The Last Demigod

The Last Demigod
Ch. 14 - Heavenly Dragon Immortal God IV


__ADS_3

Kekuatan yang besar, mengguncang ratusan bintang di langit. Tubuh Arkans mengeluarkan aura berwarna biru yang sangat kuat, aura itulah yang membuat ratusan bintang bergetar dengan hebat.


Dari jarak yang sangat jauh, tentakel yang sangat besar, datang menyerang ke arah Arkans dengan sangat cepat. Serangan itu datang seperti sebuah cambuk yang bisa menghancurkan apapun.


"Monster itu ternyata bisa memanjangkan tentakelnya sampai dengan jarak puluhan tahun cahaya. Meskipun begitu tidak akan merubah apapun." kata Arkans pelan.


Arkans dengan segera membuat sebuah pedang energi besar yang berwarna biru.


Sekarang, terlihat di tangan kanan Arkans, ia sedang menggenggam sebuah pedang energi yang memancarkan aura kuat.


Serangan tentakel itu datang ke arah Arkans dengan sangat cepat, dengan segera Arkans mengayunkan pedang besar miliknya ke arah tentakel itu.


Pedang besar milik Arkans, dan tentakel itu pun bertemu, menciptakan dentuman gelombang energi yang sangat kuat.


Lalu, dengan sangat cepat, Arkans bergerak mengayunkan pedangnya dan memotong tentakel itu menjadi beberapa bagian.


Potongan - potongan dari tentakel Gurita itu menghilang di ruang hampa, karena merasakan ada sesuatu yang aneh, Gurita itu pun menarik kembali tentakel miliknya.


Arkans merasakan sesuatu yang berbeda, pada saat ia memotong tentakel Gurita itu.


'tubuhnya menjadi jauh lebih kuat setelah kematiannya, tapi itu percuma saja, kini ia tidak akan bisa lagi mengembalikan luka yang telah ia dapatkan dariku.' batin Arkans tersenyum tipis.


Gurita itu dengan ekspresi kebingungan, melihat satu tentakel miliknya yang telah dipotong oleh pedang Arkans tidak pula kunjung beregenerasi seperti semula.


Padahal sebelumnya, Gurita itu merasa sangat percaya diri dengan kemampuan regenerasi miliknya, karena itulah ia juga tidak menghindari serangan milik Arkans sebelumnya. Namun kini, ia sedikit panik melihat tentakel miliknya yang tidak beregenerasi seperti semula.

__ADS_1


Gurita itu merasa sangat kesal, ia tidak percaya, meskipun kekuatannya telah meningkat 100x lipat, tapi serangan Arkans masih berefek padanya.


Kalau begitu, untuk apa sebelumnya ia merasakan rasa sakit yang begitu hebat, karena membiarkan serangan kuat Arkans menghantam tubuhnya. Setidaknya itulah apa yang dipikirkan oleh Gurita besar itu.


Sementara itu, dari kejauhan, terlihat Arkans yang sedang tersenyum lebar, karena melihat ekspresi bingung yang terdapat pada wajah Gurita besar itu.


"apa kamu pikir regenerasi mu itu tidak terkalahkan? Bahkan Jika aku mau, aku bisa saja menghapus keberadaanmu dari seluruh realitas yang ada, tapi hal itu tidak diperlukan, karena sebentar lagi juga kau akan mati." kata Arkans dengan pelan, namun perkataannya terdengar sangat jelas oleh Gurita itu.


Gurita besar itu merasa sangat marah mendengar perkataan itu. Namun, di satu sisi, ia harus waspada karena serangan Arkans bisa melukai tubuhnya secara permanen. Arkans menghela nafas panjang, dan berkata.


"saatnya mengakhiri pertarungan ini."


Arkans mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat ke arah Gurita besar tersebut.


Sebuah tebasan pedang yang berwarna biru pun tercipta, melaju dengan sangat cepat ke arah Gurita besar itu.


Tebasan itu melaju dengan sangat cepat, hingga melebihi kecepatan cahaya.


Gurita besar yang tidak menyadarinya, tiba - tiba dalam sekejap, tubuhnya telah terpotong menjadi dua bagian secara vertikal.


Gurita itu pun kini telah mati sepenuhnya, karena serangan dari Arkans, meniadakan regenerasi yang dimiliki oleh Gurita itu.


"mengecewakan." kata Arkans yang melihat tubuh dari Gurita besar itu, yang kini telah terbelah menjadi dua bagian.


Pertarungan antara Arkans dan Gurita besar itu pun telah selesai. Namun, pada saat Arkans hendak pergi dari tempatnya, tiba - tiba saja, dari ruang hampa, tempat di mana mayat Gurita itu berada, muncul Monster yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Monster itu memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Tubuhnya terlihat seperti seekor kambing yang berwarna hitam, dengan kepalanya yang berjumlah tiga, yang terlihat mirip tengkorak manusia.


Mata dari Monster itu memancarkan cahaya berwarna merah terang. Lalu, Monster itu mempunyai rambut yang terlihat sangat mirip dengan tentakel Gurita, dan di setiap rambutnya itu, terdapat banyak sekali mata besar.


Di seluruh tubuh dari Monster itu juga, terdapat sebuah aura berwarna hitam pekat yang misterius, yang memberikan perasaan teror yang sangat mengerikan.


Monster itu bergerak, dan memakan tubuh dari mayat Gurita yang telah dibunuh oleh Arkans. Arkans yang melihat kejadian itu dari jauh, batinnya terheran, Monster macam apa yang terlihat sangat mengerikan itu.


Arkans menciptakan pedang energi yang sangat besar berwarna biru. Lalu, pedang energi yang besar itu, melesat sangat cepat ke arah Monster tersebut.


Monster itu menyadari, kalau ada sebuah serangan energi yang sangat besar serta kuat, melesat ke arahnya. Salah satu dari kepala Monster itu, menengok ke arah serangan yang Arkans lancarkan.


Lalu, dari matanya, keluar lingkaran sihir kecil berwarna merah, dan dari lingkaran sihir itu, keluarlah serangan energi yang sangat besar menuju ke arah Arkans.


Serangan energi dari Monster itu, melaju dengan sangat cepat ke arah Arkans.


Serangan dari Monster itu pun bertemu dengan serangan pedang energi Arkans, dan benturan dari keduanya menciptakan sebuah ledakan yang sangat dahsyat.


Serangan dari Monster itu, seketika melenyapkan serangan pedang energi Arkans, dan tidak berhenti sampai disitu saja, serangan itu terus melesat ke arah Arkans. Arkans yang berada dalam jalur serangan itu, ia dengan segera, bergerak cepat untuk menghindarinya.


Arkans berhasil lolos dari serangan itu.


Namun tampaknya, bintang dan benda langit yang berada di belakang Arkans, hancur seketika karena terkena oleh serangan tersebut.


Dampaknya terlihat begitu jelas, pada sebuah kekosongan yang besar di luar angkasa, yang tercipta akibat serangan Monster itu.

__ADS_1


Arkans sekali lagi merasa sangat bersemangat. Tidak habis pikir, setelah mengalahkan lawannya, ia akan bertemu lagi dengan sosok lain yang sepertinya jauh lebih kuat daripada lawan yang ia kalahkan sebelumnya.


"Monster - Monster yang ada di Dunia ini sangat menarik, akan aku pastikan untuk menghabisi mereka semua." kata Arkans dengan tersenyum lebar.


__ADS_2