
Sang Demigod berhadapan dengan sosok Makhluk hitam misterius, sosok itu tampak memiliki kekuatan yang sangat kuat. Aura yang menyelimuti sosok hitam itu, terasa sangat mengerikan.
Setiap Makhluk yang berada di 5 Alam Semesta Utama atas, kekuatan yang mereka miliki, tentu saja jauh lebih mengerikan daripada yang lainnya.
Menciptakan Alam Semesta, melampaui sebab akibat, adalah hal yang mudah bagi mereka. Namun, meskipun begitu, mereka masihlah Makhluk yang mempunyai batas.
"apa kau yakin bisa membunuhku? Aku sudah tidak terikat lagi dengan kematian, keberadaan ku bahkan tidak bisa di hapus oleh siapapun, sekali lagi, apa kau yakin bisa membunuhku? Apa kau sanggup untuk melakukannya?" kata Makhluk tersebut.
"sungguh banyak omong, apa kau mau tahu seperti apa aku memandang kalian semua dan seluruh jagad raya ini? semua itu hanya terlihat seperti kunang - kunang yang menyala pada malam hari, dan aku adalah makhluk yang bisa menggenggam lalu menghancurkan kunang - kunang itu hanya dengan satu genggaman tangan. Kalian semua tidak berarti apa - bagiku, sekarang matilah." kata sang demigod.
Setelah sang Demigod mengatakan itu, Makhluk hitam tersebut merasa sesuatu telah terjadi pada dirinya. Di saat itulah ia menyadari, kalau dirinya telah berada di ambang antara hidup dan mati, seketika itu ia pun menjadi sangat panik.
"mustahil! Bagaimana mungkin kamu melakukannya?! Kau memiliki kekuatan untuk memanipulasi realitas dalam skala yang besar?! Tidak mungkin! Walaupun kau bisa melakukannya, aku sudah kebal dari hal tersebut. Namun, bagaimana bisa kau melakukan ini padaku! Apa yang kau lakukan padaku!" kata Makhluk itu dengan sangat lantang.
"sudah aku bilang, segala sesuatu apapun itu, tidak berarti apa - apa bagiku. Bahkan segala hukum, konsep di seluruh semesta, aku sudah melampaui itu semua, melawan Makhluk sepertimu adalah hal yang sangat mudah bagiku. Sekarang matilah." kata sang Demigod dengan tegas.
Dari mata sang Demigod yang sedang memancarkan cahaya seperti api yang membara, keluarlah sebuah laser yang dengan cepat menuju ke arah sosok tersebut. Sosok itu pun terkena oleh serangan laser sang Demigod.
Sosok itu tidak menyadari kalau akan ada serangan yang datang padanya, akibatnya ia pun terkena oleh serangan laser itu.
Serangan laser itu memiliki kekuatan yang mampu menghancurkan segala konsep dan hukum yang ada di Alam Semesta.
__ADS_1
Makhluk hitam itu pun, yang konon bisa melampaui hidup dan mati, sebab dan akibat, namun kini ia harus menemui ajalnya, karena bertemu dengan sosok yang menjadi simbol dari segalanya.
Perlahan, tubuh besar dari sosok hitam itu, hancur menjadi butiran debu, dan bersatu menjadi satu dengan debu luar angkasa.
'terlalu membosankan jika terus seperti ini, lagi pula mengapa aku memiliki perasaan? Ini terasa sangat mengganggu, tapi disatu sisi aku bisa merasakan hal tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Lain kali aku akan bertarung dengan menggerakan tubuhku.' batin sang Demigod.
Meskipun sebelumnya sang Demigod merasa harus cepat menangani True God, tapi ia merubah pikirannya, sang Demigod ingin sedikit lebih lama bermain - main di Dunia 12 Alam Semesta Utama.
-
Alam Semesta Utama Delta.
Wujud telapak tangan yang sangat besar berwarna emas, terlihat di ruang hampa.
Sang Demigod menatap telapak tangan besar itu, lalu ia mengulurkan tangan kanannya ke arah telapak tangan itu.
Sang Demigod membuka lebar telapak tangan miliknya, lalu muncul bayangan telapak tangan lain di atas langit.
Bayangan milik sang Demigod terlihat jauh lebih besar daripada telapak tangan yang berwarna emas tersebut.
Bayangan dari telapak tangan sang Demigod bergerak menuju ke arah telapak tangan berwarna emas itu. Lalu, keduanya saling bertemu menciptakan benturan yang sangat kuat.
__ADS_1
Telapak tangan berwarna emas itu pun hancur karena terkena serangan oleh telapak tangan sang Demigod. Telapak tangan sang Demigod pun menghilang setelah melakukan serangan tersebut.
Dari balik ruang hampa, muncul sosok Makhluk yang berwujud pria dewasa yang mengenakan pakaian khas fantasi timur.
Sosok itu terlihat seukuran orang dewasa, ia mengenakan pakaian khas dari fantasi timur yang berwarna emas dan hitam.
Di belakang sosok itu terlihat ada sebuah lingkaran energi tanpa batas. Aura yang di pencarkannya begitu terasa sangat kuat.
"hawa permusuhan yang sangat kuat, memangnya apa yang telah aku lakukan sampai membuatmu begitu?" kata sosok tersebut kepada sang Demigod.
Sang Demigod tersenyum tipis. Matanya memancarkan aura berwarna emas yang terasa sangat menekan sosok tersebut.
'brengsek, tekanan kuat macam apa ini?! Ini terasa sangat kuat bahkan untuk ku?' batin sosok itu menggertakan giginya.
Sosok itu membuat energi pelindung yang menyelimuti seluruh tubuhnya, ia berharap supaya tekanan yang diberikan oleh sang Demigod menghilang.
Namun, sepertinya itu tidak berguna, jauh dari harapan sosok itu, tekanan yang diberikan oleh sang Demigod masih terasa begitu kuat olehnya.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun, sang Demigod langsung mengeluarkan laser dari matanya dan membunuh sosok itu. Sosok itu pun terkena serangan laser sang Demigod, dan mati dalam sekejap.
'lagi - lagi aku membunuh dalam sekejap, menjadi kuat ternyata membosankan.' batin sang Demigod. Lalu, ia pun pergi.
__ADS_1
Apapun yang dikehendaki oleh sang Demigod, maka itu akan terjadi, tidak peduli apapun halangannya.
Dia melampaui apapun yang ada di seluruh Jagad Raya.