
Energi yang sangat besar bertaburan di sekitar tempat itu, serangan tadi benar - benar menghancurkan ke - 20 Makhluk Extradimensional dalam sekejap mata.
Sementara itu, di tempat sang Guardian berada, ia benar - benar tidak berhenti berpikir tentang apa yang telah dirinya saksikan.
'siapa dia sebenarnya? Kekuatannya sangat kuat untuk menghancurkan Alam Semesta yang tak terhitung jumlahnya! Sungguh keberadaan yang mengerikan. Sekarang dia telah pergi menjauh, aku harap kita bisa bertemu lagi.' batin sang Guardian.
-
'aku sudah tidak bisa lagi kembali ke planet Bumi, karena jika aku kembali, keberadaan ku yang sekarang akan menghancurkan Alam Semesta itu.'
Pria itu dengan sangat cepat, terus terbang keatas langit, ia menembus berbagai macam dimensi yang tak terhitung jumlahnya.
Kehadirannya yang telah melewati berbagai macam dimensi itu, telah membuat banyak Multisemesta yang tak terhitung jumlahnya hancur seketika. Tapi disisi lain, pria itu juga kembali menciptakan seluruh Multisemesta yang hancur karenanya dalam sekejap mata.
'untuk bisa menampung keberadaan ku, aku hanya bisa tinggal di dimensi yang lebih tinggi. Ini sudah alami, dan untuk sekarang aku tidak bisa mengontrolnya.'
Alam semesta mungkin tempat yang sangat luas, dan tidak terbatas. Tapi, meskipun begitu, bukan berarti Alam Semesta bisa menampung segalanya.
Ada batasan kekuatan tertentu, yang bisa ditampung oleh setiap masing - masing dari Alam Semesta yang ada. Jika ada di dalam Alam Semesta itu yang sudah tidak bisa di tampungnya, maka hal itu secara alami, akan dipindahkan ke Alam Semesta atau dimensi yang lebih tinggi yang bisa menampung hal tersebut.
Ada juga kasus, dimana hal itu sudah berada diluar apa yang bisa ditangani oleh Alam Semesta, sehingga membuat hal itu berada di luar kendali dari Alam Semesta, dan menghancurkan apapun yang ada di Alam Semesta tersebut. Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alam Semesta jika hal itu terjadi?
Pada dasarnya, setiap Alam Semesta dan dimensi ini saling terhubung satu sama lain, dan hal itulah yang memungkinkan mereka untuk saling berkomunikasi satu sama lain dengan cara yang misterius.
Alam Semesta akan menjalankan sebuah mekanisme khusus, yang memungkinkan Alam Semesta itu berhubungan dengan Alam Semesta lain, lalu, mereka saling bertukar informasi, sehingga hal itu bisa di lempar keluar dari Alam Semesta tersebut, dan di pindahkan ke Alam Semesta yang bisa menampung kekuatan itu.
Ini lah yang menyebabkan kenapa, hanya dengan kehadiran dari pria itu, membuat Multisemesta yang terhitung jumlahnya hancur seketika, itu dikarenakan, kekuatan yang pria itu miliki terlalu besar, sehingga Multisemesta tidak bisa menampungnya, dan berakhir banyak Alam Semesta yang meledak dan hancur berkeping - keping.
Setelah melewati berbagai dimensi yang tak terhitung jumlahnya, pria itu sampai di sebuah dimensi tinggi yang misterius.
Di sekitar pria itu, hanya ada kegelapan yang pekat, dan sebuah gelembung yang sangat besar melayang dalam jumlah yang tidak terbatas, itulah Multisemesta, dan jika masuk ke dalamnya, itu berisi banyak Alam Semesta yang tidak terbatas.
'fokusku adalah mendapatkan kembali kekuatan yang ku miliki, dan sekarang kekuatan itu sedang disegel, bahkan dengan kekuatan 50%, aku masih tidak bisa membuka segelnya. Lalu, apa misi selanjutnya?' batin pria itu.
