The Last Demigod

The Last Demigod
Ch. 15 - Heavenly Dragon Immortal God V


__ADS_3

Gelapnya luar angkasa, ada cahaya dari bintang - bintang yang terang menyinari kegelapan itu. Namun, kini telah muncul sebuah cahaya yang jauh lebih terang daripada bintang - bintang tersebut.


Di antara gemerlapnya cahaya bintang, ada satu cahaya yang bersinar paling terang diantara yang lainnya. Cahaya itu berasal dari dia yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan jutaan Surga, Heavenly Dragon Immortal God.



Terlihat di seluruh bagian tubuh Arkans, diselimuti oleh cahaya yang sangat terang, yang mengandung kekuatan yang sangat kuat. Terlihat di punggung Arkans juga ada sepasang sayap putih yang sangat besar, yang bahkan jauh lebih besar daripada bintang - bintang yang ada disekitarnya.


Arkans mengepakan sayapnya, dan di saat yang bersamaan, bintang - bintang hancur karena kepakan sayap Arkans.


Sebagai salah satu dari Makhluk tertinggi yang berada di True World, kekuatan yang Arkans miliki jauh lebih kuat dari Makhluk lainnya yang berada di Absolute Heaven, karena hal itulah Arkans terlihat sangat gampang untuk membunuh banyak Makhluk Surgawi lainnya.


-


Pada dasarnya entah itu True World, Absolute Heaven, dan Hell, mereka memiliki konsep dan kekuatan hukum yang sama. Namun, dengan kekuatan Makhluk di dalamnya yang berbeda, karena mereka tercipta untuk saling melampaui satu sama lainnya.


Hell adalah tempat bagi para Iblis lahir, Absolute Heaven adalah tempat bagi para Makhluk Surgawi, dan True World adalah tempat bagi para Manusia dan beberapa Makhluk lainnya tinggal.


Di dalam Hell terdapat Multisemesta Nya sendiri, dan di Hell menjadi tempat para Iblis berasal, Iblis lahir lalu berkembang di dalam Hell, namun ada batasan yang bisa mereka dapatkan di dalam Hell.


Jadi, jika para Iblis ingin kekuatan yang lebih, maka mereka harus memasuki True World, dan di situlah mereka para Iblis bisa berkembang lebih jauh lagi.


Di True World terdapat Multi Semesta dan Makhluk - Makhluk lain seperti Manusia dan lainnya.


Makhluk di dalam True World, memiliki kesempatan untuk berkembang jauh lebih hebat daripada Iblis yang berada di Hell, tapi bukan berarti Iblis yang memasuki True World, akan jauh lebih lemah dari Makhluk yang ada di True World. Hal itu masih tergantung pada seberapa hebat kekuatan yang Makhluk itu sendiri miliki.


Jadi, jika ada dari Makhluk di True World yang ingin berkembang jauh lebih hebat lagi, maka dia harus memasuki Absolute Heaven untuk mendapatkan kekuatan yang jauh lebih kuat lagi.


Sama halnya seperti Hell dan True World, Absolute Heaven memiliki Multisemesta Nya sendiri, dan Makhluk yang berada di dalamnya yang disebut sebagai Makhluk Surgawi.


Di sini, Makhluk yang berada di Absolute Heaven, entah mereka yang datang atau yang sejak awal sudah ada di tempat ini, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang jauh lebih hebat lagi.


Jadi, Jika diibaratkan seperti sebuah peta levelling pada sebuah Video Game, maka Hell adalah tempat di mana player bisa menaikan levelnya dari 1 - 1000.

__ADS_1


True World menjadi tempat dimana player bisa menaikan levelnya dari 1000 - 10.000 dan Absolute Heaven dimana player bisa menaikan levelnya dari 10.000 - 100.000.


Ini menggambarkan kalau 3 Alam itu sebenarnya setara, namun disisi lain saling melampaui satu sama lainnya, karena Makhluk yang berada di Alam mereka, tidak bisa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi jauh lebih hebat lagi, karena ada batasan 'level' yang bisa Makhluk di dalam mereka dapatkan.


Jadi, pada dasarnya, entah itu 3 Alam maupun 12 Alam Semesta Utama adalah tempat bagi Makhluk untuk berkembang dan saling melampaui satu sama lainnya. Namun, tentu saja, hal itu tidak semudah seperti membalikan telapak tangan, akan selalu ada bahaya di setiap perjalanan yang ada.


Mereka para Makhluk harus berpetualang dan mengarungi luasnya jagad raya untuk menjadi jauh lebih kuat dari diri mereka yang sebelumnya.


-


Gelombang kekuatan yang besar dan kuat, terasa sangat menekan Monster itu.


Kekuatan yang Arkans keluarkan sanggup untuk menghancurkan miliaran bintang di langit. Monster itu juga merasa, tubuhnya bisa hancur jika tidak melakukan apapun.


'Monster itu terlihat memiliki atribut elemen kegelapan, jadi aku akan mencoba untuk melawannya dengan menggunakan atribut elemen cahaya.' batin Arkans.


Pedang cahaya yang terbuat dari energi, muncul di tangan kanan Arkans. Setelah itu, Arkans bergerak menyerang ke arah Monster itu. Di saat bergerak, kekuatan yang keluar dalam dirinya, membuat banyak bintang hancur seketika.


