The Phoenix

The Phoenix
Episode 6. Pemimpin Dunia Binatang


__ADS_3

"Namaku Yin Qiu, Dewa Rubah berekor sembilan." ucap wanita cantik yang berada di hadapan Ye Wu Shuang.


"Aku adalah Dewa Harimau Putih, pelayan setia yang sudah melayani Phoenix Agung selama 80.000 Tahun." sambung Harimau Putih yang sudah berbentuk manusia.


Ye Wu Shuang terlihat tidak mempercayai ucapan dari kedua makhluk di hadapannya. Terlebih lagi, mereka menyebutnya dengan nama "Phoenix Agung" yang belum pernah ia dengar selama 28 tahun hidupnya.


"Kalian sedang bercanda ya? Siapa itu Phoenix Agung? Namaku Ye Wu Shuang, bukan Phoenix!" bantah gadis itu dengan nada kesal.


"Phoenix Agung, hanya anda yang bisa menarikan tarian suci tadi. Itu sudah cukup membuktikan jika anda memang pemimpin kami." jelas Yin Qiu sambil menggoyangkan 9 ekornya yang baru saja ia keluarkan.


"Tarian suci? Maksudmu tarian yang tadi itu?" tanya Ye Wu Shuang penasaran.


"Benar, hanya Phoenix Agung yang bisa menarikan tarian itu. Anda adalah reinkarnasi dari Phoenix Agung yang telah meninggal ratusan tahun lalu." ucap Harimau Putih yang kemudian kembali ke bentuk aslinya.


"Roarr!!!"


Harimau putih mengeluarkan suara yang menggelegar.


Beberapa detik kemudian, tanah mulai bergetar, burung-burung beterbangan, binatang kecil dan besar berlarian. Semuanya menuju ke tempat Harimau putih.


Ye Wu Shuang sedikit terkejut dengan kehadiran semua binatang dan hewan yang saat ini mengelilingi mereka semua. Namun ia berusaha tetap tenang dan menjaga kewaspadaannya.


Burung-burung mulai mengitari Ye Wu Shuang seolah sedang memberikan salam kepada wanita itu. Kumpulan kelinci, landak, tupai dan hewan kecil juga mendekati Ye Wu Shuang secara bergantian. Mereka menundukkan kepala begitu berdiri di hadapan wanita tersebut.


Sementara binatang besar dan juga buas turut memberikan salah mereka dengan cara menekuk kedua lutut bagian depan lalu menundukkan kepala di depan Ye Wu Shuang.


"Apa yang mereka lakukan? Mereka seperti sedang memberi salam kepadaku!" batin Ye Wu Shuang.


"Phoenix Agung telah kembali!" sorak para hewan dan binatang dalam bahasa mereka masing-masing.


Ye Wu Shuang semakin kebingungan, sebab ia bisa mendengar dan mengetahui arti dari suara-suara yang dikeluarkan oleh para binatang di sekelilingnya. Wanita itu lalu bertanya-tanya di dalam pikirannya.


"Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku bisa mengerti apa yang sedang mereka katakan? Apakah aku benar-benar Phoenix Agung seperti yang di katakan oleh Yin Qiu dan harimau putih? Apa yang harus ku lakukan sekarang?"


Yin Qiu turut kembali ke bentuk asalnya, ia melompat ke atas pundak Ye Wu Shuang yang masih berdiri dengan sejuta pikiran.


"Phoenix Agung!" panggil Yin Qiu sambil mengibaskan ekornya secara bergantian ke wajah gadis itu.


Ye Wu Shuang menoleh ke samping, menatap rubah putih lalu bertanya. "Kenapa?

__ADS_1


"Apakah anda mengingat sesuatu?" tanya Yin Qiu yang masih asik memainkan ekornya.


Ye Wu Shuang menggelengkan kepala, dia tidak bisa mengingat apapun mengenai Phoenix Agung yang dibicarakan oleh Yin Qiu dan Harimau putih.


"Sudahlah, lambat laun anda akan mengingatnya kembali!" seru Harimau Putih.


Ye Wu Shuang mengedarkan tatapannya, dia kebingungan karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan kepada binatang dan hewan yang masih berkumpul di dekatnya.


Yin Qiu mengeluarkan sembilan ekor yang baru saja ia sembunyikan. Ia melambai-lambai ke arah para binatang, hewan serta serangga kecil yang beterbangan.


"Bubar!" perintah Yin Qiu kepada mereka.


Mendengar perintah Yin Qiu, para binatang, hewan, dan serangga kecil segera berhamburan dan pergi dari sekitar Ye Wu Shuang. Ye Wu Shuang merasa lega dan merenung sejenak.


"Bagaimana kau bisa mengendalikan semua makhluk ini?" tanya Ye Wu Shuang pada Yin Qiu.


"Aku memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk hidup. Jika aku memberi perintah, mereka akan mendengarkanku. Begitu pula dengan anda!" jawab Yin Qiu.


Ye Wu Shuang terkesima. Dia tidak pernah mendengar tentang kemampuan semacam itu sebelumnya. Dia lalu bertanya, "Apakah kau bisa mengajari aku cara berkomunikasi dengan makhluk hidup?"