Sebuah pesan kalimat tertulis muncul di dalam pikiran pria itu.
[ Taklukan makhluk - makhluk yang sangat kuat di seluruh jagad raya ini. Maka, segel kedua akan dilepas. ]
'bagus, sepertinya pesan ini akan selalu muncul ketika aku mempertanyakan misi selanjutnya. Ini akan sangat mudah.'
Alam semesta adalah tempat yang sangat luas dan tidak terbatas, banyak Makhluk - Makhluk aneh yang tidak bisa dijelaskan oleh logika dan nalar Manusia.
Diantara Makhluk - Makhluk tersebut, ada beberapa dari mereka yang sangat kuat, dan tentu saja, jumlah mereka sangatlah banyak di seluruh Alam Semesta ini. Tapi itu bukan menjadi sebuah masalah, bagi seorang Demigod untuk mengumpulkan mereka semua ke dalam satu tempat.
-
Di belahan dimensi tinggi, serta Alam Semesta lain.
Seorang Dewa berwujud seperti manusia, sedang duduk bertapa melayang di antara bintang - bintang luar angkasa. Di samping Dewa itu, terlihat ada sebuah pedang yang sangat besar melayang di sampingnya.
Raja Alam Semesta. Eleanor Baker.
Aura yang berputar di sekitar tubuhnya, menunjukan seberapa kuat dirinya. Ia adalah puncak dari kekuatan sihir, dan sosok yang menakuti lawannya dengan keganasan sihir yang ia miliki. Sampai saat ini, hanya dia lah satu - satunya di seluruh Alam Semesta yang berdiri di puncak kekuatan Dunia.
Sang Raja membuka matanya, ia bisa merasakan ada sesuatu yang aneh mengganggu dirinya.
'perasaan apa ini? Ini sangatlah tidak nyaman. Aku adalah sosok yang telah melampaui puncak kekuatan, bagaimana bisa aku merasakan sesuatu yang bisa membahayakan diriku?' batin sang Raja menatap luasnya Alam Semesta.
-
Di sisi lain, Alam Semesta yang jauh.
Sosok Monster Abadi mengerikan yang menempuh jalan bela diri, membangkitkan kekuatan yang sangat kuat dalam dirinya, dan berjalan menjadi sebuah kehancuran di setiap Dunia yang telah ia lewati.
Beast Immortal King. Tharloirs Federn.
Sosok Monster abadi mengerikan yang tinggal dalam kegelapan, merasakan ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya.
'aku adalah Predator puncak di seluruh Alam Semesta ini, tapi entah mengapa saat ini, aku merasa sedang di tatap oleh pemangsa yang luar biasa. Aku tidak bisa membiarkannya, aku akan mencarinya, lalu menghancurkannya.' batin Beast Immortal King.
-
Alam Semesta lain yang jauh.
Seorang Dewa yang berawal dari seorang makhluk fana, ia terus berkultivasi sampai hingga akhirnya mencapai tahap Dewa tertinggi.
Jika Dewa lain mati lalu bereinkarnasi, maka ia berbeda, kematian sudah tidak berlaku baginya, membuatnya menjadi abadi, dan tidak terbatas akan waktu.
Maka dari itu, setiap Dewa yang berhasil reinkarnasi, itu akan dibimbing olehnya hingga kembali menjadi seorang Dewa.
Guru dari segala Dewa Alam Semesta. The Great God Teacher. Evaine Rein.
'Alam Semesta yang sudah kujelajahi pun, masih mengandung kemisteriusan yang tidak ku ketahui. Aku bisa merasakannya kehadiranmu itu, Makhluk yang Agung.'
-
Seekor Dewa Naga yang sangat besar, bahkan jauh lebih besar dari ribuan Alam Semesta tak terbatas. Memiliki kekuatan yang melampaui jutaan surga. Heavenly Dragon Immortal God, Arkans Anzads.
