
Yin Qiu memimpin jalan para bangsawan, dia membawa mereka melewati paviliun indah yang terletak paling depan. Para bangsawan mulai mengagumi paviliun utama di kediaman Ye.
Mereka masuk ke taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga. Di tengah-tengah halaman, terdapat sebuah kolam ikan. Di permukaan kolam, tampak beberapa kuntum bunga teratai yang baru bermekaran.
Setelah melalui taman bunga, para bangsawan di bawa melewati paviliun Bai Yun yang awalnya adalah milik Ye Wu Shuang. Namun saat ini paviliun Bai Yun telah menjadi kediaman Ye Wu Ching.
Para bangsawan kembali terpukau dengan keindahan di depan paviliun Bai Yun. Mereka saling berbincang, membahas betapa besar dan mewah paviliun di dalam kediaman Ye.
Ye Wu Ching yang berada di kerumunan para bangsawan tentu saja merasa bangga. Dia tersenyum senang saat mereka memuji keindahan di kediaman Ye dan mempertanyakan seberapa banyak kekayaan yang dihabiskan untuk membuat semua keindahan tersebut.
Sebuah jembatan menghubungkan paviliun Bai Yun dengan Paviliun Hua Xiang, tempat tinggal para pelayan dan penjaga kediaman. Paviliun Hua Xiang juga terlihat mewah meskipun tidak semewah paviliun Bai Yun. Mereka berjalan di atas jembatan, di bawah jembatan terdapat sebuah kolam memanjang yang terhubung ke kolam ikan di taman paviliun utama.
Dari paviliun Bai Yun, Yin Qiu membawa mereka melewati sebuah lorong sempit dan berbau sampah. Para bangsawan segera menutup hidung dengan sapu tangan dan menahan napas mereka.
Di ujung lorong, sebuah gubuk tua dengan atap dan pintu yang terbuat dari jerami kering menjadi pemandangan yang mereka lihat saat ini. Semua bangsawan mengerutkan dahi, memandang dengan raut wajah kebingungan.
"Gadis muda, kenapa kau membawa kami ke gubuk kumuh ini? Bukankah kita datang untuk melihat Nona Ye Wu Shuang?" tanya wanita paruh baya yang berdiri di belakang Yin Qiu.
"Di... Di sinilah tempat Nona saya tinggal. Nona benar-benar kasihan! Hikss..."
Yin Qiu memulai tangisannya untuk menarik rasa iba dan kasihan dari orang-orang sebelum masuk ke dalam gubuk. Ditambah dengan keberadaan Ye Wu Ching di sana, dia sengaja menangis dengan suara keras agar wanita itu mengamuk dan memperlihatkan sifat aslinya di depan umum.
Benar saja tebakan Yin Qiu, wanita itu kesal mendengar suara tangisannya. Ye Wu Ching maju ke depan, mendekati Yin Qiu dan langsung menamparnya.
Plakkk!
Yin Qiu membuat sihir penghalang yang hanya bisa dilihat olehnya, dia bahkan membuat darah palsu di sudut bibir dengan cap lima jari yang sangat merah di pipi kirinya.
__ADS_1
Para bangsawan berpikir jika Ye Wu Ching menampar sangat keras sehingga Yin Qiu mengeluarkan darah dan terjatuh ke tanah. Mereka mulai menggunjingkan perilaku Nona kedua dari kediaman Ye yang ternyata memuliki sifat buruk dan kasar.
Yin Qiu diam-diam tersenyum. Karena tidak ingin kehilangan kesempatan berharga ini, dia meneruskan sandiwaranya dengan berlutut dan memohon di depan Ye Wu Ching.
"Nona Kedua! Saya salah, maafkan saya! Tolong jangan pukuli saya dengan cambuk. Beberapa hari lalu Nona mencambuki Yin Qiu hingga pingsan, luka itu bahkan belum sembuh. Tolong ampunin Yin Qiu!" Ucap rubah putih dengan suara yang terdengar panik dan ketakutan.
