The Phoenix

The Phoenix
Episode 21. Siasat Tabib Shi


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Ye Wu Shuang mencari keberadaan Yin Qiu dan Pai Hu.


"Ke mana perginya mereka berdua?" Gumam Ye Wu Shuang sambil menoleh ke sekeliling arah.


Tok Tok Tok!


Suara ketukan pintu membuat Ye Wu Shuang terjaga, dia berbalik menatap ke arah pintu.


"Masuk!" Ucapnya dengan sikap waspada.


Pintu dibuka dari luar, ternyata Tabib Shi yang datang membawa semangkuk minuman pekat hitam yang berbau obat-obatan.


"Nona Ye, saya membuat obat baru. Semoga kali ini anda bisa meminumnya tanpa kesulitan." Ucap Tabib muda itu dengan senyuman ramah.


Ye Wu Shuang mengeryit sambil menutup lubang hidungnya dengan kedua jari tangan.


"Sepertinya kau sudah bosan hidup!" Ucap gadis itu seraya menatap kesal wajah Tabib Shi.


Pria muda itu masih bisa tersenyum ramah tanpa sedikitpun rasa takut di wajahnya. Dia menyodorkan mangkuk yang berisi obat ke depan Ye Wu Shuang sambil berkata, "Tolong habiskan obat ini, saya sudah memasaknya selama seharian tanpa !istirahat."

__ADS_1


Ye Wu Shuang mengerutkan kedua alis matanya, dia tidak percaya jika obat yang mirip racun itu menghabiskan banyak waktu dari Tabib Shi yang terkenal sering menyibukkan diri dengan mempelajari obat baru.


"Kau pasti berbohong, kan?" Tuduh Ye Wu Shuang secara terang-terangan mengungkapkan isi hatinya.


"Huft...!" Tabib muda itu menghembuskan napas panjang dengan raut wajah kelelahan.


"Lihatlah mata saya, lingkaran hitam di bawah mata saya sudah mirip dengan panda. Bukankah ini cukup membuktikan pengorbanan saya dalam meracik obat untuk Nona Ye?" Tukasnya sambil mendekatkan wajahnya ke arah Ye Wu Shuang.


Ye Wu Shuang segera memundurkan tubuhnya ke bekakang dan menahan dagu Tabib Shi dengan sebelah tangannya.


"Jika kau berani mendekat selangkah lagi, akan kupatahkan tulang hidungmu!" Ancamnya dengan mata melotot.


"Walaupun Nona Ye sangat galak, aku tahu hatinya sangat lemah lembut. Dia tidak akan bisa menolak onat pemberianku ini. Lagi pula, aku membuat obat ini dengan resep rahasia dari keluarga Shi." Batin Tabin Shi.


Pria muda itu menatap wajah Ye Wu Shuang yang masih kesal dan terlihat marah di depannya.


"Nona Ye yang terkenal sebagai sampah kultivasi akan segera menumbuhkan bakatnya dengan beberapa kali minum obat ramuanku ini. Aku harus memastikan dia meminum semuanya agar akar dantian di dalam tubuhnya segera tumbuh dan bisa berlatih seperti orang lain." Pikir Tabib Shi dengan semangat yang membara.


Ye Wu Shuang menatap air hitam di dalam mangkuk yang diberikan oleh Tabib Shi, dia menghela napas panjang sambil membuat ekspresi wajah yang frustasi.

__ADS_1


"Dengar, ini terakhir kalinya aku meminum racun kematian darimu. Jika kau masih membuatnya lagi, kau yang harus menghabiskan semua obat ini! Kau mengerti?" Ucap Ye Wu Shuang dengan kedua mata yang membelalak bulat.


Setelah mengeluarkan kekesalannya, Ye Wu Shuang mengambil mangkuk dari tangan Tabib Shi dan menghabiskan semua obat di dalamnya hanya dengan satu tegukan.


"Hissshhh...! Benar-benar menjijikkan!" Keluh Ye Wu Shuang lalu melemparkan mangkuk ke arah Tabib Shi yang masih memperhatikannya dengan seksama untuk memastikan jika Ye Wu Shuang menghabiskan semua isi di dalam mangkuk.


Tabib Shi menangkap mangkuk dengan kedua tangan sambil tersenyum tipis. Dia menyembunyikan dan menahan tawanya yang hampir meledak dengan mencubit paha kakinya sendiri.


"Keluar!" Bentak Ye Wu Shuang dengan wajah kesal, mengusir pria itu agar segera meninggalkan kamarnya.


Tabib Shi mengeluarkan sebuah bungkusan kecil, dia membuka bungkusan itu lalu kembali mendekat ke tempat Ye Wu Shuang berdiri.


"Makan ini, rasanya manis dan wangi. Mungkin akan sedikit membantu menghilangkan bau obat di dalam mulut."


Ye Wu Shuang menoleh ke bungkusan yang di bawa oleh Tabib Shi.


"Dari mana kau mendapatkan buah ini?" Tanya Ye Wu Shuang terburu-buru dengan wajah panik.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2