Seorang Iblis Surgawi yang membawa malapetaka ke setiap Alam Semesta yang ada. Kekuatan dari bela dirinya melampaui Makhluk apapun. The Great Demon God Destruction, Thomas Carmemos.
__ADS_1
Seorang Guardian Of Dimension yang terjatuh dalam kekuatannya, mengabaikan perintah yang seharusnya ia jalani, tapi ia malah menjadi seorang penguasa mutlak dari dimensi yang ia jaga. Mendapatkan kekuatan yang tidak terbatas setelah jadi satu dengan dimensi yang seharusnya ia jaga. Fallen Guardian, Azrael Winfred.
Makhluk abstrak yang telah bersatu dengan kegelapan di seluruh dimensi. Invincible Dark King, Ezals Enamel.
-
Dari sekian banyaknya Makhluk yang sangat kuat di belahan Alam semesta ini, hanya mereka bertujuhlah yang dipilih oleh sang Demigod untuk ditaklukan. Menurut penilaian sang Demigod, hanya mereka bertujuh yang memiliki kekuatan sedikit kuat menurut penilaiannya.
'kekuatan mereka bertujuh jauh lebih kuat dari Makhluk yang sebelumnya aku habisi, dan jauh lebih kuat dari Makhluk lainnya yang aku ketahui, jadi aku hanya akan memilih tujuh di antara Makhluk terkuat lainnya. Pesan itu tidak menunjukkan, seberapa banyak Makhluk kuat yang harus aku taklukan, seharusnya mereka bertujuh saja sudah cukup.'
Sang Demigod melambaikan tangan kanannya, lalu dalam sekejap, tujuh Makhluk yang telah ia pilih hadir di hadapannya.
Di posisi barisan depan paling kanan, terlihat seorang Dewa yang berbentuk seperti manusia, tapi memiliki 6 tangan, memiliki kulit berwarna hitam, memakai sebuah jubah berwarna putih, dia adalah The Great God Teacher, Evaine Rein.
Di sampingnya, pada posisi tengah barisan depan, ada seorang Dewa yang memiliki tubuh seperti manusia, memakai pakaian armor gagah berwarna emas, dan ada sebuah pedang besar berwarna emas yang melayang di sampingnya, dia adalah Raja Alam Semesta, Eleanor Baker.
Di posisi depan barisan paling kiri, terlihat Iblis yang memiliki wujud seperti manusia, memiliki 2 tanduk yang membentuk seperti mahkota berwarna merah di kepalanya, ia memiliki mata merah yang terang, serta memakai pakaian setelan jas berwarna hitam rapi, ia adalah The Great Demon God Destruction, Thomas Carmemos.
Sementara itu, di belakang mereka bertiga, di samping kiri, ada Naga yang sangat besar dengan sisiknya yang berwarna putih, ia adalah Heavenly Dragon Immortal God, Arkans Anzads.
Di posisi tengah barisan belakang, ada sosok humanoid yang di dalam tubuhnya terlihat seperti banyak bintang, planet dan galaksi, di tangan kanannya, ia terlihat memegang sebuah tombak yang penuh dengan energi kuat berwarna emas, ia adalah Fallen Guardian, Azrael Winfred.
Di samping belakang kanan, ada Mahluk berwarna hitam yang sangat mengerikan, ukuran dari Makhluk itu sangat besar, dan ia memiliki banyak sekali mirip seperti ekor di belakangnya, ia adalah Beast Immortall King, Tharloirs Federn.
Sedangkan, di bagian paling belakang dari mereka berenam, di balik kegelapan, ada sepasang mata mengerikan yang sangat besar menatap ke arah mereka, ia adalah Invincible Dark King, Ezals Enamel.
Secara naluri, mereka semua mengetahui, sosok yang kini sedang berada di hadapan merekalah, yang membawa mereka semua kemari. Perhatian mereka pun tertuju pada sosok tersebut, mengabaikan Makhluk terkuat lainnya yang berada disekitar mereka.
