
Ye Wu Shuang menaikkan pandangannya, menatap Tabib Shi dengan tatapan tajam.
"Bagaimana kau bisa mengetahui hal itu?" Tanya Ye Wu Shuang dengan wajah dingin.
Tabib Shi merinding begitu merasakan tatapan menyelidik dari Nona di depannya. Dia menelan ludah, menekan rasa takutnya dari ancaman yang dia rasakan dari mata tajam Ye Wu Shuang.
"Maaf jika saya menyinggung Nona. Saya hanya merasakan nadi aneh yang sempat berhenti dan kemudian berdenyut kembali setelah beberapa saat. Jika pertanyaan saya membuat anda kesulitan, Nona tidak perlu menjawabnya." Ucap Tabib Shi berkata dengan hati-hati.
"Tidak, aku akan memberitahukan semuanya kepada Tabib Shi!" Jawab Ye Wu Shuang dengan wajah yang tidak terbaca emosinya.
"Aku pernah mati sekali, lalu hidup kembali di tubuh ini. Aku bukanlah Nona Ye Wu Shuang yang dikenal orang-orang di dunia ini."
Tabib Shi tercengang, kebingungan mencerna kata-kata dari Nona muda di depannya.
"A... Apa maksud Nona?" Tanya Tabib Shi dengan suara gugup.
"Aku bukan Ye Wu Shuang dari dunia ini!"
Ye Wu Shuang mempertegas kata-katanya agar lebih mudah dipahami oleh tabib muda itu.
"Nona, apakah anda bercanda dengan saya karena saya menanyakan pertanyaan tadi?" Tanya Tabib Shi dengan wajah kebingungan.
Ye Wu Shuang memasang wajah serius, terdiam mematung tanpa mengatakan apapun. Tabib Shi menyadari arti sikap dari gadis muda di depannya, sikap di mana seseorang mengatakan semuanya dengan jujur meskipun sulit untuk dipercaya oleh orang lain.
__ADS_1
"Nona, saya tidak tahu harus berkata apa. Tetapi, sebaiknya anda tidak memberitahukan masalah ini kepada orang lain." Ucap Tabib Shi memberi nasehat.
"Terima kasih atas nasehatmu!" Balas Ye Wu Shuang.
"Karena Nona tidak terluka, saya akan membuat resep untuk menambah energi agar tidak dicurigai oleh orang-orang. Jika ke depannya anda membutuhkan bantuan, anda boleh mencari saya di kediaman Han." Ucap Tabib Shi lalu menunduk dan memundurkan langkahnya.
Tabib Shi membuka pintu dan keluar dari ruangan, Yin Qiu segera masuk ke dalam untuk menemani Ye Wu Shuang yang sudah kembali memejamkan matanya.
Tabib Shi dalam perjalanan menuju ke ruang obat, dia memikirkan beberapa kabar burung yang sedang ramai dibicarakan oleh orang-orang.
"Nona Ye Wu Shuang kabur bersama pria yang merupakan seorang pelayan. Lucu sekali! Dengan wajah secantik itu, siapa yang tidak bisa dia dapatkan? Untuk apa kabur dengan seorang pelayan rendahan? Bukankah jelas sekali jika ini hanya rekayasa dari orang-orang yang membencinya?" Batin Tabib Liu.
Pria muda itu menghentikan langkahnya, dia menatap ke depan lalu bergumam. "Aku akan menolong Nona muda itu untuk mendapatkan keadilan!"
"Phoenix Agung, seperti perkiraan anda, pria itu akan menjadi sekutu yang berguna." lapor Pai Hu setelah masuk ke dalam kamar.
"Benar, aku merasakan aura kebajikan dari tubuhnya. Ini membingungkan, tapi aku benar-benar bisa melihat sifat seseorang melalui mataku!" Batin Ye Wu Shuang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kediaman Ye
Plakkk!
__ADS_1
Ye Wu Ching menampar keras wajah pengurus Ma yang saat ini berlutut di hadapannya.
"Dasar tidak berguna! Mengurus satu sampah saja kau tidak becus, untuk apa aku membayar mahal jika kau bahkan tidak bisa membunuh satu ekor tikus?"
Ye Wu Ching menggeram dengan kedua tangan mengepal erat. Dia sangat marah mengetahui bahwa Ye Wu Shuang masih hidup. Apalagi dirinya telah di permalukan di depan umum karena masalah itu.
"Panggilkan semua pengawal, SEKARANG!" Bentak Ye Wu Ching dengan suara menjerit.
Beberapa saat kemudian...
Para pengawal di kediaman Ye berkumpul di halaman. Pengurus Ye memberitahukan kepada Ye Wu Ching jika semua pengawal sedang menunggu perintah darinya.
Wanita itu berjalan ke halaman depan, dia berdiri di tangga dan menatap ke bawah.
"Dengar! Ye Wu Shuang saat ini berada di kediaman Gu. Aku ingin kalian menyusup ke sana dan bawakan kepalanya untukku! Kalian mengerti?!"
"Baik, Nona kedua!" Jawab mereka serentak dengan suara tinggi.
Dari atas pohon besar yang berada di sudut halaman, seorang pria berdiri tegak di cabang ranting yang kokoh.
Pria dengan bola mata berwarna emas. Sebagian wajahnya tertutup topeng iblis merah. Rambutnya yang berwarna perak tampak beterbangan disebabkan angin yang bertiup kencang.
"Ye Wu Shuang?" Gumam pria itu dengan senyuman menyeringai.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^