
Pertempuran yang sangat besar sudah tidak terhindarkan lagi. Ini akan menjadi sebuah pertempuran dengan kerusakan yang sangat dahsyat, mengingat siapa yang sedang bertarung, setidaknya itu akan menghancurkan banyak Alam Semesta yang tak terhitung jumlahnya.
Namun sepertinya hal itu tidak akan terjadi, tampaknya sang Demigod mempunyai rencananya tersendiri.
Great Demon God tersenyum lebar, dia melepaskan bola energi berwarna merah yang sangat kuat lagi besar ke arah sang Demigod.
Melihat itu, sang Demigod hanya terdiam di tempatnya. Sementara itu, Raja Alam Semesta mulai menyerang Demigod menggunakan pedang besar miliknya.
Raja Alam Semesta menebaskan pedang besar miliknya pada sang Demigod.
Satu ayunan dari pedang besar itu, menciptakan tebasan lain yang tak terhitung jumlahnya, dan setiap dari tebasan itu mengandung kekuatan sihir penghancur yang sangat hebat.
Kedua serangan besar itu pun mengenai tubuh sang Demigod, terciptalah ledakan energi yang sangat hebat akibat benturan serangan keduanya pada tubuh sang Demigod.
Ledakan itu juga mengguncang beberapa gelembung di sekitar, itu menunjukan, bahwa serangan keduanya memiliki kekuatan yang mampu untuk menghancurkan beberapa Alam Semesta yang tidak terbatas.
Awan tipis misterius yang berwarna emas meliputi tubuh sang Demigod, nampaknya serangan tadi tidak berdampak apapun padanya. Melihat itu Raja Alam Semesta menggertakan giginya.
Great Demon God semakin tersenyum lebar, semangat bertarung dalam dirinya telah muncul kembali. Tanpa banyak pikir lagi, ia lanjut menyerang ke arah sang Demigod dengan sangat ganas.
Raja Alam Semesta mulai menggunakan segala jenis sihir pendukung terkuat yang dirinya ketahui. Karakter huruf misterius dan energi yang sangat kuat melayang di sekitar tubuh Raja Alam Semesta.
Setelah melakukan segala persiapan itu, sang Raja pun dengan sangat cepat langsung menyerang ke arah sang Demigod.
Beast Immortal King juga tidak tinggal diam saja, ia mulai melakukan sebuah serangan energi yang sangat kuat lagi besar ke arah sang Demigod.
Mengetahui tiga serangan telah datang padanya, sang Demigod menghela nafas panjang, dan tersenyum lebar. Di tangan kanan sang Demigod, terbentuk sebuah energi yang membentuk sebuah pedang berwarna emas.
Kilatan petir berwarna emas sekilas keluar dari mata sang Demigod. Dengan sangat cepat, ia mengayunkan pedang itu untuk menangkis semua serangan yang datang padanya.
The Great Demon God yang sedari tadi mencoba untuk menyerang, tetapi tidak pernah meninggalkan dampak serangan apapun pada tubuh sang Demigod. Dia terdorong mundur oleh ayunan pedang yang sangat kuat, yang dilancarkan oleh sang Demigod.
Raja Alam Semesta dengan sekuat tenaganya, dengan menggunakan pedang besar miliknya, ia mencoba untuk menyerang sang Demigod, tapi pedang itu malah patah, dan terlihat ada sedikit goresan di dada sang Raja.
Sang Raja segera bereaksi dengan sangat cepat ke belakang, untuk menghindari serangan pedang yang datang padanya.
Di saat yang bersamaan, ledakan yang sangat hebat terjadi di saat pedang sang Demigod membelah serangan energi yang dilancarkan oleh Beast Immortal King.
Sang Demigod berdiri dengan gagah, matanya yang berwarna emas terang, memandang rendah apapun yang ada di depannya, ia ingin menunjukan bahwa dirinya tidak terkalahkan, bahkan jika diantara Makhluk terkuat lainnya!
Semua respon Makhluk terkuat yang melawan, menunjukan ekspersi bahwa mereka semua tidak berdaya di hadapan kekuatan Absolute.
"aku tidak mau membuang waktu lebih banyak lagi. Kau Monster yang lahir dari keputusasaan, sampai kapanpun dirimu tidak akan bisa menyentuhku." kata sang Demigod kepada Beast Immortal King.
Beast Immortal King pun secara misterius, tiba - tiba berubah menjadi anjing dengan jenis Doberman.
"itu adalah konsekuensi mu karena memilih untuk melawan." kata sang Demigod.
Sontak perkataan tersebut mengejutkan Makhluk terkuat lainnya, terutama pada mereka yang melawan sang Demigod.
'tuan sungguh sangat tidak ada ampun.' batin Evaine Rein melihat Beast Immortal King yang kini berubah menjadi anjing.
Raut wajah panik terpampang jelas pada muka Great Demon God dan Raja Alam Semesta, yang sebelumnya dengan jelas melakukan perlawanan yang sangat keras pada sang Demigod. Perasaan takut yang luar biasa meliputi diri mereka berdua.
