
Sebuah kereta kuda mengundang perhatian banyak warga yang sedang berlalu lalang di jalanan. Kereta kuda itu menjadi sorotan karena bentuknya yang besar dan mewah.
Para pejalan kaki segera menghindar dari tangah jalan agar tidak menjadi penghalang bagi kereta kuda tersebut. Mereka takut menyinggung bangsawan yang duduk di dalamnya.
Setelah melewati jalanan yang padat dan ramai, kereta yang ditarik oleh dua ekor kuda itu berhenti di depan kediaman Ye. Salah satu pelayan dari kediaman Ye segera keluar untuk menyambut kepulangan Tuan dan Nyonya besar Ye.
Seorang pria paruh baya keluar dari kereta kuda, diikuti oleh seorang wanita yang memasuki usia 50-an. Pria itu melangkah dengan tegap ke dalam kediaman, langkahnya segera diikuti oleh pengurus kediaman yang dipanggil Ma Yi.
Nyonya Ye menatap punggung suaminya dengan wajah yang kecewa. Sudah lama sejak suaminya terakhir kali membantu Nyonya Ye untuk turun dari kereta kuda.
"Aku yakin dia memiliki selingkuhan di luar sana! Aku akan menemukan wanita murahaan itu dan menyiksanya hingga kemarahanku reda." Batin Nyonya Ye.
"Apa yang terjadi di kediaman selama aku pergi?" Tanya Ye Chong San kepada Ma Yi seraya berjalan menuju ke ruang perpustakaan.
Ma Yi sedikit ragu untuk membahas masalah kediaman Ye yang menjadi bahan cemoohan semua orang saat ini. Sejak kebenaran mengenai Ye Wu Shuang yang di siksa di kediaman Ye terbongkar, semua orang menatap rendah dan menghina keluarga Ye tidak bermoral.
Mereka tiba di depan pintu ruang perpustakaan, Ma Yi segera berlari untuk membuka pintu. Setelah membuka pintu, pria yang seumuran dengan majikannya itu segera berdiri di samping pintu dan mempersilakan Ye Chong San untuk masuk terlebih dulu ke dalam ruangan.
Ye Chong San duduk di kursi yang terbuat dari kayu jati berusia ratusan tahun, dia mengambil sebuah gulungan laporan dari atas meja lalu membukanya dengan perlahan. Seleum membaca laporan di tangannya, ia menatap Ma Yi yang diam seribu bahasa.
Melihat pengurus di kediamannya diam saja, firasat buruk pun segera hinggap di pikiran Tuan Ye. Dia menatap pria di depannya lalu kembali bertanya, "Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?"
"Huft... Sudahlah, lebih baik aku menceritakan semuanya secara jujur. Cepat atau lambat, Tuan pasti akan segera mendengar cemoohan dari orang-orang di kediaman. Beberapa pelayan bahkan mulai membahas hal ini di dalam kediaman Ye." Batin Ma Yi.
Ma Yi akhirnya memilih untuk menceritakan semua yang terjadi kepada majikannya. Setelah selesai mendengar laporan dari Ma Yi, wajah pria tersebut berubah berang dan merah padam.
Pranggg!
Ye Chong San melempar tempat tinta yang berada di depannya, tempat tinta itu jatuh tepat di kening Ma Yi. Pria itu segera berlutut sambil memegangi dahinya yang mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
"Ma... Maafkan saya Tuan. Saya hanya menjalankan perintah dari Nona." Ucapnya membela diri dengan tergesa-gesa.
"Sudah kukatakan ratusan kali agar kalian tidak mengganggu Wu Shuang! Kenapa kalian tidak pernah mendengarnya!"
Ye Chong San semakin berang dan marah. Matanya melotot besar mengarah ke Ma Yi yang masih berlutut dengan sekujur tubuh yang gemetaran.
"Panggilkan Wu Ching kemari! Secepatnya!" Teriak pria itu hingga beberapa titik salivanya beterbangan di udara.
