The Last Demigod

The Last Demigod
Ch. 12 - Heavenly Dragon Immortal God II


__ADS_3

Arkans tiba di sebuah kota yang lumayan jauh dari kota yang pertama kali ia temui. Di sini ia melakukan hal yang sama, yaitu melakukan pembantaian besar - besaran pada Makhluk Surgawi yang melawannya.


Arkans terus melakukan pembantaian di beberapa kota lainnya. Arkans membunuh banyak sekali Makhluk Surgawi, terkecuali pada mereka yang tidak melawannya. 


Arkans melepaskan mereka yang tidak mau melawan dirinya karena sekali lagi, Arkans hanya menginginkan sebuah 'kesenangan' yang mendebarkan.


Segera setelah mereka sampai di kota lainnya, mereka yang tidak melakukan perlawanan pada Arkans, menyebarkan sebuah berita tentang kehadiran sosok Makhluk Pembunuh yang mengerikan.


Lewat mulut ke mulut, dan banyak saksi yang selamat dari pembantaian tersebut, juga ikut menyebarkan berita tentang sang Pembunuh Makhluk Surgawi. Menjadikan kabar itu dengan cepat meluas ke seluruh Domain Sheina Barat, Wilayah Timur.


Di tempat lain. Waktu begitu cepat berlalu, seluruh Domain Sheina Barat mengalami kekacauan yang hebat karena Arkans.


Sosok Arkans sedang terduduk di sebuah takhta dari istana kekaisaran yang telah ia hancurkan. Tubuhnya bersimbah penuh dengan darah dari musuh yang ia lawan.


Di depan Arkans, terlihat begitu banyak sekali mayat dari Makhluk Surgawi yang telah ia bunuh. Mulai dari yang tua hingga yang muda, tidak ada satupun dari mereka yang melawan, berhasil bertahan setelah diserang tanpa ampun oleh Arkans.


'entah sudah berapa banyak yang telah aku hancurkan, aku mulai merasa bosan.' batin Arkans merasa hampa.


Awalnya, Arkans melakukan hal ini hanya untuk sekedar mengisi waktu luang sambil menunggu 'permainan kematian' dimulai. Tapi, permainan itu tidak dimulai - mulai, dan hal itu membuatnya merasa sangat bosan, sehingga memaksa Arkans untuk terus melanjutkan pembantaian tersebut.


Tanpa Arkans sendiri sadari, dirinya telah menghancurkan lebih dari 5775 Kota, 256 Negara, 138 Kekaisaran, dan membunuh lebih dari ratusan juta Makhluk Surgawi.


Semua total pembunuhan dan kehancuran itu, dilakukan Arkans hanya untuk sekedar mengisi waktu luangnya. Ia benar - benar tidak memandang tinggi nyawa dari para Makhluk Surgawi, yang terkenal dengan kekuatannya yang sangat kuat.


Arkans menatap ke arah pintu masuk dari ruangan itu, ia bisa mengetahuinya, kalau ada beberapa sosok yang sedang berjalan menuju ke arahnya.


Suara langkah kaki terdengar begitu jelas, berjalan memasuki tempat dimana Arkans berada. Langkah kaki itu berhenti tepat di hadapan Arkans, Arkans menatap sosok di hadapannya. Di hadapan Arkans, hadir 3 Makhluk Surgawi yang wujudnya mirip seperti manusia.


Salah satu dari mereka yang seorang pria, memberanikan diri untuk berbicara kepada Arkans. Dengan gugup pria itu berkata.


"t-tuan…"


Belum sempat pria itu menyelesaikan perkataannya, kepala dari pria itu sudah terpisah dengan badannya. Sontak, hal itu mengejutkan dua rekannya yang lain, dan naasnya, kepala dua Makhluk Surgawi itu juga ikut terpisah dari badannya.


Darah mengalir dengan deras dari tubuh mereka yang telah mati, Arkans dengan sangat mudah mencabut kepala mereka semua. Arkans menatap ke arah langit.


Ternyata, di atas langit dari tempat itu, sudah banyak sekali Makhluk Surgawi yang berkumpul mengepung Arkans, mereka semua adalah bawahan dari ketiga Makhluk Surgawi tadi.


Salah satu dari mereka yang seorang jendral, begitu ketakutan melihat kepala dari pemimpinnya, terpotong begitu saja.


