The Last Demigod

The Last Demigod
Ch. 04 - Bagaimana Dunia Berjalan


__ADS_3

Bintang berbunga.


Sebuah bintang tidak berpenghuni. Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan padang bunga yang sangat luas.


Bintang berbunga adalah sebuah tempat yang sangat indah, tempat yang damai yang penuh dengan berbagai macam aneka jenis bunga.


Sejauh mata memandang, hamparan padang bunga yang sangat luas terlihat begitu sangat menakjubkan. Tempat ini terasa seperti di Surga.


Hembusan angin yang sejuk, membawa serta aroma harum dari serbuk bunga yang ada. Menambah rasa damai yang hadir di tempat ini.


Ditambah dengan matahari yang sedang terbenam, menciptakan warna jingga di langit, semakin membuat suasana seolah benar - benar berada di Surga.


Sang Demigod terlihat duduk dengan posisi bersila di tengah hamparan padang bunga yang luas, ia menyaksikan sunset yang begitu terlihat sangat menakjubkan.


'aku tidak tahu mengapa, tapi rasanya ini terasa sangat damai. Seharusnya aku tidak memiliki perasaan seperti ini. Apa ini terjadi karena tubuhku yang telah berubah menjadi manusia?' batin sang Demigod.


Bagaimanapun juga, Demigod adalah Makhluk yang berbeda dengan Makhluk lainnya. Mereka tidak terikat oleh hal - hal yang fana, seperti sebuah perasaan. Lalu, jika tanpa sebuah perasaan, bagaimana mereka menjalani hidup? Tidak ada yang tahu tentang hal itu, biarlah hal itu menjadi sebuah misteri diantara misteri lainnya.


Sang Demigod tiba - tiba merubah Raja Alam Semesta, dan Evaine Rein kembali menjadi bentuk mereka semula, tetapi dalam ukuran yang jauh lebih kecil dari ukuran tubuh mereka yang sebenarnya.


"tuan, ada apa tiba - tiba merubah kami?" tanya Evaine Rein pada sang Demigod.


"tidak ada, aku hanya ingin sedikit berbincang dengan kalian." jawab sang Demigod.


'apa yang tuan ingin bicarakan?' batin Raja Alam Semesta bertanya - tanya.


"duduklah, aku ingin membicarakan sesuatu dengan kalian." kata sang Demigod kepada mereka berdua.


Evaine Rein dan Raja Alam Semesta pun duduk bersila di hadapan sang Demigod.


"apa yang kalian tahu tentang Dunia ini?" tanya sang Demigod pada mereka berdua.


"sebuah ruang yang tidak terbatas? Aku menyadarinya kalau Alam Semesta itu sangat banyak dan tidak pernah ada ujungnya. Selalu ada misteri di setiap Alam Semesta itu." kata Evaine Rein.


"yang aku tahu juga begitu, Dunia ini mengandung kerumitan yang tidak aku ketahui, bahkan jika aku mencoba untuk mengamatinya." kata Raja Alam Semesta.


"mungkin dalam pandangan kalian seperti itu, tapi sebenarnya Dunia ini jauh lebih rumit dari itu. Karena sekarang mumpung ada kesempatan, aku akan menjelaskan pada kalian bagaimana Dunia ini berjalan." kata sang Demigod.


Dengan antusias yang besar mereka berdua, termasuk Dragon Immortal God yang masih dalam bentuk cincin, mendengarkan apa yang akan diceritakan oleh Demigod.


"kita mulai dari sebuah planet yang kecil. Planet yang kecil itu menyimpan banyak sekali kehidupan, dan di setiap kehidupan itu ada versi lain dari diri mereka. Tetapi mereka tidak bisa saling merasakan satu sama lain, itulah Dunia Paralel." kata sang Demigod.


'aku mengetahuinya. Berapa kali pun aku mencoba, aku tidak bisa sampai ke Dunia itu.' batin Evaine Rein teringat sesuatu.


"dan disetiap Dunia Paralel yang ada, itu memiliki banyak Alam Semestanya sendiri yang tidak terbatas, dan Dunia paralel itu sendiri jumlahnya tidak terbatas. Jadi pada dasarnya kalian itu memiliki banyak versi dari diri kalian sendiri, tapi dengan takdir yang berbeda." lanjut sang Demigod.


