The Phoenix

The Phoenix
Episode 23. Mencoba


__ADS_3

Ye Wu Shuang menatap bungkusan kosong yang masih berada di atas meja.


"Buah yang bisa meningkatkan kekuatan? Jika aku memakan banyak buah ini, bisakah aku meningkatkan kemampuanku?" Batin Ye Wu Shuang.


Pai Hu mendorong kepala Yin Qiu yang terus mendekat ke wajahnya.


"Menyingkirlah, jauh-jauh dariku! Dasar rubah bau!" Ucap Pai Hu seraya menahan kepala Yin Qiu dengan telapak tangannya.


"Kau pasti berbohong kan? Iya, kan? Kau pasti hanya menakutiku saja agar menyisakan buah itu untukmu!" Keluh Yin Qiu dengan wajah cemberut.


Brakkk!


Ye Wu Shuang tiba-tiba memukul meja dengan keras, membuat kedua makhluk nirwana itu terkejut dan menoleh menatapnya.


"Jangan berisik!" Titahnya dengan wajah serius.


Yin Qiu dan Pai Hu segera melepaskan tangan mereka yang saling mendorong dan menahan. Kini keduanya berdiri tegak sambil menunggu perintah dari Ye Wu Shuang.


"Pai Hu, tadi kau bilang buah ini bisa meningkatkan kekuatan?"


Harimau berwujud manusia itu segera mengangguk, mengiyakan pertanyaan dari Ye Wu Shuang.


"Apakah aku juga bisa meningkatkan kekuatanku dengan buah ini?"


Kali ini Pai Hu tidak langsung menjawab pertanyaan dari Ye Wu Shuang, dia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal dengan wajah yang kebingungan.


"Maaf, tapi saya juga tidak tahu apakah buah ini bisa bekerja dengan baik jika di konsumsi oleh Nona Phoenix."


Setelah mendengar jawaban dari Pai Hu, Ye Wu Shuang merasa sedikit kecewa. Dia berharap bisa segera meningkatkan kemampuannya, namun sepertinya buah itu tidak sesuai dengan apa yang di harapkan olehnya.


"Buah itu muncul setelah Nona Phoenix menghilang, jadi tidak ada yang tahu bagaimana reaksi buah itu terhadap Nona Phoenix."


Ye Wu Shuang semakin penasaran dengan buah Wan Guo, dia menatap Yin Qiu dengan tatapan licik lalu memberi perintah kepada rubah itu.


"Pergilah ke kediaman Tabib Shi, bawakan beberapa buah dari pohon yang berada di taman keluarga Han!"


Tanpa berlama-lama, Yin Qiu segera pergi melaksanakan tugas dari Ye Wu Shuang. Yin Qiu sangat bersemangat sebab dirinya juga menginginkan buah ajaib itu.

__ADS_1


Yin Qiu kembali ke bentuk rubah, namun dia menyembunyikan 8 ekornya dan hanya menyisakan 1 ekor saja agar terlihat seperti rubah biasa. Rubah berbulu putih itu melompat keluar dari jendela dan Pai Hu yang merasa khawatir dengan sikap ceroboh Yin Qiu, segera mengikutinya ke kediaman Tabib Shi.


Beberapa saat setelah kepergian Yin Qiu dan Pai Hu, seorang pelayan mengetuk pintu kamar. Ye Wu Shuang membuka pintu dan ternyata pelayan yang berdiri di depan pintu adalah Nuo'er, pelayan setia yang selalu mendampingi Nyonya Gu.


Nuo'er memberi hormat kepada Ye Wu Shuang, dia lalu memberikan sebuah kotak yang berada di tangannya kepada Ye Wu Shuang.


"Nona Ye, saya datang untuk menyerahkan ini kepada Nona. Tolong simpan baik-baik karena mulai hari ini, Nona Ye sudah menjadi bagian dari keluarga Gu."


"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Ye Wu Shuang meskipun dia sudah mengetahui arti dari ucapan pelayan tersebut.


"Titah dari Kaisar sudah tiba. Mulai hari ini, Nona Ye adalah anak angkat dari keluarga Gu. Keluarga Ye tidak akan bisa mengganggu Nona lagi." Jawab Nuo Er dengan senyuman ceria.


"Tulus dan terlalu polos." Ucap Ye Wu Shuang dalam pikirannya ketika menatap wajah Nuo'er.


"Nuo'er sangat senang karena Kaisar menyetujui permintaan dari Nyonya. Nona tidak akan kembali ke rumah yang sudah menyiksa Nona lagi." Tambah gadis muda itu sebelum akhirnya pergi meninggalkan Ye Wu Shuang sendirian.