Jenderal itu bisa melihat apa yang terjadi di dalam istana, ia memiliki kemampuan untuk melakukan itu, sementara sisanya, tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Sontak, ia pun segera memerintahkan semua bawahannya untuk segera kabur dari tempat itu. Dengan raut wajah yang panik, jenderal itu pun berteriak.


"s-semuanya! Cepat kalian semua lari! Dengan kekuatan kita saat ini, kita tidak bisa melakukan apa - apa terhadapnya!" kata jenderal itu dengan lantang.


Teriakan dari jenderal itu membuat bawahannya menjadi bingung, mereka semua tidak mengerti kenapa jenderal mereka tiba - tiba memerintahkan hal seperti itu.


Melihat respon dari prajuritnya yang terlihat kebingungan, jenderal itu menjadi sangat kesal dan mengupat dalam hati.


'apa - apaan dengan raut wajah kalian itu?! Cepatlah pergi jika tidak mau mati disini! Persetan dengan kalian, aku tidak peduli lagi! Kalian semua akan mati jika tetap diam disini!' batin jenderal itu panik.


Tidak menunggu waktu lebih lama lagi, ia pun tidak peduli dengan bawahannya, dan mencoba untuk segera pergi dari tempat itu. Namun, secara mengejutkan, Arkans datang dan segera mengayunkan tangan kanannya ke arah leher dari jenderal itu.


Dengan disaksikan oleh banyak Makhluk Surgawi lainnya, kepala dari jenderal itu pun terpisah dari tubuhnya. Kejadian itu membuat semuanya terkejut, terutama mereka yang berada di dekat sang jenderal.


Darah sang jenderal muncrat ke tubuh mereka yang berada di dekat kejadian itu.


Mereka tidak percaya, jenderal yang selalu mereka andalkan, mati begitu mudahnya tanpa perlawanan. Mereka pun seketika panik, ketakutan yang luar biasa meliputi diri mereka, nafas mereka menjadi berat, mereka tidak bisa berpikir apa - apa lagi selain kabur dari tempat ini segera mungkin.


Ada dari mereka yang berteriak dengan kencang, lalu maju menyerang Arkans. Sedangkan yang lainnya mencoba untuk menggerakan tubuh mereka yang kaku.


Namun, semua itu percuma saja, entah mereka yang mencoba untuk melawan atau mereka yang berusaha kabur, jika mereka sudah memiliki niat untuk melawan Arkans, mereka mati.


Dengan kecepatan cahaya, untuk yang kesekian kalinya, Arkans dengan ganas membunuh pasukan Surgawi tersebut.


Bau darah yang pekat, serta tumpukan mayat yang menggunung, menambah kengerian di tempat itu. Semua yang berniat untuk melawannya, dibunuh dengan kejam olehnya.


'aku sudah bosan.' batin Arkans.


Sebelumnya, mereka semua adalah aliansi pasukan dari seluruh kekuatan yang berada di Domain Sheina Barat.


Setelah mendengar berita tentang sosok Makhluk yang menggila di wilayah Timur, mereka segera mengirim mata - mata dari masing - masing wilayah, untuk segera memastikan apa yang sedang terjadi.


Pada akhirnya, mereka menemukan sosok Arkans yang sedang membunuh banyak Makhluk Surgawi. Singkat cerita, setelah cukup lama mereka mengamati Arkans, mereka memutuskan untuk melakukan aliansi seluruh pasukan untuk melawan Arkans. Namun, sungguh tragis, mereka semua kini hanya tinggal nama saja.


Malam telah tiba.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan diri di sebuah danau yang berada di tengah hutan, Arkans keluar dari hutan itu. Lalu, Arkans berjalan pelan di sebuah padang rumput yang sangat luas. Namun, tidak lama kemudian, Arkans menghentikan langkahnya, dan berkata.


"keluarlah."


Secara mengejutkan, tiba - tiba muncul sosok makhluk berwujud humanoid di hadapan Arkans.


Makhluk itu berwujud seperti seorang remaja laki - laki, dengan tubuhnya yang gelap gulita, tapi disaat yang bersamaan, tubuhnya memancarkan cahaya gemerlap seperti bintang pada malam hari. Makhluk itu juga memakai sebuah jubah berwarna biru, dengan pola yang indah mirip seperti sayap kupu - kupu.