'apa aku di belahan Dunia lain menjadi seorang sampah yang lemah? Lalu, bagaimana dengan tuan? Apa dia tetap menjadi seorang yang hebat?' batin Raja Alam Semesta bertanya - tanya.


"terkecuali aku, aku adalah pengecualian yang berbeda dengan kalian semua, jadi ke depannya jangan samakan aku dengan kalian semua. Aku hanya ada satu, dan tidak terikat dalam peraturan apapun." kata sang Demigod tersenyum tipis.

__ADS_1


'sial, sepertinya dia membaca pikiran ku.' batin Raja Alam Semesta menggerutu.


"Dunia paralel sangat dekat dengan kita, tetapi kita tidak bisa masuk atau bahkan merasakan Dunia itu, hal tersebut terjadi karena ada sebuah pembatas yang disebut sebagai Layer." jelas sang Demigod.


'jadi begitu, alasan kenapa aku tidak bisa menembusnya karena adanya Layer yang menghalangi.' batin Raja Alam Semesta.


"Layer tidak hanya ada sebagai pembatas antara satu Dunia dengan yang lainnya, tapi itu bisa hadir sebagai sesuatu yang jauh lebih besar lagi." kata sang Demigod.


"penjelasan tentang Dunia paralel dan Layer kita hentikan dulu sampai disini, kita akan lanjutkan itu nanti pada sesuatu yang jauh lebih besar lagi." kata sang Demigod.


"ohh iya, aku baru kepikiran. Daripada menjelaskannya seperti ini, lebih baik langsung menyaksikannya." kata sang Demigod hendak melakukan sesuatu.


Tiba - tiba, pemandangan di sekitar mereka semua, berubah menjadi ruang yang berwarna putih, yang sangat luas.


"ini adalah bagaimana 'Dunia' di luar semuanya." jelas sang Demigod.


"hanya ada warna putih? Ini menandakan tidak ada apapun termasuk Makhluk yang hidup didalamnya. Hanya ada kekosongan abadi." kata Evaine Rein.


"itu benar, di luar semuanya itu hanyalah sebuah kanvas kosong yang menampung segalanya. Dan kita para Demigod tinggal di tempat itu." kata sang Demigod.


"jadi tuan adalah seorang Demigod. tapi tuan sangat berbeda dengan mereka yang menyebut diri mereka sendiri sebagai Demigod." tanya Raja Alam Semesta.


"sudah ku bilang jangan samakan aku dengan yang lainnya. Mereka hanyalah serangga, sama seperti tempat yang disebut sebagai 'Surga', di Dunia ini banyak tempat yang disebut sebagai 'Surga' tapi hanya ada satu yang benar - benar 'Surga yang sebenarnya'. Begitupun juga dengan para Demigod, mereka yang mengaku sebagai 'Dewa' bukanlah 'Dewa yang sebenarnya', mereka yang mengaku sebagai 'Setengah Dewa' juga bukan 'Setengah Dewa' yang sebenarnya, mereka hanyalah serangga." kata sang Demigod.


Raja Alam Semesta yang mendengar itu, menelan ludahnya. Ia teringat salah satu dari julukannya adalah 'The All Heavens Ruler' atau disebut 'Penguasa Dari Segala Surga'. Mendengar apa yang dikatakan oleh sang Demigod, mengubah pemikiran Raja Alam Semesta menjadi jauh lebih luas dari yang sebelumnya.


'jadi selama ini aku hanyalah 'Penguasa Dari Segala Serangga?' batin Raja Alam Semesta lesu.


"susunan Dunia itu terbentuk dari 12 Alam Semesta utama dan 3 Alam. 12 Alam Semesta utama terdiri dari Alam Semesta Zero yang paling atas, lalu disusul dengan Alam Semesta Alpha, Prima, Omega, Delta, Heksa, Panca, Hera, Zega, Nera dan yang terakhir ??? Dan Absolute Realm." kata sang Demigod.


"Alam Semesta itu saling melampaui satu sama lainnya, termasuk Makhluk yang hidup didalamnya. Mereka semua sudah memasuki kondisi Absolute, yang berarti mereka semua Maha Kuasa dan bisa melakukan apapun." lanjut sang Demigod.