Ye Wu Shuang menutup pintu kamar, dia membuka kotak yang diberikan oleh Nuo'er.


Di dalam kotak ternyata berisi perhiasan dan uang. Ye Wu Shuang melihat sebuah plakat nama keluarga Gu. Dia membalik plakat itu dan ternyata nama Wu Shuang tertera di belakang plakat tersebut.


"KTP? Apa itu?" Tanya Long Chen dalam hati.


Pria itu masuk diam-diam melalui pintu ketika Ye Wu Shuang membuka pintu untuk Nuo'er. Saat ini Long Chen menggunakan sihir bayangan untuk menghilangkan penampakan tubuhnya dari mata manusia biasa.


Meskipun tidak melihat keberadaan Long Chen, Ye Wu Shuang tiba-tiba menyadari jika seseorang sedang berada di kamarnya.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti tikus?" Tanya Ye Wu Shuang dengan nada datar.


Long Chen sedikit terkejut karena Ye Wu Shuang bisa merasakan keberadaannya di sana.


"Dulu, dia tidak pernah mengetahui keberadaanku meskipun aku sering diam-diam berbaring di sebelahnya." Batin Long Chen.


Long Chen melepaskan sihir bayangan yang dia pasang, sosoknya muncul di depan Ye Wu Shuang yang kini menatapnya dengan tatapan curiga.


"Siapa kau? Kenapa kau memata-matai ku?"


Long Chen berjalan mendekat, namun Ye Wu Shuang tidak berkedip sedikit pun. Melihat Long Chen yang hendak menyentuhnya, Ye Wu Shuang segera mengeluarkan pisau belati dan mengarahkan ujung pisau ke wajah Long Chen.

__ADS_1


"Berhentilah di sana atau pisau ini akan merusak wajahmu yang jelek itu!" Ancam sang gadis dengan wajah serius.


Long Chen dengan penampilan mewah yang tampan dan dingin, dia bisa menggoda semua wanita hanya dengan satu tatapan namun berbeda dengan Ye Wu Shuang. Gadis itu hanya menganggap dirinya sebagai penguntit yang pantas dicurigai dan di waspadai.


"Jelek? Aku??" Tanya Long Chen dengan kedua alis yang terangkat.


"Ya! Bukankah kau menutup wajahmu dengan topeng karena kau malu dengan wajah jelekmu itu?" Sindir Ye Wu Shuang dengan senyuman menyeringai.


"Ha... Hahaha!!"


Long Chen tertawa keras namun hatinya sedikit kesal karena hinaan dari Ye Wu Shuang.


Long Chen berpikir jika ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang menilainya dengan kata "Jelek", dan kata itu di ucapkan oleh wanita yang sangat-sangat dia rindukan selama ribuan tahun. Memikirkan hal itu membuat perasaannya semakin marah dan kesal.


"Meskipun aku jelek, aku akan menjadi suamimu di masa depan! Jadi kau harus siap menerima wajah jelek suamimu ini!" Ucap Long Chen sebelum dia menghilang dari hadapan Ye Wu Shuang.


"Ckk...!"


Ye Wu Shuang berdecak kesal.


"Kenapa aku harus masuk ke dunia ini? Aku kesal karena tidak bisa menggunakan kemampuan sihir!" Keluhnya sambil menendang sebelah kaki ke udara.


"Sihir?" Gumam Ye Wu Shuang sambil berpikir.


"Benar, seharusnya aku mempelajari sihir di tempat ini. Jika aku benar-benar reinkarnasi dari Phoenix, aku pasti bisa melakukan sihir dengan baik." Batin Ye Wu Shuang.


Ye Wu Shuang berjalan keluar kamar, dia pergi ke tengah-tengah taman lalu berdiri di depan kolam ikan mas yang di penuhi dengan tanaman teratai yang sedang bermekaran.


"Apa yang akan dia lakukan di sana? Jangan bilang kalau dia berpikir untuk bunuh diri karena harus menikah denganku!" Pikir Long Chen yang masih memperhatikan Ye Wu Shuang dari kejauhan.


Ye Wu Shuang mencoba mengingat apa yang dilakukan oleh Yin Qiu dan Pai Hu ketika mereka melakukan sihir di depannya.


"Menjentikkan jari dan menatap lawan." Gumam Ye Wu Shuang sembari menatap ke arah kolam.


"Walaupun terasa konyol, aku ingin mencobanya!" Pikir Ye Wu Shuang sambil menggerakkan jari tangan seperti yang dilakukan oleh Pai Hu dan Yin Qiu dalam ingatannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2