'keberadaan macam apa dia? Aku tidak bisa mengukur seberapa jauh kekuatan yang ia miliki. Dia pasti sangatlah kuat!' batin Raja Alam Semesta terkagum.
'jadi dia yang sebelumnya aku rasakan sedang menatapku dengan tatapan pemangsa? Beraninya dia di hadapan predator puncak ini! Akan aku tunjukan siapa rajanya!' batin Beast Immortal King dengan amarah yang menggebu - gebu.
'banyak Makhluk kuat yang berkumpul di satu tempat, ini akan menjadi pertunjukan yang menarik.' batin Great Demon God tersenyum tipis.
"wahai Makhluk yang agung, apa alasan kamu mengumpulkan kita semua disini?" tanya Evaine Rein dengan lembut.
Sang Demigod menatap Evain Rein dengan mata emas miliknya, kontak mata pun terjadi diantara mereka berdua, hanya dalam sekali pandangan, Evaine Rein bisa merasakan kekuatan yang sangat besar hadir dalam diri Makhluk itu.
'aku sudah banyak sekali menemui berbagai macam keberadaan yang mengerikan, tapi baru kali ini aku menemuinya, keberadaan dengan kekuatan yang tidak terbatas. Aku tidak yakin, bahkan jika seluruh Dewa di Alam Semesta bersatu, itu belum cukup kuat untuk melawannya.' batin Evaine Rein.
Sang Demigod pun menyampaikan maksudnya lewat telepati. Pesan itu pun menimbulkan beberapa respon diantara Makhluk terkuat.
Great God Teacher, Evaine Rein, pasrah mendengar dirinya akan ditaklukan, jadi secepat mungkin ia menyampaikan hal itu, sebelum hal mengerikan terjadi padanya.
"aku, Evaine Rein, Guru dari segala Dewa di Alam Semesta, menyatakan menyerah. Sekarang, jiwa dan hidupku sudah berada di tanganmu wahai Makhluk yang agung," kata Evaine Rein sambil bergerak ke arah belakang sang Demigod.
Sang Guru Dewa Alam Semesta pun telah berpihak kepada Demigod. Kebijaksanaan besar Evaine Rein telah menyelamatkan hidupnya sendiri.
'dia sudah tidak bisa lagi menahan hawa membunuhnya, sebentar lagi, sepertinya akan terjadi pertarungan yang menarik.' batin Great Demon God tersenyum tipis.
'aku bisa mengerti itu, kita semua yang ada disini memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda, mendengar perkataan seperti itu, itu jelas meremehkan kita semua yang memiliki kekuatan terhebat.' batin Raja Alam Semesta.
Tiba - tiba, hembusan nafas yang sangat besar dan kuat, terasa oleh Raja Alam Semesta, dan barisan depan lainnya.
Serentak, mereka semua pun langsung menengok ke arah hembusan tersebut, dan itu tepat berasal dari nafas sang Heavenly Dragon Immortal God.
Heavenly Dragon Immortal God, dengan tubuhnya yang sangat besar, ia segera bergerak menuju ke arah belakang sang Demigod. Itu menunjukan bahwa, dua dari tujuh makhluk terkuat, telah berpihak pada sang Demigod.
'satu lagi telah berada disisinya, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan mencoba dulu untuk melawannya.' batin Demon God menggertakkan giginya.
Beast Immortal King yang melihat itu, semakin tidak bisa menahan amarahnya.
"brengsek! Apa kalian tidak memiliki harga diri sebagai Makhluk yang terkuat di Alam Semesta?! Menyerah begitu saja sebelum bertarung?! Itu sebuah penghinaan!" teriak Beast Immortal King dengan penuh hawa membunuh.