"lalu kita berada dimana?" tanya Evaine Rein.


"kalian hidup hanya di 3 Alam. 3 Alam terdiri dari Absolute Heaven yang mana itu adalah 'Surga yang Sebenarnya', lalu True World yang mana itu adalah 'Dunia yang sebenarnya', dan yang terakhir adalah Hell itu adalah 'Neraka yang sebenarnya'." kata sang Demigod.


"tunggu dulu, semua penjelasan ini membuat kepala ku pusing." kata Raja Alam Semesta.


"sudah ku bilang ini jauh lebih rumit dari yang kalian duga, mari kita kembali ketopik awal." kata sang Demigod.


"ini adalah kanvas kertas yang kosong, para Demigod hidup didalamnya, kita bisa melakukan apapun, tanpa terikat apapun. Dan di kertas kosong tersebut, ada yang namanya 12 Alam Semesta utama, dan 3 Alam, entah siapa yang menciptakan itu kami pun tidak mengetahuinya. Kami para Demigod bebas melakukan apapun di 12 Alam Semesta utama dan 3 Alam itu, tapi kita tidak bisa menghancurkannya, entah kenapa meskipun sudah beberapa kali mencobanya, itu tetap tidak bisa dihancurkan." kata sang Demigod.


"12 Alam Semesta utama dan 3 Alam terdiri dari nama - nama yang sebelumnya sudah aku sebutkan. 12 Alam Semesta utama itu saling melampaui satu sama lainnya. Dan tempat - tempat itu dijadikan sebagai tempat bagi mereka yang sudah tidak bisa ditampung oleh 3 Alam." kata sang Demigod.


"ada pembatas yang membungkus mereka semua, pembatas itu tidak dapat ditembus dan tidak berujung. Posisi 3 Alam terdiri dari, Surga di yang paling atas, Dunia di posisi tengah, dan Neraka di posisi paling bawah." kata sang Demigod.


"mereka 3 Alam memiliki kesadaran untuk mengatur Dunia di dalam diri mereka sendiri. Di dalam masing - masing 3 Alam terdapat Multi Semesta yang tidak terbatas dengan ciri khasnya masing - masing, dan Multi Semesta yang tidak terbatas itu terdapat Dunia Paralel, dan sebuah Dimensi yang tidak terbatas juga, ada juga Layer yang memisahkan mereka semua." kata sang Demigod.


"ada sebuah penghubung yang menghubungkan antara 12 Alam Semesta utama dengan 3 Alam. Penghubung itu berguna untuk memindahkan kekuatan yang sudah tidak bisa ditampung oleh 3 Alam maupun 12 Alam Semesta utama." kata sang Demigod.

__ADS_1


"kekuatan yang sudah tidak bisa ditampung oleh 3 Alam, akan dipindahkan lewat jalur penghubung tersebut ke 12 Alam Semesta utama yang paling rendah, yaitu Alam Semesta Nera. Dan seterusnya jika kekuatan itu tidak bisa ditampung oleh Alam Semesta Nera, ia akan dipindahkan lagi ke Alam Semesta lain di atasnya, begitu seterusnya." jelas sang Demigod.


"apa kalian mengerti?" tanya sang Demigod pada mereka berdua.


Ekspresi Raja Alam Semesta terlihat sangat kebingungan, kepalanya seolah ingin meledak mendengar semua penjelasan itu.


"aku ingin mencoba untuk menyimpulkannya." kata Evaine Rein.


"ohh, seperti yang diharapkan dari Guru Dewa Alam Semesta." kata sang Demigod memuji Evaine Rein.


"seluruh Dunia ini terdapat pada sebuah kanvas kosong yang di dalamnya terdapat sebuah 12 Alam Semesta utama, dan 3 Alam. Di kanvas kosong itu, selain 12 Alam Semesta utama dan 3 Alam, ada Makhluk yang disebut sebagai Demigod, Makhluk yang Maha Kuasa lagi tidak terikat oleh apapun. 3 Alam terdiri dari Surga, Dunia, dan Neraka, yang mana masing - masing dari mereka memiliki kesadaran untuk mengatur Dunia didalam diri mereka masing - masing. Lalu ada sebuah penghubung yang berguna untuk memindahkan Makhluk dari 3 Alam ke 12 Alam Semesta utama, tapi tidak ada nama untuk penghubung itu." kata Evaine Rein.


