
Di belahan Alam Semesta lain. Di puncak dari seluruh Dunia, ada satu cahaya yang bersinar dengan sangat terang, dan itu adalah The Divine Light.
Cahaya itu menjadi penopang kehidupan di Alam Semesta tersebut. Namun, di satu waktu, cahaya itu perlahan mulai redup.
Dengan semakin redupnya cahaya itu, mempengaruhi juga kehidupan di Alam Semesta tersebut. Sampai pada suatu saat, cahaya itu telah benar - benar padam sepenuhnya.
Kekacauan mulai terjadi di seluruh Alam Semesta itu, kegelapan menguasai Dunia. Langit mulai kehilangan cahayanya, langit yang sebelumnya terang karena cahaya bintang, kini tidak terlihat lagi, hanya ada kegelapan pekat yang meliputi seluruh Dunia.
Di saat semuanya sekarat, akhirnya ada satu Makhluk yang mencapai cahaya itu, dan menghidupkan kembali cahaya yang telah padam. Setelah kejadian itu tersebar, mereka mulai memanggilnya sebagai God Of Divine Light, atau dengan nama yang sebenarnya, Kinnard Davenport.
-
Mata Kinnard mengeluarkan cahaya putih seperti api yang membara, tato berwarna emas di tubuhnya juga bersinar dengan terang. Luka tebasan pedang di seluruh tubuhnya mulai tertutup sendiri. Kinnard telah membangkitkan kekuatan penuhnya. Energi misterius yang sangat kuat meliputi seluruh bagian tubuhnya.
Meskipun telah melihat perubahan drastis pada lawannya, tidak sedikit pun membuat Evaine Rein merasa gentar. Justru malah sebaliknya, ia merasa sangat bersemangat.
Kinnard bergerak sangat cepat ke arah Evaine Rein. Evaine Rein tidak menyadari kalau Kinnard telah melewatinya, sampai ia merasakan, kalau tubuh bagian atas dan bawahnya, telah terpisah.
Rupanya dengan sangat cepat, Kinnard menebaskan pedangnya ke arah perut Evaine Rein. Tanpa Evaine Rein sendiri sadari, kalau tubuhnya telah terbelah menjadi dua bagian secara horizontal.
Sontak, kecepatan serangan yang ditunjukkan oleh Kinnard, benar - benar telah membuat Evaine Rein tercengang.
'bahkan kecepatannya telah melewati masa depan itu sendiri?' batin Evaine Rein takjub dengan kecepatan yang ditunjukkan oleh Kinnard.
Kecepatan yang ditunjukkan oleh Kinnard, sudah berada di luar ruang dan waktu, jadi bahkan sebelum masa depan bisa terlihat oleh Evaine Rein, Kinnard bergerak lebih cepat dari sebelum masa depan itu sendiri terjadi. Menyadari hal itu, Evaine Rein hanya tersenyum tipis.
"sudah saatnya berhenti bermain - main." kata Evaine Rein.
Setelah mengatakan kalimat itu, Evaine Rein tiba - tiba saja menghilang.
Kinnard yang sebelumnya sudah merasa sangat percaya diri dengan kekuatannya, ia tiba - tiba dikejutkan dengan hilangnya Evaine Rein secara mendadak.
Bahkan seharusnya, dengan kekuatannya yang sekarang, tidak ada yang bisa lolos dari pengamatannya. Namun kini, Kinnard tidak bisa mendeteksi keberadaan Evaine Rein dimanapun.
Tiba - tiba, Kinnard mendengar sebuah suara menggema di sekitarnya.
"lihatlah. Lihatlah lebih jauh lagi, apa yang ada di sekitarmu."
__ADS_1
Kata - kata itu terdengar sangat jelas oleh Kinnard, tapi ia tidak bisa melihat sosok seperti apa yang mengatakan itu.
Lebih jauh lagi, Kinnard menyebarkan indra perspektifnya. Kinnard pun akhirnya menyadari, ada sosok yang begitu besar, sedang berdiri di sekitarnya, dan ternyata sosok itu adalah Evaine Rein itu sendiri.
Evaine Rein mengubah ukuran tubuh miliknya menjadi jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya yang sebenarnya. Kini, Kinnard hanya terlihat seperti seekor semut kecil dihadapannya.
Dari keenam tangan Evaine Rein yang sedang terbuka lebar, tiba - tiba muncul sebuah cahaya yang sangat terang.
Kinnard sangat terkejut dengan kemunculan dari cahaya itu, pasalnya, cahaya itu sama persis dengan cahaya yang berada di dalam tubuhnya. Tapi, cahaya yang berada di tangan Evaine Rein, jauh lebih kuat dari miliknya.
"sedari tadi aku hanya bermain - main saja denganmu, tidakkah kau bisa melihatnya? Cahaya dalam tubuhmu bukan apa - apa bagiku. Aku bisa menciptakan apapun, bahkan jika itu adalah dirimu sendiri, aku bisa menciptakannya sebanyak apapun yang aku mau. Sekarang, apa kau masih layak untuk bertarung denganku? Tidak, kau sama sekali tidak layak. Sejak awal bahkan tidak sampai aku anggap sebagai pemanasan." kata Evaine Rein.
Suaranya menggema ke seluruh ruang hampa, yang tentu saja itu terdengar begitu jelas oleh Kinnard.
Menyadari jurang kekuatan yang begitu besar antara dirinya dengan Evaine Rein, membuat semangat bertarung dalam diri Kinnard menjadi hilang dalam sekejap.