Beast Immortal King menggonggong dengan sangat keras, gondongan itu terdengar sangat menyedihkan. Dia yang dulu dijuluki sebagai predator puncak di Alam Semesta, kini tidak lebih dari sekedar anjing kampung yang menyedihkan.
"anjing yang sangat berisik." kata sang Demigod.
Setelah mengatakan itu, anjing itu pun secara misterius menghilang. Sepertinya sang Demigod memindahkan anjing itu ke belahan Alam Semesta yang sangat jauh.
__ADS_1
Sang Demigod melirik ke arah Great Demon God, matanya yang berwarna emas memberikan perasaan takut yang luar biasa pada diri Great Demon God.
The Great Demon God menggertakkan giginya, ia mencoba untuk segera pergi melarikan diri, tapi tiba - tiba tubuhnya seolah terkunci oleh sesuatu yang tidak terlihat.
'sialan, aku tidak bisa bergerak!' batin Great Demon God panik.
The Great Demon God tidak menyerah begitu saja, ia melepaskan kekuatan terkuatnya hanya untuk semata - mata lepas dari genggaman sang Demigod. Tetapi itu semua percuma saja, tidak akan ada yang bisa lepas dari genggaman sang Demigod.
"selanjutnya. Kau Iblis yang tidak memiliki belas kasih, aku akan merubahmu menjadi sebuah Artefak, lalu memecahnya menjadi satu juta bagian." kata sang Demigod kepada Great Demon God.
Great Demon God yang mendengar itu, semakin merasa ketakutan, rasa panik yang luar biasa meliputi dirinya.
Secara misterius, seluruh tubuh Great Demon God tiba - tiba berubah menjadi sebuah Artefak yang berbentuk mahkota.
Setelah itu, mahkota tersebut terpecah menjadi beberapa bagian, yang mana masing - masing bagiannya, tersebar di banyak Alam Semesta tak terbatas.
Raja Alam Semesta yang melihat kedua kejadian itu semakin tidak bisa berbuat apa - apa, tubuhnya seketika lemas tidak berdaya, dia sudah pasrah dengan apa yang menantinya.
Sang Demigod melirik ke arah Raja Alam Semesta yang terlihat begitu sangat ketakutan, karena merasa kasihan terhadapnya, sang Demigod pun mengurungkan niatnya, dan memilih untuk mengampuninya.
"lihatlah kondisimu itu, terlihat sangat menyedihkan. Ini adalah kesempatan terakhir untukmu, takluklah padaku, maka dengan begitu aku akan mengampunimu." kata sang Demigod dengan tegas.
Mendengar perkataan seperti itu dari mulut sang Demigod, Raja Alam Semesta yang sebelumnya merasa sangat gila, kini menjadi merasa sangat lega. Dengan segera sang Raja berlutut, dan berkata.
"aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada sang agung." kata Raja Alam Semesta dengan tegas.
Sang Demigod kembali mengalihkan pandangannya pada Fallen Guardian dan Dark King. Karena tidak mau membuang waktu lebih lama lagi, sang Demigod lalu mengayunkan tangan kanannya. Dalam sekejap, mereka berdua telah terhapus dari berbagai realitas yang ada.
Segala yang berhubungan dengan Dark King dan Fallen Guardian pun lenyap seketika, seolah mereka tidak pernah hadir secara eksistensi.
Sang Demigod menghela nafas panjang, ia berpikir seharusnya misinya telah selesai.
Setelah menghilangnya Dark King dan Fallen Guardian, tempat itu seketika menjadi sangat hening.
Evaine Rein yang memperhatikan gerak gerik sang Demigod pun menjadi terheran.
'apa yang tuan pikirkan sampai terlihat sangat serius begitu?' batin Evaine Rein bertanya - tanya.
-
Beberapa waktu setelahnya.
Dengan ekspresi datar dan kebingungan, karena tidak berani untuk berbicara dan bertanya. Ketiga Makhluk terkuat dibuat heran dengan sikap sang Demigod, yang sedari tadi hanya diam dalam waktu yang cukup lama.
'apa yang sebenarnya tuan pikirkan?' Kira - kira itulah apa yang dipikirkan oleh mereka bertiga.
Sementara itu, tampaknya sang Demigod sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
'sudah cukup lama dan pesan itu masih belum muncul? Kenapa pesannya tidak muncul? Jangan bilang kalau aku harus benar - benar melakukan itu?' batin sang Demigod menyadari sesuatu.
Menyadari kalau misinya belum selesai, sang Demigod harus melakukan sesuatu yang sebelumnya ia pikirkan.
'sebelumnya aku berniat untuk melakukan itu, supaya misi ini selesai dengan cepat, tapi aku enggan untuk melakukannya karena aku bukan orang yang narsis. Baiklah karena tidak ada pilihan lain, aku akan melakukannya.' batin sang Demigod hendak melakukan sesuatu.
Energi berwarna emas terang yang sangat kuat menyelimuti tubuh sang Demigod.