Yin Qiu tersenyum dan berkata, "Tentu saja, aku akan mengajari Phoenix Agung dengan senang hati."


Yin Qiu lalu mulai mengajari Ye Wu Shuang cara berkomunikasi dengan makhluk hidup di sekitar mereka, melalui gerakan dan juga percapakan.


Ye Wu Shuang mengangguk, ia merasa senang dan takjub karena akhirnya dia bisa berbicara dengan binatang, hewan, dan serangga kecil seperti yang dilakukan oleh Yin Qiu.


Hari mulai terang, awan yang gelap kini memutih dengan sinar oranye yang dipantulkan dari cahaya matahari. Ye Wu Shuang melanjutkan kembali perjalanannya, Harimau putih menjadi pembawa jalan karena ia sudah lama tinggal di hutan tersebut.


Setelah berjalan keluar dari hutan yang berkabut, Ye Wu Shuang menghentikan langkahnya. Dia berbalik menatap jauh ke arah hutan.


"Karena di sini adalah tempat aku terlahir kembali, aku akan selalu mengingat hutan berkabut ini. Terima kasih sudah membawaku ke dunia ini!" batin Ye Wu Shuang.


Gadis itu lalu berbalik menatap Harimau putih, dia lalu bertanya kepada makhluk raksasa itu.


"Harimau putih, apakah kamu tidak memiliki nama?"


"Tidak, dulu anda selalu memanggil saya dengan sebutan Pai Hu!" jawab raksasa berbelang itu melalui telepati.


"Kalau begitu, aku akan terus memanggilmu dengan nama Pai Hu!" seru Ye Wu Shuang sambil mengelus pucuk kepala Harimau putih.

__ADS_1


"Tapi, bukankah orang-orang akan ketakutan jika kau memperlihatkan wujud seperti ini? Bisakah kamu menjadi manusia saja?" lanjut Ye Wu Shuang bertanya-tanya dengan sebelah alis yang terangkat.


"Benar juga! Kalau begitu, aku akan kembali menjadi wujud manusia selama di luar hutan." jawab Pai Hu yang kemudian berubah menjadi manusia.


"Anak pintar!" puji Ye Wu Shuang sambil mengelus lembut kepala pria tampan di depannya.


"Miaooo...!"


Dan Pai Hu secara refleks mengeluarkan suara khasnya yang muncul begitu merasa kegelian.


"Hahaha... Kau ini benar-benar mirip dengan kucing!" kata Ye Wu Shuang sambil tertawa dan menutup bibirnya dengan sebelah tangan.


Ye Wu Shuang mencoba mengingat di mana letak rumah pemilik tubuhnya, dia berjalan bersama Pai Hu dan Yin Qiu yang berada di pundaknya. Setelah tiba di gerbang ibu kota, Ye Wu Shuang melihat kumpulan prajurit yang sedang memeriksa para pendatang.


Beberapa pria memakai pakaian yang mirip dengan baju perang, mereka memegang selembar kertas yang di atasnya terlukis wajah seorang perempuan. Karena penasaran, Ye Wu Shuang meminta Yin Qiu untuk menyelidiki apa yang sedang di periksa oleh para prajurit tersebut.


Yin Qiu melompat turun dari pundak Ye Wu Shuang, ia berjalan dan melompat mendekati prajurit yang memegang kertas lukisan.


Yin Qiu mengamati lukisan di kertas tersebut, tampak jelas jika perempuan yang sedang dicari oleh para pria itu adalah Ye Wu Shuang yang sudah menghilang semalaman.


Yin Qiu menatap Ye Wu Shuang dari kejauhan, ia lalu menyampaikan suara lewat telepati. "Phoenix Agung, sepertinya mereka sedang mencari anda!"


"Coba cari tahu alasan mereka mencariku!" perintah gadis itu lagi melalui telepati.


"Baik!" sahut Yin Qiu bersemangat.


Setelah beberapa saat berkeliling di sekitar pintu gerbang, Yin Qiu mendengarkan percakapan dua orang pelintas jalanan.


"Kau dengar juga? Putri keluarga Ye menghilang. Dia dikabarkan telah melarikan diri dengan pelayannya. Mereka memiliki cinta yamg rumit! Ckkk... Ckkk...!"


"Aiii... Kasihan sekali kedua orang tuanya. Sudah membesarkan anak gadis cantik-cantik malah melarikan diri dengan pria dari golongan rakyat rendahan."


"Apa kau tidak tahu? Nona itu memang terkenal memiliki sifat yang buruk! Dia suka sekali mencari pria-pria di luar dan tidak pulang semalaman. Kali ini pun pasti sama, dia hanya bersenang-senang satu malam saja dengan pelayannya itu!"


Tiba-tiba, angin kencang mulai bertiup, menerbangkan semua lukisan yang tertempel di dinding pintu masuk. Debu dan pasir beterbangan di udara, membuat mata dari orang-orang terpejam rapat.


"Krakkk!


Dinding gerbang pembatas mulai retak, membuat para manusia di sana ketakutan dan berlari untuk menjauh.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" batin Ye Wu Shuang.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2