahnya, ia dengan segera berteriak dengan kencang pada Makhluk Surgawi di sekitarnya, untuk segera melancarkan serangan pada Arkans.


"kalian semua! Serang bajingan itu! Bunuh dia! Hancurkan seluruh tubuhnya sampai tidak tersisa!" kata penguasa kota dengan sangat lantang.


Para Makhluk Surgawi yang mendengar perintah itu, menggertakkan gigi mereka masing - masing. Dengan Melawan rasa takut yang bergejolak dalam diri mereka, mereka semua berteriak dengan kencang, dan maju dengan tekad yang kuat ke arah Arkans.


'aku sedikit terkejut karena mereka masih bisa mempertahankan diri mereka sendiri di hadapan skill milikku.' batin Arkans yang melihat tekad kuat pada Makhluk Surgawi yang menyerangnya.


< Dragon Teror >


Sebuah skill yang menambah rasa takut lawan berkali - kali lipat, menambahkan efek suasana yang mengerikan di sekitar pertempuran, membuat musuh mengalami serangan mental.


Musuh yang terpengaruh oleh skill ini, biasanya mereka akan kehilangan akal sehat, dan dipenuhi oleh rasa takut yang sangat hebat. Namun, sepertinya skill ini hanya sedikit berefek pada para Makhluk Surgawi yang ada di sekitar Arkans, itu terlihat jelas karena mereka masih tetap memiliki tekad yang kuat, sehingga mereka masih mampu bergerak menyerang ke arah Arkans.


Arkans sekali lagi terlihat seolah ia hanya berdiam diri saja. Padahal sebenarnya dia sedang merencanakan sesuatu.


Di hadapan kekuatan Makhluk Surgawi yang mengerikan, tidak membuat Arkans bergetar sedikitpun. Justru sebaliknya, ia merasa sangat bersemangat.


Dengan kecepatan cahaya yang tidak bisa dilihat oleh mata, Arkans bergerak cepat memotong kepala dari para Makhluk Surgawi yang menyerangnya.


Sekali lagi, darah dari Makhluk Surgawi tumpah, menciptakan hujan darah yang menggenang di kota, itu terlihat sangat mengerikan. Kepala dari para Makhluk Surgawi jatuh dan hancur menghantam tanah. Kini, hanya tersisa penguasa kota seorang diri yang berhadapan dengan Arkans.


Penguasa kota yang menyaksikan kejadian singkat itu tepat terjadi di depan matanya, membuatnya semakin tidak bisa berpikir apa - apa lagi. Ia merasa sangat marah melihat orang - orangnya hancur begitu saja, ia pun segera mengaktifkan susunan keamanan dari kota itu.


Muncul sebuah pelindung yang sangat besar, terlihat menyelimuti seluruh bagian kota. Di saat yang bersamaan, Arkans juga merasakan sesuatu yang aneh menekan kekuatan miliknya.


Penguasa kota yang melihat raut wajah bingung pada Arkans, ia mengetahui, kalau sistem keamanan kota miliknya, telah berhasil bekerja pada Arkans.


'sekarang kekuatannya telah mengurang, entah seberapa banyak, tapi yang jelas aku tidak boleh meremehkannya.' batin sang Penguasa kota.


Susunan keamanan di kota ini, membuat siapapun yang ditargetkan, menyebabkan penurunan drastis pada kekuatannya. Dan hanya penguasa kota saja yang bisa mengaktifkannya


Penguasa kota berpikir, saat ini lah waktu yang tepat baginya untuk maju menyerang Arkans. Tidak menunggu waktu lebih lama lagi, ia dengan sangat cepat menyerang ke arah Arkans.


Arkans yang terlihat berdiam diri saja, membuat sang penguasa kota merasa terheran.


'kenapa dia hanya diam saja? Sepertinya kekuatan dari susunan keamanan bekerja dengan sangat baik padanya. Bajingan! Matilah kau!' batin penguasa kota berseru.


Kekuatan yang hebat dan mengerikan dari penguasa kota, bergerak dengan sangat cepat ke arah Arkans. Arkans yang terlihat masih berdiam diri saja pada momen yang krusial ini, membuat sang penguasa kota menjadi lengah dan semakin percaya diri kalau dirinya bisa membunuh Arkans hanya dengan satu gerakan.


Pada saat penguasa kota berada lebih dekat dari Arkans, Arkans dengan cepat maju dan mengayunkan tangan kanan miliknya. Dengan sangat gampang, Arkans pun mencabut kepala sang penguasa kota itu dari badannya.


Darah dari sang penguasa kota muncrat dengan sangat deras seperti air mancur, dan sekali lagi menciptakan hujan darah yang sangat mengerikan.


Arkans menjatuhkan kepala penguasa kota itu, dan seketika kepala itu hancur berkeping - keping menghantam tanah.


Bau darah yang amis, menyelimuti seluruh kota itu. Beberapa Makhluk Surgawi yang melihat kejadian tersebut, menjadi sangat ketakutan dengan sosok Heavenly Dragon Immortal God ini.


Mereka pun segera memutuskan untuk pergi meninggalkan kota yang sekarang penuh dengan genangan darah, dan tubuh dari Makhluk Surgawi yang telah mati.


Sementara itu, Arkans merasa sangat puas karena telah membantai seluruh Makhluk Surgawi yang melawannya.


Arkans yang tetap melayang diatas langit, dengan tubuhnya yang penuh bersimbah darah, membuatnya tampak mengerikan.


"aku merasa lebih baik." kata Arkans  sambil tersenyum lebar.


Arkans tidak menyerang Makhluk Surgawi yang lari meninggalkan kota, karena sejak awal tujuannya hanya untuk membuat suasana di kota ini menjadi mencekam, dan sekarang tujuan itu telah tercapai.


'sekarang kemana lagi aku harus pergi? Tidak, bukan itu pertanyaannya, tempat mana lagi yang harus aku hancurkan?' batin Arkans tersenyum lebar.


Arkans pun dengan cepat pergi meninggalkan kota itu.

__ADS_1


__ADS_2