Makhluk itu berkata.


"kau… apa kau adalah pembunuh itu? Pembunuh yang sekarang sedang ramai dibicarakan. Aku bisa melihatnya, mereka yang kamu bunuh tanpa ampun, berteriak meminta ampunan, tapi kau membantai semuanya, sungguh sangat kejam." kata Makhluk itu dengan santai, namun tegas.


Arkans mengabaikan perkataan dari Makhluk itu. Arkans bertanya.


"siapa kau? Apa maumu?" tanya Arkans.


"aku tidak bermaksud apapun, aku hanya ingin melihat dengan mata kepala sendiri, sosok seperti apa itu Pembunuh Makhluk Surgawi yang sedang ramai dibicarakan." jawab Makhluk itu.


"begitu ya. Kini kau telah melihatnya, sekarang kau bisa pergi." kata Arkans sembari berjalan melewati Makhluk itu.


Melihat Arkans yang berjalan melewatinya, Makhluk itu menatap Arkans dan berkata.


"bagaimana perasaanmu pada saat membunuh mereka semua?" tanya Makhluk itu penasaran.


Arkans menghentikan langkahnya, ia menengok ke arah Makhluk itu, dan berkata.


"membosankan, mereka semua mati dengan begitu mudahnya. Awalnya aku cukup merasa terhibur, tapi untuk yang kesekian kalinya, aku merasa bosan. jika tidak ada yang mau kau katakan lagi, aku akan pergi." kata Arkans.


Setelah mengatakan itu, Arkans terbang, pergi meninggalkan Makhluk itu. Melihat Arkans yang pergi darinya, Makhluk itu hanya terdiam, lalu menghilang.


-


Pada saat matahari bersinar dengan terang, Arkans terlihat sedang berdiri di sebuah puncak gunung yang tinggi.


Angin yang sangat kencang menerpa badan Arkans, lalu, tidak lama kemudian, ada sosok bayangan yang begitu besar menutupi tubuh Arkans dari cahaya matahari.


Sosok bayangan itu adalah seekor burung surgawi dengan tubuh yang sangat besar, terbang melintas diatas Arkans. Burung itu berbalik, lalu menyerang ke arah Arkans.


Bola energi berwarna orange yang sangat kuat dan besar, dilepaskan oleh burung itu ke arah Arkans. Arkans hanya terdiam melihat serangan itu melaju dengan sangat cepat ke arahnya.


Sementara itu, Arkans terlihat sedang melayang di atas langit, rupanya ia tidak terkena sama sekali oleh serangan itu.


Arkans tidak tinggal diam saja, Arkans pun membalas dengan melancarkan serangan yang sangat kuat, berupa sebuah energi berwujud laser yang begitu besar ke arah burung itu. Sekali lagi, ledakan besar pun terjadi, yang seketika membunuh burung itu, dan juga melenyapkan gunung yang sebelumnya Arkans berdiri.


Dampak dari serangan itu terlihat sangat mengerikan, terlihat sebuah area yang sangat luas hancur berantakan oleh serangan Arkans.


"pembantaian yang sebenarnya telah dimulai." kata Arkans tersenyum lebar.


Permainan Kematian telah dimulai. Kini, seluruh kekuatan yang berada di Absolute Heaven, mulai menggila, menghancurkan segalanya. Suara dari benturan kekuatan besar menggema dimana - mana, tidak ada lagi tempat yang aman untuk bersembunyi.


Setelah pergi mengalahkan burung besar surgawi, Arkans terlihat sedang berdiri di sebuah puncak dari gunung yang lain.


Pandangan kedua matanya menatap ke arah langit yang sangat cerah. Lalu, tidak lama kemudian, sebuah serangan energi yang sangat kuat, datang dari atas langit dan menghantam puncak gunung dimana Arkans berdiri.


Suara ledakan pun terdengar menggema dengan sangat keras, serangan tersebut menghancurkan seluruh area di sekitar gunung itu. Lalu, dari balik awan di atas gunung, keluar sosok makhluk berwujud Naga yang sangat besar.


Naga itu bergerak dengan sangat cepat, ia mengaum dengan keras, lalu menyerang dengan membabi buta, menghancurkan belasan bukit yang dilewatinya.


Arkans yang melihat Naga itu pergi begitu saja setelah menyerangnya, ia merasa sangat kesal.