Tidak menunggu lebih lama lagi, Beast Immortal King yang sudah sangat marah, segera melancarkan serangan pada sang Demigod, dan Makhluk terkuat yang telah berpihak padanya.
Serangan itu berupa bola energi yang sangat kuat, yang mampu menghancurkan ribuan Alam Semesta tak terbatas.
Evaine Rein yang melihat itu, segera dalam sekejap, ia dengan sangat cepat bergerak menangkis bola energi tersebut.
Hal itu menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat. Ledakan itu sedikit mengguncang gelembung yang ada disekitar, tapi untuk Evaine Rein sendiri, itu tidak terlihat ada bekas serangan pada tubuhnya.
Setelah melihat serangan pembuka yang dilakukan oleh Beast Immortal King, sang Great Demon God melihat kesempatan untuknya menyerang telah datang.
Sinar energi berwarna merah kehitaman yang sangat besar dan kuat, menyerang ke arah Evaine Rein, itu adalah serangan yang dilancarkan oleh Great Demon God, sebuah serangan yang memiliki kekuatan daya hancur yang sangat besar.
Lingkaran sihir pertahanan dengan pola yang misterius, terbentuk di salah satu tangan Evaine Rein, lingkaran sihir itu menangkis serangan yang Great Demon God lancarkan, tapi nampaknya, Evaine Rein cukup kewalahan menahan energi tersebut. Alhasil, setelah serangan itu berhenti, lingkaran sihir yang Evaine Rein ciptakan pun hancur berkeping - keping.
'serangannya sangat kuat, bahkan sampai bisa menghancurkan lingkaran sihir yang aku buat, padahal Dewa di Alam Semesta pun tidak ada yang bisa melakukannya.' batin Evaine Rein.
'dia mampu menahan serangan yang sangat kuat seperti itu hanya dengan satu lingkaran sihir? Dia tidak bisa diremehkan.' batin Great Demon God menghela nafas.
Setelah terjadi dua penyerangan itu, Raja Alam Semesta hanya terdiam mengamati situasi, sama halnya dengan sang Fallen Guardian yang sedari tadi tidak melakukan apapun. Beast Immortal King juga terdiam mengukur kekuatan yang musuhnya miliki.
Meskipun terlihat sangat arogan dan pemarah, nyatanya, Beast Immortal King juga memiliki kebijaksanaannya tersendiri.
Sementara itu, di balik kegelapan yang sangat pekat, terlihat ada mulut yang sangat besar sedang tersenyum lebar.
Melihat aksi yang dilakukan oleh Beast Immortal King, serta Great Demon God Destruction, membuat Dark King, Ezals Enamel merasa sangat gembira. Hal itu membuat respon mengejutkan di antara Makhluk terkuat lainnya, perasaan takut yang mengerikan segera meliputi diri mereka semua.
__ADS_1
'perasaan takut yang tiba - tiba datang ini sangat tidak wajar! Itu mampu menembus sihir pertahanan mental yang aku miliki!' batin Raja Alam Semesta.
'makhluk yang sedang berada dalam kegelapan itu sedang mencoba untuk menyerang mental kita semua.' batin Evaine Rein.
Heavenly Dragon Immortal God mengaum dengan sangat keras, aumannya membuat rasa takut yang diberikan oleh Dark King menghilang.
Dark King membuka mulutnya dengan sangat lebar, ia ingin melahap apapun yang ada di depannya, termasuk Multi Semesta, dan Makhluk terkuat lainnya.
'bajingan itu ingin memakanku!? Keparat! Akan aku tunjukan siapa predator yang sebenarnya!' batin Beast Immortal King dengan hawa membunuhnya yang keluar.
Heavenly Dragon Immortal God juga ikut membuka mulutnya dengan sangat lebar, sejumlah energi yang sangat besar tiba - tiba terkumpul di dalam mulutnya. Lalu, gelombang energi berwarna putih yang sangat kuat pun, dilepaskan oleh sang Heavenly Dragon Immortal God.
