
Pedang - pedang cahaya yang tak terhitung jumlahnya, mulai bergerak menyerang ke arah Evaine Rein.
Dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari cahaya, serta dengan jumlah pedang yang tak terhitung, membuat serangan kali ini, akan lebih sedikit susah bagi Evaine Rein untuk menanganinya.
Evaine Rein dengan mudah menghindari setiap serangan pedang yang datang ke arahnya, namun sepertinya, semakin lama serangan ini berlanjut, semakin kewalahan pula Evaine Rein untuk menangani pedang - pedang itu.
'gerakan pedangnya menjadi semakin cepat, aku hampir tidak bisa mengintip ke masa depan. Aku perlu sedikit celah!' batin Evaine Rein.
Di bawah tekanan ribuan pedang yang tak terhitung jumlahnya, serta kombinasi yang melengkapinya, Evaine Rein mencoba untuk tetap fokus di bawah gempuran serangan tersebut.
Melihat Evaine Rein yang masih sanggup untuk bergerak cepat di hadapan teknik andalannya, membuat Kinnard merasa sangat terkagum.
'apa dia masih bisa untuk melihatnya? Kemampuannya dalam menghindar dan beradaptasi dalam pertempuran, sungguh sangat hebat. Di bawah tekanan serangan itu, Makhluk lain sudah pasti mati, tapi dia mampu bertahan cukup lama. Sungguh di luar ekspektasiku.' batin Kinnard kagum.
Evaine Rein menggertakan giginya.
Semakin cepat waktu berlalu, semakin sulit bagi Evaine Rein untuk mengintip sedikit ke masa depan. Hal itu terjadi karena serangan pedang cahaya milik Kinnard, sudah bergerak melebihi batas kecepatan cahaya, sehingga membuat Evaine Rein tidak memiliki banyak waktu untuk mengintip sedikit ke masa depan.
Evaine Rein memutuskan untuk berhenti bergerak. Saat salah satu pedang cahaya Kinnard akan mengenai tubuhnya, Evaine Rein melepaskan momentum yang sangat kuat, yang bisa menghancurkan seluruh pedang Kinnard, dan mengubahnya menjadi butiran partikel cahaya.
Seperti kunang - kunang yang menyala di malam hari, partikel cahaya itu melayang dengan indah di sekitar kedua Makhluk itu.
Kinnard hanya terdiam, pada saat melihat Evaine Rein melepaskan momentum yang sangat kuat, yang mampu menghancurkan seluruh pedang cahaya miliknya.
Sebelumnya, Kinnard memang sudah menduga, kalau Evaine Rein memiliki kekuatan yang sangat kuat, pada saat ia melihat Evaine Rein mampu bertahan di bawah serangan teknik andalan miliknya.
Kinnard menatap Evaine Rein dengan tajam. Kinnard tidak pernah menyangka, kalau Evaine Rein bisa sekuat itu untuk menghancurkan teknik andalannya hanya dengan satu kali gerakan.
"sudah ku bilang, itu semua hanya akan sia - sia saja. Sekarang, giliran ku untuk menyerang." kata Evaine Rein sambil tersenyum tipis.
Evaine Rein tiba - tiba muncul di hadapan Kinnard dengan tangan kanannya yang sudah mengepal dengan keras.
Kinnard yang terlambat menyadarinya, segera melakukan pertahanan diri.
Pada saat tinju dari Evaine Rein hampir mengenainya, Kinnard segera berubah menjadi cahaya, sehingga membuatnya tidak terkena oleh tinju Evaine Rein yang sangat kuat.
Kinnard segera bergerak cepat menjauh dari Evaine Rein.
Tidak mau membiarkan Kinnard menjauh darinya, Evaine Rein dengan sangat cepat segera mengejar Kinnard, dan langsung melancarkan beberapa pukulan kuat saat jaraknya dekat dengan Kinnard. Tetapi, karena Kinnard terus berubah menjadi cahaya, setiap tinju yang Evaine Rein lancarkan pun menjadi sia - sia.