Dalam sekejap, kehadirannya tiba - tiba hadir dalam sebuah proyeksi yang sangat besar di setiap Multisemesta yang ada.
Mereka yang melihat itu, tidak kuasa untuk menahan tubuh mereka sendiri, mereka semua pun segera bersujud pasrah.
__ADS_1
"aku adalah Raja, Kaisar, Penakluk, Pencipta, Surga, dan segalanya. Kalian Makhluk fana, tunduklah padaku dengan sepenuh hati kalian." kata sang Demigod dengan tegas.
Secara naluri, dihadapan kekuatan yang Absolute, mereka semua pun tunduk pada sang Demigod. Keagungan yang luar biasa begitu terpancar dalam dirinya.
Sebuah pesan muncul dalam pikiran sang Demigod.
[ Misi telah berhasil diselesaikan, segel kedua telah diangkat. ]
Proyeksi itu menghilang, dan langit di Alam Semesta kembali menjadi normal.
'jika tahu akan begini, seharusnya aku melakukannya dari tadi. Sungguh sangat heran, aku bahkan tidak bisa melihat perjalanan dari misi ini.' batin sang Demigod.
Demigod adalah Makhluk yang luar biasa kuat, salah satu dari kekuatannya adalah mampu untuk memanipulasi ruang waktu, takdir dan lainnya. Tapi, kini sang Demigod tidak bisa memanipulasi apapun yang berhubungan dengan kejadian Demigod yang tiba - tiba lenyap, ataupun misi yang sekarang sedang ia kerjakan, jadi harus membutuhkan usaha ekstra untuk mencari tahu semuanya.
Energi yang luar biasa kuat tiba - tiba meluap dalam tubuh sang Demigod.
'bagus! Kekuatan yang sekarang aku miliki telah bertambah sebanyak 10%, sekarang kekuatan yang aku miliki sebesar 60% dari kekuatan yang sebenarnya!' batin sang Demigod bersemangat.
Melihat kekuatan yang meluap - luap itu, ketiga Makhluk yang takluk pada sang Demigod, merasa sangat tertekan. Energi misterius yang sangat kuat, seolah dengan ganas ingin menghancurkan tubuh mereka.
Sang Demigod yang menyadari itu, segera menarik kembali kekuatannya. Mereka bertiga akhirnya bisa kembali bernafas dengan lega.
'sungguh kekuatan yang gila!' setidaknya itulah apa yang mereka bertiga pikirkan.
'setelah aku melakukan itu semua, aku sedikit ingin bersantai. Lalu apa yang harus aku lakukan pada mereka?' batin sang Demigod menatap ketiga Makhluk terkuat lainnya.
Mereka bertiga yang di tatap oleh sang Demigod, merasa sangat cemas. Yang bisa mereka pikirkan hanyalah, kejadian buruk yang dilakukan oleh sang Demigod pada empat Makhluk terkuat lainnya, mereka takut itu juga terjadi pada mereka.
"tidak usah panik begitu. Aku tidak akan melakukan hal yang buruk pada kalian, tapi justru malah sebaliknya, sekarang kalian bebas, tidak perlu mengikutiku." kata sang Demigod.
Sontak perkataan itu mengejutkan mereka bertiga. Mereka ingin angkat bicara, tapi jauh dalam lubuk hati mereka, mereka merasa sangat ketakutan hingga tidak sanggup untuk berbicara.
Sang Demigod yang menyadari itu segera berkata.
"sudah kubilang, aku tidak akan melakukan hal yang buruk pada kalian, bicaralah." kata sang Demigod.
Setelah mendengar itu Evaine Rein memberanikan dirinya untuk angkat bicara.
"tidak tuan, aku ingin mengikuti kemanapun tuan pergi." kata Evaine Rein.
"b-benar tuan, aku akan mengikutimu selamanya!" kata Raja Alam Semesta dengan gugup.
Sementara itu, Dragon Immortal God hanya mengangguk pelan, itu berarti, ia memiliki pendapat yang sama dengan yang lainnya.
Sang Demigod yang mendengar itu, menghela nafas panjang.
'sepertinya aku memiliki pengikut yang tidak perlu.' batin sang Demigod.
"baiklah jika itu mau kalian, tapi itu akan menjadi masalah dengan tubuh kalian yang sekarang." kata sang Demigod.
Mendengar perkataan seperti itu, membuat mereka bertiga merasa sangat senang, sekaligus heran.
Sang Demigod pun mengubah mereka bertiga menjadi tiga barang yang berbeda.
Raja Alam Semesta berubah menjadi sebuah pedang kayu yang kuat. Evaine Rein berubah menjadi sebuah jubah berwarna putih dengan pola yang indah.
Sementar itu, Dragon Immortal God berubah menjadi sebuah cincin yang terpakai di jari telunjuk sang Demigod.
Mereka bertiga pun hanya bisa pasrah dengan hal itu, setidaknya mereka bisa mengikuti Makhluk yang kuat dengan harapan mereka bisa berkembang menjadi lebih kuat lagi.
__ADS_1
"baiklah, mari kita pergi ke sebuah tempat untuk sedikit bersantai."