Monster itu yang tidak bisa bergerak di bawah tekanan kekuatan yang Arkans keluarkan, ia terpaksa berdiam diri saja, sembari membuat pertahanan pada seluruh bagian tubuhnya.


Tubuh Monster itu yang telah terbelah menjadi dua, dengan perlahan mulai bersatu kembali seperti semula.


Arkans yang melihat itu, ia dengan segera lanjut menebas tubuh Monster itu dengan sangat kuat dan cepat, sampai tubuh dari Monster itu, berubah menjadi potongan daging kecil.


Tubuh Monster itu pun kini tidak lagi beregenerasi kembali seperti semula, namun hal ini justru membuat Arkans merasa terheran.


'apa aku telah berhasil membunuhnya? Tapi, apa memang semudah ini?' batin Arkans terheran.


Tidak lama kemudian, Arkans tiba - tiba merasakan sebuah gelombang kekuatan yang sangat besar, yang muncul secara mengejutkan di hadapannya.


Arkans yang merasakan kekuatan besar itu, ia dengan segera mengambil langkah mundur untuk mengamati situasi.


Dari arah potongan tubuh Monster itu, entah datang dari mana, tiba - tiba muncul sebuah bola yang berwarna hitam. Lalu, potongan - potongan kecil tubuh Monster itu, dengan perlahan bergerak ke arah bola hitam tersebut, dan bersatu dengannya.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya, semua potongan tubuh Monster itu, telah bersatu dengan bola hitam tersebut, dan menampilkan sosok baru yang tampak sangat kuat.


Sosok itu berwujud Makhluk humanoid, dengan tubuh tengkorak yang setinggi orang dewasa, di dahinya terdapat dua buah tanduk dengan ukuran kecil, dan ia terlihat memakai pakaian setelan jas hitam rapi, dengan bunga mawar yang terdapat di kantong depan bajunya. Sosok dari tengkorak itu juga memancarkan aura berwarna merah yang sangat kuat.


Sosok tengkorak berpakaian rapi itu menghembuskan nafas, dan berkata.


"siapa sangka akan ada Makhluk yang bisa membunuh ciptaan ku. Sepertinya akan sedikit susah untuk membuatnya kembali." kata Makhluk itu dengan pelan.


Lalu, Makhluk itu menengok ke arah Arkans, dan bertanya padanya.


"apa kau yang membunuhnya?" tanya Makhluk itu pada Arkans.


"memangnya siapa lagi di tempat ini yang bisa melakukan itu? Lagian kau juga pasti sudah mengetahuinya." jawab Arkans.


"kalau begitu, kau harus membayarnya dengan nyawamu karena telah merusak mainan yang telah aku buat dengan susah payah." kata Tengkorak itu dengan tatapan matanya yang tajam ke arah Arkans.


Arkans yang mendengar itu, ia tersenyum lebar sembari mengeluarkan aura yang sangat kuat, dan berkata.


"brengsek, majulah jika kau bisa mengambilnya." kata Arkans sembari mencoba untuk menekan tengkorak itu dengan menggunakan kekuatan miliknya.


Tidak tinggal diam, tengkorak itu pun ikut mengeluarkan aura kuat untuk membalas tekanan yang Arkans berikan padanya.


Energi dari keduanya, bertemu dan saling menekan satu sama lain. Menciptakan dua kekuatan yang sangat sangat kuat, saling bertabrakan dan menyebabkan kekuatan itu terpencar hingga jarak yang sangat luas, sampai bintang dan benda langit dalam radius tersebut, hancur seketika.


Ledakan bintang terjadi dimana - mana, suaranya menggema di ruang angkasa bebas. Lalu, tengkorak itu menghentikan kekuatan yang keluar dari tubuhnya, dan berkata.


"menarik, melihat kau yang masih tetap mempertahankan kewarasan mu di saat yang seperti ini, itu membuktikan bahwa kau cukup kuat untuk bertahan di situasi yang terjadi saat ini. Jadi, aku tidak akan melawanmu untuk sekarang, karena jika aku melawanmu pasti aku akan berakhir dengan kekalahan, karena ini juga bukan tubuhku yang sebenarnya, dan aku punya urusan yang harus aku selesaikan." kata Makhluk itu.


"mau itu tubuh asli mu atau tidak, itu tidak akan merubah fakta kalau kau akan kalah di tanganku." kata Arkans meremehkan.


"sombong sekali. Kalau begitu, nanti kau buktikan sendiri apa ucapanmu itu benar atau tidak, dan disaat kau menyadarinya, kau pasti sudah mati di tanganku. Sampai bertemu kembali." kata tengkorak itu. Lalu, ia tiba - tiba menghilang.


"brengsek, dia membuatku kesal. Akan kubunuh dia langsung setelah bertemu dengannya nanti. Baiklah, saatnya pergi mencari mangsa lain." kata Arkans.

__ADS_1


Arkans pun pergi dari tempatnya, sembari tetap mempertahankan kekuatan Naganya, yang sekali kepakan sayapnya, membuat bintang dan benda langit yang berada di sekitarnya, hancur seketika.


__ADS_2