Meskipun begitu, tidak membuat Evaine Rein berhenti untuk terus menyerang Kinnard. Kinnard melesat kesana kemari, terus disusul oleh Evaine Rein yang terus menyerangnya dengan tinju yang kuat.
Kinnard mendapat firasat buruk, jika ia sampai terkena tinju Evaine Rein.
__ADS_1
Tanpa henti, keduanya terus bergerak dengan kecepatan yang melebihi cahaya, menjauh dari tempat mereka sebelumnya bertemu.
Kinnard merasa, ia tidak bisa harus terus seperti ini. Melihat begitu keras kepalanya Evaine Rein yang terus mengejar dirinya, bahkan jika ia sampai di ujung dari Alam Semesta sekalipun, itu tidak seperti, akan membuat Evaine Rein berhenti untuk mengejarnya.
Akhirnya, Kinnard pun memutuskan untuk berhenti menghindar, dan lebih memilih untuk menghadapi Evaine Rein secara langsung.
Untuk yang kesekian kalinya, tinju Evaine Rein datang pada Kinnard. Kinnard yang sudah memutuskan untuk melawan balik, ia berhenti bergerak, dan segera berbalik menghadap ke arah Evaine Rein.
Kedua tangan Kinnard memancarkan cahaya putih yang sangat terang, cahaya itu mengandung energi misterius yang sangat kuat. Kinnard mengepalkan tinjunya, dan segera membalas tinju Evaine Rein yang datang padanya.
Kedua tinju mereka pun bertemu, dan melepaskan energi yang sangat kuat, yang mana itu setara dengan Big Bang.
Ledakan maha dahsyat pun tercipta dari tinju kedua Makhluk itu.
Cahaya putih di sertai dengan energi yang sangat kuat, dengan cepat menyebar luas, dan menghapus milyaran bintang di langit, serta menghancurkan apapun yang dilewatinya.
Ledakan yang super dahsyat itu juga mengguncang ruang dan waktu sekitar.
Setelah cahaya dari ledakan itu meredup, menampilkan Evaine Rein dan Kinnard yang sepertinya terlihat baik - baik saja.
Energi yang sangat besar, terlihat berhamburan di sekitar tempat mereka berdua berada.
Tidak mau membuang waktu lebih lama. Kinnard menciptakan pedang cahaya di tangan kanannya, kekuatan dari pedang itu, jauh lebih kuat dari pedang - pedang yang sebelumnya ia keluarkan.
Tidak hanya itu saja, Evaine Rein juga menciptakan sebuah pedang berwarna hitam, yang mampu memiliki kekuatan untuk menyerap segala cahaya.
Melihat pedang yang dipegang oleh Evaine Rein, membuat Kinnard merasa sedikit terancam.
'aku merasakan firasat buruk dari pedang itu.' batin Kinnard cemas.
Kinnard pun bergerak maju dengan cepat, kilatan cahaya berwarna kuning mendekat ke arah Evaine Rein dengan kecepatan yang melebihi cahaya.
Dengan momentum yang sangat kuat, Kinnard menebaskan pedang cahayanya pada Evaine Rein.
Tidak tinggal diam, Evaine Rein segera mengayunkan pedangnya, membalas serangan Kinnard yang datang padanya.
Di saat Evaine Rein mengayunkan pedang miliknya, Kinnard bisa merasakan energi di sekitar tempat mereka berdua, terasa sangat cepat terserap ke dalam pedang itu. Meskipun merasa demikian, Kinnard tetap dengan percaya diri mengayunkan pedang miliknya dengan sekuat tenaganya.
Pedang keduanya pun akhirnya bertemu, lalu saling beradu menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat. Mau itu Evaine Rein ataupun Kinnard, masing - masing dari keduanya, sama - sama merasa tertekan oleh kekuatan satu sama lain.
Pedang hitam milik Evaine Rein, terlihat menghisap cahaya pedang milik Kinnard.
Kinnard yang menyadarinya, dengan segera ia mengambil langkah mundur.
__ADS_1
Evaine Rein tidak memberi waktu pada Kinnard, dengan segera Evaine Rein melancarkan serangan pedang yang sangat kuat ke arah Kinnard.