Gelombang energi berwarna putih itu dengan sangat cepat, melesat melebihi kecepatan cahaya, menuju Dark King.
Serangan itu memiliki kekuatan daya hancur yang melampaui jutaan surga, serta mampu menghancurkan banyak gelembung yang tak terhitung jumlahnya.
Sudah beberapa menit berlalu, tetapi serangan itu seolah tidak pernah sampai pada Dark King. Beberapa dari Makhluk terkuat lainnya pun mulai menyadarinya.
'jadi begitu, Makhluk kegelapan yang ada disana, dia tidak memiliki wujud fisik! Dia adalah kegelapan serta kekosongan yang mutlak! Serangan fisik tidak akan mempan padanya, karena sejak awal dia memang tidak pernah hadir secara fisik! Itu mustahil untuk menyentuhnya!' batin sang Raja Alam Semesta tercengang.
Dia adalah kekosongan, dan kekosongan adalah dirinya, dia adalah kegelapan pekat yang menutupi segala cahaya.
Invincible Dark King, Ezals Enamel. Dia terlahir dari kekosongan, dan kehampaan, ia tidak pernah menyentuh apapun sejak dirinya terlahir, sekalipun jika ada yang ia sentuh, hal tersebut pasti akan terhapus dari Alam Semesta selamanya.
Kekosongan adalah sesuatu yang meliputi seluruh Alam Semesta yang ada, maka, kehadiran dari Dark King yang sejak awal adalah kekosongan sendiri, membuatnya bisa berada dimanapun tidak terbatas akan ruang dan waktu.
Entitas abadi yang akan bertahan bahkan jika ruang dan waktu runtuh. Itulah sang Invincible Dark King, Ezals Enamel.
'aku tidak bisa merasakan sedikitpun energi yang ada pada dirinya, bukan karena dia terlalu kuat atau apa hingga aku tidak bisa merasakan itu, tapi karena memang sejak awal dia tidak memiliki apapun. Kehadirannya benar - benar kekosongan yang mutlak, kekosongan yang akan menghapus apapun yang hadir di sekitarnya!' batin Raja Alam Semesta.
Mulut dari Dark King masih terbuka lebar, terarah pada sang Demigod, dan Makhluk terkuat lainnya. Dark King benar - benar ingin melahap mereka semua.
Sementara itu, Dragon Immortal God malah tersenyum tipis. Sejak awal dirinya sudah mengetahui, sosok seperti apa itu Invincible Dark King.
Tidak lama kemudian, terjadi ledakan yang sangat hebat dari arah Dark King.
Ledakan itu tepat terjadi di arah serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh Dragon Immortal God.
Dark King berteriak kesakitan dengan sangat kencang, ini adalah untuk pertama kalinya ia merasakan sebuah rasa sakit.
Sontak hal itu membuat Makhluk terkuat lainnya terkejut, mematahkan logika yang selama ini mereka ketahui.
'itu adalah serangan yang Naga besar itu lancarkan, bagaimana bisa serangannya mengenai kekosongan?' batin Raja Alam Semesta terheran.
'kekosongan dan kehampaan adalah satu hal yang selalu bersama, itu tidak bisa disentuh lagi tidak bisa dirasakan, karena memang sejak awal itu adalah sebuah ketiadaan. Tetapi, serangan dari Naga itu mampu mengenai ketiadaan tersebut? Aku berani bilang kalau dia adalah yang terkuat dari kita semua.' batin Evaine Rein.
Disaat semuanya terfokus pada hal tersebut, tiba - tiba terdengar perkataan yang membuat mereka semua terkejut.
"kalian ini sangat berisik sekali, diamlah." kata sang Demigod pelan.
Teriakan kesakitan dari Dark King pun seketika lenyap, tiba - tiba suasana di tempat itu menjadi sangat sunyi.