"kau benar, aku terlalu malas untuk menamainya. Kalau begitu sebut saja sebagai jalur surgawi." kata sang Demigod.


"jalu surgawi tidak hanya menghubungkan 3 Alam ke 12 Alam Semesta utama, tapi juga saling menghubungkan satu dari 12 Alam Semesta utama dengan yang lainnya. 12 Alam Semesta utama terdiri dari Zero, Alpha, Prima, Omega, Delta, Heksa, Panca, Hera, Zega, Nera dan yang terakhir ??? Dan Absolute Realm, dan masing - masing dari mereka memiliki tingkatannya sendiri, yang mana itu saling melampaui satu sama lainnya." jelas Evaine Rein.


"setiap dari 12 Alam Semesta utama dan 3 Alam, itu terbungkus sesuatu yang misterius dan sepertinya itu adalah Layer." kata Evaine Rein.


"itu benar, aku sengaja untuk tidak menyebutkannya, tapi kau menebaknya dengan tepat." kata sang Demigod.


"dari pemahamanku, Layer ini sesuatu yang memisahkan satu hal dengan yang lainnya. Seperti, satu dimensi dengan yang lainnya, dan satu Alam Semesta dengan yang lainnya." jelas Evaine Rein.


"tepat, Layer adalah sebuah pembatas dari Alam Semesta, MultiSemesta, Dimensi, 3 Alam dan 12 Alam Semesta utama. Mereka semua terbungkus dalam Layer." kata sang Demigod.


"lalu di dalam Dunia 3 Alam dan 12 Alam Semesta itu terdapat Multi semesta, Alam Semesta dan Dimensi yang tidak terbatas, yang mana itu saling melampaui satu sama lainnya. Lalu di sisi lain dari itu ada sebuah Dunia Paralel, yang memiliki kehidupan yang sama dengan kita, tapi dengan takdir yang berbeda, apa jangan - jangan itu adalah sebuah kemungkinan lain dari kejadian yang seharusnya terjadi?" tanya Evaine Rein penasaran.


"itu benar, setiap pilihan yang kau pilih, itu akan menciptakan semesta lain dari pilihan yang tidak kau pilih, itulah bagaimana Dunia Paralel tercipta." jawab sang Demigod.


"begitu ya. Dan itu terjadi di setiap Multisemesta yang ada, Dunia sungguh sangat besar. Aku tidak sanggup lagi untuk memikirkannya." kata Evaine Rein.


"ohh, sepertinya kau sudah menyerah. Sama seperti orang yang ada disana." kata sang Demigod sambil melirik ke arah Raja Alam Semesta.


Raja Alam Semesta tampak seperti orang bodoh yang tidak mengerti apa - apa. Semua penjelasan itu sepertinya hanya sedikit yang masuk dalam kepalanya.


"aku hanya mengerti sedikit. Bahwa kehadiran ku hanyalah setitik debu di Dunia yang luas ini." kata Raja Alam Semesta menghela nafas panjang.


"tidak, kau bahkan lebih kecil dari titik debu itu." kata sang Demigod tersenyum tipis.


Perkataan itu membuat Raja Alam Semesta semakin merasa lemas.


"tapi, kenapa tuan tiba - tiba membicarakan hal ini?" tanya Evaine Rein.


Sang Demigod tersenyum tipis, dan menjawabnya.


"karena sebentar lagi kita akan memasuki 12 Alam Semesta utama." jelas sang Demigod.


Mereka yang mendengar itu seketika tertegun. Mereka merasa petualangan yang menegangkan menanti mereka di depan, membuat mereka semakin bersemangat.


"kemana pun tuan pergi aku akan selalu mengikuti." kata Evaine Rein.

__ADS_1


"aku juga!" kata Raja Alam Semesta dengan tegas.


"bagus! Bersiaplah dengan petualangan yang menanti kalian." kata sang Demigod bersemangat.


__ADS_2