Evaine Rein perlahan menghilang dari pandangan Kinnard. Sampai Kinnard tidak merasakan lagi kehadiran Evaine Rein di sekitarnya. Kinnard pun hanya terdiam.
Kinnard hanya bisa bersyukur, kalau ia tidak tewas dalam waktu dekat ini.
-
Eleanor berjalan menelusuri hutan yang lebat. Disisi lain, Eleanor bisa merasakan, banyak mata yang disertai dengan hawa membunuh yang sangat kuat, sedang mengawasinya dari balik kegelapan.
Meskipun mengetahui hal tersebut, Eleanor tetap berjalan dengan santai, seolah tidak terjadi apa - apa disekitarnya.
Makhluk yang sedari tadi bersembunyi dari balik kegelapan, akhirnya dia menunjukan batang hidungnya.
Eleanor melihat sosok Makhluk humanoid berwujud hitam gelap, muncul dari balik semak belukar tepat di depan matanya.
Makhluk itu berwujud sangat besar dan tinggi, serta mempunyai sorot mata yang berwarna merah terang. Sosoknya terlihat sangat mengerikan, namun sepertinya, Makhluk itu tidak berarti apa - apa bagi sang Raja Alam Semesta, Eleanor Baker.
Secara mengejutkan, Makhluk itu tiba - tiba meledak dengan sangat keras. Sekali lagi genangan darah tercipta di jalan yang dilalui oleh sang Raja Alam Semesta ini.
Ternyata, bukan hanya satu Makhluk ini saja yang sebelumnya menghalangi jalan sang Raja. Jika melihat kembali jalan yang dilaluinya, terlihat banyak genangan darah dari Makhluk - Makhluk yang sebelumnya mencoba mengganggu jalan sang Raja.
'aku sudah bosan dengan pemandangan hutan ini. Selain Makhluk aneh yang selalu aku temui, aku tidak menemukan Makhluk lain yang bisa aku ajak bicara. Persetan, aku hancurkan saja seluruh hutan ini.' batin Eleanor Baker.
__ADS_1
Merasa sudah cukup lama waktu yang telah ia habiskan untuk berjalan di hutan ini. Sang Raja merasa bosan dan ingin melihat pemandangan yang lain, ia pun memutuskan untuk meratakan seluruh bagian hutan tersebut.
Energi berwarna hitam gelap, dengan sangat cepat menyebar ke seluruh hutan itu. Tidak lama kemudian, suara ledakan yang sangat keras, terdengar menggema dalam jarak ratusan kilometer jauhnya.
Seluruh kehidupan yang ada di dalam hutan itu pun lenyap tak tersisa, begitu pula dengan hutan itu sendiri. Tidak ada jejak sekalipun yang menandakan pernah ada sebuah hutan besar yang berdiri di sekitar tempat itu.
'begini kan lebih enak dilihat.' batin sang Raja merasa senang.
-
Di tempat sang Demigod berada.
Di sebuah Bintang tak bernama, di sebuah reruntuhan kuno yang tak terjamah. Sang Demigod berjalan menelusuri lorong dari reruntuhan tersebut.
Reruntuhan itu terlihat seperti sebuah bangunan besar yang sudah lama hancur. Banyak tanaman liar yang sudah tumbuh di sekitarnya. Cahaya matahari masuk lewat sela atap bangunan yang sudah banyak berlubang.
Terlihat di tembok - tembok reruntuhan, terdapat banyak gambar - gambar unik dan misterius. Sepertinya reruntuhan ini dulunya adalah sebuah kuil, karena jika dilihat kembali, banyak gambar sosok misterius yang sedang bersujud di hadapan sosok misterius lainnya.
Bunyi langkah kaki dari sang Demigod, terdengar jelas di tempat yang sunyi itu. Semakin masuk ke dalam, sang Demigod menemukan sebuah ruang aula besar.
Di lantai dari aula ini, terdapat ukiran pola unik yang misterius. Terdapat juga patung aneh di setiap sudut dari aula tersebut.
Sang Demigod berhenti di tengah aula itu, dia mengamati ke sekitarnya. Namun ia tidak menemukan sesuatu yang aneh selain patung - patung yang berdiri di setiap sudut aula itu.
'aku tidak merasakan apapun di tempat ini.' batin sang Demigod.
Tiba - tiba, tempat itu berguncang dengan hebat. Sang Demigod merasakan sesuatu yang sangat besar sedang bergerak di luar reruntuhan. Sang Demigod pun pergi untuk melihatnya.
Portal hitam misterius yang sangat besar, tercipta di atas langit dari bintang ini.
Tidak lama kemudian, dari portal tersebut, keluar tentakel gurita raksasa yang sangat besar, yang mana itu jauh lebih besar dari bintang itu sendiri.
Sang Demigod hanya terdiam melihat penampakan dari Makhluk itu.
'dia ingin melahap bintang ini, sungguh hawa nafsu makan yang besar. Yah, Tidak ada yang bisa kudapatkan dari bintang ini, aku akan mencarinya ke tempat lain.' batin sang Demigod mengabaikan kejadian tersebut.
Sang Demigod pun pergi dari bintang itu.
__ADS_1
Perlahan tentakel dari gurita itu, meraih bintang tersebut. Setelah semua bagian dari tentakel meraihnya, bintang itu pun perlahan ditarik masuk ke dalam portal oleh tentakel - tentakel tersebut.
Dalam sekejap, bintang yang jauh lebih besar dari matahari, menghilang begitu saja. Kejadian ini hanyalah kejadian kecil yang sering terjadi di 12 Alam Semesta Utama, setiap Makhluk bebas untuk melakukan apapun, yang terpenting hanyalah kekuatan.