The Phoenix

The Phoenix
Episode 15. Mimpi Buruk


__ADS_3

Ye Wu Shuang tertidur dengan nyenyak di dalam kamarnya yang terasa nyaman. Yin Qiu berjaga di luar kamar dalam bentuk manusia, ia memakai pakaian pelayan dan berpenampilan seperti manusia biasa. Sementara Pai Hu menyelinap ke kediaman Ye untuk memata-matai Ye Wu Ching


Bulan bersinar sangat terang dengan bentuk bulat sempurna di atas langit yang gelap. Angin bertiup kencang di malam itu, seakan hujan sedang mengantri untuk datang menyapa.


Srekkk!


Suara ranting pohon yang bergesekan membuat Yin Qiu terganggu. Dia menoleh ke arah sebuah pohon besar yang menjulang tinggi di tengah-tengah halaman. Seekor burung gagak sedang bertengger dengan kedua mata yang bersinar, burung gagak itu menatap ke arah Yin Qiu yang juga sedang menatapnya dengan tajam.


"Burung gagak jelek!" Umpat Yin Qiu sambil menyeringai dengan suara yang terdengar oleh sang gagak.


Burung gagak terbang begitu mendengar umpatan dari Yin Qiu, rubah putih itu mengira sang gagak akan pergi dari kediaman, ia pun menoleh ke arah lain dan mengabaikan gagak yang ternyata terbang ke arahnya dengan paruh yang di arahkan ke leher Yin Qiu.


"Awwwwwwww!"


Yin Qiu berteriak keras, kesakitan setelah paruh gagak hitam mematuki lehernya hingga berdarah.


"Gagak sialan!" Umpat Yin Qiu sambil berusaha menangkap burung gagak yang kembali terbang dan hinggap di atas pohon.


Burung gagak menoleh ke dalam kamar, tempat Ye Wu Shuang tertidur dan saat ini berkeringat dengan sangat banyak karena bermimpi buruk.


Ye Wu Shuang sedang berdiri melihat seseorang yang sangat mirip dengannya. Wanita itu memakai pakaian merah yang semerah darah, dia berdiri sambil menatap seorang laki-laki yang juga berpakaian berwarna merah. Pakaian mereka adalah sepasang pakaian pengantin. Namun sayangnya Ye Wu Shuang tidak merasa bahagia .elihat pasangan pengantin itu.


Sebuah pedang tertancap di jantung pengantun wanita, kedua bola matanya bahkan mengeluarkan air mata darah sambil menatap tajam wajah pengantin pria di depannya. Suami yang baru saja menusuk jantungnya dengan pedang panjang yang terbuat dari sisik naga.


"Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu menghianati ku?" Tanya pengantin wanita ke pengantin pria yang masih memegang gagang pedang yang dilumuri darah dari jantung sang istri.


Belum sempat pengantin pria menjawab pertanyaan dari istrinya, Ye Wu Shuang terbangun dengan napas yang memburu dan hati yang gelisah. Dia terduduk dan memegangi dadanya dengan kedua tangan.


"Mimpi apa itu? Siapa mereka? Kenapa hatiku merasa sakit dan ..."


Ye Wu Shuang menghapus air mata yang entah kapan mulai mengalir di kedua pipinya.


"Kenapa aku menangis?" batin Ye Wu Shuang.


Krakkk!


Suara batang pohon yang patah membuat Ye Wu Shuang menoleh ke arah pintu. Dia berdiri dan berjalan cepat keluar kamar.

__ADS_1


Yin Qiu menghancurkan pohon dengan kekuatan sihirnya. Dia masih berusaha menangkap burung gagak hitam yang terbang mengelilingi halaman sambil menertawakan Yin Qiu dengan suaranya yang nyaring.


Yin Qiu berhenti berlari dan segera menghampiri Ye Wu Shuang, dia sedikit gugup ketika melihat wajah pucat Ye Wu Shuang dengan kedua mata yang masih berair.


"No... Nona Phoenix. Maaf... Apakah Yin Qiu mengganggu tidur anda?"


Ye Wu Shuang tidak mendengar kata-kata Yin Qiu, ia fokus menatap burung gagak hitam yang saat ini hinggap di atas atap kamarnya.


"Burung gagak hitam! Bukankah ini burung pembawa kematian?" Batin Ye Wu Shuang.


"Apa yang akan kau lakukan dengan burung gagak hitam itu?" Tanya Ye Wu Shuang ketika menyadari Yin Qiu berusaha menangkap burung gagak hitam.


"Aku akan mencabuti semua bulunya dan memakan dagingnya." Jawab Yin Qiu dengan geram.


