
Tabib Shi sedikit terkejut melihat reaksi panik dari Ye Wu Shuang. Dia menatap buah kering di tangannya lalu menjawab pertanyaan dari gadis muda itu.
"Buah ini saya petik dari pohon yang tumbuh di taman kediaman keluarga saya. Nona Ye tidak perlu khawatir, buah ini aman untuk di makan." Jelas Tabib Shi yang mengira jika Ye Wu Shuang mencurigai buah di tangannya beracun.
"Buah ini sering muncul di mimpiku ketika aku masih kecil. Aku selalu bertanya-tanya, kenapa aku bisa bermimpi sesuatu yang tidak pernah aku makan sebelumnya. Ternyata dunia ini muncul di dalam mimpiku sebelum aku terlahir kembali. Atau..."
Ye Wu Shuang mengambil satu buah berbentuk bulat kecil dengan warna merah yang cerah dari bungkusan di tangan Tabib Shi.
"Mimpi itu adalah bagian dari masa laluku?"
Ye Wu Shuang memasukkan buah ke dalam mulut.
"Rasa ini... tidak asing di lidahku. Aneh sekali... Ini pertama kalinya aku mencoba buah ini. Tapi aku yakin, aku mengenali rasa ini."
"Apa nama buah ini?" Tanya Ye Wu Shuang kepada Tabib Shi yang kebingungan dengan sikapnya.
"Wan Guo." Jawab Tabib Shi.
"Buah ini memiliki kisah yang unik dan menyedihkan. Apakah Nona Ye mau mendengarkan kisahnya?" Tanya Tabib Shi.
Ye Wu Shuang mengangguk seraya mengambil semua buah yang ada di tangan Tabib Shi.
Tabib Shi berjalan ke kursi yang berada di tengah-tengah ruangan. Dia duduk dan menuang segelas teh hangat lalu menyesapnya.
"Kisah ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Menurut leluhur saya, dulunya di taman kami tidak ada pohon Wan Guo. Suatu malam, tiba-tiba langit bergemuruh, petir menyambar-nyambar dengan sangat mengerikan di atas langit dan beberapa bahkan menyambar ke bawah tanah dan menghancurkan banyak rumah dan pepohonan.
Saat itu, banyak nyawa manusia yang hilang karena seekor siluman tiba-tiba muncul dan membunuh semua makhluk hidup yang dia temui."
"Siluman?" Potong Ye Wu Shuang penasaran.
__ADS_1
Tabib Shi mengangguk, "Seekor naga turun bersama petir yang menyambar. Naga itu di anggap sebagai siluman karena dia mulai membunuh begitu dia melihat manusia di sekelilingnya.
"Lalu... Apa yang terjadi dengan naga itu?"
"Naga itu kembali langit setelah membunuh puluhan ribu manusia."
"Apa hubungannya kejadian itu dengan pohon buah Wan Guo?"
"Sebelum naga itu kembali ke langit, dia mencongkel matanya. Bola matanya terjatuh tepat di taman rumah dan menghilang setelah beberapa saat menyentuh tanah. Di hari berikutnya, sebuah pohon tiba-tiba tumbuh tinggi dan subuh di taman. Padahal sebelumnya tidak ada pohon yang di tanam di taman tersebut."
"Jadi maksudmu, ini adalah buah dari mata naga?"
Tabib Shi kembali mengangguk.
"Bukankah warna merah dari buah ini mirip dengan darah?" Tanya Tabib muda itu membenarkan kisahnya.
"Ceritamu membuatku jijik!" Keluh Ye Wu Shuang dengan kedua alis yang mengerut.
Tabib Shi bangkit dari duduknya, dia memberi salam lalu keluar dari kamar Ye Wu Shuang.
Sementara gadis muda itu masih memikirkan cerita yang baru saja di dengarnya namun tiba-tiba perasaannya menjadi buruk tanpa alasan.
"Setelah tiba di tempat ini, aku jadi aneh dan sering gelisah tanpa sebab. Apakah perasaan buruk ini berasal dari pemilik asli tubuh ini?" Benak Ye Wu Shuang.
Dia kembali menatap sisa buah yang berada di atas meja.
"Haruskah ku buang saja?" Gumam Ye Wu Shuang namun tiba-tiba seekor rubah putih melompat masuk dari jendela dan mengagetkan dirinya yang masih fokus menatap buah wan guo.
"Nona, bolehkah buah itu diberikan kepadaku?" Tanya Yin Qiu yang baru saja berubah menjadi manusia.
__ADS_1
"Ambil saja jika kau mau. Lagi pula aku tidak berniat memakannya lagi." Jawab Ye Wu Shuang sambil berbalik menatap Yin Qiu.
Yin Qiu bersorak kegirangan, dia menyambar buah yang tersisa di atas meja lalu memasukkan semuanya ke dalam mulut.
Pai Hu muncul dari udara kosong, dia memukul punggung Yin Qiu hingga rubah itu memuntahkan kembali buah yang baru saja ditelannya.
"Apa yang kau lakukan? Belang busuk!" Umpat Yin Qiu kesal karena Pai Hu membuatnya kehilangan makanan manis yang baru saja dia nikmati.
"Kau ini mau cari mati atau sudah bosan hidup?" Tanya Pai Hu sambil menggelengkan kepala.
"Kau sedang menyumpahiku?" Ketus Yin Qiu semakin kesal.
"Sudah hentikan, kalian berdua sangat berisik!" Omelan Ye Wu Shuang pun terdengar menengahi keduanya.
Pai Hu menjitak kepala Yin Qiu dengan kuat, membuat rubah itu kembali ke bentuk aslinya.
"Ciiii Ciii Ciiii!"
Yin Qiu dalam bentuk rubah kembali mengomel panjang dengan suara khasnya yang hanya dapat di mengerti oleh sesama rubah.
"Pai Hu, apa yang kau lakukan?" Tanya Ye Wu Shuang dengan tatapan menyelidik.
"Maafkan saya, Nona Phoenix. Saya tidak tahan dengan kebodohan rubah ini!" Ucap Pai Hu lalu menahan lengan pendek sang rubah yang baru saja mencoba untuk mencakar wajahnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Ye Wu Shuang lagi dengan wajah penasaran.
"Buah itu akan membuat rubah jelek ini meledak karena semua kekuatannya akan meningkat drastis hanya dengan satu buah saja. Dan dia menelan 6 buah sekaligus, bukankah itu sama saja dengan mencari mati?" Jelas Pai Hu dengan bersusah payah menahan semua serangan dari Yin Qiu.
Setelah mendengar penjelasan dari Pai Hu, Yin Qiu menghentikan serangannya. Dia kembali ke bentuk manusia lalu bertanya kepada Pai Hu dengan wajah panik.
__ADS_1
"Apa aku akan mati meledak?"
^^^BERSAMBUNG...^^^