"brengsek, apa kau pikir bisa pergi begitu saja setelah menyerangku?" kata Arkans.


Dalam sekejap, Arkans tiba - tiba berada di atas dari Naga yang sedang mengamuk itu. Arkans tersenyum lebar dan berkata.


"akan aku tunjukan siapa rajanya!" kata Arkans sambil mengayunkan tangannya.


Dengan satu pukulan yang kuat, Arkans membuat Naga itu terjatuh menghantam tanah, dan dalam sekejap membunuhnya.


Arkans menatap tubuh dari Naga yang sudah ia bunuh, tiba - tiba ia kepikiran sesuatu. Arkans merubah tubuhnya kembali menjadi wujud aslinya.


Naga yang berwarna putih, dengan tubuh yang sangat besar, muncul di luar ruang angkasa yang sangat luas. Arkans telah kembali dalam wujud Naganya.


Sekarang, planet dan benda langit lainnya, terlihat lebih kecil dari tubuh Naga Arkans.


Bintang Hespausia hanya terlihat sebesar bola kasti bagi wujud Naga besar Arkans.


Arkans mengaum dengan sangat keras, suara dari aumannya mampu membuat banyak bintang dan planet di sekitarnya menjadi hancur seketika, termasuk dari bintang Hespausia itu sendiri.

__ADS_1


Tiba - tiba sebuah serangan energi yang sangat kuat melaju ke arah Arkans.


Serangan itu berhasil mengenai tubuh besar Arkans. Arkans menatap ke arah mana serangan itu datang, tidak lama kemudian, dari arah tersebut, muncul sosok Makhluk Surgawi dengan wujud Paus yang sangat besar, berwarna hitam, menampakkan dirinya di hadapan Arkans.


Paus itu melayang di luar angkasa yang bebas, mulutnya terbuka dengan lebar, lalu, dengan cepat energi yang sangat besar terkumpul di dalam mulutnya.


Tidak tinggal diam, Arkans juga ikut membuka mulutnya, dan seketika itu energi yang sangat besar dan kuat terkumpul di dalam mulut Arkans.


Dengan cepat, setelah merasa energi dalam mulut mereka terkumpul cukup banyak, keduanya segera melepaskan energi yang sangat besar itu, ke arah masing - masing.


Ledakan yang sangat hebat pun terjadi, benturan serangan energi itu seketika menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya. Namun, entah itu Arkans ataupun Paus itu, mereka berdua tidak menerima damage yang cukup berarti.


Tidak berhenti sampai disitu, keduanya terus melancarkan serangan lainnya yang sangat kuat dan mengerikan. Energi yang sangat kuat terus mereka keluarkan untuk saling menyerang satu sama lain.


Arkans bergerak dengan sangat cepat untuk menghindari setiap serangan yang datang padanya, ia terlihat sangat lihai menghindari serangan - serangan itu. 


Meskipun begitu, Paus hitam tidak pernah menyerah untuk terus menyerang Arkans.


Ledakan besar terus terjadi secara beruntun, ledakan itu dihasilkan oleh serangan Paus hitam yang meledak di ruang angkasa bebas. Tidak satupun dari serangannya berhasil mengenai Arkans, kelincahan yang Arkans miliki, membuat Paus itu merasa sangat kewalahan.


Sekali lagi Arkans membuka mulutnya dengan sangat lebar, dan sekali lagi ia menembakan bola energi yang sangat kuat ke arah Paus hitam. Ledakan besar pun terjadi, serangan Arkans berhasil mengenai Paus hitam.


Paus hitam menjerit kesakitan. Meskipun dirinya tahu serangan itu akan datang, ia tidak bisa menghindarinya karena seluruh tubuhnya tiba - tiba tidak bisa digerakkan.


Paus hitam merasa seolah ada sesuatu yang misterius, mengunci pergerakannya.


"pertarungan ini akan aku akhiri sekarang." kata Arkans.


Setelah mengatakan itu, seluruh tubuh Arkans mengeluarkan aura yang sangat kuat. Karakter huruf berwarna emas yang misterius, muncul di seluruh tubuh Arkans.


< Heavenly Dragon's Will: First Destruction Verse. Azure Silent Atranochs. >


Lingkaran sihir yang sangat besar, dengan jumlah yang banyak, tiba - tiba muncul di atas tubuh Paus hitam. Lingkaran sihir tersebut mengandung kekuatan yang sangat kuat di dalamnya.