Evaine Rein menggenggam kuat pedang hitam miliknya, pedang itu diliputi oleh energi berwarna hitam yang sangat kuat.
Momentum yang sangat kuat, begitu sangat dirasakan oleh Kinnard pada Evaine Rein. Membuatnya menjadi semakin merasa cemas.
Energi hitam itu terus berkumpul di pedang milik Evaine Rein. Tidak lama kemudian, Evaine Rein menembakan energi hitam tersebut ke arah Kinnard.
< Exodus Machine Ultimate Calamity >
Serangan energi berbentuk pedang itu melaju dengan sangat cepat ke arah Kinnard. Tidak tinggal diam, Kinnard segera melakukan serangan balasan.
Pedang Kinnard bercahaya dengan sangat terang. Tidak menunggu waktu lebih lama, cahaya itu segera Kinnard tembakan, dan bergerak sangat cepat ke arah serangan Evaine Rein yang menuju ke arahnya.
< Divine Light Sword Punishment >
Kedua serangan itu melaju dengan sangat cepat, tidak sampai memakan waktu yang lama hingga kemudian kedua serangan itu bertemu, dan menciptakan ledakan yang super dahsyat.
Suara ledakan yang begitu menggelegar, merambat di ruang hampa yang kosong. Menciptakan gelombang kejut yang bisa mengguncang ribuan bintang dan planet.
Keduanya terus menekan satu sama lain, dengan terus mengeluarkan energi dalam jumlah yang sangat besar. Benturan yang super kuat, terus menghancurkan apapun yang ada di sekelilingnya.
Tanpa Kinnard sadari, serangan Evaine Rein tiba - tiba berhenti. Sontak hal itu membuatnya sangat terkejut, ia tidak menyadari bahwa Evaine Rein sudah bergerak dengan cepat ke arah belakangnya.
Dikarenakan posisi Kinnard sedang fokus dengan serangan di depannya, namun ia telat menyadari bahwa Evaine Rein telah berada di belakangnya, itu benar - benar telah memecah konsentrasi Kinnard, sehingga membuatnya telat untuk bereaksi dengan cepat.
Alhasil, Kinnard pun terkena tebasan pedang Evaine Rein. Tidak hanya sekali, melihat kesempatan di depannya, Evaine Rein mengayunkan pedang miliknya lalu menebaskan pedang hitam tersebut ke tubuh Kinnard secara bertubi - tubi.
Kinnard dipukul mundur oleh Evaine Rein, ia dengan susah payah mencoba untuk lepas dari serangan pedang Evaine Rein.
Evaine Rein benar - benar tidak menunjukan belas kasih pada Kinnard, Evaine Rein terus menebaskan pedang miliknya ke arah Kinnard yang terlihat sudah sangat babak belur dibuatnya.
Kinnard tidak bisa lagi untuk berubah menjadi cahaya, karena jika Kinnard melakukan itu, pedang milik Evaine Rein pasti akan menghisapnya.
Kinnard masih dengan susah payah untuk lepas dari jangkauan pedang milik Evaine Rein. Di bawah tekanan itu, memaksa Kinnard untuk melepaskan seluruh kekuatan yang ia miliki.
Tubuh Kinnard tiba - tiba memancarkan cahaya yang sangat terang, melihat itu, Evaine Rein segera mengambil langkah mundur. Setelah cahaya itu perlahan meredup, menampilkan sosok Kinnard yang tubuhnya penuh dengan luka tebasan pedang.
Mata Kinnard bercahaya seperti api yang membara, luka - luka di tubuhnya pun perlahan tertutup sendiri. Kedua tangan Kinnard memancarkan energi cahaya yang berwarna orange gelap.
Sepertinya Kinnard telah benar - benar serius dalam pertarungan ini. Evaine Rein tersenyum tipis melihat perubahan Kinnard.
Tampaknya pertarungan mereka berdua tidak akan berhenti sampai disini, kini pertarungan keduanya telah memasuki babak terbaru!
__ADS_1