The Phoenix

The Phoenix
Episode 11. Kediaman Gu


__ADS_3

Ye Wu Shuang di bawa ke dalam kereta kuda mewah milik wanita paruh baya yang sejak awal menaruh rasa iba dan penasaran terhadap dirinya. Yin Qiu di izinkan untuk ikut naik, namun dia duduk di depan bersama para pelayan.


Di dalam kereta kuda, wanita paruh baya memperkenalkan dirinya kepada Ye Wu Shuang.


"Gadis muda, jangan takut! Mulai sekarang, aku akan melindungimu. Namaku Gu Ruo Hui, kepala keluarga Gu."


"Nyonya Gu, terima kasih telah menolong Wu Shuang." Ucap gadis itu dengan nada lemah.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku sangat senang bisa membantumu. Tidurlah, aku akan membawamu ke kediaman Gu."


Ye Wu Shuang memejamkan mata, namun dia mempertajam pendengarannya.


"Nona Pertama Ye sangat kasihan, kenapa mereka tega sekali memperlakukan dia seperti itu? Padahal dia adalah putri kandung Tabib Ye." Ucap pelayan yang bernama Nuo Li.


Nuo'er menggelengkan kepala sambil menghela napas panjang. "Terkadang, kehidupan seorang bangsawan jauh lebih buruk dibanding dengan kehidupan pelayan seperti kita." Ucapnya dengan menepuk-nepuk pundak Nuo Li yang duduk di sampingnya.


Nuo Li mengangguk-angguk menyetujui ucapan dari rekannya. Dia melirik sejenak ke dalam kereta kuda lalu menatap wajah Yin Qiu yang berada di depannya.


"Nona muda, bolehkah kami mengetahui siapa namamu?"


"Namaku Yin Qiu, aku pelayan setia dari Nona Ye Wu Shuang."


"Yin Qiu, namamu unik sekali. Pasti memiliki arti yang mendalam." Ucap Nuo Li sambil tersenyum ramah.


Yin Qiu mengangguk pelan. "Nona yang telah memberikan nama ini kepadaku. Kasihan sekali Nona, entah berapa banyak penderitaan yang sudah beliau alami di kediaman Ye. Hikss..."


Sandiwara Yin Qiu pun dimulai, dia menceritakan bagaimana keluarga Ye memperlakukan Ye Wu Shuang dengan tidak adil dan selalu menyiksanya. Ye Wu Shuang hampir tertawa mendengar semua percakapan ketiga orang di luar kereta kuda, susah payah dia menahan tawanya agar tidak dicurigaj oleh Nyonya Gu.

__ADS_1


Setibanya di kediaman Gu, Yin Qiu dan kedua pelayan membantu Ye Wu Shuang untuk turun dari kereta kuda.


Ye Wu Shuang dibawa ke dalam sebuah kamar dengan ruangan yang luas dan nyaman. Nuo Li membuka tirai merah muda untuk Yin Qiu, mereka membaringkan tubuh Ye Wu Shuang di atas ranjang besar yang berada di tengah ruangan.


"Nuo Nuo, cepat panggilkan Tabib kemari!" Perintah Nyonya Gu kepada pelayannya yang sedang berdiri di depan pintu.


"Baik, Nyonya!" Jawab Nuo Nuo dengan segera berlari ke tempat Tabib Shi.


Tabib Shi, nama lengkapnya adalah Han Bao Shi. Dia adalah penerus dari keluarga Han yang bekerja untuk keluarga Gu secara turun temurun. Sudah ratusan tahun keluarga Han mengabdikan diri untuk keluarga Gu karena memiliki janji setia dari jaman leluhur mereka.


Setelah menunggu beberapa saat, Tabib Shi berlari terburu-buru memasuki kamar yang ditempati oleh Ye Wu Shuang.


"Nyonya Gu, apakah anda merasa tidak enak badan?" Tanya Tabib muda itu dengan wajah cemas.


Nyonya Gu menggelengkan kepala, dia melirik Ye Wu Shuang sambil berkata kepada Tabib Shi.


Pria muda itu mengalihkan tatapannya ke arah Ye Wu Shuang, dia berjalan mendekat dan meraih lengan kirinya. Beberapa saat dia memeriksa denyut nadi Ye Wu Shuang, kening pria itu mengerut dengan raut wajah yang tampak tidak menyenangkan.


"Ada apa Tabib Shi? Apakah keadaan Nona ini sangat buruk?" Tanya Nyonya Gu penasaran.


Tabib Shi tertegun sesaat, namun dia segera menjawab pertanyaan dari Nyonya Gu.


"Nona ini banyak kehilangan darah, tubuhnya sangat lemah dan tidak bertenaga. Sepertinya dia jarang makan dengan baik, ditambah dengan pekerjaan yang berat, sudah sangat merusak kesehatannya." Jelas Tabib Shi yang masih terlihat kebingungan.


"Apakah ada hal lain yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Nyonya Gu begitu menyadari tatapan bingung dari Tabib Shi.


"Sejujurnya, kondisi Nona ini sangat buruk sekali! Bisa hidup sampai sekarang adalah sebuah berkah dari langit." Ucap Tabib Shi setelah meletakkan tangan Ye Wu Shuang di tepi ranjang.

__ADS_1


"Dia hanya gadis malang yang bernasib buruk. Tolong rawat dia dengan obat-obatan terbaik, aku ingin Nona ini segera sembuh." Pinta Nyonya Gu sambil menatap Ye Wu Shuang dengan rasa simpati.


Nyonya Gu berjalan keluar dari kamar. Tabib Shi memberi penghormatan dengan menundukkan kepalanya, di ikuti oleh para pelayan yang berada di dalam ruangan.


Setelah kepergian Nyonya Gu, Tabib Shi meminta kepada semua pelayan agar meninggalkan ruangan. Dia beralasan ingin mengobati luka Ye Wu Shuang tanpa gangguan dari siapapun.


Semua pelayan menurut, mereka keluar dan menunggu di luar pintu kamar, termasuk Yin Qiu.


Tabib Shi berkata dengan suara berbisik, "Bukalah mata anda, saya tahu anda hanya berpura-pura tidur saja!"


Ye Wu Shuang membuka matanya, dia menatap tajam pria di depannya dengan senyuman sinis yang terasa mengancam.


"Tenanglah, saya tidak akan mengatakan apapun kepada Nyonya Gu. Saya hanya ingin bertanya beberapa hal agar bisa merawat luka Nona dengan baik." Ucap Tabib itu tanpa sedikit pun perasaan takut.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Apakah kepala Nona terasa sakit atau pusing?"


"Tidak!"


"Apakah Nona memiliki luka di bagian tubuh yang perlu penanganan khusus?"


"Tidak!"


"Baiklah, saya senang anda baik-baik saja. Tolong jawab pertanyaan terakhir dari saya dengan sejujurnya." Ucap Tabib dengan wajah serius.


"Apakah Nona baru saja hidup kembali setelah mengalami kematian sesaat?"

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG... ^^^


__ADS_2