Paus hitam merasa dirinya dalam bahaya yang sangat besar, ia mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan diri, tapi tetap saja, ia tidak bisa menggerakan tubuhnya.


Kekuatan misterius itu masih mengunci pergerakannya dengan sangat kuat.


Paus hitam berpikir, jika ia tidak segera melakukan tindakan, maka ia akan mati saat itu juga. Terpaksa, Paus hitam harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan Arkans.


Di atas punggung Paus hitam, muncul banyak sekali sayap berwarna putih yang sangat besar. Sayap - sayap itu bergerak melindungi seluruh lapisan luar dari tubuh Paus hitam. Lalu, Di atas kepala dari Paus hitam, muncul sebuah cahaya berbentuk lingkaran, dan dari lingkaran itu, mekarlah sekuntum bunga misterius yang sangat besar.


Paus hitam telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk pertahanan, sekarang ia hanya bisa berharap semua yang telah dilakukannya, berhasil menyelamatkan nyawanya pada saat ini juga.


Arkans hanya tersenyum tipis melihat semua usaha yang dilakukan oleh Paus hitam. Arkans pun berkata.


"percuma saja. Semua yang telah kau lakukan tidak ada gunanya, sekarang matilah."


Lingkaran sihir milik Arkans, tiba - tiba memancarkan cahaya dengan sangat terang, di saat yang bersamaan, energi yang sangat besar, begitu terasa oleh Paus hitam menekan dirinya dengan sangat kuat.


Untuk yang terakhir kalinya, Paus hitam mencoba untuk melepaskan diri, tetapi, percuma saja, ia masih tidak bisa keluar dari kekangan misterius tersebut.


Paus hitam hanya bisa pasrah menunggu hasil dari serangan ini datang, ia berharap masih bisa tetap hidup setelah berhasil selamat dari serangan kuat ini.


Tiba - tiba, energi yang sangat kuat dan besar, terkumpul di seluruh lingkaran sihir milik Arkans. Tidak lama kemudian, energi yang sangat besar itu, menghantam tubuh Paus hitam dengan sangat kuat.


Suara ledakan terdengar sangat keras. Bagaikan air terjun yang mengalir dengan deras, energi itu terus menyerang tubuh Paus hitam dengan sangat kuat.


Sayap - sayap yang melindungi seluruh tubuh Paus hitam, mulai terlihat sedikit hancur. Sementara itu, bunga berwarna merah mudah yang berada di atas kepala Paus hitam, mengeluarkan energi kuat yang membantu melindungi seluruh tubuhnya.


Serangan itu terus berlanjut, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Paus hitam selain percaya pada pertahanannya.


Sampai pada akhirnya, karena terus di tekan oleh serangan yang sangat amat kuat, terlihat sebuah retakan kecil yang perlahan menyebar pada energi yang melindungi seluruh tubuh Paus hitam.


Energi berwarna merah muda itu pun akhirnya pecah. Di saat yang bersamaan, bunga yang berada di atas kepala Paus hitam itu pun menghilang.


Dengan sangat cepat, energi yang datang dari lingkaran sihir milik Arkans, berkontak langsung dengan sayap putih milik Paus hitam, hal itu membuat situasi dari Paus hitam semakin terpuruk.


Tekanan yang Paus hitam rasakan, kini telah meningkat beberapa kali lipat dari yang sebelumnya, memaksa dirinya untuk melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan.


Pada akhirnya, sayap milik Paus hitam sudah tidak kuat lagi menahan serangan itu, sayap itu hancur seketika. Akibatnya, energi itu menyerang langsung ke tubuh Paus hitam, dan disaat itu juga, dengan cepat tubuh Paus hitam hancur karena serangan energi yang sangat kuat menghantam tubuhnya.


Serangan itu berhenti, seluruh lingkaran sihir milik Arkans menghilang. Tubuh Paus hitam telah benar - benar hancur berubah menjadi debu selamanya.


Arkans kembali berubah menjadi wujud manusianya. Arkans merasa sangat puas.


"baiklah. Lawan mana lagi yang harus aku hancurkan." kata Arkans tersenyum lebar. 

__ADS_1


__ADS_2