The Phoenix

The Phoenix
Episode 18. Ingatan Yang Terpangkas


__ADS_3

"Ber...Berlutut?"


Ye Wu Ching menaikkan kedua alisnya dengan raut wajah kebingungan.


"Berlutut sekarang juga!" Perintah Ye Chong San dengan nada yang lebih tinggi.


Menyadari ayahnya sedang marah besar, Ye Wu Ching segera menuruti perintah. Dia berlutut sambil menundukkan kepalanya.


"Kau benar-benar merusak nama baik keluarga Ye! Dasar tidak berguna! Sekarang Pangeran Pertama bahkan tidak mau melirik keluarga kita lagi, semua ini karena perbuatan bodohmu!"


Pranggg!


Ye Wu Ching melompat kaget, ia mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Ye Chong San yang baru saja melempar vas bunga hingga hancur berantakan di lantai.


"Jika kau tidak segera meredakan kabar buruk tentang keluarga kita, kau harus masuk ke istana sebagai selir kaisar! Kau mengerti?" Ancam Ye Chong San dengan wajah berang.


Ye Wu Ching diam tanpa sepatah kata, kedua tangannya mengepal geram, dia marah dan juga kesal terhadap sikap kasar dari ayah kandungnya itu.


"Saat ini aku hanya bisa mengalah dan menundukkan kepala. Tunggu sampai saat aku berada di puncak kekuasaan, aku akan memusnahkan semua orang yang pernah menghinaku. Termasuk kau, Ye Chong San!" Batin Ye Wu Ching.

__ADS_1


"Berlututlah di sini sampai kau menemukan cara untuk menghilangkan semua kabar buruk tentang keluarga kita!" Perintah Ye Chong San sambil melangkah keluar dari ruang perpustakaan.


"Baik, Ayah!" Jawab Ye Wu Ching sembari menahan emosinya dengan menggigit bibir bawahnya.


Setelah kepergian Ye Chong San, raut wajah Ye Wu Ching yang tadinya lugu dan polos kini berubah sadis dan kejam.


"Keluarga kita?" Gumamnya sambil mengeryit.


"Hahaha... Aku tidak punya keluarga!" Ucapnya dalam hati.


Air mata mengalir dari kedua sudut mata Ye Wu Ching, segera ia mengeringkan air di wajahnya dengan lengan pakaiannya yang berwarna biru gelap.


Kediaman Gu


Ye Wu Shuang menikmati sinar rembulan di atas pohon besar yang berada di depan kamarnya. Dia berbaring di barisan paling atas, pada sebatang pohon sambil mengangkat satu tangannya ke atas seolah ingin mengambil benda bulat terang di atas sana.


"Aku adalah Phoenix Agung? Haaaahhh...!"


Ye Wu Shuang menghela napas panjang seraya menatap ke langit yang gelap namun dipenuhi banyak bintang.

__ADS_1


"Menyebalkan karena aku sama sekali tidak mengingat apapun tentang masa laluku. Hei bulan, bisakah kau mengembalikan ingatanku?" Ucapnya kepada rembulan yang mengeluarkan cahaya berwarna oranye dari pantulan sinar matahari.


"Aku merasa kasihan terhadap pemilik tubuh ini, sungguh lucu bukan?" Gumamnya lagi dengan wajah tanpa ekspresi.


"Seharusnya aku yang dikasihani karena aku memiliki masa lalu yang kelam."


Ye Wu Shuang menoleh ke samping kiri, selembar daun yang mulai menguning menarik perhatiannya. Dia memetik daun itu lalu menatapnya dalam-dalam.


"Kau juga kasihan karena hanya sendirian di atas batang pohon ini. Sementara daun yang lain berada di bawah sana dan masih segar dengan warna hijau yang cerah." Kata Ye Wu Shuang mengajak selembar daun berbicara.


Sekilas, mimpi tentang pengantin wanita yang dibunuh di hari pernikahan itu kembali terlintas di dalam pikiran Ye Wu Shuang.


"Siapa wanita itu? Apakah itu ingatan di kehidupan masa laluku?"


Ye Wu Shuang mencoba mengingat apa yang dia lihat di dalam mimpinya. Dia mengingat gambaran seorang pria dengan wajah tampan dan senyuman yang begitu tulus, namun membunuh istrinya sendiri dengan pedang panjang yang ia arahkan ke jantung pengantin wanita.


"Kenapa dia membunuh pengantinnya sendiri?" Tanya Ye Wu Shuang dalam hati.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2