Perkataan singkatnya membuat semua Makhluk terkuat yang ada di tempat itu terdiam, bukan karena memang mereka semua tidak mau bergerak, tapi memang mereka tidak bisa menggerakan tubuhnya.
Perkataan dari sang Demigod membuat waktu seolah berhenti di sekitarnya, yang berdampak pada tujuh Makhluk terkuat tidak bisa melakukan apa - apa, bahkan pada mereka yang kebal akan hal ini.
Tapi, meskipun begitu, mereka masih bisa mendengar, melihat, dan merasakan apa yang ada disekitar mereka.
"sejak dari tadi aku tidak diberikan waktu untuk bicara oleh kalian. Sekarang, giliran ku yang berbicara." kata sang Demigod.
'bukannya kamu sendiri yang sedari tadi hanya terdiam sialan! Bahkan setelah aku coba untuk memprovokasi mu, kau tetap terdiam! Dan sekarang kau menyalahkan kita semua atas hal tersebut?! Bajingan ini semakin membuatku kesal!' batin Beast Immortal King marah.
'kekuatan waktunya sangat kuat, bahkan untuk diriku yang sudah kebal terhadap sihir waktu! Kejutan apalagi yang nanti akan dia tunjukan? Dia tidak bisa berhenti membuat diriku terkagum!' batin sang Raja Alam Semesta bersemangat.
"baiklah, mari kita tinjau ulang situasinya. Jadi, dua dari kalian telah menyerahkan dirinya yaitu, The Great God Teacher, dan Heavenly Dragon Immortal God. Setelah itu, bagaimana dengan sisanya? Kalian memilih untuk menyerah atau melawan? Tentu saja akan ada sebuah konsekuensi jika kalian melawan." kata sang Demigod memberikan pilihan sekaligus ancaman.
Mereka pun kembali bisa menggerakan tubuh mereka masing - masing seperti semula.
"hahaha… tentu saja aku akan melawan!" kata Beast Immortal King dengan lantang.
Perkataannya membuat seluruh Makhluk terkuat yang ada di tempat itu menjadi sangat terkejut. Ia secara terang - terangan, menantang Makhluk yang kekuatannya jauh di atas dirinya.
'apa dia tidak punya otak? Yah, aku pun sepertinya akan mengambil pilihan yang sama.' batin sang Raja Alam Semesta.
Raja Alam Semesta mengangkat pedang miliknya yang sangat besar, hal tersebut menunjukan, bahwa dirinya telah memilih untuk melawan.
Tidak lama kemudian, serangan energi berwarna merah melesat dengan sangat cepat menuju sang Demigod, serangan itu dilancarkan oleh The Great Demon God Destruction, Thomas Carmemos.
The Great Demon God tersenyum lebar setelah melancarkan serangan itu. Tetapi, serangan itu tidak berdampak apapun pada sang Demigod.
Sang Demigod mengabaikan serangan tadi, lalu ia berkata: "aku anggap sikap kalian tadi adalah sebuah jawaban untuk melawan, lalu, bagaimana denganmu?" kata sang Demigod pada Fallen Guardian.
Fallen Guardian hanya terdiam ketika ditanya oleh sang Demigod. Lalu, sang Demigod pun kembali berkata: "kalau begitu, diammu adalah jawaban untuk melawan." kata sang Demigod.
"sekarang semuanya sudah ditentukan, dua dari tujuh sudah berada dipihakku, lalu, sisanya memilih untuk melawan. Sekarang, konsekuensi akan diberikan pada mereka yang melawan." kata sang Demigod sambil tersenyum tipis.
"kalian berdua tidak berhak ikut campur, cukup diam dan saksikan, bagaimana mereka yang melawanku akan hancur." kata sang Demigod pada dua Makhluk yang telah berpihak padanya.
Kedua Makhluk itu pun menganggukan kepalanya, yang menunjukkan bahwa mereka tidak akan ikut campur.
__ADS_1
"baiklah kalian semua. Majulah." kata sang Demigod bersemangat.