Sementara itu, Ye Wu Ching saat ini sedang bersama Nyonya Ye, ibu kandungnya di taman depan. Keduanya duduk di dalam sebuah gajebo yang berada di tengah-tengah paduan bunga berwarna warni yang menjadi favorit Nyonya Ye.
"Wu Ching, bagaimana hubunganmu dengan Pangeran pertama saat ini?" Tanya Nyonya Ye yang bernama asli Min Mei Li.
"Ckk...! Ibu tidak tahu apa yang sudah kulalui saat Ibu tidak ada di kediaman." Keluh Ye Wu Ching dengan nada kesal dan wajah yang cemberut.
Min Mei Li membelai lembut wajah putrinya, dia tersenyum melihat Ye Wu Ching yang masih bersikap manja dan mengadukan segala hal kepadanya.
Belum sempat Ye Wu Ching menjawab, keduanya mendengar suara langkah kaki Ma Yi yang berlari cepat ke arah gajebo dengan napas memburu.
"Nona! Nona Muda, anda dipanggil oleh Tuan Besar!" Lapor Ma Yi ketika dirinya memasuki gajebo sambil memeganggi kedua lututnya yang terasa pegal.
"Pengurus Ma, ada apa denganmu? Bukankah kau tahu jika di kediaman ini kita harus selalu menjaga etika? Kenapa kau berlari di dalam kediaman dan masuk ke mari tanpa izin?" Hardik Min Mei Li dengan wajah kesal.
"Maaf Nyonya, tapi ini perintah dari Tuan Besar agar segera memanggilkan Nona Muda." Jawab Ma Yi beralasan.
"Ckk... Kau ini hanya bisa menggunakan nama suamiku saja!" Ketus Min Mei Li dengan nada kasar.
"Ada apa ayah memanggilku?" Tanya Ye Wu Ching kepada Ma Yi yang berdiri sambil menundukkan kepalanya.
"Tuan Besar telah mendengar masalah keributan mengenai Nona Pertama, beliau meminta..."
__ADS_1
Plakkk!
Sebuah tamparan melayang keras di pipi kanan Ma Yi, tubuh kurusnya membuat pria itu terhempas beberapa meter dari tempatnya berdiri.
"Pelayan rendahan, sebaiknya kau menjaga lidahmu dengan baik sebelum aku memotongnya! Dengar, aku satu-satunya Nona di kediaman Ye. Tidak ada Nona Ye yang lain selain Ye Wu Ching!"
Nona bangsawan muda itu berjalan mendekati Ma Yi, dia menginjak jari-jari Ma Yi yang berada di lantai sambil melanjutkan kata-katanya.
"Sekali lagi kau menyebut wanita murahan itu sebagai Nona Pertama, kau akan menjadi santapan dari anjing pemburu di kediaman ini!"
Ma Yi menahan ringisan kesakitan dari tulang jari-jarinya yang hampir retak. Setelah puas menyiksa pelayannya, Ye Wu Ching menendang tubuh kurus Ma Yi hingga terjungkal ke belakang.
"Berdiri! Cepat antar aku ke tempat ayah berada!" Perintah Ye Wu Ching dengan sikap kasar.
"Nona dikediaman ini memang benar hanya satu, tapi bukan kau orangnya! Jangan harap kau bisa menjadi nona muda Ye, karena Nona Ye yang asli hanya Nona Ye Wu Shuang. Kalian hanya manusia licik yang mencoba mengambil milik kekuarga Ye!" Umpat Ma Yi dalam hati.
Ma Yi bangkit dan berdiri, dia berjalan perlahan, mengantarkan Ye Wu Ching ke ruang perpustakaan.
Tok Tok Tok!
Ma Yi mengetuk pintu ruangan dari luar, setelah mendengar izin untuk masuk dari Ye Chong San, dia membuka pintu dan mempersilahkan Ye Wu Ching untuk masuk ke dalam.
Ye Wu Ching berjalan pelan ke dalam ruang perpustaan. Dia merasa takut ketika menatap mata ayahnya yang saat ini terlihat murka.
"Ayah, ada apa ayah memanggilku?" Tanyanya sambil melangkah masuk ke dalam ruang perpustakaan.
"Berlutut!"
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1