Tatapan para bangsawan tertuju ke arah Ye Wu Ching. Perasaan marah dan geram, itulah yang terlihat di dalam tatapan mata mereka saat menatap wanita yang dikenal sebagai gadis muda dermawan dan ramah. Namun nyatanya, sifat Ye Wu Ching sangat kasar dan tidak memiliki sedikitpun rasa kasihan.
Ye Wu Ching terdiam, dia merasa takut dan kebingungan begitu menyadari jika dirinya telah masuk ke dalam jebakan yang dirancang oleh Yin Qiu.
Ming Luo Xi segera maju ke depan, dia berusaha membela gadis itu meskipun dia juga menyadari bahwa selama ini Ye Wu Ching hanya memakai topeng teratai putih.
NB: Teratai putih \= kata yang biasanya dipakai saat menyindir wanita licik dan jahat yang suka berpura-pura lemah dan baik hati.
"Pasti ada kesalahpahaman. Nona, apakah kamu yakin jika Nona Kedua yang sudah memukulmu? Bukankah kau bekerja untuk Nona pertama?"
Yin Qiu merasa kegirangan dalam hati, "Dasar pria bodoh! Kau mencoba membela wanita licik ini, tetapi pertanyaanmu malah membantuku!" batin Yin Qiu.
Wanita paruh baya yang berada di antara para bangsawan tidak bisa menunggu lebih lama lagi, dia maju ke depan dan membantu Yin Qiu untuk berdiri.
"Tunjukkan di mana Ye Wu Shuang berada! Aku akan menegakkan keadilan untuk kalian, apabila memang terbukti dia disiksa dan diperlakukan secara tidak manusiawi di kediaman Ye!" Ucap wanita tersebut dengan wajah serius.
Yin Qiu bersorak dalam hati. "Yes, berhasil! Phoenix Agung pasti akan memujiku nanti. Hihihi...!"
Yin Qiu berdiri, dia berbalik badan dan berjalan menuju ke gubuk yang berada di depan. Para bangsawan yang melihat pintu gubuk seketika mengerutkan alis dan tampak terkejut.
"Bagaimana bisa seorang Nona bangsawan muda di berikan tempat tinggal yang seperti ini?" Ujar seorang gadis muda yang berdiri di belakang.
__ADS_1
Wanita yang berdiri di samping gadis muda turut menambah pertanyaan yang terlintas di benaknya.
"Apakah kediaman Ye sudah mulai miskin sehingga putri pertama mereka harus tinggal di gubuk kumuh ini?"
"Atau sebenarnya mereka memang sengaja menyiksa Nona pertama Ye? Seperti yang diungkapkan oleh pelayan muda ini?" timpal yang lain.
Semua mata tertuju kepada Ye Wu Ching yang diam tanpa sepatah kata. Namun wajahnya tetap tenang karena ia masih mengira jika Ye Wu Shuang sudah meninggal di dwalam hutan kabut.
"Ayo kita masuk!" seru wanita paruh baya.
Yin Qiu mendorong pintu jerami.
"Banggg!"
Pintu terjatuh dan hancur berantakan. Memang awalnya sudah tampak usang, namun Yin Qiu sengaja menggunakan kekuatan sihirnya untuk menghancurkan pintu di depan para tamunya.
"Kasihan sekali Nona yang tinggal di gubuk reyot ini!" ujar salah satu gadis muda yang berada di sana.
Beberapa orang menggelengkan kepala, tampak syok dan sulit mempercayai apa yang mereka lihat saat ini.
"Tega sekali mereka memperlakukan seorang Nona bangsawan hingga lebih rendah dari pada pelayan. Ck... Ck... Ck...!"
"Benar-benar keterlaluan!"
"Uhukkkk... Uhukkkk...!"
Suara batuk dari balik tumpukan jerami membuat mata para bangsawan tertuju ke arah Ye Wu Shuang.
__ADS_1
"Nona!" teriak Yin Qiu sambil berlari ke tempat Ye Wu Shuang berbaring.
^^^BERSAMBUNG...^^^