"Benarkah? Lakukan saja. Sekedar informasi untukmu, burung gagak hitam biasanya makan daging mayat dan bangkai yang sudah membusuk." Ucap Ye Wu Shuang sebelum kembali masuk ke dalam kamar.


Yin Qiu memegang perutnya yang tiba-tiba terasa mual. Dia berlari ke samping dan memuntahkan semua isi di dalam perutnya.


"Huuuuueeeekkkk!"


Kediaman Ye


Ye Wu Ching berjalan mondar mandir, dia menunggu kabar dari para anak buahnya yang tidak kunjung tiba. Malam itu menjadi malam yang panjang bagi gadis muda itu, sebab dirinya menunggu manusia yang sudah menjadi mayat dan hanyut di laut yang dalam.


Matahari mulai bersinar. Cahaya silau yang masuk melalui jendela kamar membuat Ye Wu Ching semakin kesal dan hilang kesabaran. Dia memukul meja dan menghancurkan semua barang-barang di dalam kamar.


"Semuanya orang bodoh yang tidak berguna!" Umpat Ye Wu Ching sebelum melangkah keluar dari kamar.


Gadis muda itu berjalan cepat menuju ke pintu utama. Dia berniat mengunjungi kediaman Gu untuk memeriksa sendiri apakah Ye Wu Shuang masih hidup atau sudah mati di tangan para pembunuh yang dia kirim.


Syuttt!


Sebuah anak panah meluncur cepat di depan Ye Wu Ching. Anak panah itu mendarat di samping pintu tempat Ye Wu Ching berdiri, di ujung anak panah tersebut terdapat sebuah kertas yang tergulung rapi. Ye Wu Ching mencabut anak panah dan membaca isi suratnya.


"Jika sekali lagi kau mencelakai Ye Wu Shuang, aku akan membuat kepalamu terpisah dari tubuhmu!"


Kalimat ancaman itu membuat Ye Wu Ching merinding, namun dia tidak berniat menghentikan rencananya untuk membunuh Ye Wu Shuang.

__ADS_1


"Cihhh! Memangnya kau siapa? Berani-beraninya mengancamku!" Ujarnya dengan sombong dan angkuh sambil mengoyak-ngoyak dan melemparkan kertas yang sudah hancur ke udara.


Ye Wu Ching kembali berjalan keluar dari kediaman Ye, dia meneruskan rencananya untuk mengunjungi kediaman Gu.


KEDIAMAN GU


Tabib Shi datang membawa semangkuk obat berwarna hitam pekat, aroma dari obat itu tercium di dalam kamar bahkan sebelum Tabib Shi masuk ke dalam.


"Tolong buang apapun yang kau bawa bersamamu!" Ucap Ye Wu Shuang saat Yin Qiu membuka pintu untuk Tabib Shi.


"Ini obat yang aku masak satu malam, tidak bisakah anda menghargai hasil jerih payahku, Nona Ye?" Keluh Tabib Shi dengan wajah cemberut.


Ye Wu Shuang mengerutkan kening dan menaikkan kedua alisnya. Dia tidak tega menyuruh seorang tabib untuk membuang obat yang sudah dia masak selama satu malam hanya demi menutupi kebohongannya.


"Bawa kemari!" Perintahnya dengan wajah kesal.


Wajah Tabib Shi segera berseri cerah, dia melangkah dengan terburu-buru dan memberikan mangkuk itu ke tangan Ye Wu Shuang.


Gadis muda itu terlihat jijik saat melihat warna hitam pekat dari air di dalam mangkuk obat yang dibawa oleh Tabib Shi. Memikirkan usaha pria di depannya, dia menutup hidung dan memaksakan diri untuk menghabiskan obat yang di bawa oleh tabib itu.


"Uhukkk... Uhukkkk!"


Ye Wu Shuang terbatuk-batuk setelah menghabiskan obat di dalam mangkuk. Dia berlari ke tempat meja dan dengan segera menyambar teko air yang berada di atas meja.


Glukkk Glukkk Glukkk!


Ye Wu Shuang menghabiskan semua isi air di dalam teko tersebut.


Setelah selesai mengatur napasnya yang terburu-buru, Ye Wu Shuang menatap tajam wajah Tabib Shi sambil berkata kepada pria itu.


"Jika kau berani membawakan obat ini lagi, akan kupatahkan lehermu!" Ucap Ye Wu Shuang dengan wajah marah.


"Pfff! Hahahaa...!"


Suara seorang pria yang sedang mengintip dari luar jendela mengundang perhatian Ye Wu Shuang.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2